Bilqis seorang Gadis cantik yang polos,manja,dan juga ceria,berusia 20 tahun,harus rela dinikahkan dengan Anak sahabat dari Ayahnya yang memang sudah dijodohkan dengan seorang Raditya Raharja CEO kaya raya yang sangat judes,dingin dan sudah berumur hampir 40 tahun,padahal Bilqis sudah mempunyai kekasih yang sangat dicintainya.
Radit yang berpredikat bujang lapuk ini sangat menolak keras perjodohan tersebut,akibat bayang bayang masalalunya yang membuatnya harus gagal menikah.Dan itu membuatnya trauma,karena mencintai atau dicintai baginya adalah luka.Mampukah perasaan cinta bisa tumbuh pada keduanya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayu Coe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal Shoping Lagi
"Oh My God"Bilqis resah wajahnya terlihat panik,tangannya sibuk merogoh rogoh setiap saku tasnya.
"Aduuuh kayaknya ketinggalan dirumah"sambil menepuk keningnya sendiri,Dia meringis merasa ceroboh.
"Gimana niiih"ujarnya sambil melirik dengan perasaan bersalah,sedang Ririn hanya diam memperhatikan kepanikan sahabatnya itu.
"Ya mau gimana lagi"ujar Ririn sambil mengangkat bahu.
"kita window shoping aja"ucap Ririn santai.
"Sorry ya Rin"Bilqis tak enak hati pada sahabatnya itu,karena sudah 2 kali gagal shoping,gagal mentraktir sahabatnya itu.
"Huuuuuu hiks hiks" Bilqis benar benar kecewa,sekaligus sedih,sekali lagi dia periksa dan dicek kembali sambil mengeluarkan semua isi tas dan dompetnya,sambil duduk di area food court,ternyata Kartu saktinya memang ketinggalan.Dia baru ingat menyimpannya dinakas samping tempat tidur.Padahal hari ini Dia ingin belanja sepuasnya,dan mentraktir sahabatnya itu.
"yaudah gapapa kali..santai aja"
"untung Aku lagi megang duit,coba kalo ngga..mau bayar pake apa buat makanan ini?"
"iya iya Sorry deh"
"nanti langsung Aku ganti"
"Bukan maksudnya pengen diganti,cuma kamu tuh sok sok mau nraktir aku segala,padahal itu kartu punya kakak Kamu Qis"
"Ga boleh sembarangan make,walaupun Kamu adiknya"
"Ta-tapi itu Kakakku yang nyuruh Rin,bukan Aku yang seenaknya"ujar Bilqis yang lagi lagi membohongi sahabatnya.
"Iya tetep aja Qiiis"
"Udah deh Rin stop gausah dibahas,tenang aja nanti aku ganti duit Kamu"ucap Bilqis dengan kesal.
"Ya ampun Qis Kamu kenapa sih sensi banget sekarang,Kita kan mau senang senang,kok malah adu argumen gini"
"Udah lupain aja ya,Abis ini kita nonton ya."Bujuk Ririn yang tidak enak melihat Bilqis yang justru marah padanya
"Duh sorry banget ya Rin,mungkin ini Aku kualat kali sama suami"
"Hah suami?"
"eh-emh maksudnya kualat sama suami teteh Aku"Bilqis gelagapan karena kelepasan bicara.
"emangnya kamu ngapain,kok sampe kualat"
"Ya ga ngapa ngapain siiih...cu cuma ga buru buru belanja aja"jawab Bilqis asal
"ada ada aja,masa gara gara ga belanja jadi kualat"
ujar Ririn heran.
"Ya udah habis ini kita nonton yuk,tenaang Qis aku traktir"
"Beneran nih ga ngerepotin?"
"nggak,kamu tenang aja".ucap Ririn sambil tersenyum membuat Bilqis lega.
Bilqis menyalakan ponselnya,langsung dapat notifikasi Puluhan panggilan tak terjawab dan beberapa pesan dari suaminya.
