NovelToon NovelToon
Luka Di Balik Janji Semu

Luka Di Balik Janji Semu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Persahabatan / Cinta Murni / Romansa / Cinta Karena Taruhan / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Sheila Adalah Gadis Cantik Dengan Kepribadian Bar-Bar Dan Ceria Yang Menjalani Kehidupan Remajanya Dengan Penuh Warna. Namun, Warna Itu Memudar Sejak Ia Mengenal Devano, Seorang Laki-Laki Tampan Bertangan Dingin Yang Memiliki Kendali Penuh Atas Hati Sheila. Selama Dua Tahun Menjalin Hubungan, Sheila Selalu Menjadi Pihak Yang Mengalah Dan Menuruti Segala Keinginan Liar Devano, Meskipun Cara Berpacaran Mereka Sudah Jauh Melampaui Batas Kewajaran Remaja Pada Umumnya.​Selama Itu Pula, Sheila Mati-Matian Menjaga Satu Benteng Terakhir Dalam Dirinya, Yaitu Kehormatan Dan Keperawanannya. Namun, Devano Yang Manipulatif Mulai Menggunakan Senjata Janji Suci Dan Masa Depan Untuk Meruntuhkan Pertahanan Tersebut. Devano Memberikan Pilihan Sulit Menyerahkan Segalanya Sebagai Bukti Cinta Atau Kehilangan Dirinya Selamanya.​

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Sinar matahari pagi yang cerah masuk melalui celah gorden, menyinari kamar perawatan saat Arkan masuk dengan stetoskop yang melingkar di lehernya. Wajahnya tampak segar, dan senyumnya langsung mengembang begitu melihat Sheila sudah duduk tegak di atas ranjang tanpa bantuan bantal yang bertumpuk.

​Arkan mulai memeriksa tekanan darah dan suhu tubuh Sheila dengan teliti. Ia juga memeriksa grafik pemulihan luka operasi Sheila pada tablet medisnya.

​"Wah, kemajuanmu luar biasa." ujar Arkan sambil melipat kembali manset tensimeter. Ia menatap Sheila dengan binar bangga. "Sekarang kondisi fisikmu sudah jauh lebih stabil, Sheil! Hasil laboratorium juga menunjukkan angka yang bagus."

​Sheila tersenyum lega. "Benarkah? Jadi, kapan aku bisa meninggalkan tempat ini?"

​Arkan tertawa kecil melihat kegigihan Sheila yang ingin segera keluar. Ia mencatat sesuatu di papan informasi pasien sebelum menatap Sheila kembali.

​"Mungkin tiga hari lagi kamu sudah boleh pulang. Aku ingin memastikan sekali lagi kalau jahitanmu benar-benar kering dan tidak ada tanda infeksi. Kita tidak boleh ceroboh di tahap akhir ini, bukan?"

​"Tiga hari lagi?" mata Sheila berbinar. "Terima kasih, Arkan. Aku sudah tidak sabar ingin menghirup udara di luar rumah sakit."

​Arkan mengangguk, lalu sedikit mendekat. "Gunakan tiga hari ini untuk benar-benar beristirahat. Aku sudah menyiapkan daftar vitamin dan jadwal nutrisi yang harus kamu ikuti di rumah nanti. Aku sendiri yang akan memantaunya."

​Sheila merasakan perhatian Arkan yang begitu mendalam. Bukan hanya sebagai dokter, tapi sebagai seseorang yang benar-benar peduli pada masa depannya.

​Arkan menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur Sheila. Ia mengeluarkan beberapa buku tebal dengan sampul literatur kedokteran yang masih tampak baru, lalu meletakkannya di atas meja kecil di samping Sheila.

​"Ini ada beberapa buku dasar kedokteran untuk kamu pelajari." ujar Arkan lembut. "Aku membawakannya agar kamu tidak merasa jenuh saat tidak ada yang menemani. Lagipula, ini akan sangat membantumu saat kembali ke kampus nanti."

​Arkan menghela napas pendek, gurat lelah sedikit tampak di wajahnya namun ia tetap berusaha tersenyum. "Maaf, belakangan ini aku sangat sibuk di rumah sakit. Aku jadi jarang bisa lama-lama di sini... paling hanya sempat mampir sebentar untuk mengecek keadaanmu saja."

