NovelToon NovelToon
Never Say Good Bye

Never Say Good Bye

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / TimeTravel / Mafia / Tamat
Popularitas:481k
Nilai: 5
Nama Author: Anezaki Igarashi Ricky

Li Zeyan adalah seorang aktor dan model besar yang sangat dikenal oleh semua orang. Hidupnya sangat sempurna dan bergelimang harta.

Dianugrahi wajah tampan, karir yang cemerlang, harta melimpah, dan dikelilingi bidadari membuat hidupnya sangat sempurna.

Namun, suatu ketika bereda sebuah video masa lalunya saat dia dibully di sekolah sangat membuatnya begitu depresi hingga melakukan bunuh diri.

Namun, jiwa Kagami Jiro si pemimpin Yakuza terbesar di Jepang kini malah terjebak di dalam tubuh Li Zeyan.

Sementara jiwa Li Zeyan terjebak pada raga Kagami Jiro yang sedang terbaring karena koma akibat serangan seseorang.

Bagaimana Kagami Jiro akan mencari orang yang telah berusaha untuk membunuhnya dengan memakai raga Li Zeyan?

Berhasilkah mereka bertukar tubuh kembali?
Apakah Kagami Jiro akan hidup kembali dengan raganya?

Ikuti kisah mereka ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Dengan Si Kembar

"Tapi Zen ... apakah kamu pernah datang ke tempat ini sebelumnya?" selidik kak Kai sebelum mereka mulai memasuki rumah megah itu.

"Ehm ... Mungkin pernah. Aku lupa ..." jawab Zen dengan asal lalu mulai melangkahkan kakinya kembali menaiki beberapa tangga dan akhirnya dia memencet bel rumah itu. Kak Kai dan keempat pengawalnya masih mengikuti di belakangnya.

Setelah beberapa saat akhirnya pintu terbuka. Seorang pria paruh baya yang membukakannya. Zen tersenyum ramah menatap pria itu.

"Hallo, Paman Wu ..." sapa Zen dengan senyum lebar.

Sedangkan yang disapa hanya melongo karena bingung.

Darimana pemuda ini mengetahui namaku?

Begitulah kira-kira batin pria paruh baya yang rambutnya sudah dipenuhi oleh banyak uban itu. Dia adalah salah satu pengurus rumah keluarga Kiyota yang sudah mengabdi lama untuk keluarga ini.

"Silakan masuk ... tuan Kagami Yosuke sedang di ruang pribadinya. Silakan tunggu sebentar. Dia akan segera datang." ucap pria yang dipanggil paman Wu itu.

"Hhm. Baiklah, Paman." Zen tersenyum lebar dan mulai melenggang memasuki rumah itu dengan cara berjalannya yang keren seperti Kagami Jiro. Begitu gagah dan berwibawa. Dia melenggang bebas seperti sedang berada di rumahnya sendiri.

Ya memang ini rumahnya sih ...

"Sudah lama sekali ..." gumamnya pelan sekali lalu menyisiri ruangan demi ruangan.

Rumah ini dipenuhi oleh nuansa keemasan dengan kombinasi putih. Pilar-pilar besar dan tinggi yang menjulang itu memiliki warna senada dan ukiran-ukiran bunga tulip keemasan. Menjadikannya terlihat sangat mewah dan elegan.

"Zen! Jaga sikapmu! Sepertinya kakak merasa familiar dengan nama Kagami ..." bisik kak Kai yang mulai mengejar Zen karena khawatir Zen akan membuat masalah.

"Tenang saja. Semua akan baik-baik saja." sahut Zen dengan senyum tipis.

Beberapa saat netra Zen menatap lurus ke depan. Dan dia mulai terlihat serius, perlahan dia mulai melangkahkan kakinya untuk mencapai tempat itu.

Terlihat dua orang baby sittter sedang menjaga dan bermain dengan dua orang anak yang kira-kira masih berusia 2 tahun. Mereka sedang bermain bersama dan bercanda gurau. Tawa kecil dan nada bicara yang masih terdengar begitu lucu dan menggemaskan.