Kemudian tiba tiba ponselnya berdering suaminya memanggil..sontak saja Bilqis panik gelagapan.
"kenapa ga diangkat?"
"Hah apa?"
"itu HP kamu berdering kok dibiarin aja,ga diangkat,dari siapa sih?"tanya Ririn penasaran.
"ga tau orang iseng kali".Bilqis menutup panggilan tersebut.kemudian terdengar suara notifikasi pesan dari ponsel Bilqis,dia pun langsung membukanya.
Radit :"Kamu dimana,qis?"
"angkat dong teleponnya!"
Bilqis hanya menatap pesan tersebut dengan malas.Kemudian Dia matikan lagi ponsel tersebut,takut kalau kalau Radit akan meneleponnya lagi dan mengiriminya pesan,karena hatinya masih dongkol,enggan berinteraksi maupun berkomunikasi dengan Suaminya itu.
.
.
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam,Bilqis merasa lelah setelah menghabiskan waktunya bersama Ririn.window shoping,nonton,makan,ngerumpi dan lain lain,membuat hatinya yang galau sedikit terobati.Akhirnya Bilqis memutuskan untuk pulang kerumahnya,lebih tepatnya kerumah orangtuanya.Bilqis tidak berani pulang ke Apartemen,apalagi kalo harus bertemu Radit,walaupun masih ada rasa kesal dan marah,justru Dia dirundung rasa bersalah karena mengacuhkan Suaminya seharian ini,apalagi saat tadi tiba tiba muncul dikampusnya.Kini Dia sudah sampai dipintu pagar rumahnya,namun Dia dibuat terkejut saat melihat Mobil sang Suami sudah terpakir dihalaman rumahnya.Perasaan takut dan deg degan menjadi satu.Takut dimarahi orang tua,takut di introgasi,takut Suaminya menjelekannya,semuanya terngiang dipikirannya.
"eh Anak Bunda baru pulang"
"sehat nak?"Bunda memeluk dan mecium pipi kanan kiri anak kesayangannya itu.
"Kangennya Bunda jadi terobati sekarang"ucap Bunda
"udah selesai tugasnya?"tanya Bunda
"Kata Nak Radit Kamu lagi ngerjain tugas sama temen ya!"
"Hah?"
" Hey Qis malah bengong gitu,itu suami Kamu kasian dari tadi nungguin,yaudah Bunda suruh nunggu Kamu dikamar."
"samperin sana"
"Hah"
"dari tadi kok cuma huh hah huh hah terus"
"samperin sana"
"Bunda juga udah masakin masakan yang spesial buat Nak Radit."
"Mas Radit ga ngomong apa apa lagi Bun?"tanya Bilqis.
"ngga,nga bilang apa apa."
"emang kenapa?"
"Kamu lagi ada masalah qis?"tanya Bunda penasaran
"emh..ga ada Bun,engga takutnya mas Radit marah sama Iqis,gara gara pulang telat"
"Ya udah sana temuin suami Kamu?"
"Ayah kemana Bun?"
"Ayahmu lagi Ada kerjaan diluar kota"
"si teteh katanya minggu depan mau kesini"
"yeaaay Asiiiik"Bilqis bersorakendengar Kakaknya akan datang, sambil bergegas kekamarnya,Bilqis menarik napas dalam dalam,agar siap menghadapi kemarahan Radit.
Saat membuka pintu kamarnya terlihat Radit sedang duduk sambil melipat kedua tangannya,dan memandangnya dengan tajam.
"Dari mana?"
tanya Radit dengan nada perlahan namun tajam,Bilqis tak berani menatapnya,Dia hanya berdiri bersandar sambil menunduk tak berani menghampiri suaminya.
"Aku lama nungguin didepan Kampus Kamu tadi?"
"Kamu juga ga angkat telepon dari Aku."Ujar Radit dengan nada kecewa.
