Sebuah perjalanan hidup anggota keluarga black economy.
Ranum Anatoly anak ketiga dari keluarga Loshad. Ranum adalah pria yang selalu fokus dalam setiap misinya. Dia tidak pernah melibatkan orang banyak untuk membantu misinya.
Misi pertama yang diberikan untuk Ranum saat usianya 18 tahun adalah bertemu dengan pembeli senjata terbesar di Australia yaitu Master Wu.
Tapi dari pertemuan itu, Ranum melihat banyak sekali kejanggalan yang merujuk pada hilangnya truk keluarga Loshad yang berhasil dicuri oleh orang tak dikenal disekitar Cowwabie.
Setelah berhasil menemukan fakta tentang truk keluarga Loshad yang hilang, Ranum segera menyerang Krowned Towers milik Master Wu. Setelah penyerangan Krowned Towers, Ranum menghilang bertahun - tahun.
Kemanakah Ranum menghilang? Apakah dia tewas saat penyerangan?
Ikuti terus novel Ranum untuk mengetahui perjalanan hidup Ranum Anatoly yang semakin penuh rintangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khebeleteee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
VIOLIN ISLAND
Cerita Ranum berlanjut.
Malam telah tiba. Jam di tangan Ranum sudah menunjukkan pukul 18.39 waktu setempat. Gabriel bersama karyawan keluarga Loshad yang bekerja di pacuan kuda sudah berangkat menuju Sydney. Ranum sudah siap untuk berangkat ke Singapura. Pilatus PC-24 sudah terparkir di area luas pacuan kuda, Muhammad sudah menunggu Ranum di pintu pesawat tersebut. Ranum berjalan masuk ke pesawat. Dari kejauhan Alexa terlihat sedang berlari ke arah pesawat. Ranum duduk di kursi pesawat. Satu menit kemudian Alexa duduk di kursi seberang Ranum, Alexa mengatur napasnya.
“Kenapa kamu mengikutiku?” Ranum bertanya.
“Aku akan ikut kemanapun kamu pergi.” Alexa kembali mengatur napasnya. “Aku tidak akan membiarkanmu menghilang lagi.”
Ranum tersenyum ke arah Alexa. Lalu Ranum mencari tombol untuk menghubungi ruang pilot. Tapi Ranum tidak berhasil menemukan tombol itu di tempat biasanya. Seorang awak pesawat memberitahu Ranum bahwa teknologi di pesawat ini sudah di tingkatkan 3 tahun terakhir. Ranum hanya perlu berbicara saja, sensor Artificial Intelligence akan memindai suara Ranum dan melakukan apapun yang di perintahkan Ranum. Artificial Intelligence milik Ranum diberi nama Moon.
“Moon, tunjukkan seluruh properti milik keluarga Wu di Singapura.” Ranum memberikan perintah. Meja yang ada di hadapan Ranum mengeluarkan sinar biru yang berbentuk peta Singapura berbentuk tiga dimensi. Kemudian menunjukkan properti milik keluarga Wu dengan bangunan berwarna merah.
“Apa anda ingin aku menyingkirkan hal yang tidak penting di dalam peta ini Tuan Muda?” Moon bertanya ke Ranum.
Ranum mengangguk. Peta itu semakin ringkas, hanya menyisakan bangunan milik keluarga Wu dan jalanan. “Apa anda ingin melihat ke dalam bangunan Tuan Muda?” Moon kembali bertanya.
“Wow, apa itu bisa dilakukan?” Ranum takjub.
“Selama mereka tidak memiliki sistem firewall yang baik, aku bisa menembus apapun.”
“Kalau begitu tunjukkan aku dimana Aiguo Wu berada.”
Kali ini Moon menunjukkan villa besar yang berada di Violin Island, Singapura. Ranum menyeringai. Dia merebahkan tubuhnya di kursi. Merasa tenang bahwa sudah mengetahui posisi Aiguo Wu.
“Terima kasih Moon.”
“Saya sangat senang dapat membantu anda Tuan Muda Ranum.”
Kemudian AI tersebut menonaktifkan dirinya sendiri.
“Apa kamu yakin dengan apa yang akan kamu lakukan sekarang Ranum?” Alexa bertanya.
Ranum mengangguk, tersenyum. Kemudian menatap keluar jendela pesawat.
***
Dalam tujuh menit pesawat yang di tumpangi Ranum segera tiba di Violin Island. Ranum bergegas menuju ruang pilot.
“Mad, kalian pulanglah. Aku akan turun menggunakan parasut.” Ranum berkata.
“Bagaimana denganmu?” Muhammad balik bertanya.
“Jangan mencemaskan aku, aku akan kembali. Kalian tenang saja. Kembalilah ke Indonesia, bawa Alexa bersama kalian. Dia adalah asisten pribadi baruku. Jadi berikan apapun kebutuhannya. Ingat, jangan pergi mencariku, aku akan kembali jika waktunya sudah tepat.”
“Aye Aye Captain!”
