Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9 ladang yang memperihatinkan
Yasir menoleh ke arah sumber suara dan di kejauhan seorang remaja kurus berlari ke arahnya.
Matanya sedikit menyipit saat melihat siapa yang berteriak itu.
" ada apa Imran ?" Suaranya terdengar begitu ketus bahkan lebih menakutkan daripada kemarahan biasa .
" Kang Yasir , mau kemana ?" Tanyanya setelah mendekat , terlihat jelas wajah cekung dan kurang gizi di mata Yasir .
" aku mau ke ladang , lihat pengacau yang menghancurkan ladangku " ucap Yasir ketus.
Remaja yang bernama Imran itu langsung pucat pasi saat mendengar perkataan pemuda dewasa di hadapannya.
" tunggu Kang , aku ikut ..!"
" apakah kamu takut bila aku mengetahui semua yang telah kalian lakukan !"
" tidak Kang , saya ikut karena saya juga penasaran dengan ladang Kang Yasir yang rusak itu " katanya dengan mata ketakutan.
" ohh jadi bukan kamu yang merusak ladangku , katakan dengan jelas siapa dia ..?"
" aku akan katakan , tapi Kang Yasir jangan terburu buru " ucapnya dengan nada pelan .
" cepat katakan.."
" itu ulah putra kepala desa Plarangan kita , Warsono, semua orang tahu ,tapi mereka tidak berani menyalahkannya karena status sebagai putra kepala desa , dan dia juga memiliki hubungan dekat dengan orang orang putih di kota kecamatan " ucapnya dengan nada pelan ,matanya menoleh ke arah kanan kiri takut ucapannya terdengar oleh orang lain.
" apakah yang kamu katakan benar Imran ?"
" benar Kang demi allah , saya jamin itu "
" tapi kenapa dia merusak ladangku ,padahal aku tidak memiliki masalah dengan dia ?" Suaranya yang dingin terdengar begitu menusuk .
" itu karena dua gadis muda yang sudah menjadi istri sah Kang Yasir, dia memiliki rasa terhadap kedua istri Kang Yasir, sedangkan dia sudah memiliki lima istri di rumahnya " ucapnya menunduk ketakutan.
" ohh hanya karena itu , baiklah kamu boleh pergi, aku percaya dengan apa yang kamu ucapkan, bila ada berita lagi ,kamu bisa temui aku di atas bukit " kata Yasir berjalan meninggalkan remaja kurus yang tampak ketakutan itu.
" iya Kang pasti.."
Yasir dengan cepat meninggalkan desa dan masuk ke arah hutan , di mana banyak ladang milik warga atau penduduk desa lain yang membuka hutan di sekitarnya.
Sepanjang jalan menuju ladang, ia tidak bertemu dengan siapapun, hanya suara gemerisik daun daun kering yang diinjaknya, atau ranting patah yang jatuh dari atas pohon
Ia tidak perlu mengingat di mana letak ladangnya berada , karena sudah tahu dan juga memiliki banyak pohon jati serta Mahogani yang tumbuh diatas ladangnya.
Dan benar saja , sampai di ladangnya hampir sebagian besar pohon tumbang , beberapa tanaman seperti merica putus , melihat hal itu Yasih hanya bisa menahan amarah yang datang dari dadanya.
" baiklah di masa depan, aku akan membuat perhitungan denganmu Warsono, kamu antek penjajah tidak perlu hidup selamanya " gumamnya dengan mata merah.
Karena sudah tidak utuh lagi, ia hanya memikirkan untuk menjual ladangnya yang merupakan warisan terakhir dari kedua orangtuanya, " mungkin aku bisa menukarnya dengan ladang di dekat rumah " pikirnya berjalan menuju tempat gubuk berteduh .
Di dalam gubuk ,ia hanya melihat ada tiga gelas dan satu panci kaleng yang sudah berkarat.
" ini semua adalah peninggalan kedua orang tuaku , aku tidak boleh menyerah atau menjualnya , semangat " dengan kesadaran diri yang muncul, ia segera memotong dan membersihkan pohon pohon yang rusak , lalu menumpuknya hingga terlihat suasana kembali seperti semula.
