NovelToon NovelToon
Menikah Karna Jebakan

Menikah Karna Jebakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Obsesi
Popularitas:130k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nora Afridana Ritonga

Setiap orang pasti ingin menikah dengan orang yang di cintainya bukan?

Lalu bagaimana jika kita Menikah Karna Jebakan? Terlebih kita tidak tau jika kita dijebak.

Begitu pula dengan Rafa yang terpaksa menikah dengan teman satu kampusnya saat kuliah dulu karna suatu insiden yang bahkan dia sendiri tidak menyadari atas perbuatannya. Sungguh, dia ingin lari namun ada orang tuanya yang akan kecewa jika mengetahui kalau Putra yang sudah mereka didik dengan susah payah malah berbuat hal yang seharusnya tidak ia lakukan.

Lantas setelah menikah, apakah pernikahan mereka akan berjalan seperti pasangan Suami Istri pada umumnya atau malah sebaliknya?

Cus Capcus ikuti kisah mereka➡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nora Afridana Ritonga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafkan aku

Dunia masih gelap, mentari masih belum menampakkan tanda-tanda bahwa akan keluar dari tempat persembunyiannya, namun seorang insan sudah lebih dulu terbangun dari tidurnya, saat ini dia sedang tersenyum sambil memandangi mahkluk ciptaan Tuhan yang amat sempurna, Elsa mulai memutar ingatannya pada malam tadi sebelum Dia dan Rafa tidur, perbincangan singkat namun sangat bermakna untuknya.

"Elsa ...," Panggil Rafa yang sedang duduk dengan menyandarkan punggungnya ke sandaran tempat tidur sambil menatapi Elsa yang sedang mengoleskan cream malam ke kulit putih mulusnya

"Ya Mas?" Tanya Elsa sambil menatap Rafa dari pantulan cermin. Biasanya Rafa akan lebih dulu tidur dan meninggalkan dirinya yang masih mengoleskan cream malam, namun sekarang tidak, Rafa malah memanggilnya.

"Apa sudah selesai?" Tanya Rafa. Elsa berbalik dan menatap Rafa dengan heran, sejak kapan Suaminya itu mau banyak bicara dengannya? biasanya juga dia yang suka mengoceh untuk menarik perhatian Suaminya. "Sudah." Jawabnya singkat.

"Kemari ...," Pinta Rafa sambil menepuk tempat tidur di sebelahnya. Elsa menurut dengan mendatangi Rafa dan duduk di sebelahnya dengan jarak satu meter. "Kenapa jauh sekali? kemari kan lebih dekat!" Protes Rafa.

"Iya-iya ..., kenapa Mas jadi berubah bawel sih." Gerutu Elsa sambil mendekatkan dirinya ke Rafa. "Ada apa?" Tanyanya cuek.

"Elsa." Panggil Rafa lagi membuat Elsa menghela nafasnya. "Ya!" Jawab Elsa dengan nada kesalnya.

"Boleh aku bertanya?" Tanya Rafa ragu.

"Tentu saja Mas, kenapa harus bertanya dulu jika ingin bertanya." Jawab Elsa semakin kesal, kenapa juga Suaminya harus bertele-tele jika hanya ingin bertanya saja.

"Tadi siang kau bilang sedari kecil kau tidak pernah bahagia?" Tanyanya hati-hati, takut akan menyinggung perasaan Istrinya.

Elsa diam sejenak sambil memandang Rafa yang juga memandang nya harap-harap cemas, kemudian dia mengangguk, "Ya!" Jawabnya kemudian.

"Aku ingin lebih mengenalmu." Penuturan Rafa membuat Elsa mengernyitkan keningnya karna tidak mengerti dengan apa yang sedang di bicarakan Suaminya. "Lalu apa hubungannya dengan aku yang tidak pernah bahagia?" Tanya Elsa.

"Aku ingin membahagiakan mu ... dan mulai saat ini aku akan berusaha membuka hatiku untukmu." Jawaban Rafa perlahan menghilangkan kerutan kening Elsa yang masih berusaha mencerna penuturan Rafa. "Elsa ...," Panggil Rafa lagi karna tak mendapat respon dari Elsa.

"Ya?" Ucap Elsa spontan.

"Maaf ..., jika selama pernikahan kita aku melukaimu." Tutur Rafa sambil menunduk.

Elsa menggeleng cepat, "Tidak! aku tidak merasa terluka, malahan aku senang karna bisa melayanimu." Ujar Elsa sambil tersenyum. Rafa mendongakkan kepalanya dan tersenyum membalas senyuman Elsa, "Mari kita saling terbuka!" Ucap Rafa sambil tersenyum.

Elsa mengangguk masih dengan senyuman bahagia di wajahnya.

"Kau juga bisa bercerita tentang masa kecilmu padaku." Ucap Rafa yang seketika melunturkan senyuman Elsa, "Maaf ..., jika kau tidak mau juga tidak apa-apa." Imbuh Rafa yang merasa tak enak.

