NovelToon NovelToon
Setelah Aku Pergi

Setelah Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:103.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eys Resa

Follow IG othor @ersa_eysresa

Anasera Naraya dan Enzie Radeva, adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Namun tepat di hari pernikahan, sebuah tragedi terjadi. Pesta pernikahan yang meriah berubah menjadi acara pemakaman. Tapi meskipun begitu, pernikahan antara Ana dan Enzie tetap di laksanakan.

Namun, kebahagiaan pernikahan yang diimpikan oleh Ana tidak pernah terjadi. Karena bukan kebahagiaan yang dia dapatkan, tapi neraka rumah tangga yang ia terima. Cinta Enzie kepada Ana berubah menjadi benci di waktu sama.

Sebenarnya apa yang terjadi di hari pernikahan mereka?
Apakah Ana akan tetap bertahan dengan pernikahannya atau menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Kepedulian Fabian

"Ya, mulai sekarang kamu tidak usah kerja. Tinggalah di rumah, menjadi nyonya rumah dan patuh sama suami. " kata Enzi.

"Tapi, mas... "

"Sayang, patuh! "

Malam itu Enzi benar-benar tidak bisa dibantah, dan dia ingin Ana menurut padanya dan semua kata-katanya. Ana hanya tertunduk lesu, karena dia tidak ingin membuat Enzi marah dan sikapnya berubah lagi padanya. Dan Ana tidak ingin itu terjadi, karena dia masih sangat mencintai Enzi.

"Pokoknya kamu harus jadi istri penurut ya, biar aku tambah cinta sama kamu. " bujuk Enzi sambil mengusap rambut Ana dengan lembut.

Ana langsung mengangkat wajahnya dan menatap Enzi yang saat itu juga menatapnya dengan lembut.

"Aku akan memikirkannya, aku mau tidur dulu. " kata Ana sambil beranjak dari duduknya menuju ke kamar.

Enzi hanya menatap punggung Ana yang semakin menjauh dan hilang di balik tangga. Dia menghembuskan mendengus kasar dan langsung mengambil ponselnya yang sejak tadi terus saja bergetar. Ternyata ada beberapa pesan yang masuk.

Wajah Enzi yang awalnya kesal berubah sumringah setelah membaca pesan yang masuk ke dalam ponselnya lalu menghubungi seseorang siapa lagi kalau bukan Arvin.

"Ada apa?" tanya Arvin ketus saat mengangkat panggilan dari Enzi.

"Antar aku ke klub. " jawab Enzi santai.

"Eh, istrimu itu baru pulang dari rumah sakit, apa kamu tega ninggalin Ana sendiri di rumah. Dia belum sehat banget, lho." Arvin mengingatkan Enzi agar pria itu sadar.

"Sudahlah, antar aku sekarang. Aku lagi suntuk di rumah. Atau, apa kamu mau aku memotong gajimu bulan depan." kata Enzi yang lagi-lagi tidak mau di bantah.

Enzi benar-benar menunjukkan otoritasnya sabagai atasan walau kepada sahabatnya sendiri dan juga suami Ana. Dia tidak akan lembek baik dalam memimpin perusahaan ataupun memimpin rumah tangganya.

Dengan kesal dan terpaksa, Arvin segera berangkat menuju ke rumah Enzi untuk menjemputnya dan mengantar ke klub malam seperti yang di minta oleh bosnya itu. Mendengar Arvin sudah sampai, tanpa berpamitan kepada Ana, Enzi langsung keluar dari rumah dan hanya menitip pesan kepada Bi Darmi.

"Bi, nanti aku mau keluar sama Arvin. Nanti kalau Ana tanya katakan aku urusan pekerjaan sebentar, aku akan pulang nggak sampai tengah malam. "

"Baik, mas. "

Bi Darmi hanya mengiyakan, karena dia tidak punya kuasa untuk bertanya atau menahan kepergian Enzi.

Ana yang ada di kamarnya saat mendengar ada mobil yang berhenti di depan rumahnya langsung menuju jendela dan melihat siapa yang datang. Ternyata Arvin, dia bertanya-tanya dalam hati kenapa Arvin malam-malam datang ke rumahnya? Namun tak lama Enzi keluar dan masuk ke dalam mobil. Lalu mereka pergi meninggalkan rumah.