Sepasang mata biru Zen sedikit bergetar dan mulai sedikit berair menatap pemandangan itu. Perlahan dia masih melangkahkan kakinya hingga akhirnya dia sudah berada di dekat mereka kini Zen jongkok dan menekuk salah satu kakinya. Kedua tangannya dibuka lebar dan senyum hangatnya tersembul pada wajah tampannya.

Kedua anak kembar itu segera berlarian ke pelukan Zen secara ajaib. Haru dan bahagia kini menyelimuti suasana hati Zen. Selama ini dia mengira tak akan bisa bertemu kembali dengan keluarganya setelah penyerangan itu. Zen memeluk kedua anak itu dengan begitu hangat.

"Kenzi, Kenzou ... maaf ... ayah baru bisa mengunjungi kalian." ucap Zen dengan lirih. Bahkan sepasang mata birunya kini sudah sangat berkilauan karena dihiasi oleh air mata yang ia tahan.

Zen memeluk kedua anak itu cukup lama hingga membuat orang yang berada di sekitar sungguh kebingungan. Terutama kak Kai. Dia terdiam mematung cukup lama menyaksikan pemandangan bak seorang ayah yang sudah terpisah dengan anak-anaknya pada waktu yang cukup lama. Lucu sekali ...

Namun mereka semua tidak menghentikkan itu, mereka hanya terdiam dan menyaksikan saja.

"Kenzi dan Kenzou. Kalian mau mainan? Ayah bawakan mainan dan baju bagus untuk kalian!" ucap Zen saat melepas pelukannya.

"Tapi ayah sedang tidur dan belum bangun ..." ucap Kenzi dengan bicara yang masih terdengar begitu lucu dan kurang jelas.

Seketika hati Zen terasa sedikit sakit dan nyeri mendengar ucapan dari putranya. Dan dia masih berusaha untuk menahan air matanya.

"Ehm. Iya ... Ayah kalian pasti akan segera bangun kembali! Karena ayah kalian sangat kuat dan tidak terkalahkan!" hibur Zen kepada kedua bocah kembar itu dengan senyum lebar. "Sekarang main sama kakak yuk. Kakak bawakan mainan dan baju bagus untuk kalian! Kalian mau?"

"Mau ... mau ..." sahut kedua anak itu saling bersahutan.

Zen tersenyum lebar lalu menggendong kedua anak itu bersamaan. Kak Kai dan semua orang yang sedang berada di tempat itu kini dibuat tambah melongo saja. Seorang pemuda seperti Zen yang masih berusia 20 tahun tapi kini terlihat seperti memiliki jiwa seperti seorang ayah.

Dan lagi, kak Kai belum pernah melihat Zen yang bisa dekat semudah itu dengan seorang anak kecil sebelumnya. Ini adalah pertama kalinya! Sungguh menghebohkan!

Zen mulai mengajak Kenzi dan Kenzou untuk duduk di atas sofa super mewah di ruang tengah itu. Kemudian Zen mulai mengambil beberapa totebag yang berisi beberapa mainan dan pakaian.

Perlahan Zen mulai mengeluarkan mainan rakit itu dan mulai merakitkan untuk Kenzi dan Kenzou. Si kembar terlihat begitu bahagia saat bersama Zen.

Pemandangan yang sungguh luar biasa! Keempat pengawal Zen melongo melihat pemandangan itu, begitu juga dengan kak Kai dan kedua baby sitter itu.

Kak Kai kini mulai berjalan mendekati Zen dan bergabung bersama mereka.

"Zen. Luar biasa! Kakak baru melihat auramu yang seperti ini!" ucap kak Kai takjub. "Padahal kalian baru bertemu dan mereka terlihat sangat menyukaimu." imbuh kak Kai dengan senyum lebar.

Zen tersenyum lebar dan terlihat sangat berbahagia lalu mengecup pipi Kenzi dan Kenzou secara bergantian, "Mereka berdua sangat lucu ..."

"Benar lucu sekali ..." sahut kak Kai yang kali ini ikut duduk bersama mereka.

