TAMAT SEASON 1
Seorang dosen cantik yang berniat untuk melupakan rasa sakitnya dan memulai hidup baru tanpa cinta, kini dikejar-kejar oleh pria yang jauh lebih muda setelah pertemuan pertama mereka di Bali.
Liburan singkat yang tadinya tak ingin saling mengenal, justru berlanjut hingga menumbuhkan rasa cinta.
Perbedaan umur yang lumayan jauh, membuat Yasmin menolak mentah-mentah ungkapan hati Eza.
Eza yang ternyata adalah mahasiswa di tempatnya mengajar, membuatnya berpikir dua kali tentang niat untuk hidup tanpa cinta lagi.
Yasmin dan Eza terlibat cinta penuh gejolak. Wanita itu pun bingung, apakah itu benar-benar cinta, ataukah hanya nafsu belaka.
Akankah percintaan mereka bisa berjalan mulus?
Sementara banyak faktor yang wanita itu pikir mustahil untuk melanjutkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MamGemoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari ketiga
...***...
Di hari ketiga.
Eza membawa Yasmin ke salah satu tempat yang belum pernah Yasmin datangi. Wisata yang membuat dirinya tertantang untuk mencoba. Walau sedikit takut, bersama dengan pria itu, Yasmin merasa tenang.
Berayun-ayun di atas danau—Puncak Danau Buyan Wanagiri, Bedugul. Ayunan unik ini menggantung pada sebuah pohon besar nan kokoh. Ada birai yang bisa dipanjat untuk menuju ke sana. Kemudian, tak jauh dari tempat ini, sekitar lima menit berkendara, ada pula sebuah ayunan berbentuk sarang burung raksasa yang sangat Instagrammable.
Kedua tempat itu memiliki pemandangan yang sangat menakjubkan. Danau biru yang dikelilingi bukit hijau. Menikmati keindahan alam dari ketinggian, apalagi dalam posisi tergantung seperti itu. Menjadi pengalaman yang menakjubkan pula untuk Yasmin.
Di siang harinya, Yasmin di bawa menikmati pijatan tangan sang ahli di spa. Wanita itu benar-benar serasa dimanjakan dalam tiga hari ini. Kepenatan tiga hari ini telah terbayar saat merasakan tubuh di manjakan.
Spa ini berbeda, yaitu atmosfer yang disuguhkan berupa suara gemuruh air terjun yang bisa terdengar dengan sangat jelas memberikan nuansa alam yang segar dan asri. Yasmin dan Eza bisa merasakan ketenangan dan kenyamanan saat massage. Terapis memberikan pijatan dengan tekanan yang tepat menggunakan minyak khusus yang diracik dan baik untuk kecantikan kulit. Sesudah itu, mereka dijamu dengan minuman jahe hangat yang menghangatkan tubuh.
Setelah bersantai seharian ini. Mereka menikmati makan malam di dekat lokasi spa tersebut. Tubuh mereka benar-benar terasa segar. Di sertai dengan canda tawa akan kebersamaan mereka yang sangat menyenangkan. Malam semakin larut, keduanya memutuskan untuk kembali ke hotel.
Yasmin dan Eza kini tengah berjalan melewati koridor hotel. Seperti biasa, Eza mengantar Yasmin sampai di depan pintu kamarnya, memastikan wanitanya itu aman dari gangguan yang mungkin tidak menyenangkan dari orang asing.
"Terima kasih, Langit. Aku sangat bahagia selama tiga hari ini," ucap Yasmin tersenyum pada pria di sampingnya.
"Masih ada empat hari lagi, Senja. Masih banyak tempat yang belum kita datangi." Eza masih terus menggenggam tangan Yasmin sejak tadi. Dia enggan melepasnya karena mungkin sudah terbiasa sejak kemarin-kemarin selalu menggandeng tangan wanita itu.
"Kamu benar. Aku merasa terlalu merepotkanmu," jawab Yasmin merasa sungkan.
"Tapi, kamu merasa senang, kan?"
"Tentu saja. Aku sangat senang, kamu membawaku ke tempat yang belum pernah aku datangi. Dan semuanya sangat menakjubkan."
Seolah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, rasa terima kasih Yasmin pada Eza seperti tiada habisnya. Dia sangat beruntung, mengenal Eza dalam beberapa hari ini. Kalau saja tidak ada Eza, mungkin dia akan menikmati liburannya seorang diri dan tidak tahu entah ke mana harus berwisata.
"Jika seperti itu, aku tidak merasa kerepotan sama sekali. Berarti, tujuanku tercapai untuk membuatmu senang, Senja." Lagi-lagi Eza tersenyum manis saat melirik ke arah Yasmin.
"Apa pun itu, aku sangat berterima kasih."
"Sama-sama, Nona Senja."
"Untuk besok, bisakah aku yang memilih tujuannya?" tanya Senja menawarkan diri karena dia sempat mencari tahu destinasi yang sangat ingin dia kunjungi.
"Tentu saja, aku akan mengantarmu ke mana pun yang kamu mau."
Tak terasa, mereka sampai di depan kamar Yasmin. Eza lalu menyuruhnya untuk segera masuk dan beristirahat.
“Masuklah, Tuan Putri!” pinta Eza mengangguk dengan senyuman tipisnya.
"Baiklah, aku akan masuk sekarang. Selamat malam, Langit."
"Malam, Nona Cantik. Have a nice dream. I’ll pick up you tommorow.”
Saat pintu tertutup, saat itu juga Eza dan Yasmin akan memulai rindunya walau hanya semalam mereka tidak bertemu. Keduanya akan mengulang kembali dalam ingatan satu sama lain sebagai pengantar tidur.
...***...