Elsa menggeleng, "Aku akan menceritakan nya Mas ..., tapi tidak sekarang." Ucap Elsa.

Rafa kembali tersenyum dan mengangguk, "Baiklah, akan ku tunggu ... sekarang mari kita tidur." Ucap Rafa sambil merebahkan badannya terlebih dahulu. Elsa pun mengangguk dan ikut merebahkan badannya di sebelah Suaminya. Namun dia kembali duduk saat teringat akan sesuatu. Rafa pun melihat nya dengan terheran, "Kenapa?" Tanya Rafa.

Elsa diam sejenak menatap Suaminya. "Bagaimana dengan Syifa Mas?" Tanyanya kemudian.

Rafa menghembuskan nafasnya, "Aku kan sudah bilang jika kami tidak memiliki hubungan apapun— "

"Tapi dia menyukaimu!" Pangkas Elsa.

'Aku juga dulu pernah mengharapkan hal itu'

"Mas ..., " Tegur Elsa saat Rafa tiba-tiba terlihat melamun.

"Mana mungkin dia menyukaiku, kau ini sok tau sekali!" Bantah Rafa. Elsa menggeleng, "Aku bisa melihat tatapannya kepadamu di foto waktu itu, Mas." Tutur Elsa.

"Tidak! kau pasti terlalu sering memikirkan ku makanya otakmu ini bisa berasumsi seperti itu!" Ujar Rafa sambil menunjuk kepala Elsa.

Elsa mencebikan bibir bawahnya, "Percaya diri sekali Anda." Cibirnya. Rafa terkekeh kecil melihat tingkah lucu Istrinya itu yang baru kali ini bisa dilihatnya. "Sudah! jangan banyak berpikir, ayo tidur!" Perintah Rafa dan Elsa langsung mengiyakannya walaupun hati dan pikirannya masih gusar memikirkan Syifa.

***

Rafa menyelesaikan semua pekerjaan tepat waktu dan sekarang dia berniat akan langsung pulang ke rumah, dan baru saja akan menginjakkan kakinya di lantai satu saat ingin keluar dari lift khusus pejabat penting dan disaat itu juga wanita bergamis panjang berwarna peach itu tampak baru saja keluar dari lift khusus karyawan. Sejenak pandangan mereka bertemu, namun Rafa lebih dulu mengakhirinya dan memilih melanjutkan langkah nya menuju parkiran yang saat itu masih belum ramai karna jam pulang kantor yang masih 10 menit lagi.

Rafa yang akan masuk ke dalam mobil terurungkan tatkala dirinya mendengar ada yang memanggil namanya dari arah belakang, dia spontan berbalik dan mendapati gadis yang sempat bersitatap dengannya beberapa menit yang lalu itu sedang mendekat kearahnya dengan setengah berlari. Jujur, dia khawatir melihat gadis itu berlari seperti itu, ingin sekali menegurnya, tapi di urung karna tiba-tiba teringat akan Istrinya.

Gadis itu tak lain adalah Syifa, mereka sudah hampir sebulan tidak pernah bertukar sapa, jika berselisih di jalan pun seperti orang yang tak di kenal dan itu semua membuat Syifa heran dan bertanya-tanya, kenapa Rafa tiba-tiba berubah? dia tidak merasa memiliki salah sebulan yang lalu, lantas kenapa tiba-tiba? Bahkan terakhir kali mereka bertemu saat Rafa mengantarnya seperti biasa dan disaat itu mereka tak terlibat permasalahan bahkan diantara mereka sudah tidak ada canggung sama sekali. Dan sekarang dia sudah tidak tahan lagi untuk tidak bertanya langsung pada Rafa.

Syifa sampai di hadapan Rafa dan tampak ngos-ngosan hanya karna berlari dengan jarak yang tak terlalu jauh. Rafa menutup pintu mobilnya lalu kembali menatap Syifa yang masih tampak ngos-ngosan itu, "Ada apa?" Tanyanya dengan wajah dan suaranya yang dingin tidak seperti biasanya yang selalu lembut jika berbicara dengan Syifa.

Syifa menghela nafas panjangnya berusaha menetralkan nafasnya yang sempat menggebu-gebu, "Apa kabar, Mas?" Pertanyaan Syifa membuat kening Rafa berkerut.

'Dia memanggilku hanya untuk bertanya kabar?'

"Baik." Jawab Rafa acuh namun masih dengan kening berkerut.

Gadis itu tersenyum saat Rafa mau menjawabnya, "Aku juga baik ...," Dia menjawab sendiri pertanyaan yang seharusnya ditanyakan oleh Rafa, "Selama ini Mas kemana saja?" Tanyanya ragu.

Rafa semakin memperdalam kerutan dahinya karna tidak mengerti dengan pertanyaan yang Syifa lontarkan, " Maksudnya?" Tanyanya.

