NovelToon NovelToon
Suami Sementara

Suami Sementara

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Balas Dendam / Nikahkontrak / Selingkuh / Pengantin Pengganti / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:503.6k
Nilai: 5
Nama Author: Republik Septy

"Ceraikan Rey, dan kembalilah padaku!"

"Aku tidak bisa." Ujar Amora dengan wajah datar.

Farhan menatap Amora dengan bingung.
"Kenapa? Bukankah kita sudah sepakat menjadikan Rey sebagai suami sementara agar kita bisa menikah kembali?"

"Aku mencintainya."

"Apa?"

"Kami saling mencintai dan sampai kapanpun kami tidak akan pernah bercerai. Terimakasih karena memilihkan Reyhan untuk menjadi suami sementara untukku. Tapi sekarang semuanya berbeda. Aku ingin dia menjadi suamiku selamanya. Dan maaf, aku tidak bisa kembali padamu."

Awalnya, Farhan memilih sepupunya yang bernama Reyhan untuk menjadi suami sementara bagi Amora sang mantan istri agar keduanya bisa rujuk kembali. Ia sudah menjatuhkan talak tiga, dan jika ingin kembali pada Amora maka Amora harus menikah dengan pria lain terlebih dahulu. Tapi siapa sangka, cinta tumbuh antara Amora dan Reyhan hingga mereka tak ingin berpisah. Bagaimana kelanjutan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Republik Septy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku akan merebut kebahagiaanmu

Happy reading zheyeng 😘

_____________________________

"Halo Amora, selamat bergabung." seorang pria yang bernama Evan mengulurkan tangannya di iringi senyum ramah menyambut Amora. Amora membalas jabatan tangan pria itu seraya tersenyum.

"Terima kasih."

"Hai Amora, selamat bergabung ya. Jangan sungkan-sungkan pada kita semua." kali ini seorang pria yang memakai kemeja berwarna maroon bernama Rizky menyerobot, melepaskan genggaman tangan Evan.

"Jangan lama-lama." sinisnya pada Evan. Sedangkan Evan hanya menggelengkan kepala, memaklumi sifat Rizky yang memang agak buaya.

"Amora jika butuh apa-apa bilang saja ke aku, aku siap membantu 24 jam." ujarnya seraya tersenyum manis.

"Terima kasih." balas Amora seraya mengangguk. Ia menarik tangannya tapi di tahan oleh Rizky.

"Umm, bisa anda lepaskan tangan saya?" ucap Amora pelan. Rizky yang tersadar buru-buru melepaskannya.

"Maaf, aku agak grogi kalo dekat cewek cantik." ujarnya seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Hai Amora. Aku Dewi dan ini Tiara. selamat bergabung dan hati-hati sama Rizky si buaya kadal." seorang wanita muda memperkenalkan diri dan yang bernama Tiara hanya melambaikan tangan. Tampak fokus mengerjakan sesuatu di sebuah komputer yang ada di hadapannya. Selama ini mereka sering bertemu tapi tidak pernah saling sapa. Amora tidak pernah bercengkrama dengan para karyawan lainnya. Ia akan langsung pulang jika pekerjaannya selesai.

Amora tersenyum, ia hanya mengangguk kecil dan mengucapkan terima kasih. Dalam tim marketing terdiri dari lima orang dengan bagian masing-masing. Selama ini Amora hanya bekerja sendiri, sedangkan sekarang ia harus bisa bekerja sama dengan tim. Mungkin akan sedikit sulit di hari pertama. Tapi Amora merupakan orang yang cepat tanggap dan cepat paham. Ia yakin dirinya akan cepat beradaptasi dengan pekerjaan barunya saat ini.

Ia bersyukur setidaknya ia tidak di pecat dan masih bisa bekerja meski hanya menjadi tim marketing. Di paksa meninggalkan zona nyaman.

"Mohon bimbingannya." ucap Amora seraya tersenyum.

"Dengan senang hati. Bahkan jika kamu memintaku untuk menjadi imam, aku akan siap sekali." goda Rizky seraya menaik turunkan alisnya. Tak lama terdengar sorakan dari ketiga orang lainnya. Sedangkan Evan hanya tersenyum seraya mencuri pandang pada Amora yang ikut tertawa mendengar godaan Rizky.

"Abaikan saja buaya itu. Jangan sampai tergoda jika tidak mau merana." celetuk Dewi. Kabar perceraian Amora dan Farhan sudah di dengar semua karyawan kantor. Dan menjadi perbincangan hangat beberapa Minggu terakhir tanpa Amora tahu. Tapi pernikahannya dengan Reyhan tidak ada yang tahu.

"Aku tidak keberatan jika di katakan buaya, karena sebenarnya buaya itu merupakan hewan paling setia. Jika pasangannya mati, maka ia tidak akan pernah kawin sampai ia mati." jelas Rizky panjang lebar.

"Halah, tampang kau setia. Ku sikat gigi kuda Nil kalau kamu setia." cibir Dewi.

