Sinopsis:
Kemalangan dan nasib buruk selalu datang di kehidupan Genya, seorang gadis 18 tahun yang tidak memiliki apapun. Selain telah kehilangan kedua orang tuanya, dia juga diwariskan sebuah hutang yang sangat besar oleh ayah nya dan diusir oleh bibinya di hari kelulusan nya.
Tapi kehidupannya berubah 180 derajat setelah ia bertemu dengan seorang laki-laki misterius yang bernama Raphael Gin. Seorang lelaki yang datang ke hidupnya Genya, guna menagih hutang yang di miliki ayahnya Genya kepadanya.
Genre: Romantis, Drama, Psychological, Dewasa, Kekerasan
Jangan lupa like jika suka, beri juga kritik dan saran jika ada kekurangan dalam karya pemula ini! Terimakasih...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayu Mang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Kelinci yang manis
Sementara itu, saat malam hari di Bar Night Club. Banyak pelanggan yang menanyakan keberadaan Genya yang sudah tak terlihat cukup lama.
Mereka merindukan sosok Genya yang cantik dan begitu polos. Mereka sangat suka mempermainkan gadis itu hingga gadis itu kesal sendiri, lalu mereka akan menertawakan nya.
Saat Yurika berjaga guna mengamati situasi di bar itu agar tetap kondusif, ia malah melihat dua orang pelanggan yang sedang beradu mulut.
Pelanggan lain jadi merasa tidak nyaman dengan suara mereka yang menggelegar nyaring. Ternyata mereka disana sedang memperebutkan seorang wanita yang tidak ada disana.
Yurika dengan segera berjalan mendekati mereka berdua, gaun transparan nya yang berkibar berbarengan dengan rambut panjang halusnya membuat semua orang tidak bisa mengalihkan pandangannya darinya.
"Kau salah karena telah menitipkan ikan kepada seekor kucing." Kata seorang laki-laki yang masih duduk santai memegang gelas minuman nya.
"Sialan! Aku menyesal karena telah mempercayai mu!" Bentak salah seorang yang berdiri.
"Maaf tuan-tuan berdua, jika ingin melanjutkan pertengkaran sebaiknya kalian lakukan diluar saja." Kata Yurika dengan sopan dia menyuruh mereka keluar untuk melanjutkan pertengkaran agar tidak menganggu pelanggan lain.
Laki-laki yang berdiri merasa tidak terima karena di usir oleh Yurika. Karena dari awal dia sedang berada dalam keadaan mabuk dan emosi, jadi tanpa basa-basi laki-laki itu melayangkan pukulannya kepada Yurika.
Dengan gesit Yurika menghindar sambil menangkis pukulan laki-laki itu. Kemudian dia balik menyerang laki-laki itu dengan tamparan keras di kedua pipinya secara bergantian.
SYUUTT!
PLAK! PLAK!
PRESSS!
"Arghh! Perih! Perih! Sialan!" Laki-laki itu menutup kedua matanya yang baru saja habis di semprot oleh Yurika.
Aroma harum langsung menyebar ke seluruh sudut ruangan disana. Semua orang tercengang melihat keahlian Yurika yang tak pernah terlihat selama ini.
Saking cepatnya gerakan yang dilakukan oleh Yurika, hingga banyak orang melewatkan adegan epik itu. Para penjaga yang selalu terlambat akhirnya datang untuk membawa laki-laki itu keluar.
"Hmm apakah itu parfum? Kenapa aroma tidak hilang-hilang dari tadi?" Tanya seseorang dibarengi anggukan dari yang lainnya.
"Kalian semua, tolong jangan terlalu melotot kan mata kalian, karena udara yang sudah tercampur dengan parfum ku akan membuat mata kalian perih." Kata Yurika yang kemudian berjalan ke depan karena kondisi sekarang sudah kembali normal.
......................
Di sisi lain, di pagi harinya di kafe. Seperti yang di alami bar kemarin, banyak orang yang menanyakan keberadaan Genya yang tiba-tiba menghilang begitu lama.
Mereka yang awalnya datang hanya untuk bertemu dengan Genya, kini sudah jarang mengunjungi kafe.
Saat Genya masih bekerja di kafe, pelanggan meningkat, namun sejak kepergian Genya kini pelanggan mengalami penurunan.
Para pelanggan sangat kecewa begitu Martha mengatakan jika Genya sudah ia pecat dari kafe itu. Banyak yang bertanya kenapa Genya di pecat dan lain-lain.
Setelah kafe mulai sepi, Yuumei ngedumel pada Martha sambil mengelap meja pelanggan.
"Lihat lah! Tanpa Genya kita tidak bisa apa-apa, seperti ada yang kurang gitu. Lagian, kenapa sih kau memecatnya?" Kata Yuumei mengomel di depan karyawan baru.
"Dia sendiri yang memilih untuk pergi." Sahut Martha.
"Ya, itu karena kau yang memberi dia pilihan. Makanya dia memilih, dasar!" Kata Yuumei yang selalu kesal dengan Martha sejak kepergian Genya.
