NovelToon NovelToon
MAHAR LIMA MILIAR DARI SUAMI PENGANGGURAN

MAHAR LIMA MILIAR DARI SUAMI PENGANGGURAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Cinta setelah menikah / Romansa pedesaan / Konglomerat berpura-pura miskin / CEO / Nikahmuda
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Prettyies

Selina Saraswati, dokter muda baru lulus, tiba-tiba dijodohkan dengan Raden Adipati Wijaya — pria tampan yang terkenal sebagai pengangguran abadi dan kerap ditolak banyak perempuan.

Semua orang bertanya-tanya mengapa Selina harus dijodohkan dengannya. Namun kejutan terbesar terjadi saat akad: Raden Adipati menyerahkan mahar lima miliar rupiah.

Dari mana pria pengangguran itu mendapatkan uang sebanyak itu?
Siapa sebenarnya Raden Adipati Wijaya — lelaki misterius yang tampak biasa, tapi menyimpan rahasia besar di balik senyum santainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi basah

Pagi itu Selina terbangun lebih dulu. Ia merasakan sprei di bawahnya sedikit lembap. Keningnya berkerut, lalu ia menoleh ke samping.

“Mas…?” Selina menyentuh lengan Adipati pelan.

“Mas bangun.”

Adipati masih setengah terlelap.

“Ah… enak banget…” gumamnya dalam mimpi.

Selina menghela napas, lalu berkata spontan,

“Mas, kamu ngompol?”

Adipati langsung membuka mata.

“Hah? Ngompol?”

Ia bangkit setengah duduk, menatap kasur, lalu mengusap wajahnya sendiri.

“Astaghfirullah…”

Selina menunjuk sprei dengan wajah bingung.

“Itu… basah.”

Adipati terdiam sesaat, lalu berdeham canggung.

“Bukan… bukan ngompol.”

Dalam hati ia mengumpat, “Astaga… ternyata cuma mimpi. Kenapa bisa mimpi aneh begitu sih… pasti kebawa pikiran semalam pas aku grepe-grepe tubuh Selina.”

Ia segera turun dari ranjang.

“Maaf ya, Lin. Mas yang beresin nanti.”

Selina mengangguk pelan, wajahnya memerah.

“Iya… nggak usah aku aja,Mas.”

Adipati masuk ke kamar mandi sambil mengusap tengkuknya sendiri.

“Duh… pagi-pagi udah bikin malu aja,” gumamnya lirih.

Sementara itu Selina mulai membereskan tempat tidur. Ia melepas sprei, selimut, dan sarung bantal, lalu menggantinya dengan yang bersih.

Adipati keluar dari kamar mandi beberapa menit kemudian.

“Biar Mas bantu,” katanya sambil meraih sprei lama.

“Aku udah gantiin kok,” jawab Selina cepat.

“Mas ganti pakaian aja."

Adipati menatap Selina sebentar, lalu tersenyum kecil penuh rasa bersalah.

“Maaf ya bikin repot pagi-pagi.”

Selina menggeleng.

“Nggak repot. Kita kan suami istri.”

Jawaban itu membuat Adipati terdiam sesaat, lalu tersenyum lebih hangat.

“Terima kasih…”

Selina membawa sprei ke belakang rumah laundry room. Ia merendamnya di ember besar sebelum memasukkannya ke mesin cuci.

Baru saja ia menekan tombol, terdengar suara berdeham dari belakang.

“Ehem…”

Selina menoleh.

“Ibu?”

Sri berdiri sambil tersenyum penuh arti.

“Akhirnya juga… gol juga gawang kamu.”

Wajah Selina langsung memanas.

“Ibu!” serunya malu.

Sri tertawa kecil.

“Iya, iya. Lanjutin aja. Ibu doain semoga cepat isi.”

Belum sempat Selina menjelaskan, Sri sudah melangkah pergi sambil terkekeh.

Selina menghela napas panjang sambil mengaduk rendaman.

“Isi apaan sih…” gumamnya kesal tapi malu.

“Orang Mas Adipati cuma mimpi basah doang.”

Mesin cuci mulai berputar. Selina bersandar sebentar, mengusap wajahnya sendiri.

“Ya ampun… kenapa malah jadi salah paham gini, apa aku dosa ya belum ngasih jatah sama Mas Adipati.” ujarnya pelan sambil tersenyum kecut.

Setelah membereskan urusan di belakang, Selina kembali ke kamar. Ia mandi dan berganti pakaian. Saat keluar, kamar sudah kosong—Adipati tidak ada di sana.

Selina turun ke dapur, menyiapkan sarapan sederhana lalu menatanya di meja makan.

Sri melirik ke arah Selina.

“Kamu nyari suami kamu?”

“Iya, Bu.”

“Lagi di depan, duduk sambil main HP,” jawab Sri santai.

“Aku panggil dulu,” kata Selina sambil melangkah ke teras.

Ia menghampiri Adipati.

“Mas, ayo sarapan.”

Adipati mengangkat jari telunjuknya.

“Bentar ya.”

Tak lama, Adipati masuk dan duduk di meja makan bersama keluarga.

Sri tersenyum penuh arti, lalu menoleh ke Bejo.

“Pak, tau nggak… Selina sama Adipati semalam udah…”

Ia terkekeh kecil. “Hihi.”

Bejo kaget.

“Yang bener, Bu?”

“Bener dong,” sahut Sri yakin. “Ibu mana bohong.”

Selina berdeham, wajahnya memerah.

“Ehem…”

Sri cepat-cepat mengalihkan topik.

“Ayo sarapan dulu, keburu dingin.”

Adipati mendekat ke Selina dan berbisik pelan.

“Mereka kenapa?”

Selina membalas lirih.

“Mereka kira kita udah malam pertama… gara-gara aku nyuci sprei.”

Adipati menunduk malu, menahan senyum.

“Aduh… gara-gara mimpi itu,” batinnya.

Suasana meja makan pun kembali cair, meski pipi Selina masih terasa hangat.

1
Ayu
lanjut kak
Ayu
seru
wagiyah baru
ditunggu kelanjutannya kak
wagiyah baru
seru
Scarlett Rose
lanjut kak🤭
Scarlett Rose
lanjut kak
Anonymous
lanjut heeh
Anonymous
lanjut thor🤭
Scarlett Rose
lanjut kak
Anonymous
lanjut
wagiyah baru
lanjut kak
wagiyah baru
lanjut
Scarlett Rose
seru
Scarlett Rose
lanjut kak
Anonymous
lanjut
Scarlett Rose
lanjut kak
Anonymous
lanjut thor
Ayu
lanjut kak
Ayu
lanjut kqk
Bambang
lanjt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!