Erina khafianingrum, gadis asal Pemalang Jawa tengah yang sangat cantik dan cerdas. Wajahnya yang cantik tak secantik takdirnya, setelah di hianati ia juga di jebak oleh seseorang.
Namun, semua itu membawanya pada seseorang pria yang sangat baik hati. Bahkan sangat mencintai dirinya, melebihi mantan kekasihnya.
Adakah cinta diantara mereka, yang menjalani sebuah pernikahan karena keadaan?
***
Yuk kenalan ma authornya, IG erlina_naila123 baca Terpaksa Mendua juga ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erlina khopiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep 29 kepedihan io
Hari ini Io menunggu hasil otopsi.
Io sangat tidak yakin, Bahwa mayat yang di Temukan adalah Erin, Io pun tidak bersabar Dan pergi ke RS guna ingin mengetahui hasil Nya dan ke kantor polisi setempat untuk Memenuhi panggilan dari pihak berwajib.
Io pun di dampingi Alen om Asen dan om Udin, Untuk datang ke kantor polisi dan RS.
Hasil dari RS menyatakan bahwa mayat yang Di temukan adalah Erina.
Tapi Io tidak menemukan cincin pernikahan Nya di mayat tersebut, Sehingga Io yakin dan Menyangkal mayat tersebut bukan lah Erina Sang istri.
Di parkiran kantor polisi.
"Om apa yang harus aku lakukan sekarang" Ucap Io merasa bingung, Dan meminta Pendapat terhadap kedua om nya.
"Yang pasti kita harus menguburkan mayat Tersebut dengan layak, hasil otopsi Menyatakan mayat tersebut adalah Erina." Ucap om Asen tak kalah bingung.
"Io bingung om, Harus bagaimana Menceritakan ini semua terhadap mamah dan papah om" Jelas nya Io sudah tidak tau harus bagaimana.
"Tapi bagai mana kita membuktikan mayat Tersebut bukan lah Erin mas bro" Tambah nya Alen tengah masih berfikir.
"Dan pihak polisi pasti sudah menghentikan Pencarian nya karena mayat tersebut itu Sudah di nyatakan mayat Erina " Ucap om Udin, Masih dengan tidak percaya bahwa Mayat tersebut adalah mayat Erina sang keponakan.
"Aneh nya wajah nya rusak sampai tidak bisa Di kenali sepeti, Korban terlindas mobil atau Lain nya, Aku merasakan kecelakaan Erin ini Sangat lah aneh, Banyak sekali hal janggal" Jelas nya om Asen.
"Benar om, Io sama sekali tidak yakin om" Jawab nya Io dengan penuh keyakinan.
"Terus apa kita harus memberitahu mamah dan orang rumah kalau mayat itu dinyatakan mayat Erina ? " Tambah nya om Udin penuh kebingungan.
"Io takut papah syok om" Ucap Io penuh dengan kecemasan.
"Kita tidak punya pilihan lain selain mengurus Mayat tersebut dan memberitahu mereka Kalau mayat tersebut adalah Erina " Jawab nya om Asen.
Kemudian ponsel io pun berdering
dan Io langsung mengangkat nya
"Hallo Gus.." Jawab nya.
"Mas bro ini mobil sudah aku ambil, Dan Pihak bengkel menemukan cincin di dalam mobil" Ucap Agus.
Deg... Io pun terkejut bagai di sambar petir
Di siang hari.
"Hallo mas bro??" Panggil Agus berulang kali.
"Hallo mas bro.." Tanya nya lagi.
Io pun terkejut atas ucapan Agus.
"Bawa cincin nya kerumah aku tunggu di rumah Gus" Jawab nya dengan lemas dan tak berdaya
"Apa benar kau meninggalkan ku Erin..."
Ucap nya.
"Ada apa Io, Apa yang terjadi?" Tanya om Udin dengan penasaran.
"Erin...................." Teriak nya Io dengan penuh kesedihan nya
Io pun meneteskan air mata nya.
"Io kenapa, Ada pa Io" Ucap om Asen dengan khawatir melihat sang keponakan tersayang nya dengan keadaan menyedihkan.
Alen pun mengambil ponsel Io dan berbicara dengan Agus.
"Pi... Agus menemukan cincin Erina di mobil mas Io" Ucap Alen dengan pelan.
"Erin..." Sesal nya om Asen dengan rasa sedih nya mengenang semasa Erina pertama kali bekerja di toko nya.
