NovelToon NovelToon
TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:488.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Tina rifky

WARNING!!!
TOLONG JANGANi BOOM LIKE XXXX PLEAS

Area 21 +
Harap bijak dalam membaca

Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis yang berusia 22 tahun. Dia adalah anak tunggal, dari keluarga yang cukup berada. Namanya Asyafa Dorman, anak dari seorang Pengusaha yang bergerak dibidang Elektronik yang bernama Bernard Dorman, dan istrinya yang bernama Nurlaila.

Orang Tua Asyafa Dorman sudah menjodohkan dirinya sedari kecil, dengan anak dari teman kedua orang tuanya yang bernama Rayhan Darma. Namun Asyafa Dorman tidak tahu menahu soal perjodohannya saat itu. Hingga saat Dewasa dia baru tahu bahwa dirinya sudah dijodohkan, dan dia menolak untuk dijodohkan karena alasan ingin melanjutkan sekolah S2nya.

Banyak para pemuda yang menyukai gadis itu bahkan rela untuk menunggunya hingga kuliah S2nya. Ada juga cinta seorang pria yang selalu memghalalkan segala cara untuk mendapatkan cintanya.

Ayo saksikan kisah seru mereka disini.. selamat membaca jangan lupa bahagia selalu. Tina Rifky.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina rifky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makanan Khas Jogjakarta

"Dia... adiknya siska kak.! "ucap Asyafa ragu

"Siska siapa sayang?"

"Siska prayoga anak dari kolega ayah, dan teman kuliah kak Rayhan di Belanda."

Seketika Rayhan terdiam, tak ada sahutan. hening hanya layar ponsel yang berkedip nyala. Rayhan begitu sesak mendengar nama Siska Prayoga.

"Hallo kak... hallo kak... hallo kak Rayhan... kak Rayhan apakah kakak masih mendengar suaraku?"

Asyafa terus memanggil nama kak Rayhan, namun masih tetap tidak ada sahutan dari Rayhan, meski sambungan telpon masih aktif. Akhirnya Asyafa menyerah dan membiarkan ponselnya tetap menyala mode telpon. Setelah beberapa menit menunggu, Rayhan mulai mengeluarkan suara di ponselnya.

"Bagaimana bisa, kamu berhubungan dengan wanita itu, sayang?"

"Itu... dia datang kerumah Kak, terus kami mengobrol ternyata sangat cocok, lalu menjadi akrab, ternyata Papa Siska adalah kolega Ayah. Lalu kami pergi bersama, rencananya sih aku sama ibu dan ayah memang mau jalan sebelumnya dan bla... bla... bla.... !"

Asyafa menceritakan apa yang terjadi kepada dia dan Siska serta adik Siska panjang lebar.

"Kalau begitu adik Siska sekarang masih harus dirawat?"

"Iya kak, butuh 2 sampai 3 hari damar harus dirawat dirumah sakit, agar lukanya cepat pulih. Kami berhutang nyawa sama Damar Kak."

"Alhamdullilah kamu, Ibu dan Ayah, selamat sayang."

"Alhamdullilah kak!. kakak jadi pulang kapan?"

"Mungkin kakak pulang secepatnya, kakak sudah sangat rindu ingin bertemu denganmu sayang?

"Aiish.. gombal."

"Serius kakak engga gombal... he... he.... "

"Engga gombal tapi bucin. ha... ha... "

"Biarin, tapi kamu sayang 'kan sama kakak? Ayo jawab!"

"Eeem... iya, aku sayang sama kakak."

"Aiish... malu-malu gitu jawabnya, bikin gemes pingin meluk jadinya. he... he.... "

"Kak... jangan meluk terus.. ! Belum halal, ha.. ha... "

"Ya sudah halalin dong.... ! Mau besok lusa, Kakak halalin? he... he... "

"Sabar kak, kalau sudah jodoh takan pergi kemana. Insya Allah kita pasti menikah."

"Iya sayang... Kakak akan sabar menunggu."

"Ya sudah Kak, kupingku terasa panas berlama-lama berbicara diponsel."

"Baiklah, nanti Kakak hubungi kamu lagi, sayang."

"Iya Kak, aku tunggu. Assalamu'alaikum... by Kak, jaga kesehatan, dan jangan lupa makan."

"Waalaikumsalam sayang... jaga kesehatan juga, dan selalu berhati-hati.

Tuut..... sambungan ponsel di matikan, namun Rayhan masih menatap layar ponselnya yang mulai meredup.

*******

Tok... tok... tok... ! Pintu diketuk

"Nak Rayhan ini Bulek Dewi, apakah Nak Rayhan sudah bangun?" Tanya Bulek Dewi.

"Sudah Bulek, hanya saja saya belum mandi." Jawab Rayhan, seraya membuka pintu kamarnya.