Ana hanya menghela nafasnya saat melihat kepergian Enzi dan tidak berpamitan dengannya. Ada hal penting apa yang membuatnya terburu-buru seperti itu hingga tidak sempat berpamitan dengannya.

"Terserahlah, aku harus memikirkan pekerjaanku. Apa yang harus aku lakukan setelah ini, apakah aku berhenti kerja dan menuruti keinginan Enzi? " Gumam Ana pada dirinya sendiri.

Lama dia berfikir hingga dia tidak menyadari ponselnya bergetar. Ana tersenyum saat menyadari ada panggilan dari Fabian, dan dia langsung menerima panggilan telepon itu.

"Hallo, Bian, ada apa? "

"Nggak ada, aku hanya ingin memastikan keadaan mu, An. Apa kamu baik-baik saja? "

"Aku baik-baik saja, kok. Kamu tidak perlu khawatir. "

"Syukurlah kalau begitu... " Fabian menjeda kalimatnya dan merasa sedikit ragu dengan apa yang ingin dia katakan kepada Ana.

"An, aku tau pernikahan mu tidak tidak baik-baik saja. Apapun yang terjadi suatu hari nanti, jika kamu sudah tidak tahan dengan pernikahan mu, jangan ragu untuk menghubungiku. Aku pasti akan menjemputmu dan membawamu pergi dari suami breng*ekmu itu. "

Ana terhenyak mendengar ucapan Fabian, bagaimana bisa Fabian berfikir seperti itu. Apakah sungguh terlihat kalau pernikahan nya dengan Enzi tidak sehat. Namun seketika itu, Ana tersenyum miris. Bagaimana mungkin Fabian tidak tau, karena sikap Enzi sangat kasar saat menyeretnya keluar dari kafe.

"Aku baik-baik saja, Bian. Kamu tidak perlu khawatir."

"Tidak perlu kamu sembunyikan kebusukan suamimu itu, Ana. Jika kamu butuh bantuan, sahabatmu ini siap membantumu." kata Enzi.

Ana menghela nafasnya, memang Fabian sangat peka dengan keadaan yang dialami olehnya selama ini. Dan dia yang sangat mengerti dirinya.

"Baiklah, Bian, tidak ada yang bisa aku sembunyikan darimu. Aku memang tidak baik-baik saja, dan dia sudah melakukan sebuah kesalahan padaku–, "

"Tinggalkan dia, An. "

"Aku masih ingin memberikannya dua kali kesempatan lagi, Bian. Karena aku masih sangat mencintainya, hubungan kami sudah lima tahun berjalan, aku harap dia kembali dan mengingat masa-masa indah kami berdua." kata Ana.

Kini giliran Fabian yang terdiam, dia pernah mendengar kalau Ana memang menjalin hubungan dengan seorang pria beberapa bulan setelah dia pergi ke luar negeri. Ternyata pria itu adalah Enzi, karena hubungan itu berjalan lima tahun dan akhirnya mereka menikah.

"Baiklah, An. Aku mengerti. Mungkin ini memang tidak mudah. Tapi ingatlah kata-kataku, apapun yang terjadi suatu hari nanti, hubungi saja aku. Aku akan datang menjemputmu. " Bian kembali mengingatkan Ana kalau dia selalu ada untuknya jika tidak ada yang peduli padanya.

"Baiklah, Bian. Aku mengerti." Ana akhirnya mengalah dan mengiyakan ucapan Bian agar sahabatnya itu tidak terlalu khawatir.

"Istirahat lah dengan baik, ini sudah malam. Selamat Malam." Kata Bian.

"Terima kasih, Bian. Selamat malam juga untukmu."

Panggilan pun diakhiri, Ana lagi-lagi menghela nafasnya. Entah berapa kali dia menghela nafasnya malam ini untuk mengontrol perasaannya yang memang tidak stabil. Dia selalu meyakinkan dirinya kalau semua akan baik-baik saja.

"Sudahlah, Aku tau Fabian peduli padaku. Dan Enzi adalah pria yang aku cintai. Kalian berdua adalah orang-orang yang penting dalam hidupku. Aku masih berharap Enzi bisa berubah dan menjadi suami yang baik untukku."

