NovelToon NovelToon
Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Mengkisahkan seorang wanita yang bernama Aulia Az-Zahra yang hidup dalam dunia penuh intrik, pengkhianatan, dan tipu daya orang-orang terdekatnya, dari suami yang berkhianat hingga keluarga yang ikut campur, ia belajar bahwa kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa diberikan begitu saja.


Dengan keberanian dan prinsip, Zahra memutuskan untuk membalas dengan bismillah, bukan dengan dendam, tapi dengan strategi, keteguhan, dan kejujuran...


Akan kah Zahra bisa membalaskan sakit hati nya? dan apakah Zahra juga bisa menemukan kebahagiaannya setelah ini?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar juga ya besty!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Aku Yang Tak Pernah Kau Anggap

Nama ku Aulia Azahra, aku tidak pernah menyangka bahwa rumah yang aku sebut sebagai surga justru menjadi tempat paling sunyi yang pernah aku tinggali..

Pagi ini hujan turun perlahan, seolah ikut menyembunyikan air mata yang menetes di pipi ku..

Zahra, itu nama panggilan ku, aku duduk di tepi ranjang, menatap kosong ke arah pintu kamar yang tertutup rapat..

Di balik pintu itu, suara tawa kecil terdengar samar, tawa yang bukan milik ku, bukan pula suara suami ku yang dulu selalu memanggil nama ku dengan lembut..

"Mas Genta Aditya" gumam ku, nama itu kini terasa asing di hati ku..

Sudah tiga tahun aku menikah dengan mas Genta, tiga tahun yang awalnya penuh cinta, doa, dan janji-janji suci..

Mas Genta dulu adalah sosok lelaki yang selalu menggenggam tangan ku, saat salat, yang tak pernah lupa mencium kening ku sebelum berangkat kerja..

Lelaki yang berkata,

“Selama ada aku, kamu tidak akan sendirian.”

Namun janji sering kali kalah oleh bisikan keluarga..

Aku menarik napas panjang, menegakkan punggung ku, lalu bangkit berdiri..

Aku melangkah keluar kamar, menuju ruang makan, seperti biasa, ibu mertua ku, Bu Ratna, sudah duduk di sana dengan wajah masam..

“Kamu baru bangun?” tanya Bu Ratna dengan nada dingin, matanya menyapu ku dari ujung kepala hingga kaki.

"Iya, mak. Maaf,” jawab ku pelan..

"Perempuan zaman sekarang aneh, jam segini baru bangun, pantas saja rumah ini berantakan.” ucap mertuaku

Aku menunduk, aku ingin membela diri, ingin mengatakan bahwa semalam aku baru tidur pukul dua dini hari karena menyelesaikan laporan keuangan usaha mas Genta..

Tapi pengalaman mengajarkan ku satu hal: membantah hanya akan membuat segalanya lebih buruk..

Di sudut ruangan, Dini, adik ipar ku sibuk memainkan ponselnya...

Sesekali ia tersenyum sinis kearah ku, seolah menikmati setiap hinaan yang diarahkan pada ku..

“Mas Genta ke mana Mak?” tanya ku hati-hati.

“Sudah berangkat kantor, jangan harap Genta anak ku nungguin kamu,” sahut Bu Ratna cepat..

“Mas Genta itu capek, lihat istri yang cuma bisa diem dan ngeluh.” cerocos Dini ikut mengomel

Ucapan itu seperti pisau kecil yang menusuk dada ku..

Aku ingin menangis, namun air mata ku sudah terlalu sering jatuh hingga terasa kering..

Aku duduk dan mulai menyendok nasi, meski nafsu makan ku lenyap, setiap gerakan ku diawasi, setiap kesalahan ku dicatat.

“Denger kamu sini, kamu kenapa masih belum hamil juga?” ibu mertuaku membuka suara lagi

Sendok yang ku pegang berhenti di udara..

"Sudah tiga tahun, Zahra, apa kamu memang perempuan normal atau memang kamu itu mandul?" Ucap ibu mertuaku

Pertanyaan itu membuat dunia ku seakan runtuh..

Aku menatap ibu mertua ku dengan mata berkaca-kaca...

