NovelToon NovelToon
Hanya Istri Pengganti

Hanya Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: BlackCat61

"Kau hanyalah sebatas istri pengganti!"

Clara Lyman terpaksa mengubur keinginannya karena paksaan dari orang tuanya untuk menggantikan sang kakak yang kabur dari pernikahan.

Calon kakak iparnya, Keenan Gibson, merasa ditipu dengan keluarga Clara!

Namun, karena pesta pernikahan sudah di depan mata dan tidak ingin mempermalukan keluarga, Clara dan Keenan akhirnya memutuskan menikah.

Setelah menikah, perlakuan Keenan dingin pada Clara. Namun, Clara tak gentar untuk membuat sang suami menerima dirinya. Masalah kian rumit ketika kakak Clara datang kembali dan ingin merebut Keenan. Di samping itu, benih-benih cinta sudah muncul di hati Clara pada Keenan.

Lalu, bagaimana dengan nasib pernikahan Clara? Akankah Clara memperjuangkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlackCat61, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Menjauhkan Dari Agler!

“Terima kasih yah, Kak. Kalau gitu, aku balik dulu. Sampai jumpa,” pamit Clara

“Iyah! Kau hati-hati di jalan yah. Nanti, aku akan menghubungimu lagi,” timpal Yanti melambaikan tangannya pada Clara.

Clara berjalan keluar dari kantor penerbitan itu. Ia menghela napas lega. Kali ini, mimpinya untuk menjadi seorang penulis akan terwujud dengan baik. Meskipun mimpinya itu tak ada yang tahu, bahkan orang terdekatnya sekalipun.

“Clara!”

Sontak Clara membalikkan tubuhnya kalau namanya dipanggil oleh seseorang. Ia melebarkan matanya melihat sosok di depannya.

“Agler?!” pekik Clara

Agler berjalan mendekati Clara dengan senyuman lebar di wajahnya. “Hai! Kau ada urusan yah di kantor penerbit ini?” tanya Agler yang baru saja melihat Clara keluar dari Cluster Publisher.

Clara jadi gugup saat ini. Apa yang harus ia jawab pada Agler? Tak mungkin ia katakan yang sebenarnya.

“A-Ah, itu ... aku mengunjungi temanku yang kerja di sini. Yahh, itu,” jawab Clara yang berharap Agler percaya dengan apa yang ia katakan.

Agler mengangguk mengerti. “Oh, begitu. Aku pikir kau sedang menerbitkan buku makanya datang ke sini,” timpal Agler

Clara sedikit tertegun dengan perkataan Agler. “Mana mungkin aku menerbitkan buku. Aku saja tak pandai berimajinasi. Oh ya, kau juga, kenapa ada di daerah sini?” tanya Clara, ia sengaja ingin mengalihkan pembicaraan agar Agler tak banyak bertanya padanya.

“Eihh, kau lupa yah jika tempat praktekku ada di sini?” tanya Agler balik.

Clara melihat ke arah belakangnya. Pada saat itulah, ia melihat papan nama dari tempat praktek Agler. Ia mendesah pelan di dalam hatinya. Ia lupa jika tempat praktek Agler berada satu jalur dengan tempat Cluster Publisher.

“Aha, iyah. Aku lupa dengan hal itu. Lagipula, aku belum pernah ke tempat praktekmu bukan?” timpal Clara

“Ya udah, kau mau ke tempat praktekku enggak?” ajak Agler

Clara mengangguk sekali. “Boleh! Aku juga tak ada pekerjaan saat ini,” ujar Clara

“Ayo!”

Clara dan Agler berjalan beriringan menuju ke tempat praktek pria itu. Saat mereka sampai di sana, Clara bisa melihat ada orang dengan jas putihnya.

“Apa mereka juga dokter di sini?” tanya Clara dengan nada bisikan.

Agler mengangguk pelan. “Iyah, mereka juga dokter psikologi di sini. Yang kaca mata itu, namanya Farrel. Dan yang satu lagi namanya Juan,” jelas Agler

“Agler!”

Kedua pria dengan jas putih itu datang menghampiri Agler. Mereka menatap Clara yang ada di samping Agler.

“Ciyee, akhirnya kau membawa gebetan ke sini,” ujar Farrel dengan godaan.

