Selamat datang di novelku kak, jangan lupa klik♥️+ komen+vote ya🙏🏻
Kira- kira bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling berharga dalam hidup kita. ?
mala maharani putri. seorang gadis berusia 23 tahun harus menelan pil pahit tepat di hari ulang tahunnya yang ke 23, gadis itu kehilangan kedua orang tuanya dan semua hal yang dia miliki. bagaikan jatuh di timpa tangga.
Hingga pada suatu hari mala terpaksa menerima tawaran seorang ceo untuk menjadi istri kontraknya dalam jangka 1 tahun.
Bagaimana jika cinta itu tumbuh di antara mereka?
Ikuti kelanjutan ceritanya di " Istri kontrak sang ceo"
Happy reding,♥️
Baca sampai akhir ya. Mohon maaf jika masih banyak Typo dan bab yang kurang masuk akal😂. Ini karya pertama saya , 🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan wilson
Mendengar cerita nara, akhirnya devan pun paham dengan sikap manja mala pada andra, sedangkan alundra sempat menitikkan air mata mendengar cerita tentang penculikan anaknya beberapa tahun yang lalu.
" ternyata kamu sudah pernah melewati masa-masa yang membuatmu takut nak, maafkan bunda tidak ada pada saat itu" alundra bermonolog dalam hati.
setelah beberapa saat andra dan nara pun sudah keluar dari kamarnya, mereka langsung menuju meja makan yang juga sudah di tunggu semua anggota keluarga,
" terimakasih ya allah sudah mempertemukan hamba dengan kedua anak hamba" batin pak winarto.
pria paruh baya itu melihat kedua anaknya dengan penuh rasa bahagia, setelah puluhan tahun berpisah akhirnya mereka bisa di pertemukan lagi dalam acara pernikahan anaknya sendiri.
winarto dan alundra bukannya tidak pernah mencari keberadaan kedua putrinya yang di titipkan pada kakaknya,
namun 5 tahun setelah kecelakaan mereka usaha yang di bangun setiawan berkembang pesat, hingga setiawan memutuskan untuk pindah tempat tinggal setelah nara memasuki sekolah menengah pertama.
acara makan malam selesai, dan di lanjut dengan quality time di ruang keluarga sambil menonton siaran televisi.
" silahkan dicobain kuenya bunda, ini buatan mala sendiri loh"
" iya bunda sama yang lain harus cobain, ini kue buatan mala enak banget, dari kecil biarpun manja dia suka banget masak sama bikin kue" sambung nara
akhirnya semua orang mengambil kue yang di sajikan oleh mala dan nara,
" em enak banget kue nya sayang, aku gak nyangka kamu bisa bikin kue se enak ini" ucap devan sambil melihat ke arah mala
" jangan salah mas, biarpun begini aku bisalah, nanti pas di rumah aku bikin yang rasa lain buat mas devan,"
" ayah juga mau sayang" timpal winarto
" tenang ayah, nanti mala bakan buat yang banyak terus mala antar kesini buat ayah, bunda sama kak nara, kak andra gak usah" mala melirik ke arah andra
" wah curang, kok gitu mala! kakak kan juga mau, masak gak di kasih, tega amat sama kakak sendiri" gumam andra
" biarin, siapa suruh bilang aku tua" wleeekkkkk.. mala menjulurkan lidahnya seperti anak kecil.
melihat itu nara hanya geleng-geleng dengan kelakuan saudara dan suaminya,
disaat semua sedang asyik mengobrol dan quality time, tiba-tiba ada yang mengetok pintu rumah winarto,
tok...tok...tok...
" kayaknya ada yang ngetuk pintu" ucap alundra
" iya bunda, biar mala saja yang buka"
gadis itu bangkit dari duduknya, membuka pintu utama yang letaknya tidak terlalu jauh dari ruang keluarga,
mala membuka pintu rumah orang tuanya, dan mendapati sosok laki-laki yang bertubuh tinggi tegap sedang membelakanginya.
" maaf cari siapa?"
mendengar suara pintu terbuka pria itu pun membalikkan badannya pelan, mala mengerutkan keningnya saat melihat seseorang yang datang bertamu ke kediaman orang tuanya.
" wilson,!!"
" loh mala, kamu ngapain disini?"
karna mala cukup lama di luar, winarto meminta istrinya untuk menyusul ke luar takut ada sesuatu yang terjadi,
" Siapa tamunya nak, kenapa tidak di suruh masuk"
wilson menghentikan omongannya setelah mendengar sapaan dari alundra,
" ayo silahkan masuk nak" ucap alundra lembut
wilson masuk dan mengekor di belakang tubuh alundra. namun sebelum wilson berlalu pria itu mengucapkan satu hal yang cukup membuat mala mematung.