"Kenapa Mas menghindari ku?" Tanya Syifa tanpa basa-basi. Dia sudah tidak tahan karna terlalu lama memendam rasa penasarannya.

Rafa mengerti sekarang kemana arah pembicaraan Syifa, dia jadi teringat dengan ucapan Elsa bulan lalu yang mengatakan bahwa Syifa menyukainya. "Aku sudah menikah!" Jawabnya dengan mempertegas perkataannya.

Mendengan jawaban Rafa, seketika kedua mata Syifa melebar sempura, namun setelahnya dia tertawa renyah, Rafa yang mendengarnya pun lantas menatapnya heran, "Kenapa?" Tanya Rafa.

"Bercanda Mas tidak lucu." Jawab Syifa serta diiringi tawa kecilnya.

"Aku tidak bercanda!" Tukas Rafa, "Aku benar-benar sudah menikah, apa kau tidak pernah mendengarnya dari karyawan kantor?" Rafa kembali mempertegas ucapannya.

"Kapan?" Elsa masih berusaha terlihat setenang mungkin dihadapan Rafa, dia tak mau jika Rafa mengetahui bahwa dirinya sudah memendam rasa terhadap pria di hadapannya tersebut.

"Dua bulan yang lalu."

Kalimat yang baru saja dilontarkan Rafa membuat jantung Syifa berdetak dua kali lipat lebih cepat dan merasakan sekujur tubuhnya yang tiba-tiba membeku. Kenapa? kenapa setelah perasaannya sudah tumbuh besar, dia baru mengetahuinya jika selama ini hatinya telah dipermainkan? bahkan untuk pria yang pertama kalinya bisa merebut perhatiannya? pria yang sudah diharap-harapkan nya akan menjaga dirinya itu ternyata telah memiliki Istri. Hatinya sakit mendengar kenyataan bahwa pria yang dianggapnya baik itu sudah menikah.

Syifa memejamkan matanya berusaha menahan air matanya agar tak terjun begitu saja di hadapan pria yang berhasil merebut hatinya sebulan yang lalu dan ternyata sudah menikah? Sungguh, dunia begitu kejam terhadapnya. Dia kembali membuka matanya dan menatap Rafa dengan mata berkaca-kaca, "Lantas selama ini— "

"Maafkan aku." Potong Rafa cepat, dia mengucapkannya dengan sungguh-sungguh karna merasa bersalah karna selama ini telah mempermainkan hati gadis baik nan sholeha di hadapannya itu yang selama sebulan yang lalu bisa membuat hari-harinya tenang saat berada di dekatnya.

Syifa sudah tak tahan lagi, dia memilih berbalik dan berlari dengan air mata yang telah berhasil lolos saat beberapa menit yang lalu masih bisa ditahan nya. Ada sebagian karyawan yang memperhatikannya bahkan menanyainya namun tak di tanggapinya, dia terus berlari keluar gerbang dan mencegat taxi yang lewat dan segera masuk dan tujuannya sekarang adalah rumah, Ya! dia butuh bundanya saat ini.

Sedangkan Rafa, dia hanya menatap nanar gadis yang perlahan menjauh dari jangkauannya itu, melihat respon Syifa membuat Rafa percaya dengan asumsi Istrinya, dia jadi merasa sangat berdosa. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke mobil dan melajukan mobilnya pulang menuju ke rumah.

Sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan Rafa dan Syifa dari kejauhan hanya menghela nafas beratnya.

1
Xu Zhibin
Bagus Alur & penulisan ceritanya...
Xu Zhibin
Sayang banget ceritanya gk di lanjutin Thor... padahal bagus loh...😍
Xu Zhibin
Gak adil bua Rafa dong... Rafa nya blm pernah pacaran N dekat sama Cewek... Dapatnya Elsa yg udh gak Bersegel... apalagi yg merawanin Elsa itu Kai sahabatnya sendiri.. pasti kecewa banget kalo Rafa tau yang sebenarnya..
Abdul Rahim
lanjut thor !
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike sampai sini dulu 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like fav ❤️
Haslinda
nama bpknya lbih keren,,,boy🤦🏻‍♀️
Star Beauty Colection
ra tegel le moco
Piona Karisa
Thor aq ngk rela Rafa nikah sama Elsa😭
Humairoh Humairoh
lanjut thorr yg bnyk yak up nya hhe
Humairoh Humairoh
lanjut dong thor aelah:(
Wulandari Mey
Yaampun thor di tungguin udh lama banget hiatus semoga lanjut ya thor ceritanya sampe taman aku suka banget semangat thor 😎😎😎
Hikmah Juteck
semangat kak
Rusminah Lasio
ini othor y kmana yaaak,kok semua novel dia gabtung dri bln november
Gì cũng được💚
hadir
Mei
Semangat kak
Zakia Rosida
ceritanya baguss knp gak di lanjutin thorr kuasih penasaran ending gmn
Machan
3 like kak
Dewi Lily
keren deh
Eda Sally
keren say😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!