“Iyah nih. Tumben,” tambah Juan

Clara jadi tak enak karena dikira sebagai pacar dari Agler. Saat ia ingin menyanggah ucapan kedua pria itu, Agler sudah lebih dulu berucap.

“Hei, hentikan itu! Wanita ini adalah kakak iparku. Namanya Clara. Dia bukan pacarku tau,” timpal Agler yang menyanggah ucapan kedua sahabatnya.

Terlihat wajah kedua pria itu yang agak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Agler. Ia juga jadi tak enak malah mengatakan yang tak benar.

“Ma-Maaf, kami pikir anda ini pacarnya Agler. Habisnya dia enggak pernah bawa wanita manapun ke hadapan kami,” ujar Farrel

Clara sedikit terkejut dengan hal itu. Ia pikir Agler itu banyak dekat dengan wanita, seperti Keenan.

“Ohh gitu. Agler tak pernah pacaran kah?” tanya Clara

Keduanya langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.

“Dekat dengan wanita aja enggak pernah. Apalagi pacaran,” kelakar Juan

“Hei, apa kalian sedang menghinaku?” protes Agler

“Kami....”

“Permisi!”

Sontak mereka mengalihkan pandangan pada seorang wanita yang masuk ke dalam ruangan.

“Ada pasien. Biar aku aja menanganinya,” ujar Farrel mendekati wanita itu.

“Clara, ayo. Aku akan mengajakmu ke ruanganku,” ajak Agler menarik tangan Clara menuju ke ruangannya.

Juan tersenyum tipis melihat hal itu.

“Padahal menurutku Clara itu cocoknya dengan Agler. Bagaimana bisa yah si Clara itu malah jadinya sama Kak Keenan?” gumam Juan dengan wajah berpikirnya.

Clara dan Agler sampai di ruangan Agler.

“Apa di sini biasanya kau akan menerima pasienmu itu?” tanya Clara mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan Agler.

“Enggak! Biasanya aku akan menerima pasien di ruangan sebelah. Sedangkan di sini aku menggunakannya untuk tempat istirahat aja,” jelas Agler

Clara mengangguk paham. “Tapi, di sini ada kursi panjang untuk terapi?” timpal Clara sambil menunjuk ke arah kursi panjang berwarna hitam yang ada di ujung ruangan.

“Wah, kau pintar juga untuk tau tentang kursi terapi itu,” puji Agler dengan tatapan takjub.

Clara terkekeh pelan. “Aku sering menonton drama tau. Aku sering melihat kursi ini di drama yang aku tonton,” timpal Clara kembali.

“Aku sepertinya harus ikut kau untuk menonton drama-drama itu. Kayaknya nambah pengetahuan baru jadinya,” balas Agler yang ikut terkekeh pelan.

“Itu mesti banget tau,” ujar Clara

“Ya udah, kau duduk aja dulu yah. Aku akan mengambil minuman untukmu,” ucap Agler

“Eh?! Kau tak perlu melakukan hal itu,” tahan Clara

“Kau jangan bilang ini merepotkan. Aku cuman sebentar kok. Tunggulah di sini,” ucap Agler yang berjalan keluar dari ruangannya.

Clara jadinya hanya bisa pasrah menerima paksaan dari Agler. Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ia mengambil ponselnya itu. Ia cukup terkejut karena yang menelponnya adalah Keenan. Ia jadi agak ragu apakah harus menjawab panggilan itu.

Tapi, akhirnya ia menggeser ikon hijau di ponselnya itu.

“Ha-Halo”

[“Halo. Kau ada di mana?” tanya Keenan]

Clara sedikit terkesiap kala mendengar suara Keenan yang terdengar dingin itu.

“A-Aku ada di luar,” jawab Clara

[“Aku tau kau ada di luar. Tapi kau di mana saat ini?” tanya Keenan kembali.]

Clara terdiam sejenak. Ia jadi ragu untuk memberitahukan yang sebenarnya pada pria itu.

“Aku ada di....”

“Clara, ini minuman untukmu,” celetuk Agler yang memasuki ruangan.

Sontak Clara terkesiap dengan kedatangan Agler.

[“Kau ada di tempat Agler saat ini?” tanya Keenan]

Entah kenapa, Clara merasa jika Keenan menggunakan nada marah saat ini.

