NovelToon NovelToon
Dicintai Ugal-Ugalan Oleh Suami Amnesia

Dicintai Ugal-Ugalan Oleh Suami Amnesia

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Suami amnesia / Perjodohan / CEO / Tamat
Popularitas:30.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Empat tahun menikah tanpa cinta dan karena perjodohan keluarga, membuat Milea dan Rangga Azof sepakat bercerai. Namun sebelum surat cerai diteken, Rangga mengalami kecelakaan hebat yang membuatnya koma dan kehilangan ingatan. Saat terbangun, ingatannya berhenti di usia 22 tahun. Usia ketika ia belum menjadi pria dingin dan ambisius.

Anehnya, Rangga justru jatuh cinta pada Milea, istrinya sendiri. Dengan cara yang ugal-ugalan, manis, dan posesif. Di sisi lain, Milea takut membuka hati. Ia takut jika ingatan Rangga kembali, pria itu bisa kembali menceraikannya.

Akankah cinta versi “Rangga 22 tahun” bertahan? Ataukah ingatan yang kembali justru mengakhiri segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 33.

Malam itu mereka duduk di depan ruko, lampu kota temaram.

“Aku takut,” kata Jenny tiba-tiba.

“Takut apa?”

“Takut merusak apa yang sudah ada,” jawabnya jujur. “Kita sahabatan sejak kecil, aku tidak mau kehilangan hubungan itu.”

Arga mengangguk pelan. “Aku juga.”

Hening sejenak.

“Tapi aku lebih takut,” lanjut Arga, suaranya berat, “Kalau suatu hari... aku melihatmu bahagia dengan orang lain.”

Jenny menatapnya. “Arga…”

“Aku cinta kamu, Jen. Meski nggak tumbuh sejak lama, tapi cintaku tumbuh dari rasa nyeriku saat melihatmu terluka.”

Jenny terdiam.

Arga segera menambahkan, suaranya datar namun sarat makna. “Aku tidak meminta jawabanmu sekarang. Aku hanya ingin kau mengerti, perasaanku padamu sudah tak mungkin kembali seperti dulu. Dan bila harus kembali sebagai sahabat… itu pun terasa mustahil.”

Jenny menggeleng, lalu tertawa sambil menangis. “Kamu tahu yang paling menyebalkan darimu?”

“Apa?”

“Kamu selalu jujur… bahkan saat aku belum siap.” Jenny menghapus air mata, menatap laki-laki itu dengan pandangan dalam. “Ga, aku tidak menjanjikan hubungan kita akan selalu sempurna. Tapi... aku ingin mencobanya, bersamamu.”

Arga menutup mata sejenak, seolah napasnya kembali setelah lama tertahan. Ia tidak memeluk Jenny malam itu, hanya menggenggam tangannya. Tapi genggaman itu... lebih berarti dari apa pun.

Sementara di rumahnya, Milea berdiri di dapur sedang membuat teh jahe. Rangga duduk di meja, mengamatinya dengan tatapan yang penuh rasa bersalah dan kagum sekaligus.

“Kamu tahu, aku pikir aku bisa melindungimu.”

Milea tersenyum kecil, dia duduk di hadapannya. “Sudahlah, kita sama-sama salah.”

Rangga meraih tangan Milea. “Aku menyesal tidak jujur sejak awal, aku takut kamu hancur.”

Milea menggeleng. “Aku tidak hancur, Rangga. Aku hanya terluka. Dan luka bisa sembuh, kalau tidak ditinggal sendirian.”

“Sekali lagi, maafkan aku.“ Rangga mengecup kening Milea dengan lembut.

Beberapa hari kemudian, malam itu di kamar mandi Milea menatap alat tes kehamilan di tangannya. Garis kedua samar… tapi nyata. Ia keluar kamar mandi, duduk di samping suaminya, dan menyandarkan kepala di bahunya. Ia masih ingin merahasiakan tentang tes kehamilan, sebelum yakin.

“Kamu capek?” tanya Rangga.

“Sedikit,” jawab Milea pelan. “Tapi rasanya… hangat.”

Rangga tersenyum, mencium rambutnya tanpa bertanya lebih jauh.

Hari itu datang dengan cara yang tenang. Tidak ada hujan, tidak ada angin kencang, tidak ada firasat besar. Hanya cahaya matahari yang masuk perlahan lewat sela tirai kamar, menyentuh lantai kayu dan menyusup ke kelopak mata Milea.