“Kami sudah periksa ke dokter, Mak kata dokter...”

"Ah, alasan saja” potong Bu Ratna tajam..

“Kalau kamu gak bisa kasih keturunan, jangan salahkan kalau Genta cari yang lain!” ucap Bu Ratna menusuk

Jantung ku berdegup kencang, kalimat itu… terlalu familiar beberapa minggu terakhir

Aku sering merasa ada yang berubah, mas Genta lebih sering pulang larut malam..

Ponselnya selalu terkunci, dan ia tak lagi menyentuh ku seperti dulu, bahkan tatapan matanya pun seolah menjauh..

Zahra berdiri, tak sanggup melanjutkan makan..

“Saya ke dapur dulu, Mak” ucap nya singkat

Tanpa menunggu jawaban, ia melangkah pergi, begitu sampai di dapur, Zahra bersandar di dinding, menutup wajahnya dengan kedua tangan..

"Ya Allah… kalau ini ujian, tolong kuatkan aku.” lirih nya

Namun doa belum sempat usai, suara langkah kaki mendekat, Dini berdiri di ambang pintu dapur, menyilangkan tangan di dada.

“Kak Zahra, kamu tahu nggak, kenapa Mas Genta, akhir-akhir ini sering ke luar kota?” ucap Dini dengan senyum mengejek

Aku langsung menatap kearah adik ipar ku

“Urusan kerja, kan?”

"Polos banget sih, kakak tuh cocoknya jadi ibu rumah tangga yang nggak tahu apa-apa.” Dini tertawa kecil

"Apa maksud kamu?” suara Zahra bergetar.

Dini mendekat, mencondongkan tubuhnya. “Aku cuma mau bilang satu hal, jangan kaget kalau suatu hari kamu digantikan, di keluarga ini, yang mandul gak punya tempat.”

Kalimat itu menghantam ku tanpa ampun..

“Aku nggak mandul,” bantah ku lemah.

“Belum hamil sama saja, disebut mandul, lagipula, Mas Genta butuh perempuan yang bisa bikin dia bahagia, bukan yang cuma nangis dan berdoa.” balas Dini santai

Zahra menggigit bibirnya hingga terasa perih..

Saat ini, di dalam hatinya, ada sesuatu yang retak, bukan hanya hatinya sebagai istri, tapi juga kepercayaannya sebagai menantu, sebagai bagian dari keluarga ini..

Hari ini, Zahra keluar rumah dengan langkah gontai...

Aku berjalan tanpa tujuan, hanya ingin menjauh dari rumah yang tak lagi memberinya rasa aman, ponselnya bergetar, satu pesan masuk.

.. Dari Mas Genta ..

"Aku pulang malam, jangan tunggu aku"

Aku menatap layar itu lama, tak ada sapaan sayang, tak ada penjelasan, tak ada perhatian..

Aku mengusap air mata ku, lalu mengetik balasan yang sederhana..

"Iya" jawab ku singkat

Namun di dalam hati ku, sebuah kalimat lain terucap, kalimat yang akan menjadi awal dari segalanya..

"Jika kalian mengira aku lemah, kalian salah besar"

Zahra menengadah ke langit kelabu, bibirnya bergetar, namun ada tekad yang mulai tumbuh..

“Bismillah, kalau aku dikhianati, aku akan membalas… dengan caraku sendiri.” Bisik nya

Dan tanpa ia sadari, pengkhianatan yang lebih besar sedang menunggunya, pengkhianatan yang akan menghancurkan hidupnya, sekaligus membangkitkan kekuatan yang tak pernah ia kenal sebelumnya.

1
Anonymous
sebaiknya cepat dimasukkan ke rumah sakit hewan
Anonymous
akhirnya sidang yang berlarut larut berakhir juga
Anonymous
dan ternyata ego+cemburu mu menutup mata mu dan kembali ke ketek emak ya genta..
Anonymous
segera berakhir ya sidang nya
Queen_Fisya08: ya kak gak lama lagi dan Bu Ratna pun akan kena batunya 🙏
total 1 replies
Umi Asijah
lanjut
rian Away
SEMUA NYA AKAN BERHENTI KETIKA KAU MENGHILANG TUA BANGKA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!