Malam ini Enzi menepati ucapannya, dia pulang tidak terlalu malam dan tidak dalam keadaan mabuk berat. Di kamarnya Ana sudah terlelap dalam mimpi indahnya, dan tidak tau kalau Enzi sudah pulang.

Enzi berjalan perlahan menuju kamarnya untuk melihat keadaan Ana. Senyuman tersungging di bibir Enzi saat melihat Ana tertidur dengan pulas. Tangannya terulur mengusap helaian rambut tipis yang berantakan menutupi wajahnya.

"Kenapa harus kamu? " gumamnya. "Maaf, aku tidak bisa menyentuhmu sebelum perasaan kecewa ini hilang dari diriku

Hanya itu yang dikatakan Enzi, setelah itu dia pergi meninggalkan Ana yang masih terlelap dan memilih tidur di sofa yang ada di ruang keluarga.

1
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart/
Heni Setiyaningsih
happy endings 😍😍😍
Heni Setiyaningsih
pria dewasa tapi kayak remaja labil 😲
Heni Setiyaningsih: gitu kok bisa jadi pemimpin perusahaan
total 1 replies
Marina Tarigan
good very good happy ending
Marina Tarigan
kok jadi penghianat Lisa lamu ydk tahu hidup Enzi secara nyata fia hancur ke ttk terendah hidupny a enxi. sangat 2 menderita kamu nerulah demi cintamu dia sdh mati rasa yg namanya cinta
Marina Tarigan
aidan tdk akan diambil paksa oleh Enzi biarkan dia memeluk anaknya demi anakmu dan enzi walaupun dia meninghal dlm penuh pemyesalan supsya kamu juga tdk merada bersalah seumur hidupmu okuti perkayaan suamimu
Marina Tarigan
bisrkan enzi memeluk anaknya yg terachir zana enzi tdk mengambil anakmu biar enzi puas memeluk anaknya senelum hifupnya berschir kebenarsm tdk bisa ditutupi selamanys demi Aidan juga
Marina Tarigan
memang kesalahanmu sangat fstal enji biatkan anakmu bersama ibunya dan ayahnya percayalah sesdh besar nanti dia akan mencari kebenaran Sera bukan istrimu dia tdk mungkin kembali pfmu dia sdh punya kelusrga sendiri
Marina Tarigan
oo rupanya afa udang dibalik kelamnu ya kamu mencintai enji hati2 nak kupikir dari bab2 terdahulu kamu super segalanya jgn tambah masallah ikuti alurnya jgn maksa kehendak enji belum pernah melihat kamu sebagai wanita
Marina Tarigan
yg terpenting Enzi sdh tahu bahwa Aidan adalah darah dagingnya tapi jgn dipaksa merebutnya bisrkan dia dewada dan Ana itu tdk bisa kembali pd Enzi karena sdh cerai
Marina Tarigan
gimanapun Enzi berhak darah dagingnya walau bagaimanapun lama kelamaan pasti terkuak memang Ana walau bagaimanapun tdk bisa balik sm Enki ksrena putusan perceraian dari pengadilan sah
Marina Tarigan
semoga kamu akan baik dan sembuh total Enzi kita sebensrnya kasihan sm kamu perbuatanmu dulu diluar nalar sm Anna yg kamu cintai sebensrnya semuanya menyakiti nya lahir batin semoga kamu dpt wanita seperti Ana lagi bukan wsnita jalang seperti Amel
Marina Tarigan
kok ana meninggal sih
Marina Tarigan
ana patuh lah sm Drakula dgn taktik yg jitu utk apa melawan tekat sdh bulat
Marina Tarigan
begitu dong jgn mau disakiti terus pergi jsuh
Marina Tarigan
lanjut enzi suka2mu terserah kamu saja
Marina Tarigan
berkinisambungan thour jgn bolak nalik terus kekerasan yg nerulang 2 itu tdk baik
Marina Tarigan
model kaya Amel semua pelacur mau menggaet prria berduit jgn kau lampiaskan pd idtrimu biadap
Marina Tarigan
jgn mau ditindas Ana kau juga bisa hixup semdiri
Marina Tarigan
semoga Ana cepat terlepas dari psikopat dadakan itu pafuka Enzi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!