"Beneran, ya?" Rizky menunjuk Dewi.

"Iya, beneran.. Pegang kata-kata aku."

"Oke, aku pegang. Dan akan aku tagih nanti."

"Silahkan." ucap Dewi acuh.

"Kalian mending nikah aja deh. Pasti seru tuh, " celetuk Tiara tanpa melepaskan fokusnya pada layar monitor.

"Ogah ...." jawab Dewi dan Rizky serempak.

"Nah, kalian kompak banget. Jangan-jangan ...." goda Amora, ia tersenyum jahil.

"Jangan-jangan apa?"

"Jangan-jangan kalian jodoh." celetuk Tiara lagi.

"Amit-amit deh. Aku tidak mau punya jodoh kayak Rizky. Bisa hancur hidup aku nanti."

"Jangan terlalu benci, nanti jadi cinta." kata Evan. Membuat suasana riuh seketika.

"Bisa saja tukang cilok kalo ngomong," sahut Dewi kesal.

"Sudah, kerja-kerja! semangat." ujar Tiara membuat mereka meneruskan pekerjaan mereka yang tertunda. Amora cepat menyesuaikan diri, mendengarkan penjelasan Dewi bahkan terkadang Evan yang memberikan arahan. Tanpa Amora sadari Evan diam-diam mencuri pandang padanya, memperhatikan Amora dalam diam.

Tak terasa waktu bekerja telah usai, Amora dan karyawan lain bersiap untuk pulang. Satu persatu pamit pulang terlebih dulu. Meninggalkan Amora dan Evan yang masih menyiapkan pekerjaan yang tinggal sedikit lagi.

"Pulanglah, masih ada hari esok." ujar Evan mengingatkan. Amora menoleh sembari melempar senyum dari meja kerjanya.

"Sedikit lagi. Kau kenapa belum pulang?"

"Pekerjaanku sedikit lagi selesai." bohong Evan. Ia sengaja menunggu Amora, ia tidak ingin meninggalkan Amora di sini sendirian. Ruangan ini tidak ada orang selain mereka berdua, semua karyawan sudah pulang sedari tadi. Jadi ia tidak mungkin tega meninggalkan Amora sendirian. Evan semakin kagum melihat kegigihan Amora, di pindahkan dari pekerjaan lamanya tak membuat wanita itu bersedih. Ia malah dengan cepat bergabung menyesuaikan diri dan sangat bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Sebenarnya ia sudah lama mengagumi wanita ini. Tapi selama ini ia tak pernah berani sekedar menyapa Amora.

"Ah akhirnya selesai." Amora merentangkan kedua tangannya ke atas. Ia tersenyum senang, lalu menoleh pada Evan.

"Aku juga sudah selesai. Ayo pulang." ajak Evan seraya berdiri dan menyampirkan tas kerjanya ke bahu.

"Kau benar sudah selesai?" Amora menurunkan kedua tangannya, meraih tas kerja yang berada di atas meja.

Evan mengangguk, ia mulai melangkah meninggalkan ruangan itu.

Amora menyusul langkah Evan yang lebar.

"Kamu pulang dengan siapa?" tanya Evan. Ia memperlambat langkahnya, mensejajarkan langkahnya dengan langkah Amora. Mereka berjalan beriringan di sepanjang koridor yang yang sepi.

"Aku belum tahu." Amora mengangkat bahu.

Sesampainya di lobi, Amora melihat Farhan yang berdiri di samping mobil berwarna hitam milik pria itu.

"Ah, sepertinya aku sudah di jemput." ucap Amora dengan senyum lebar seraya menunjuk Farhan yang sedang sibuk bermain ponsel. Evan melihat arah yang di tunjuk Amora, ia mengangguk kecewa.

"Aku duluan, ya." Amora berjalan mendekati Farhan. Sementara Evan mengehentikan langkahnya sebentar sebelum berjalan ke parkiran.

"Mas Farhan." sapa Amora setelah dekat. Farhan mengangkat pandangannya, menoleh pada Amora yang berjalan menghampirinya.

"Amora." gumamnya pelan.

"Mas jemput aku, kan?"

"A-aku." Belum selesai Farhan menjawab, suara seorang wanita terdengar di belakang Amora.

"Sayang, maaf ya nunggu lama." Amora berbalik, menemukan wajah penuh senyuman milik Sania yang berjalan mendekat ke arahnya. Wanita itu bergelayut manja pada Farhan, membuat Amora di serang rasa cemburu serta sakit yang datang bersamaan.

Ia hanya terpaku melihat pemandangan yang ada di hadapannya.

"Kau mau pulang bersama kita? Tapi maaf ya, kamu tidak mau kan mengganggu pengantin baru?" kata Amora dengan sedikit keras hingga Evan yang berdiri tak jauh di belakangnya masih bisa mendengar perkataan Sania. Amora terkejut, apa maksudnya pengantin baru? Evan tak kalah terkejutnya, yang ia tahu Farhan merupakan mantan suami Amora. Begitu gosip yang ia dengar beberapa pekan terakhir.

