NovelToon NovelToon
Permaisuri Tidak Mungkin Jahat

Permaisuri Tidak Mungkin Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Romansa Fantasi / Time Travel / Harem / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:315.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Zhuzhu

Setelah mengalami percobaan mesin waktu yang gagal, Han Ziqing tiba di dunia kuno sebagai permaisuri yang siap dikubur di peti mati. Di hari dia membuka mata kembali, dia bertengkar dan bertarung dengan Wei Shiqi, sang Kaisar yang selama ini membencinya.

Di dalam harem yang kejam dan dingin, selain menghadapi sikap dingin Wei Shiqi, Han Ziqing juga harus menghadapi dan mengurus selir-selir yang memusingkan.

Wei Shiqi yang menyadari kepribadian Han Ziqing yang berubah total mulai mengubah pemahamannya. Dia secara tidak sadar melakukan segala hal untuk melindunginya dan membuatnya tetap berada di sisinya.
***
"Yang Mulia, Permaisuri meracuni Selir Yun karena kesal!"

Wei Shiqi menjawab, "Panggil tabib dan obati Selir Yun!"

"Yang Mulia, Permaisuri pergi menemui Sarjana Song!"

Wei Shiqi menjawab, "Batalkan gelar sarjananya, kirim ke perbatasan!"

"Yang Mulia, Permaisuri pergi berkencan dengan Tuan Fu!"

Wei Shiqi mengerutkan kening, "Kirim Fu Dou kembali ke negaranya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Menanyakan Pendapat

“Yang Mulia, hari ini Permaisuri mengunjungi setiap kediaman selir bersama dua orang petugas Biro Pakaian Istana,” lapor Jin Bao pada Wei Shiqi.

Fu Dou yang sedang bermain catur bersama Wei Shiqi menoleh melirik Jin Bao dengan tatapan aneh, lalu terkekeh. Kekehannya membuat Wei Shiqi merasa terganggu. Fokusnya tidak lagi pada papan catur dan bidak hitam putih yang ditempatkan di atasnya.

“Kau berisik sekali,” ucapnya. Entah itu ditujukan untuk Jin Bao atau Fu Dou, tapi yang jelas keduanya merasa tersindir. Jin Bao langsung diam. Lain halnya dengan Fu Dou yang malah seperti sengaja menahan tawa.

Wei Shiqi berdecak. “Ck… bisakah kau fokus?”

“Astaga, Yang Mulia, kau lucu sekali. Apakah laporan Jin Bao barusan sangat mengganggumu?”

“Diamlah.”

“Permaisuri benar-benar tercerahkan. Setelah bangkit dari kematian, dia tidak hanya tidak mencarimu untuk memikatmu. Permaisuri yang seperti ini sungguh bisa membuat orang suka.”

“Kau menyukainya?”

Entah kenapa pertanyaan barusan seperti sebuah kalimat interogasi. Kalau salah menjawab bisa saja nyawa menghilang. Fu Dou hanya tertawa dan menggelengkan kepala. Tidak mengiyakan juga tidak menyangkal. Menurutnya, menyenangkan melihat Wei Shiqi yang selalu bermuka masam setiap kali mendengar nama Permaisuri menjadi sensitif sekarang.

“Jangan lupakan statusmu.”

“Aku tidak pernah lupa. Tapi, Yang Mulia, kurasa kau sendiri yang lupa siapa aku.”

Wei Shiqi terdiam. Lagi-lagi seperti ini. Fu Dou selalu menguji batas kesabarannya, membuatnya tidak berdaya namun kemudian membuatnya kembali mendapat keyakinan. Sepuluh tahun berlalu seperti ini. Sampai saat ini pun, dia belum menemukan peluang yang tepat untuk menepati janjinya pada Fu Dou.

“Aku tidak lupa.”

“Yang Mulia, aku hanya bercanda. Mana mungkin kau melupakannya.”