​Sheila menatap tumpukan buku itu, lalu beralih menatap Arkan dengan tatapan pengertian. Ia bisa melihat dedikasi pria itu pada pekerjaannya, hal yang justru membuatnya semakin kagum.

​"Tidak apa-apa, Arkan. Aku sangat mengerti." jawab Sheila tulus. Ia menyentuh salah satu sampul buku itu dengan jemarinya. "Kamu pasti sangat sibuk di ruang operasi, bukan? Menyelamatkan nyawa orang jauh lebih penting. Buku-buku ini sudah lebih dari cukup bagiku, ini membuktikan kalau kamu peduli dengan masa depanku."

​Arkan merasa hatinya sedikit menghangat mendengar jawaban Sheila. "Terima kasih sudah mengerti. Kalau ada bagian yang sulit dipahami, tandai saja. Nanti malam kalau pekerjaanku sudah selesai, kita bisa mendiskusikannya bersama."

​Arkan melirik jam dinding di kamar inap, lalu berdiri dari kursinya. "Kalau begitu, aku tidak bisa berlama-lama. Masih ada satu jadwal operasi lagi dan aku harus segera bersiap." ujarnya.

​Namun, sebelum benar-benar melangkah pergi, Arkan sedikit membungkuk. Ia mendekatkan wajahnya dan berbisik tepat di samping telinga Sheila, membuat napas hangatnya terasa di kulit wanita itu.

​"Kamu harus semangat untuk segera pulih, Sheila. Setidaknya, sekarang ada aku yang menemanimu. Kamu tidak akan pernah sendiri lagi... aku berjanji." bisik Arkan dengan nada rendah yang penuh komitmen.

​Arkan kemudian menjauhkan dirinya, memberikan senyum penyemangat terakhir. Namun, belum sempat ia melangkah, ia merasakan jemari lembut Sheila menahan pergelangan tangannya. Langkah Arkan terhenti. Ia menoleh dan mendapati Sheila menatapnya dengan binar mata yang berbeda—ada rasa haru di sana.

​"Terima kasih, Arkan... untuk semuanya." ucap Sheila tulus. Ia mengeratkan genggamannya sejenak sebelum perlahan melepaskannya. "Dan tolong, jangan biarkan dirimu terlalu lelah bekerja. Kamu juga harus menjaga kesehatanmu."

​Arkan tertegun sejenak. Perhatian sederhana dari Sheila itu terasa lebih berharga baginya daripada ribuan ucapan terima kasih dari pasien lain. Ia mengangguk mantap, menepuk pelan tangan Sheila yang tadi menahannya.

​"Aku janji. Sampai nanti, Sheila."

​Arkan melangkah keluar kamar dengan perasaan ringan, seolah beban pekerjaannya tidak lagi terasa berat. Sementara itu, Sheila menatap pintu yang tertutup dengan senyum yang masih tertinggal di bibirnya, memeluk buku kedokteran pemberian Arkan dengan perasaan yang mulai menghangat.

​Lampu ruang operasi yang benderang menyinari meja bedah. Suara teratur dari mesin monitor jantung—biip... biip... biip...—menjadi satu-satunya musik di ruangan yang dingin itu. Arkan berdiri dengan jubah operasi lengkap, fokusnya tertuju sepenuhnya pada area pembedahan.

​"Pisau bedah." ucap Arkan tegas dan tenang. Seorang perawat instrumen dengan sigap menyerahkan alat tersebut ke tangannya.

​Operasi kali ini cukup rumit dan telah berjalan selama tiga jam. Keringat mulai membasahi dahi Arkan di balik penutup kepalanya.

​"Dokter Arkan, tekanan darah pasien mulai turun." lapor dokter anestesi dengan nada waspada.

​Arkan menarik napas panjang di balik maskernya. Di tengah tekanan tinggi, tiba-tiba bayangan wajah Sheila saat menahan tangannya tadi melintas di benaknya. "Jangan biarkan kamu terlalu lelah bekerja..." Suara lembut Sheila seolah bergema di telinganya, memberikan suntikan energi baru.

​Tangan Arkan yang tadinya tegang kini kembali stabil dan presisi. Keinginannya untuk segera menyelesaikan tugas dan kembali melihat senyum Sheila menjadi motivasi terbesarnya.