"Kenapa kau terkejut? Kita sudah menikah kemarin dan suamiku ini datang untuk menjemput istri barunya. Bukan kamu." ucap Sania sengit. Ia tersenyum menang, sedangkan Farhan hanya bergerak salah tingkah.

Sania maju beberapa langkah mendekati Amora yang berdiri mematung.

"Bukankah sudah ku bilang sebelumnya? Aku akan merebut satu persatu yang kamu punya. Dari cinta sampai karier. Aku akan merebut semua kebahagiaanmu, hingga kamu merasakan penderitaan yang selama ini aku rasakan! Itu sumpahku." bisiknya di telinga Amora dengan penuh kebencian. Detik berikutnya ia berbalik, lalu menggandeng Farhan dengan mesra.

"Ayo sayang kita pulang." ajak Sania.

"Amora, aku duluan." pamit Farhan, ia segera masuk ke dalam mobil. Lalu perlahan meninggalkan Amora yang masih berdiri di tempatnya. Ia meremas dadanya yang terasa sakit, ah kenapa ia terlalu bodoh? mengapa cinta ini masih saja bertahan dan tak mau pergi? Evan yang masih setia berada di belakang Amora memandang pedih pada punggung yang bergetar di depannya. Ia ingin sekali meraih tubuh rapuh wanita itu. Tapi ia sadar bahwa ia bukan siapa-siapa.

🌼🌼🌼

Halo zheyeng 😘

Makasih ya kalian, yang udah mau baca dan selalu dukung karya recehku 😘

Maaf tidak bisa membalas komentar kalian satu persatu. Yang pasti, author sangat berterimakasih sama kalian semua🥰😘

i love you zheyeng 😘

1
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ
akhir yg tragis
Uthie
Cerita yg menarik dan enak di baca jalan cerita nya 👍👍👍👍
Uthie
Jangan pernah bodoh oleh cinta yg selalu menyakitkan seperti itu 👍🤨
Uthie
sukurin 😜
Uthie
Awalan yg menarik 👍👍👍👍
Rizky Sandy
dari awal kirain istrinya Handoko sdh curiga Ama Sania, dari ibu bisa jadi sekretaris ternyata sekedar curiga saja tapi TDK di s ldiki,,, ak kira pntar tapi ya SM saja kyk Amora,,,,,🤣🤣🤣🤣
Rizky Sandy
bukannya sdh talak 3,,,, terserah lah,,,,
Rizky Sandy
Farhan lagi Farhan Farhan lagi ,, sampai bosan ak,,,,
G.Lo
Bucin..bucin lebay...
G.Lo
Reyhan Pengecut...thor kok Reyhan jadi pengecut...apaan
Shifa Burhan
amora - farhan = amora ingin selalu bersikap baik agar di padang baik, pada dasar amora tertekan karena tidak bisa jadi dirinya sendiri, tidak bebas berekspresi

amora - evan = amora masih menunjukkan sikap baik saja, masih canggung menunjukkan sikap nyeleneh nya, masih tidak bebas berekspresi

amora - reyhan = disini amora merasa tampa bebas menunjukkan semua sikap, amora merasa bebas dan nyaman berekspresi apapun, jadi tampa sadar amora merasa nyaman berhubungan dengan reyhan yang akhirnya menimbulkan benih cinta

sampai episode ini sebenarnya aku masih tidak suka sikap amora yang tidak sadar statusnya dan kayak tidak menghargai dan menjaga harga dirinya sebagai seorang istri dia masih menunggu pria lain dan gampang berinteraksi berduaan dengan pri lain, tapi setelah episode ini aku suka sifat amora yang belajar dari kesalahan lalu dan belajar menjadi istri yang sesungguhnya dan menghargai suaminya dan satu lagi, amora wanita tanggu yang berani mengaku salah dan berjuang untuk dapat kesempatan

tampa kitasadarir sebenarnya novel ini sangat bagus karena teori sebab akibat terjadi di novel ini
Shifa Burhan
mama riana bodoh tidak tau aja kelakuan menantu yang dia bangga2 kan itu,
Risnha Isnhaa
hello klw tidak mau kehilangan jangan berbuat dan megtasnmkan hilaf sampai 3 kli
Ida
Amit-amit jabang bayi namanya lha kayak anakku tp kalo FARHAN ku baik full🤗😚
Temy Gerrard Ynwa
asli Amora goblok bgt, lemah, bisa bisanya nyiptain tokoh kaya gini. selama baca novel baru Nemu tokoh kaya gini
Temy Gerrard Ynwa
ya emang bener, Amora wanita bodoh, bego dsb. punya suami kaya gitu dimaafin, punya mertua gitu masih bertahan
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
syukurin u
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
trm j rey
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
ank u yg gk brguna y
Alya Yuni
It bukan Kilaf tapi gtal lki gk ada hti bukan bru prtma dah brulang ulng blng kilaf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!