Wei Shiqi tidak pernah bisa memahami emosi Fu Dou. Pria yang diselamatkan olehnya sepuluh tahun lalu seperti sebuah tabir misterius yang sulit didekati. Pemikiran dan hatinya, meskipun sering ditunjukkan namun tidak pernah sungguh-sungguh membuat Wei Shiqi mengerti keinginannya yang sebenarnya. Selalu saja terasa bias. Fu Dou ini penuh teka-teki bahkan meski dia sudah mengenalnya selama sepuluh tahun.

“Aiya, Yang Mulia, kau kalah lagi.”

“Satu kali lagi.”

Satu putaran permainan catur sudah berakhir. Pada putaran kedua, Wei Shiqi memilih bidak hitam dan Fu Dou bidak putih. Satu per satu bidak catur diletakkan di papan. Fokus mereka tertuju pada peletakkan dan posisi setiap bidak catur. Ini seperti sebuah permainan kekuasaan, di mana Wei Shiqi menjadi poros utamanya.

“Yuan Jing merekomendasikan seseorang untuk mengisi posisi menteri pertahanan padaku.”

“Siapa yang direkomendasikan?”

“Kong Meisun.”

Wei Shiqi meletakkan bidaknya di depan bidak putih Fu Dou. Dia melirik Fu Dou sesaat untuk melihat reaksinya. “Bagaimana menurutmu?”

“Aku tidak tahu apa maksudmu. Yang Mulia, apakah kau sengaja ingin menertawakanku? Bukankah kau tahu bahwa aku tidak mengerti soal pemerintahan? Maaf, aku tidak bisa ikut campur urusan negaramu dan tidak bisa menjawab pertanyaanmu.”

Wei Shiqi menghela napasnya. Fu Dou selalu ingin membalas dendam atas kematian ibunya yang misterius. Jika ingin mencapai tujuan besar, dia tidak boleh mengandalkan Wei Shiqi saja. Setidaknya dia harus memahami cara berkomunikasi dengan orang berkuasa dan mengerti soal pemerintahan.

“Jangan pura-pura di depanku. Aku tahu kau juga memahaminya,” pancing Wei Shiqi. Fu Dou hanya mengedikkan bahu dan tertawa ringan.

“Terserah kalau Yang Mulia tidak percaya. Racunku mungkin bisa membuat Yang Mulia percaya. Ingin mencobanya?”

“Lupakan saja.”

Fu Dou memilih mengambil langkah pelan dalam menjalankan bidak caturnya. Sepuluh tahun tidak apa-apa, lebih lama lagi tidak masalah. Selama Wei Shiqi menepati janjinya untuk membantunya, dia bersedia menunggu lebih lama. Selain itu, dia juga ingin melihat sejauh mana hubungan Wei Shiqi dan Han Ziqing akan berkembang sekarang.

Raut wajah Wei Shiqi yang tidak senang itu lama kelamaan membuat Fu Dou jengah juga. Orang ini kalau keinginannya tidak dituruti pasti akan mencari masalah dengannya di lain hari. Stok racun dan obat-obatan di paviliunnya meskipun berlimpah, juga sangat berharga. Sayang jika harus menjadi korban pelampiasan amarah Wei Shiqi.

“Mungkin lebih baik Yang Mulia menanyakan pendapat pada orangnya langsung,” ucapnya kemudian. Barulah raut wajah Wei Shiqi mulai membaik.

“Kau kalah.”

Putaran kedua dimenangkan oleh Wei Shiqi. Tadi di putaran pertama rupanya dia mengalah. Kalau membiarkan Fu Dou kalah sejak awal, pembicaraannya tidak akan sampai pada yang dia inginkan. Dengan begini, dia jadi tahu bahwa Fu Dou sebenarnya tidak bodoh.

“Yang Mulia sengaja memancingku rupanya.”

“Kalau aku tidak melakukan itu, kau tidak akan bicara.”

Tak ada lagi yang perlu dibicarakan. Wei Shiqi merapikan jubahnya dan berjalan keluar.

“Yang Mulia mau ke mana?”

“Jalan-jalan.”

“Jalan-jalan atau mengunjungi istrimu?”

“Bukan urusanmu.”