" sudah mau malam ini , aku harus segera pulang sebelum jam tujuh " gumamnya membereskan peralatan kasarnya.
" aku telah membuat jebakan , siapa tahu malam ini akan ada orang yang mencurigakan " gumamnya berjalan meninggalkan ladang.
Karena jalanan sedikit gelap , ia berjalan perlahan dan hanya bisa melihat dalam jarak dua meter dari belakang.
Untungnya sebelumnya ia menandainya menggunakan batu yang diwarnai menggunakan cat putih dan terlihat cukup jelas dalam pandangannya.
Tepat saat pukul kentongan ke tujuh , ia sampai di halaman rumah yang sangat dikenalinya .
Di halaman dua gadis muda sedang duduk dan berbincang bincang dengan asik .
" assalamualaikum... !"
" waalaikum salam, "
" mas sudah pulang syukurlah ... " di mata gadis muda itu ada rasa gembira dan lega , wajahnya yang terlihat begitu halus membuat Yasir yang baru datang tidak bisa menahan diri untuk menciumnya.
" oke, aku sudah pulang , apakah kalian berdua sudah makan ?"
" umhh sudah mas tadi saat sore ...!"
" bagus makan tepat waktu dan yang banyak, sudah aku akan mandi dulu " katanya memberikan barang barang yang dibawanya.
" iya mas ..!"
Yasir segera turun untuk membersihkan badannya ,seperti biasa ,sebagai pria pada umumnya, ia hanya mandi beberapa menit saja dan selesai dengan wajah sumringah.
" ahh lega rasanya kalau sudah mandi.." gumamnya memakai pakaian ganti yang sudah disiapkan oleh kedua istrinya.
Naik ke atas ,ia langsung masuk ke dalam rumah yang sudah rapi dan tidak akan lagi bocor ataupun lembab di bagian tanahnya .
" mas makan dulu .." Lestari memberikan piring penuh nasi dan juga sayur daun singkong yang lumayan banyak kepada Yasir yang sudah siap untuk makan malam.
" iya , kalian berdua ayo makan lagi " kata Yasir tersenyum.
" tidak mas , kami berdua sudah makan ,tinggal mas ,yang belum makan , umi juga sudah makan " kata Halimah tersenyum menolak .
" oke ..aku akan makan dahulu "
Yasir dengan lahap menghabiskan seluruh makanannya, ia melihat kedua gadis muda di samping kanan dan kirinya menatap ke arahnya dengan penuh perhatian.
" ada apa , apakah ada yang salah ..?"
" mas kami berdua ingin bertanya..?" Lestari sebagai yang tertua memberanikan diri mengajukan pertanyaan.
" ya ,ada apa ?"
" anu itu , kita bertiga kan sudah menjadi satu keluarga, tapi kenapa mas tidak menyentuh kami berdua " wajah gadis muda itu perlahan memerah padam , kedua jarinya saling bertaut satu sama lain , terlihat gugup dan wajahnya tidak berani menatap ke arah pemuda yang tampak tercengang itu.
" ohh masalah itu , awalnya aku juga ingin melakukannya, tapi kondisi rumah yang sangat memprihatinkan membuat aku mengurungkan niat itu , bukan aku tidak mau , tapi bila melakukan hal itu terasa tidak nyaman " kata Yasir juga mulai memerah wajahnya.
" umhh maafkan kami mas karena menanyakan hal tersebut "
" tidak apa apa , nanti setelah mas memiliki rezeki yang banyak , mas akan membuat rumah baru di samping rumah lama ini " ucapnya dengan sungguh sungguh.
" iya mas kami menunggunya.."
" mas bagaimana dengan ladang?" Lestari yang terlalu berfikir masuk ke dalam ,mengingat tentang hal itu .
" ohh itu !" Wajah Yasir seketika langsung serius, " rusak parah dan tidak ada lagi yang layak di jual , pelakunya sudah mas ketahui tapi sangat sulit untuk di sentuh , dia adalah putra kepala desa ,Warsono..."
" apa bagaimana bisa dia mas ?"
" ya , karena dia memiliki keinginan untuk memiliki kalian berdua , "