Beverly seorang gadis terpelajar yang terpaksa harus menerima sebuah perjodohan yang di adakan oleh orang tua angkatnya .Tapi laki laki yang menikahinya itu malah mempersunting wanita lain setelah beberapa bulan pernikahanannya. Entah nasib apa yang dia alami saat itu?? Niat baiknya membalas budi kedua orang tuanya justru malah menghancurkan masa depannya sendiri.
Dia mengajukan kesepakatan bercerai saat satu tahun pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan nasib Beverly selanjutnya???
Akankah dia menemukan seseorang yang bisa menerima status jandanya saat itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Warsiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saya bukan pengawal bapak
Beverly pun kini tengah berada di meja sekertarisnya, dia masih bingung akan apa yang harus dia lakukan saat ini.
Sementara Kenzie sedang menelepon Sbastian agar membawakannya rincian tugas untuk Beverly.
"hallo pak direktur...ada yang bisa saya bantu"tanya Sbastian di sebrang telpon.
"bawakan rincian tugas untuk Beverly"kata Kenzie dengan meletakkan teleponnya di antara bahu dan telinganya, sementara tangannya tengah memegang bolpoin dengan berkas berkas di hadapannya.
"baik pak... segera saya kirim me ruangan bapak"jawab Sbastian kemudian dengan segera mencari sebuah map yang memang di sana sudah tersusun semua tugas2 sekertaris.
Tak lama setelah itu Sbastian pun masuk dengan map tersebut.
"pagi pak...pagi Bev"sapa Sbastian ketika sudah berada di ruang tersebut.
Meskipun jarak meja kerja Kenzie dan Beverly lumayan jauh,tapi masih bisa di jangkau oleh mata Indra yang ada di ruangan tersebut.
"hmm"jawab Kenzie .
"pagi juga pak kepala Sbastian"jawab Beverly
"ahh iya bev...ini tugas tugas kamu"kata Sbastian sambil berjalan ke arah Beverly, namun langkahnya terhenti saat Kenzie tiba tiba buka suara.
"siapa yang menyuruhmu untuk menyerahkannya"kata Kenzie .
Sementara Sbastian yang terkejut dengan ucapan Kenzie pun segera memutar badannya dan melihat ke arah Kenzie yang tengah duduk di kursi kebangsaannya. Sbastian menatap mata Kenzie yang kini mmeberikan tatapan tajamnya kepada dirinya.
"astaga...apa mau ni orang...tadi minta di bawakan rincian tugas tugas untuk Beverly... sekarang giliran mau di kasihkan ke orangnya dia marah"gumam Sbastian.
"lalu harus ku apakan rincian tugas ini pak"tanya Sbastian sambil mengangkat map yang dia bawa itu dengan tangannya.
"bawa ke sini dulu"kata Kenzie.
Sbastian pun akhirnya memilih berjalan menuju meja kerja milik Kenzie dan menyerahkan map yang tadi dia bawa.
"ini pak"kata Sbastian.
Dengan segera Kenzie membuka isi map tersebut dna membacanya.
"hmm"katanya.
"tambahkan tugas ini untuk dia, Jika saya memerlukan pasangan untuk acara apapun dia harus siap menjadi pasangan saya"kata Kenzie pada Sbastian.
Sementara Beverly yang mendengar apa yang Kenzie katakan merasa terkejut di buatnya.
Dia segera berdiri dari tempat duduknya dan mengeluarkan pendapatnya.
"tidak bisa dong pak...itu kan di luar pekerjaan kantor"bantah Beverly.
"siapa bosnnya??"tanya Kenzie.
"bapak"jawab Beverly.
"siapa yang membuat peraturan??"tanya Kenzie lagi.
"bapak"jawab Beverly.
"ya udah itu aturan dari saya.."kata Kenzie.
"saya nggak mau pak...itu kan bukan pekerjaan kantor... bisa di bilang itu urusan pribadi bapak...bapak harusnya mengajak pasangan bapak dong"tolak Beverly lagi.
"kalau kamu nggak mau mematuhi aturan saya...kamu bisa keluar dari kantor ini"ancam Kenzie yang seketika membuat Beverly terdiam tanpa bicara.
"huuufft...orang ini benar-benar otoritar, sikapnya yang semena mena ini benar benar bisa membuatku mati lebih awal"gumam Beverly dengan kedua alisnya yang sudah mengerut,bahkan bibirnya pun imut mengerucut karena kesal.
"tambahkan lagi, dia harus siap jika kapan saja saya mengajaknya keluar atau saya ingin dia menemani saya"kata Kenzie yang seketika membuat Beverly kembali bicara.
"peraturan macam apa itu pak...kenapa kesannya di sini saya yang di rugikan oleh bapak...saya kan juga punya jam kerja pak...saya bukan pengawal bapak yang harus standby dua puluh empat jam"kata Beverly.
"saya akan hitung itu sebagai jam lembur kamu, bayarannya 3 kali lipat dari jam lembur biasa"kata Kenzie yang seketika membuat Beverly berpikir ulang.
semangat
ku memilihmu karena adikku