"Maaf"
Bilqis masih menunduk,nyalinya ciut tak berani berkutik.
"memangnya Iqis dari mana hemh.."kali ini Radit melembutkan suaranya.
"nge- ngerjain tugas"ucap Bilqis tergagap
"masa sih...ga boleh bohong lho sama Suami"
"Ayo jawab yang jujur!"ucap Radit sambil menarik Istrinya agar mendekatinya dan membuat Bilqis terduduk dipangkuannya,sontak saja Bilqis tertunduk malu dan grogi,Dia ingin beranjak dari pangkuannya,namun Radit mendekapnya dengan erat.
"turunin Iqis ah,ngapain duduk dipangku pangku segala"Bilqis meronta namun dekapan Radit sangat kuat.
"kayak anak kecil aja"
"turunin aaaahh"
Ucap Bilqis dengan suara manjanya.
"Kamu kan memang anak kecil,anak kecil tukang ngambek"ujar Radit tersenyum menggodanya,
Yang membuat Bilqis justru semakin kesal dan mengerucutkan bibirnya,seketika Radit mengecupnya dengan gemas.
"Kamu gemesin kalo lagi ngambek,bikin pengen gigit"bisik Radit sambil mencium telinga Bilqis,menji**t,dan meng***tnya.membuat Bilqis menggelinjang kegelian,untunglah kali ini Bilqis tidak tertawa geli,Dia menahannya khawatir Bundanya dengar.
"Cepat katakan dari mana?"
"atau hukumanmu kali ini bertambah berat?"tanya Radot mengintimidasi,membuat Bilqis ketar ketir.
"Ja-jangan Mas"
"Aku habis jalan jalan ke Mall sama temen"
"teruuuss"
"udah ke Mall aja,biasaa cewek window shoping,makan,nonton."ujar Bilqis menjelaskan.
"kok ga belanja?"
"sebenernya Aku mau belanja,cuma ga ada uang"
"Hah,ga ada uang gimana?"Radit melotot heran dengan pernyataan Bilqis.
"kan Aku udah kasih Black card itu untuk nafkah kamu,Kamu bebas belanja apa saja."
"Aku gak akan larang kamu"Ucap Radit tegas,sekaligus kesal.
"ketinggalan Mas"ujar Bilqis menunduk lagi,menahan malu.
"Kok bisa ketinggalan"
"makanya jangan ceroboh."Radit menyentil keningnya dengan gemas.
.
.
*****
*radit kalian pencemburu tapi bilqis yang cemburu tidak jelas setiap suami dekat dengan wanita yang jelas2 hanya urusan pekerjaan dia udah cemburu kagak jelas
*saat radit cemburu kalian menyalahkan radit dengan alasan cemburu buta dan cemburuan tapi saat bilqis cemburu radit juga yang kalian salah kan karena tidak peka dan bisa menjaga perasaan istri
dari ini saja kelihatan jelas egoisnya pola pikir kalian
perbandingan
*saat radit cemburu radit lampias dengan sedikit kasar pada istrinya tapi bandingan kan saat bilqis cemburu dia lampiaskan dengan balasan dendam dengan kegatala dengan pria lain,
pertanyaan untuk author jika suami mu cemburu kau mau dia sedikit kasar atau malah balas dendam dengan dekat dengan wanita lain???
pakai akail sehat biar bisa buat novel yang bagus hanya dari segi karya seni tapi juga bagus dalam bersikap adil
nggak takut keguguran ya makanan yg mengandung nanas, sedangkan makan nanasnya aja nggak boleh..
Lagian yg mereka liat kan posisi bilqis nggak lagi keadaan bugil sama tuh bule jadi blm tentu mereka ada apa2 😡
hahaha
Lagian malu amat ngaku klo udah bersuami, radit aja nggak pernah malu ngakuin dia istri sama orang terdekatnya