Jin Bao mengikutinya dari belakang dengan langkah tergesa-gesa. Jam malam, sang kaisar sepertinya mau pergi ke tempat itu lagi. Ini adalah kebiasaan barunya beberapa waktu ini. Jika tidak pergi ke sana sekali saja, sepertinya Kaisar akan mengalami kesulitan tidur dan selalu gelisah.

“Beri tahu aku jika kau ingin muncul di perjamuan nanti,” ucap Wei Shiqi sebelum benar-benar pergi.

“Ya.”

Lampu di sepanjang jalan menuju Istana Ningxi bersinar terang. Entah mengapa dia punya kebiasaan aneh ini. Dulu jangankan mengunjungi, melihat wajahnya saja sudah membuatnya muak. Apakah karena temperamen Han Ziqing berubah dan dia merasa seperti kehilangan sesuatu akhir-akhir ini?

Tidak lama kemudian dia berhenti tepat di depan bangunan Istana Ningxi. Suasananya sudah sepi. Jika biasanya pada jam ini Han Ziqing mengajari Meixiang membaca, kali ini tidak. Tidak ada suara apapun dari dalam sana. Seolah semua penghuninya sudah terlelap.

Tapi, lampunya masih menyala. Itu tandanya pemiliknya masih terjaga. Mengapa tidak ada pergerakan sama sekali?

Wei Shiqi jadi ragu melangkahkan kaki. Dia khawatir mengalami kejadian yang sama seperti saat dia datang malam hari beberapa waktu lalu. Mungkinkah Han Ziqing sedang mandi? Atau, apakah dia pergi ke suatu tempat dan belum kembali?

Daripada tersiksa oleh rasa penasarannya, Wei Shiqi lalu memilih untuk masuk. Perlahan pintunya dibuka dengan penuh kehati-hatian. Suhu di dalam sini hangat. Matanya lalu menangkap sosok Han Ziqing yang tertidur di kursi malas. Kepalanya bersandar di meja kecil sampai rambutnya terurai menutupi sebagian wajahnya.

Wei Shiqi berjalan mendekat. Saat sedang tidur, Han Ziqing jauh lebih enak dipandang. Wajahnya terlihat sangat tenang dan damai. Matanya bergerak-gerak sedikit karena berkedip. Bulu mata lentik itu membuat Wei Shiqi tertegun sejenak.

“Ceroboh sekali,” ucapnya.

Dia bingung harus melakukan apa. Menggendongnya? Tapi mungkin Han Ziqing akan terbangun dan mengira yang tidak-tidak. Tapi kalau tidak dipindahkan, wanita ini bisa pegal-pegal keesokan harinya. Saat itu mungkin dia akan mencari alasan untuk tidak mengadakan salam pagi dan tidak melapor padanya.

Sudahlah, tidak ada gunanya bimbang. Wei Shiqi akhirnya menggendong Han Ziqing dan memindahkannya ke tempat tidur secara perlahan. Dia sangat berhati-hati agar Han Ziqing tidak terbangun. Omong-omong, tidurnya nyenyak sekali. Apa dia sangat kelelahan?

“Yang Mulia?” Meixiang yang baru masuk membawa arang terkejut melihat Wei Shiqi duduk di samping Han Ziqing. Di tempat tidur yang empuk itu, Han Ziqing menggeliat.

“Jangan berisik,” tegur Wei Shiqi. “Pergilah.”

“Baik, Yang Mulia.”

Begitu Meixiang keluar, suasana di dalam kamar Istana Ningxi sepi lagi. Suara dengkuran halus terdengar. Wei Shiqi terkekeh. Dia melepaskan sepatu yang dipakai Han Ziqing dan menyelimuti tubuhnya. Han Ziqing menggeliat lagi. Kali ini tangannya tanpa sengaja menyentuh tangan Wei Shiqi.

“Hangat sekali,” gumam Wei Shiqi. Tangan indah itu baru pertama kali menyentuh tangannya. Sudah lima tahun mereka menikah, tapi bahkan belum pernah berjabat tangan. Sungguh lucu rasanya.