“Aku....”

Tiba-tiba saja Agler mengambil ponsel Clara. Membuat Clara kembali terkesiap.

“Clara, ada di sini. Ada apa? Apa salah jika kakak iparku datang ke sini?” tanya Agler dengan nada sindiran.

Ponsel itu ternyata dimatikan sepihak oleh Keenan. Membuat Agler memandang bingung pada ponsel itu.

“Ada apa?” tanya Clara

“Nih ponselmu. Dia sudah mematikannya,” jawab Agler memberikan ponsel itu pada Clara.

Agler melihat tatapan sendu dari Clara.

“Kau tenang aja. Dia tak akan bisa menyakitimu. Ada aku. Katakan saja padaku jika dia berani menyakitimu,” sahut Agler menyentuh baju Clara.

Clara tersenyum tipis. Ia bukan takut dengan Keenan saat ini. Ia sedang memikirkan kenapa Keenan itu sangat random. Untuk apa pula pria itu peduli dengan siapa ia dekat?

“Agler!” panggil Juan yang memasuki ruangan Agler.

Agler dan Clara langsung menatap ke arah pria itu.

“Ada apa Juan?” tanya Agler

“Itu, di depan ada....”

“Clara, ayo pulang!” sahut Keenan yang ternyata ad di belakang Juan.

“Ehm, ini. Kakakmu datang ke sini,” ujar Juan yang memasang wajah agak canggung.

Clara sungguh terkejut dengan kedatangan Keenan yang tiba-tiba. Bukankah mereka baru saja habis bertelponan? Kenapa Keenan sudah tiba-tiba ada di sini?

“Aku ke sini untuk menjemput istriku,” ujar Keenan dengan penekanan di setiap katanya.

“Clara baru saja sampai di sini. Biarkan dia di sini dulu,” tahan Agler

Terlihat kilatan listrik di kedua mata bersaudara itu. Tatapan dingin pun mendominasi keduanya. Membuat Clara dan Juan jadi merasakan hawa yang tertekan di ruangan itu.

“Aku adalah suaminya. Aku berhak atas Clara,” tukas Keenan

Agler berdecih pelan. “Suami apa yang selalu membuat istrinya menangis terus,” sindir Agler

“Kau....”

“Hentikan! Agler, aku akan pulang dulu. Aku akan menemuimu nanti,” potong Clara yang langsung berjalan keluar dari ruangan Agler.

Sebelum mengikuti Clara keluar dari ruangan itu, Keenan lebih dulu memberikan tatapan tajam pada Agler. Yang hanya dibalas dengan tatapan dingin oleh Agler.

Juan menghampiri rekannya itu.

“Agler, kenapa kau masih berseteru dengan kakakmu? Apa kesalahan antara kalian belum selesai juga?” tanya Juan

“Kesalahan antara kami tak akan pernah selesai,” desis Agler dengan tatapan yang berubah tajam.

Sedangkan di tempat lain, terlihat suasana yang dingin pula pada sebuah mobil yang dikendarai Keenan. Clara sedari tadi hanya mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobil.

“Menjauhlah dari Agler!” ucap Keenan

Clara langsung menatap ke arah Keenan. “Kenapa? Kenapa aku harus menjauh dari Agler?” tanya Clara

“Aku tak suka!” jawab Keenan spontan.

Clara sungguh terkejut dengan apa yang diucapkan pria itu. Ia berdecih pelan atas jawaban Keenan.

“Untuk apa kau peduli? Bukankah kita sudah menetapkan untuk tak mengganggu hubungan masing-masing? Kenapa sekarang kau peduli aku dekat dengan siapa?!” geram Clara dengan tatapan kesal.

1
Holipah
lanjut kak
infinite soul
Karena pake bahasa sehari2 aku jadi gampang ngerti! Lanjut thor!
moonjuice
Apa benar Thor, kelanjutannya Pipip pipip calon mantu *sensor maksudnya wkwk. Hanya Author yang tahu!
Holipah
lanjut
moon struck traveller
Thor, aku nungguin crazy up karena ceritamu sudah drive me crazy~
BlackCat61: Siap. Selalu tunggu yah
total 1 replies
Harlina Mami
cerita x cukup bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!