Kanaya Cempaka, seorang gadis yang sering menjadi target buli dan selalu dihina parasnya yang tidak cantik, culun, hitam, penuh jerawat dan jangan lupa kacamata tebal yang dipakainya menambah kesan kejelekan Kanaya yang hakiki.
Jonathan Dharsono, pria tampan yang sangat membenci Kanaya. Hampir setiap hari Jonathan menghina dan membuli Kanaya dengan kejamnya.
Akibat hinaan dan bullyan yang diterima Kanaya, membuat Kanaya bertekad untuk merubah takdirnya dengan cara merubah penampilannya.
Bagaimanakah reaksi Jonathan saat bertemu kembali dengan Kanaya yang sudah berubah menjadi sangat cantik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebahagiaan Kanaya Dan Rama
🍁
🍁
🍁
🍁
🍁
Keesokan harinya...
Kanaya dan Rama langsung berangkat menuju Lombok karena mereka akan melakukan bulan madunya disana sembari menonton perhelatan akbar Moto GP yang saat ini sedang menjadi trending topik di seluruh Indonesia.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua jaman, akhirnya pengantin baru itu sampai di bandara internasional Lombok. Rama dan Kanaya tidak pernah melepaskan gandengan tangan mereka.
Rama segera menghentikan taksi dan langsung menuju hotel untuk beristirahat. Rama sengaja memesan hotel yang tidak terlalu jauh dengan sirkuit Mandalika.
"Akhirnya kita sampai juga," seru Kanaya dengan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Kamu ga mau mandi dulu sayang?"
"Sebentar A, masih capek."
Rama pun menghampiri Kanaya dan tertidur di samping Kanaya dengan posisi miring menghadap Kanaya. Dilihatnya wajah cantik Kanaya yang sudah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Jangan lihatin aku terus A, nanti jatuh cinta loh."
"Memang aku sudah jatuh cinta dari dulu sama kamu, dan sekarang setelah menikah aku semakin cinta kepadamu."
Rama mengelus pipi Kanaya membuat bulu-bulu halus Kanaya meremang dengan sentuhan Rama. Baru pertama kali ini Kanaya merasakan sentuhan seorang pria, sehingga jantungnya pun berdetak tak karuan.
Rama mulai merapatkan tubuhnya kepada Kanaya, Kanaya hanya bisa terdiam mematung. Dia tidak bisa menolak karena saat ini dia sudah sah menjadi istri dari Rama Krismawan.
"A, sepertinya aku mau mandi dulu," seru Kanaya.
"Nanti saja sekalian."
"Sekalian?"
Otak Kanaya memang sangat polos jadi tidak tahu maksud dari ucapan Rama. Kanaya tersentak saat bibir Rama menyentuh Bibirnya, Kanaya hanya bisa membelalakan matanya merasa terkejut dengan serangan mendadak dari Rama.
Awalnya Kanaya merasa malu dan kaku, tapi lama-kelamaan akhirnya Kanaya menikmatinya juga. Entah bagaimana dan kapan yang jelas saat ini mereka sama-sama sudah polos, perlahan tapi pasti Rama mulai menjebol pertahan Kanaya.
Kanaya sampai meneteskan airmatanya tapi Rama mampu menenangkan Kanaya sehingga saat ini Kanaya pun sudah bisa menyesuaikan diri dan akhirnya keduanya saling menikmati satu sama lain.
"Terima kasih sayang, I love you."
Rama mencium kening Kanaya dan menutupi tubuh Kanaya yang masih polos itu. Sedangkan Kanaya sendiri sudah terlelap tidur saking kelelahannya.
***
Keesokan harinya....
Kanaya dan Rama sudah bangun dan saat ini mereka baru saja selesai mandi.
"A, hari ini kita jalan-jalan yuk!"
"Siap Tuan Puteri."
Kedua terlihat sangat bahagia, wajah kedua pengantin baru itu terlihat sangat cerah secerah mentari pagi ini. Senyuman selalu mengembang di bibir mereka, sungguh saat ini serasa kebahagiaan milik Kanaya dan Rama.
Setelah selesai sarapan, keduanya berjalan-jalan mengelilingi pulau Lombok itu yang sangat indah tidak lupa mereka juga akan melihat Moto GP yang sebentar lagi akan segera dimulai.
Setelah puas jalan-jalan, akhirnya keduanya menuju Sirkuit Mandalika untuk melihat pertandingan Moto GP. Kanaya sangat antusias bahkan sampai teriak-teriak membuat Rama geleng-geleng kepala.
***
Satu minggu sudah Kanaya dan Rama melakukan bulan madu di Pulau Lombok itu, akhirnya hari ini mereka harus mengakhiri bulan madu mereka karena pekerjaan di Jakarta sudah menunggu.