“Wei Shiqi… kau harus memberiku kompensasi…”

Gumaman halus itu juga didengar olehnya. “Aku bekerja keras… karenamu…”

Wei Shiqi ingin mendengar lebih jelas, jadi dia mendekatkan dirinya. Wajahnya mendekati wajah Han Ziqing, tapi gumaman itu tidak lagi terdengar. Saat Wei Shiqi hendak bangkit ke posisi semula, tangan Han Ziqing tiba-tiba meraih pundaknya dan berhasil menjatuhkannya di atasnya.

“Han Ziqing, lepaskan,” ucap Wei Shiqi. Tapi, Han Ziqing sudah tidur lelap. Alih-alih melepaskan, pegangannya justru malah makin erat. Sekarang bahkan kakinya tanpa sadar memerangkap Wei Shiqi, memperlakukannya seperti guling.  Wei Shiqi kesulitan bergerak karena jika dia bergerak, maka Han Ziqing pasti akan langsung terbangun.

“Han Ziqing, bersyukurlah karena kau melakukannya dalam tidurmu.”

Wei Shiqi tidak dapat berbuat apa-apa. Sepanjang malam, dia terpaksa menjadi guling hidup bagi Han Ziqing.

1
Biyan Narendra
Thor...
Yakin up nya cuma 1 part?
😭😭😭😭😭😭
Biyan Narendra
Ga nyangka ada cerita kelami balik kedudukan Wei shiqi sebagai kaisar
mawar hitam
masih penasaran dgn dlang dibalik semua misteri ini.apa mngkn ibunya si kaisar, apa mngkn ibu suri.ato para selir mndiang ayah wei ziqi yg sakit hati dan ingin balas dendam dgn perlakuan ibunya wei ziqi yg menghalalkan segala cara demi tahta sang putra.
pasti ada alasan ibunya wei ziqi begitu mnginginkan putranya jadi kaisar.tdak mngkn ada asap tanpa adanya api.
Santy Susanti
ternyata pedih banget masa lalu kaisar wei, sakit bangeeeet😭😭😭😭😭
Raudah Anis
di balik sifat tegas dan tegar nya kaisar Wei shiqi, ternyata dia menyimpan banyak luka dalam hati nya ./Sob/
untung saja sekarang ada permaisuri Han ziqing yg bisa menjadi tempat mengeluh dan berbagi luka lamanya
Etty Rohaeti
lanjut
Yana Phung
sepertinya hal inilah yg jd perjodohan kaisar dan yunlin
perdana menteri mau meneruskan ambisi ibu kaisar
atau ada hal yg lain
musuh yg lain yg muncul krn kekejaman ibu kaisar
Yana Phung
aku juga penasaran siapa sih dalang sebenarnya??
apa murni perdana menteri??
atau ada org lain lagi??
atau org lain yg berhubungan dg fudou??
Yana Phung
makanya kaisar kalo ada rencana dan masalah jgn dikumpul di kepala sendiri
permaisuri han dg senang hati membantu
apalagi dg fudou,, sayangnya fudou pun sedang sibuk
Yana Phung
masih menanti rencana kaisar spt apa
Yana Phung
sebenarnya tujuan fudou apa sih merekrut 3 selir??
apakah benar fudou bakal kembali ke tempatnya utk balas dendam??
Yana Phung
masih penasaran dg dalang sebenarnya
Santy Susanti
Akhirnya mereka ada dalam 1 kapal💞💞💞💞👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻 mkasih Othooor😘😍🥰
Arix Zhufa
Pintar galak,pemberani & ilmu beladiri nya tinggi...memang permaisuri di dlm novel 😀
Biyan Narendra
So sweeeeeeeet
Melelehkan aku...
capekku selepas keliling langsung hilang
Biyan Narendra
Emang keren abis permaisuri satu ini
Biyan Narendra
Apakah ada udang di balik bakwan?
Biyan Narendra
Kaisar...
Jangan cuekin permaisuri ya..
Ga mau aku pokoknya
A
bisa gila dia klo mikirin itu ziqing😅 bucin akut begitu mana kepikiran buat menggal bininya, ya nggak thor?
panty sari
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!