​"Tenang semuanya. Kita lakukan penjahitan pembuluh darah sekarang. Suction." perintah Arkan dengan otoritas penuh.

​Dengan gerakan yang sangat teliti, Arkan berhasil mengatasi masa kritis pasien tersebut. Asistennya menatap kagum pada ketenangan Arkan. Mereka tidak tahu bahwa di balik masker bedahnya, Arkan sedang tersenyum kecil. Ia bertekad untuk menyelamatkan pasien ini, sama seperti ia bertekad untuk menyelamatkan masa depan Sheila.

​"Pendarahan terkendali. Tekanan darah kembali stabil. Mari kita tutup." ucap Arkan lega.

​Pikirannya kini sudah terbang kembali ke kamar inap nomor 302, tempat di mana seseorang yang ia cintai sedang menunggunya dengan sebuah buku kedokteran di pelukan.

1
🇮🇩 NaYaNiKa 🇵🇸
Pelajaran buat perempuan kalo jatuh cinta seadanya aja. Jgn tllu buta apalg ngoyo. Krna kalo Qt jatuh ujung2nya playing victim. Pdhal salah diri sdri, jatuh buta2. Ok....
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Sheila : Carilah AQ...

Vano : Ogah. Bidadari surga jauh LBH cantik darimu.


Diriku: Justice Prevail... 😅😅😅🤣🤣🤣
Jing_Jing22: orang mah melow dong kak🤧 bab terakhir ini🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bnr2 dah buta smua...
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
AQ perempuan ya. Tapi kadang suka Amazed sama perempuan modelan Sheila ini. Kalo dr awal dia gak menyerahkan dirinya ke Vano, kan gak bklan kejadian kek gini ya. Sekalipun ada tipu daya taruhan dll. Kalo mmg dia kuat pendiriannya dan sllu mau dgrin pendapat Risma, belajar dr pengalaman perempuan lain, gak akan kejadian jg kan. Tapi kan egonya sbnrnya yg menjatuhkan dia. Dan ujung2nya sibuk menyalahkan Vano. Mmg Vano salah dgn taruhannya dll. Tapi tetep aja, gak akan kejadian kalo dr awal Sheila kukuh bertahan gak ngikutin kemauan si Vano. Logisnya gitu lho. Cm kalo jalan pake rasa tanpa logika ya pasti buta2 kek gitu. Ujung2nya Denial, sibuk menyalahkan org lain tanpa berkaca. Agak kesel sbnre sama tokoh Sheila ini.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Sheila terlalu buta mata & hati. Vano tllu larut dlm ego remaja yg buta segalanya.
🇮🇩 SaNTy 🇵🇸
Cinta & Luka susah utk berjalan bersama.
Melepas LBH baik drpd terluka dlm diam.
Kadang kesel sama keBegoan karakternya.
Kadang benci sama egoisnya pra karakternya.
Tapi kembali LG, semoga kisah sprti ini gak ada didunia nyata.
Semangat terus menulisnyaaaaa...
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bagus banget asli.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bagus banget ceritanya. Kata2nya jg tersusun rapi. Kok sepi ya. Semangat lah Thor. Maafkan diriku yg terbiasa membaca tanpa ngeLike. Semoga ada waktunya membaca ulang & ngeLike.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸: Semangat...!!! AQ merinding excited bc Arjuna dr bbrp akunku.
Jgn down. Asli tulisanmu bagus.
total 4 replies
Jingle☘️
luar biasa
☕︎⃝❥Haikal Mengare
😭 Kasian banget 🤧, Wanita pelecehan tetap gak bisa lolos padahal dia korban😭
CACASTAR
sweet banget dengan memberikan surat pada ibunya.
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
berontak ajaa bapakmu biar kapok semua
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
nah harus tegas sheila udah ada arkan ini
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kan dia cuma obsesi ke sheila
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
siapa iya yang ditlfn smaa arkan
penasaran saya🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kasian nuga diana jadi batu loncatan wkwkwk😭🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
untung aada arkan kalau ga da celaka kamu sheila
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
terllau egois si sheila ga mikir mateng dlu mau pergi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wkwkwk belum tau ajaa kehebatan arkan 🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
astag jadi kelakuan si bayu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!