Ia terbangun lebih dulu dari biasanya. Tubuhnya terasa ringan, tetapi juga asing—seperti sedang menyesuaikan diri dengan sesuatu yang baru, sesuatu yang belum ingin ia beri nama.

Milea duduk di tepi ranjang, menatap ke arah kamar mandi. Di dalam laci kecil, ada satu benda yang sejak semalam ia simpan kembali dengan hati-hati.

Alat tes kehamilan.

Ia berdiri, berjalan pelan. Ketika Milea membuka laci dan melihat benda itu kembali, napasnya tertahan.

Dua garis, benar-benar nyata dan bukan ilusi.

Rangga masih tertidur ketika Milea kembali ke kamar. Ia berdiri di sisi ranjang, menatap wajah suaminya lama.

Pria itu terlihat lelah, tapi damai. Garis-garis keras di wajahnya yang dulu selalu tegang kini lebih lunak.

Milea duduk di sampingnya.

“Rangga,” panggilnya pelan.

Pria itu menggeliat, lalu membuka mata. “Hm?”

“Aku mau cerita.”

Rangga langsung bangun setengah duduk, ekspresinya waspada. “Kenapa? Kamu kenapa?”

Milea tersenyum kecil. “Aku baik-baik saja.”

Ia meletakkan alat tes itu di tangan Rangga. Butuh beberapa detik sebelum pria itu benar-benar memahami apa yang ia lihat. Lalu matanya membesar, dan napasnya tercekat.

“Lea…” suaranya nyaris tidak keluar. “Ini…?”

Milea mengangguk pelan.

Rangga menunduk, menutup wajah dengan satu tangan. Bahunya bergetar. Ia tidak menangis keras, hanya napas yang patah-patah seperti seseorang yang akhirnya di izinkan bernapas setelah lama menahan.

“Aku takut berharap, aku takut kalau aku terlalu bahagia… lalu semuanya diambil lagi.”

Milea meraih tangannya. “Aku juga.”

Rangga mengangkat wajahnya, menatap Milea penuh perasaan yang tidak bisa diberi satu nama saja.

“Aku janji,” katanya, suaranya mantap, “aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama. Tidak pada kamu, tidak pada anak kita.”

Milea menyandarkan kening ke kening suaminya. “Aku tau.“

Pagi itu, dunia tidak berubah. Tapi bagi mereka, segalanya menemukan bentuk baru.

Waktu yang berjalan, tahun-tahun berlalu dengan cara yang tidak dramatis dan justru itulah keindahannya. Milea belajar menertawakan ketakutan kecilnya. Rangga belajar berhenti menyembunyikan beban sendirian. Mereka bertengkar, berdamai, saling mengalah, lalu kembali menemukan ritme.

Jenny dan Arga pun akhirnya hidup bersama, tidak dengan cerita besar atau janji berlebihan. Mereka tumbuh dari kerja keras, dari usaha kecil yang kini berkembang, dari saling menemani di hari lelah dan malam-malam sunyi.

Jenny masih menjadi perempuan yang tegas tapi hangat. Arga tetap pendiam, tetap setia—pria yang mencintai dengan cara paling tenang dan paling bertahan.

Anak-anak lahir ke dunia yang lebih aman daripada yang pernah orang tua mereka kenal. Dan mereka tumbuh… dengan cerita-cerita yang tidak pernah sepenuhnya mereka pahami.

Tentang Ethan, tentang Vino. Cerita itu disimpan. Hingga suatu hari, masa lalu mengetuk kembali. Bukan pada pintu orang tua mereka, tapi pada hati anak-anak mereka.

...********...

Dua puluh tiga tahun kemudian...

Nama putri Jenny dan Arga adalah Nara Ardelia. Ia tumbuh sebagai anak perempuan yang tenang, cerdas, dan penuh empati. Tidak keras seperti ibunya, tidak dingin seperti ayahnya. Nara adalah hasil terbaik dari dua orang yang pernah terluka, lalu memilih sembuh bersama.

Ia percaya pada kerja keras, pada kejujuran dan juga pada cinta yang dibangun perlahan. Dan ia percaya pada seorang laki-laki—Ares.

Mereka tidak jatuh cinta dengan gegap gempita. Hubungan itu tumbuh dari pertemanan kampus, diskusi panjang, dan rasa aman yang pelan-pelan mengendap.

Ares adalah tipe pria yang membuat Nara merasa dipilih. Sampai suatu hari, semuanya runtuh hanya karena nama keluarga.

Ares berdiri di ruang kerja ayahnya malam itu, wajahnya tegang.