Tanpa banyak tanya, Muhammad menerima perintah Ranum. Ranum menepuk bahu Muhammad, lalu bergegas keluar dari ruang pilot. Ranum mengambil parasut dari lemari yang ada di pesawat tersebut. Segera membuka pintu pesawat, melompat. Alexa terkejut dengan tekanan angin yang sangat besar beberapa detik masuk ke bagian dalam pesawat. Dia melihat Ranum lompat dari pintu pesawat sangat cepat. Kemudian pintu pesawat segera kembali menutup. Arah pesawat berubah, Alexa yang mengetahui itu segera bertanya ke awak pesawat. Tapi semua awak pesawat menggeleng tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Alexa segera ke ruang pilot, bertanya ke Muhammad. Pun Muhammad tidak tahu detail lengkap apa yang sebenarnya diinginkan Ranum. Ranum hanya memerintah Muhammad untuk meninggalkannya dan kembali ke Indonesia. Tapi Ranum menitipkan sebuah koin emas berbentuk kepala serigala lewat Muhammad untuk diberikan kepada Alexa. Alexa menatap koin tersebut, tersenyum kemudian mencium koin emas itu.
Ranum membuka parasutnya. Kemudian terbang menuju atap villa milik keluarga Master Wu. Setelah tiba di atap, Ranum segera meraih dua buah pisau tempur dari knife holster di pergelangan kakinya. Ranum melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, jam itu sudah menunjukkan pukul 23.47 waktu setempat. Villa tersebut lengang. Dari sinar tiga dimensi yang diberikan Moon, villa ini di jaga ketat oleh 25 orang body guard yang tersebar di setiap sudut villa.
Ranum segera melangkah perlahan menuju pintu utama villa. Dia melihat dua orang yang berjaga di pintu itu. Ranum lompat dari atap langsung menghunjamkan pisaunya ke dua kepala bodyguard tersebut. Ranum segera menahan tubuh body guard itu agar tidak terjatuh terlalu keras ke lantai. Ranum membaringkan dua mayat itu tepat di depan pintu utama villa. Ranum memutuskan untuk memutari villa, melewati lorong teras yang panjang untuk mencari body guard lainnya. Ranum mengintip dari kelokan yang mengarah ke sebelah kiri villa, dari sana Ranum melihat ada dua penjaga yang sedang berjaga, tangan body guard itu menggenggam SCAR-L. Ranum melangkah senyap mendekati dua body guard itu. Saat dua body guard itu saling membelakangi satu sama lain, Ranum segera menghunjamkan pisaunya tepat di leher salah satu body guard sambil menutup mulut body guard tersebut. kemudian menaruh mayat body guard itu di rumput secara perlahan. Tidak butuh waktu lama, Ranum segera menancapkan pisaunya lagi ke body guard lainnya, Ranum memutar pisau itu di dalam tenggorokan body guard tersebut.
Ranum kembali berjalan menuju bagian belakang villa, bagian belakang villa itu di jaga oleh empat body guard. Dua di bagian teras dan duanya lagi di pinggir kolam renang. Ranum menaruh pisau tempur kembali ke knife holsternya. Kemudian mengambil dua buah pistol SIG Sauer Mosquito dari gun holsternya, Ranum memasang peredam di dua pistolnya itu. Dalam sekejap Ranum menarik pelatuknya, empat body guard yang ada di area belakang villa tewas seketika. Salah satu tubuh body guard itu jatuh ke dalam kolam, memecah lengang. Semua body guard mulai berlarian menuju pintu belakang. Saat pintu belakang villa itu terbuka Ranum langsung melemparkan sebuah granat yang kemudian jatuh tepat di bawah kaki salah satu body guard. Granat itu seketika meledak membuat lima body guard yang sedang berkumpul tewas seketika.
Dari kanan bangunan muncul dua orang body guard, Ranum yang melihat dua body guard itu lebih dulu langsung menarik pelatuknya, membuat dua body guard itu langsung tersungkur di lorong villa. Tanpa di sadari dari belakang Ranum muncul dua orang body guard yang langsung menembakkan senjatanya. Ranum segera menghindar, tapi refleksnya kurang cepat. Ranum tertembak di bagian punggung kirinya. Ranum mengaduh, bukan sakit, tapi karena terkejut dengan kedatangan dua body guard dari belakangnya. Ranum segera membalas dua body guard itu. Dua body guard itu langsung telak terkena tembakan di bagian kepalanya. Seketika tubuhnya terjatuh ke lantai. Dari pintu belakang villa kembali datang tiga orang body guard. Ranum segera melepaskan tembakan. Dua peluru berhasil menembus kepala dua orang body guard. Satu peluru meleset, hanya mengenai angin kosong. Ranum segera berlari menghantam wajah body guard itu dengan tinjunya. Tubuh body guard itu terpelanting dua meter. Ranum menghampiri body guard itu kemudian menghantam wajah body guard itu berkali – kali dengan pistolnya, membuat wajah body guard itu hancur tidak berbentuk.