" Siapa tamunya nak" tanya winarto lembut
" selamat malam om, maaf saya kesini atas perintah orang tua saya," ucap wilson sopan
" kamu wilson anaknya pak lukman kan ya, ayo silahkan duduk"
wilson pun duduk bersebelahan dengan andra, dan tepat di depan mala, wanita itu masih belum terlalu fokus, perkataan wilson masih terngiang di indra pendengarannya.
beberapa saat yang lalu...
" wilson!!!"
" loh mala, kamu ngapain disini"
" ah, ini rumah orang tua kandungku, kamu ada perlu apa kesini" tanya mala pelan.
" aku kesini karna panggilan hati,"
" panggilan hati? maksud kamu apa wilson"
" mala, apa kamu tidak pernah merasakan tentang perasaanku, sudah sejak jaman smp aku mencintaimu, dan sampai detik ini juga perasaan itu masih sama," lirih wilson sendu.
" a...apa,!" mala membola
"selama itu kamu mencintaiku,? bukankan selama ini kita bersahabat baik" titah mala lagi
" iya, selama belasan tahun rasa ini masih tetap sama, aku mencintaimu sebelum kita menjadi sahabat,"
mala terdiam tak bergeming. masih mematung di tempat
" aku mencintaimu dalam diam, aku selalu ingin menjagamu, dan berada di dekatmu, sekalipun hanya sebagai sahabat"
" bahkan aku tidak perduli, saat dulu teman-temanmu selalu menganggap ku babu mu, aku tidak perduli, yang penting aku selalu bisa ada di sampingmu, biarpun kehadiran ku hanya bagaikan bayangan yang tidak pernah di anggap keberadaannya"
mala masih terdiam tak mampu menjawab apa-apa.
" biarpun sakit yang selalu aku terima, aku tidak perduli mala, aku sempat mencoba melupakan mu, aku pindah sekolah, namun aku terap melihatmu dari jauh, saat pulang sekolah, saat kamu keluar dengan teman-temanmu, aku selalu mengikuti mu"
" 1 tahun aku mencoba membuang perasaan ini, tapi apa, semakin aku berusaha, perasaan itu semakin ada, hingga kita di pertemukan kembali dalam 1 sekolah yang sama, Namun..._"
wilson masih menjeda omongannya.
" namun apa wilson"
wilson menarik napas pelan dan kembali melanjutkan perkataannya.
" Namun aku terlambat,"
mala mengerutkan keningnya.
" terlambat, maksudnya?' lirih mala
" Iya terlambat, karna saat itu hati kamu sudah dimiliki orang lain."
pria itu menundukkan pandangannya, menghela nafas panjang
" satu yang harus selalu kamu tau, rasa itu masih tetap sama, dan kamu masih menjadi ratu di hatiku"
setelah mengucapkan itu, wilson berlalu dari hadapan mala, karna kedatangan alundra yang menyuruh wilson untuk masuk ke dalam rumahnya,
" sayang," mala terdiam tak menghiraukan panggilan suaminya
" sayang" panggilnya lagi.
" eh.. iya kenapa mas"
" kamu kenapa, kok bengong aja"
" em, nggk papa kok mas,"
" ya sudah. ayo kita ke kamar"
mala melihat ke sekeliling ruangan, namun sudah tidak ada orang lain di sana, hanya ada dirinya dan juga devan
" loh semua orang kemana mas, kom sudah sepi?"
" wilson sudah pulang, ayah bunda, sama nara dan andra juga sudah masuk kamar dari tadi, kamu kenapa kok bengong aja" tanya devan sambil menepuk punggung mala
" maaf mas, aku tadi hanya ingat sama papa dan mama, aku kangen sama mereka" ucap mala berbohong.
" ya sudah, besok kita ziarah ke makam mereka, sekarang kita istirahat dulu sudah malam" ucap devan lembut dan membawa mala dalam dekapannya.
devan dan mala masuk ke dalam kamarnya, setelah di dalam kamar wanita itu masih saja terjaga, sedangkan devan langsung terlelap setelah mengganti pakaian nya tadi,
hingga jam menunjukkan pukul 1 dini hari, namun mala belum juga bisa tidur. ucapan wilson masih terus terngiang dalam indra pendengarannya
semangat thor
saya undur diri
apalagi Devan tidak salah cuman di jebak sama pelakor
lanjuut thoorr.. jngan lama2 up nya