“Aku mau menikahi Nara,” katanya mantap.

Vino menatap putranya dengan tatapan dingin, lalu tersenyum tipis. “Kamu tahu siapa orang tuanya?”

Ares mengangguk. “Aku tahu.”

“Jenny dan Arga,” lanjut Vino dingin. “Orang-orang yang dulu menghancurkan hidup ayahmu!”

Ya... bertahun-tahun ini, dengan kerja keras Jenny dalam membangun bisnis, serta dukungan Rangga dan Milea, perusahaan Vino akhirnya sempat mengalami kolaps karena tekanan dari mereka. Butuh waktu bertahun-tahun bagi Vino untuk membangun kembali perusahaan yang runtuh itu, hingga akhirnya mampu bangkit dan berjaya seperti sekarang.

Ares menghela napas. “Pah… itu cerita lama.”

Vino berdiri, suaranya berubah keras. “Itu bukan cerita lama, itu luka yang belum sembuh!”

“Papa nggak bisa mengatur hidupku berdasarkan dendam masa lalu!”

Vino mendekat, menatap putranya tajam. “Kalau kamu berani menikahi perempuan itu, jangan panggil aku ayah lagi!”

Kalimat itu menghantam, itu adalah ultimatum. Dan Ares yang selama ini terlihat dewasa, ternyata belum cukup kuat untuk melawan sang ayah.

1
Aditya hp/ bunda Lia
wah ... tamat yah happy ending si Ares sadar bisa menerima dan si Tasya nyeraaah ..
Rita
lega,gpp lbh enak gini to the point happy ending pula 🥰🥰🥰🥰trmksh thor sukses sllu
Rita
yg dengernya ikut plonk gemesh
Rita
g ada yg g mungkin
Rita
jgn kyk Ares jgn lgsg percaya nih pasti ada yg hasut
Nadiyah1511
syukurlah ga ada dendam yg perlarut2...happy ending 💜

semangat berkarya ka💪💜
Nadiyah1511
aaahhhh senangnya udh plong ya bang langit..masalah d bales ga'y urusan belakangan yg penting jujur dlu👍💜
Desyi Alawiyah
Aaahhh happy ending... Akhirnya, Nara dan Langit akan memiliki baby...

Makasih kak, ceritanya bagus banget... Sukses terus yah Kak, aku tunggu karya kak Re selanjutnya... 😇😇😇
Desyi Alawiyah
Wah, salting brutal sih ini... Coba kamu ngomongnya dari dulu, Lang ke Nara.. 🤭

Tapi oke lah, sekarang kalian udah nikah.. dan sah secara hukum dan agama.. ☺
Wulan Sari
ceritanya bagus banget ada rasa harunya dan greget sedih nano2 deh tapi akhir cerita ini happy end bahagia ,.. semangat 💪 Thor salam sukses selalu ya Thor 👍❤️🙂🙏
Tiara Bella
tamat jg akhirnya dan happy ending....semua bahagia...
Tiara Bella
akhirnya terbuka dngn perasannya sndiri dan langit ternyata gk bertepuk sebelah tangan
Miss Typo
happy ending 👏👍
aku senang bahagia melihat mereka berdua bahagia 😍
huaaaaaa dah tamat l, aslinya belum rela pisah dgn mereka, tapi ada pertemuan pasti ada perpisahan.

terimakasih thor ceritanya luar biasa, sukses terus dgn karya-karyanya di novel 💪
Miss Typo
huaaaaaa seneng banget rasanya akhirnya Langit ngungkapin perasaan nya, tapi kok aku mlh nangiss 😭
cengeng bgt deh aku, sedih seneng terharu nangis 🙈
Rita
makanya kmu yg ngelepasin sndri kmu yg nyesel
Rita
ekhem ada yg mulaii😜😁
Yuli Yulianti
percuma juga kembali kerana melibatkan ortu yg punya masalah masa lalu yg tidak bisa di abai kan yg ad malah banyak masalah ..Nara mending jalani masa depan hidup mu dgn langit kerana dia suami mu
Tiara Bella
gk ush mw Nara km udh nikah sm langit klu km balik sm Ares ribet mmh km gk akur sm vino.....
Tiara Bella
km sudah terlambat Ares....heh....
Miss Typo
mana bisa begitu? Nara dah milik Langit selamanya gak ada tawar menawar mereka dah sah 🤣
lagian hati Nara dah buat Langit kok, dia dah mulai cemburu gitu, apalagi cintanya Langit dari dulu hanya untuk Nara 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!