"Tenang Io..." Ucap om Udin.
"Kenapa dia meninggalkanku om, Bahkan aku belum sempat membahagiakan nya" Jawab nya.
"Tapi sungguh aneh, Kenapa cincin nya bisa Di temukan di dalam mobil, Apa Erin melepas Nya sebelum kecelakaan, Dan kenapa bisa Wajah nya tidak bisa di kenali, Seperti nya Banyak sekali kejanggalan kecelakaan ini" Ucap om Udin dalam hati.
Io masih diam tak bergeming.
"Len kamu antar io ke rumah, Papi Sama om Udin ingin mengurus keperluan untuk pemakaman" Ucap om asen terhadap anak nya.
"Iy Pi... hati hati" Tambah nya dan Alen
Dan Io pun bergegas menuju rumah.
Di dalam mobil pun Io hanya termenung Mengingat waktu demi waktu, Bersama Erina
Sesak... Sakit... Kehilangan.. ya itu sudah Pasti..!!
" Erin...." Gumam nya.
Io selalu memanggil nama sang istri berkali kali..
Alen pun ikut merasakan kesedihan,
Ternyata secepat itu wanita yang pernah ia Sukai berakhir tragis.
Meninggalkan seorang putra yang masih kecil dan seorang suami yang amat mencintai nya
"Kasian mas Io" Ucap Alen dalam hati nya, Merasa iba terhadap sang saudara sepupunya.
"Aku harap kau tenang disana" Gumam nya Dalam hati Alen.
Sesampai nya di rumah kedua orang tua Erina
Pun sudah ada di depan teras rumah, dan Tidak sabar menunggu sang menantu pulang Karena ingin mengetahui hasil otopsi nya.
"Io bagai mana sudah ada hasil nya"
Ucap ibunda Erina.
"Mah sabar dulu, Io baru sampai.." Protes nya Sang ayahanda Erina.
Io pun masih dengan perasaan kehilangan nya.
"Mah pah.. Bu.. Hasil otopsi menyatakan Mayat tersebut adalah mayat Erina " Ucap Io Dengan pelan dan meneteskan air mata nya.
Deg....
Ayah Erina pun terkejut, Dan jatuh pingsan.
"Pah.... " Teriak sang ibunda Erin, Sama Terkejut nya mendengar penuturan sang Menantu.
"Pah...." Panggil Io dan mengangkat sang Mertua nya ke kamar dan segera memanggil dokter.
"Io yang tenang ibu juga sangat kehilangan Erina tetapi kamu harus kuat ingat ada Alfa" Ucap sang ibunda.
"Erin hiks hiks..." Ucap sang ibunda Erina.
"Begitu teganya Erin meninggalkan aku dan Alfa Bu" Ucap Io yang masih tidak percaya Akan kepergian Erina selama nya.
"Tante sebentar lagi om Udin dan papi Membawa jenazah Erin dan semua sudah di Siap kan persiapan pemakaman nya, ayo kita Bersiap" Ucap Alen dengan pelan.
Ayahanda Erina pun sudah ditangani dokter Dan semua pemakaman sudah di urus oleh Om Asen dan om Udin, Semua kerabat pun Datang terutama sang adik satu satu nya Erina.
Setelah hasil otopsi menyatakan bahwa Mayat tersebut adalah mayat Erin om Udin Sudah menghubungi iman untuk pulang ke Rumah, Menghadiri pemakaman sang kakak Perempuan nya.
"Turut berduka cita Io " Ucap semua kerabat Dan sahabat teman mau pun tetangga.
Sang ibunda Ardi pun ikut datang melayat Gadis yang pernah menjadi kekasih Ardi sang anak.
Waktu pun berjalan.
Jenazah tersebut segera di makamkan.
Di pemakaman Io masih memandang,
Nama yang tertera di makan tersebut
Erina khafianingrum
"Erin..." Ucap Io dengan deras nya air mata yang sudah mengalir.
"Mas Io harus kuat, Ingat ada Alfa mas"
Ucap iman adik Erina.
Semua orang sudah meninggalkan Pemakaman terkecuali Io, masih setia
Duduk di samping pemakaman sang istri.
Io masih saja berbicara sendiri dengan air Mata yang tak ada habis nya mengalir deras
"Aku sangat mencintai mu" Ucap Io lagi
Dan lagi mengungkap kan kata cinta nya .
Pemalange endi,
~~m a r i o~~
terus berkarya, kurangi kata dan okay,,