"Lalu aku harus apa? Apa aku harus tetap memperkerjakan orang yang bekerja dengan musuh ku?" Tanya Martha yang juga balik kesal kepada Yuumei.
"Kau kan cukup tidak memberitahukan nya! Maka dari itu, dia akan tidak akan tau selamanya, lagian apa yang akan dia lakukan jika tau kau adalah musuhnya si kembar Yu?" Tanya Yuumei seraya melemparkan lap meja nya kepada si karyawan baru yang terlihat begitu cupu dan tidak menarik.
Martha terdiam sejenak saat melihat temannya Yuumei terlihat begitu kesal di pagi itu.
"Apa lebih baik kalau aku juga ikut pergi ya?" Gumam Yuumei yang di dengar oleh Martha.
Martha kesal, dia marah saat Yuumei berfikir untuk meninggalkan nya hanya karena Genya.
"Padahal kau tidak terlalu mengenal siapa gadis itu! Kenapa kau berubah hanya karena berteman sebentar dengannya? Kau bahkan ingin meninggalkan ku untuk dia?!" Kata Martha marah.
"Tidak hanya sebentar! Tapi aku berteman akan berteman selamanya!" Sahut Yuumei balik marah.
"Apa kau pernah berhubungan lagi dengan nya selama 3 bulan ini? Ck, Kau bahkan tidak di hiraukan sama sekali!" kata Martha berdecak.
Si karyawan baru hanya bisa menyimak pertengkaran mereka berdua, dia tidak tau siapa orang yang mereka bicarakan.
......................
Genya ditinggal pergi oleh Raphael di pagi itu, kini ia mendapatkan kesempatan untuk mencari tau tentang hubungannya Raphael dengan ayahnya.
Para pelayan kini sudah mulai berkurang dan penjagaan juga melemah, hanya ada Dante yang diberikan kepercayaan untuk menjaga Genya agar tidak kabur dari rumah itu.
Genya mencari-cari petunjuk di belakang potret ayahnya yang terpajang di kamarnya itu, namun dia tidak menemukan apapun.
Gadis itu berniat menyelinap memasuki kamar nya Raphael, dia melihat seorang pembantu baru saja keluar dari kamarnya Raphael sambil membawa pakaian kotor miliknya.
Dia bersembunyi terlebih dahulu agar tidak ketahuan oleh si pembantu itu, setelah pembantu itu pergi, kini Genya berhasil masuk ke dalam kamarnya Raphael yang terlihat sangat luas dan mewah itu.
Setelah memasuki kamar itu, betapa terkejutnya karena dia melihat begitu banyak foto ayahnya di dinding kamarnya Raphael.
"Apa-apaan? Apakah Raphael terobsesi dengan ayahku?" Gumam Genya yang kemudian mulai menggeledah kamar itu guna untuk mencari suatu petunjuk.
Genya membuka-buka semua laci yang ada disana, namun semuanya kosong, dia bahkan mengobrak-abrik lemarinya Raphael yang hanya berisi pakaian.
Genya mulai menyerah, tapi dia merasa ada yang aneh karena rumah terlalu sepi. Tidak ada yang mencarinya untuk sarapan dan lainnya. Bahkan Dante yang selalu ada di samping nya kini tidak keliatan sama sekali.
Sadar akan adanya kejanggalan, dia segera keluar dari kamar Raphael. Dan di lantai satu sudah berkumpul para pembantu dan penjaga yang seakan menyambut kedatangan nya yang berpura-pura habis bangun tidur.
Dia tidak sadar jika di rumah sebesar itu tentu saja ada CCTV nya, semua kegiatannya sudah terekam kamera pengawas. Bagaimana pun gadis itu berpura-pura, Raphael pasti mengetahuinya.
......................
Di sebuah restoran sup, Raphael terlihat senyum-senyum saat melihat ponselnya. Yang ternyata dia sedang menonton CCTV rumahnya, dan dia melihat Genya mengobrak-abrik kamarnya.
"Kelinci manisku ternyata sangat aktif ya." Raphael menyeringai.
Seperti ada rasa kepuasan di dalam senyumannya itu. Rekan bisnisnya keheranan saat melihat Raphael yang tadinya selalu dingin kini terlihat tersenyum menyeramkan.
"Bagaimana jika kita langsung ke intinya saja? Saya lupa mengunci kandang kelinci saya di rumah, saya takut kelinci saya berkeliaran ke rumah tetangga." Kata Raphael tersenyum kepada rekan bisnisnya yang sedang sarapan bersama dirinya.
Si rekan bisnisnya Raphael peka kalau kelinci yang di maksud bukanlah kelinci asli. Tanpa berlama-lama, orang itu langsung mengatakan inti pertemuan mereka, dan membahas beberapa hal tentang bisnis mereka agar tidak ketahuan hukum.
buat genya 2 bungga meluncur
maat cuma bisa kasih ini
2 bunga meluncur
1 bunga untuk niken
3 bunga untuk, niken /Rose//Rose//Rose/