"A, ayolah aku masih ingin bekerja," rengek Kanaya.
"No Baby, biarkan aku saja yang bekerja kamu ga usah kecapean kalau kita sama-sama sibuk, kapan kamu bisa hamil."
"Ih, semenjak menikah kok Aa jadi nyebelin sih? kalau aku diam di rumah pasti bosan A, aku janji kalau aku sudah hamil aku akan berhenti bekerja, please...." bujuk Kanaya.
Selama perjalanan pulang, Kanaya tidak henti-hentinya membujuk Rama supaya mengizinkan dia untuk tetap bekerja. Tapi tetap saja Rama tidak mengizinkannya membuat Kanaya marah dan cemberut bahkan matanya sudah mulai berkaca-kaca.
Rama menghembuskan napasnya. "Beneran kamu masih ingin bekerja?"
Kanaya menganggukan kepalanya...
"Ya sudah, kamu masih boleh bekerja tapi ingat kalau kamu hamil pokoknya aku tidak mau kamu bekerja lagi, cukup diam di rumah menunggu aku pulang."
"Benarkah?"
Kanaya pun memeluk Rama saking bahagianya bahkan sampai mencium pipi Rama berulang kali.
"Terima kasih A, aku janji kalau aku hamil aku akan langsung berhenti."
"Oke."
Akhirnya Kanaya dan Rama pun sampai di rumah Rama, Tuan Krismawan menyambut hangat kedatangan putera dan menantunya itu.
"Akhirnya kalian pulang juga."
"Iya Pa, sebenarnya kita disana mau satu bulan tapi pabrik ga ada yang ngurusin akhirnya dengan terpaksa kita harus pulang," sahut Rama.
"Kanaya, apa kamu bahagia?"
"Sangat bahagia, Pa."
"Syukurlah, kalau Rama jahat sama kamu atau menyakiti hati kamu langsung bilang saja sama Papa biar Papa yang nanti beri dia pelajaran."
"Idih, sekarang lebih sayang menantu dibamdingkan anaknya sendiri," ledek Rama.
Tuan Krismawan merangkul pundak Kanaya. "Iyalah, bagaimana pun sekarang Kanaya sudah menjadi puteri Papa dan Papa tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti hati dia walaupun itu kamu."
Kanaya terlihat tersenyum, dia baru tahu satu sisi dari mertuanya itu. Ternyata mertuanya itu suka bercanda juga, padahal dulu Kanaya sempat berpikir kalau Tuan Krismawan orang yang dingin dan tegas tapi sekarang Kanaya tahu kalau mertuanya itu mempunyai kepribadian yang hangat.
"Ya sudah, sana kalian istirahat dulu."
"Baik Pa."
Rama dan Kanaya pun melangkahkan kakinya menuju kamar Rama, Kanaya baru pertama kali ini menginjakan kaki di rumah semewah dan semegah itu. Kanaya begitu takjub, hingga akhirnya mereka pun sampai di kamar Rama saking kelelahannya mereka berdua pun lebih memilih langsung tidur.
Sementara itu di tempat lain....
Jonathan sedang duduk di kursi sembari melamun melihat ke arah jendela, kebetulan saat ini cuaca sedang mendung seolah-olah merasakan bagaimana perasaan Jonathan.
"Ya Allah, kenapa semakin hari perasaanku sama Kanaya malah semakin besar? Jo, ayolah move on sekarang Kanaya sudah menjadi istri orang dan bahagia buang jauh-jauh perasaan itu," Jonathan bermonolog pada dirinya sendiri.
Sungguh Jonathan tidak bisa membuang perasaannya kepada Kanaya, Jonathan tidak tahu kenapa dia sampai punya perasaan sebesar itu kepada seorang wanita dan celakanya lagi wanita itu sudah menjadi istri orang.
Jonathan bangkit dari duduknya dan membuka sebuah laci, kemudian Jonathan mengambil sesuatu dari dalam laci itu. Cukup lama Jonathan memperhatikan benda itu, hingga kemudian Jonathan pun menyimpannya kembali.
"Haruskah aku melakukannya?" gumam Jonathan.
Jonathan mengambil ponsel dari dalam kantong celananya dan jarinya mulai berselancar di layar telepon pintar itu mencari kontak seseorang.
📞"Hallo Paman, aku sudah memikirkannya baik-baik jadi Paman urus saja semuanya aku tunggu kabar selanjutnya dari Paman."
Jonathan memutuskan sambungan teleponnya, lalu Jonathan kembali duduk dan memejamkan matanya sejenak melepas penat.
🍁
🍁
🍁
🍁
🍁
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
andaikan ibunya Kanaya tau ramuan herbal misal daun beluntas untuk ngilangin bau bdan setidaknya gak parah - parah amat , biasanya di desa ada tanaman itu