Sementara itu ...

"Bi, hari ini aku akan pulang terlambat. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan dulu di luar!" tiba-tiba terdengar suara seorang wanita beriringan dengan irama high heelsnya yang terdengar senada.

"Baik, Nyonya!" sahut seorang pelayannya.

"Dimana si kembar?" tanya wanita itu lagi yang tak lain adalah Yuna.

"Si kembar sedang bermain di ruang tengah bersama tamu tuan Yosuke, Nyonya."

"Tamu?" gumam Yuna sedikit mengkerutkan keningnya. "Tumben adik ipar menerima tamu sepagi ini?"

Tanpa pikir panjang Yuna segera melenggang ke ruang tengah untuk menemui kedua buah hatinya sebelum dia pergi.

Namun, betapa terkejutnya ketika Yuna melihat Kenzi dan Kenzou sedang duduk di pangkuan pria muda yang kemarin pernah menggodanya.

"Kenzi! Kenzou!" panggil Yuna dengan cukup tegas. Wajahnya kini memerah karena menahan marah.

Seketika mereka semua menoleh ke arah Yuna bersamaan.

"Sayang, kemarilah!" kini Yuna memanggil dan membujuk kedua anak itu. Namun mereka masih lebih memilih untuk bermain bersama Zen.

"Nanti, Ma. Kenzou masih mau main sama kakak ganteng." celoteh Kenzou yang terdengar begitu menggemaskan dan reflek membuat Zen tertawa kecil.

"Kenzi, Kenzou ... Mama kalian sedang memanggil kalian. Pergilah menghadapnya dulu ... Kapan-kapan bisa main sama kakak lagi deh." bujuk Zen kepada dua bocah kembar itu.

"Tidak mau!" rengek kedua anak kembar itu.

"Baiklah. Kakak janji akan bawakan mainan yang lebih banyak lagi besok. Bagaimana?" bujuk Zen lagi.

"Oke ..." sahut Kenzi dan Kenzou bersamaan.

Kedua anak itu kini berlari ke arah Yuna, "Sayang. Jangan sembarangan bermain bersama orang asing! Kakak itu jahat!" ucap Yuna kepada kedua anak kembar itu.

"Tidak. Kak Zen sangat baik, Ma." sanggah Kenzi.

"Iya, Ma. Kakak itu baik ..." imbuh Kenzou.

"Yuna! Jangan sembarangan menyampaikan kata-kata buruk tentang orang lain kepada anak-anak!" timpal Zen tidak terima.

"Bi, bawa si kembar ke kamar!" perintah Yuna kepada kedua baby sitternya.

"Baik, Nyonya." jawab kedua baby sitternya bersamaaan lalu mengajak Kenzi dan Kenzou untuk pergi ke kamar.

Kini Yuna menatap Zen dengan tajam dan auranya sangat menakutkan. Perlahan wanita cantik namun garang itu melenggang mendekati Zen.

1
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
dapet bonus tunai Zen😅
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wkwkwk dasar kau Zen, eh bang Kagami
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
terdengar familier
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woy kabur lagi dia!
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
bikin betah di kamar ini mah
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
watch nya mahal punya ky nya nih
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
Cristal adik yg baik penurut dan cantik jelita
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
akrab sekali mereka ya, sblmnya sedekat apa?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
keliatan seperti idol kpop ya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
baka memang harusnya selalu sial macam kalian
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
rusak sudah masa depan Lee 🤣🤣
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
jaga ucapanmu Baka!
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
Li lian sudah pulih?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
nah kekuatan mu kembali bang Kagami walau berada di tubuh Zen
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woyy Zen kamu yakin?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wih manteb penjelasannya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
tak ada yg tak mungkin buat Zen sekarang
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
happy bgt pastinya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
konteks "meregangkan otot" versi Kagami jiro amat berbeda dr org kebanyakan. kalau org lain mgkn butuh olahraga atau refreshing sedangkan bang Kagami harus gelud🤣🤣🤣
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woy visualnya ga kalah keren dr Jinn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!