Jeglek...

"Kirain Bulek, kamu belum bangun. Nanti kalau sudah mandi kita sarapan bersama yah Nak Rayhan." Pinta Bulek Dewi.

"Baik Bulek, secepatnya saya menyusul." Ucap Rayhan, seraya bergegas ke kamar mandi, selepas menutup pintu kamarnya.

Rayhan merampungkan mandinya sekitar 20 menit, memakai baju santai, lalu menghampiri mereka yang sedang menunggunya untuk sarapan bersama.

"Waduh... calon pengantin yang ditunggu-tunggu sudah datang. Sepertinya wajahmu, sudah tidak bermuram durja lagi.... he... he..." Ledek Mama Jovanka.

"Aiish... Mom, Rayhan malu sama yang lain." Ucap Rayhan merengut, seraya mengambil piringnya, dan mulai memasukkan nasi, dan lauk ke atas piringnya.

"Nak Rayhan, ini sayur gudegnya dicobain, rasanya enak pasti kamu suka." Pinta Bulek Dewi.

"Baik Bulek, terima kasih saya coba yah." Ucap Rayhan, seraya menaruh gudeg itu ke atas piringnya, dan langsung mencobanya. Dia langsung menyukainya, lalu mengambil gudeg lebih banyak lagi, dan menaruh keatas piringnya. Rayhan sangat bersemangat menyantap sarapannya, seketika semua orang yang ada di meja makan, tergelak tawa melihat kelucuan Rayhan.

"Sayang pelan-pelan makannya, tidak akan kehabisan, masih banyak di dapur, he... he... he... " ledek Mama Jovanka melihat kelakuan Rayhan yang seperti anak kecil.

"Ini enak sekalih mom'!" ucap rayhan seraya tersenyum senang. "Bulek tadi bilang, ini sayur apa? saya lupa!" tanya rayhan.

"Sayur gudeg nak' rayhan..., sayur ini makanan ciri khas jogjakarta dan ada lagi makanan yang tidak kalah enak selain gudeg nak'." jawab bulek senang.

"Apa itu bulek?" Tanya rayhan.

"Bakpia patok yang hanya dibuat di jogjakarta. dan oseng mercon yang menggunakan bahan tetelan daging sapi." jelas bulek dewi. "ini nak' oseng merconnya." ucap bule seraya menaruhnya di piring rayhan.

"Ini enak bulek oseng merconnya! " puji rayhan setelah mencobanya.

"Ini tambah lagi kalau nak rayhan suka! ucap bulek dewi.

"Terima kasih bulek! " ucap rayhan seraya dianggukan oleh bulek dewi.

"Mom', nanti kita pulang bawa oleh - oleh bakpia patok, sama oseng mercon yah." pinta rayhan seraya melanjutkan sarapannya lagi. sementara papa beni hanya menggelengkan kepalanya pelan seraya tersenyum.

"Iya nak', nanti minta bulek antar jalan - jalan di kota ini sekalian beli oleh - oleh. kamu senang makanan disini yah'? biasamya kalau dirumah pagi - pagi sarapannya hanya roti gandum dan selai, kenapa kalau dijogja bisa sarapan nasi? tanya mama jovanka heran.

"Kalau di rumah kan' adanya roti sama selai, terbiasa sedari dulu tinggal di belanda, mama siapin itu untuk sarapan he... he.... he.... ! " jawab rayhan cuek. seketika semua orang ikut tertawa.

"Ayo di nikmati makanannya, bulek masak istimewa hari ini. senang kedatangan tamu yang selalu ditunggu - tunggu." celoteh bulek dewi.

Merekapun menikmati masakan buatan bulek dewi, yang di bantu oleh beberapa pelayan rumahnya. seperti gudeg, tongseng kambing, oseng mercon serta sate kambing juga ayam bakar.

******

"Nak damar... nak damar.... bangun nak! hari sudah siang. waktunya kamu mengisi perut untuk makan, apakah kamu belum merasa lapar?" tanya ibu nurlaila seraya menepuk - nepuk tangan damar.

Damarpun mulai membuka matanya perlahan dan mengerjap - ngejapkan matanya untuk bisa melihat siapa yang sudah membangunkan tidurnya. diapun sudah bisa mengenali siapa orang di depannya.

"Tante nurlaila... ! " panggil damar seraya menggeser posisi tidur menjadi posisi duduk.

"Iya nak' damar! sahut ibu nurlaila.

"Kapan saya di izinkan pulang? tanya damar.

"Kata dokter yang mengoperasi nak' damar semalam, kamu harus dirawat dua sampai tiga hari ke depan. agar lukanya cepat pulih. tante berharap kamu lekas sehat kembali." ucap ibu nurlaila lirih seraya menepuk - nepuk bahu damar. "Ibu sekeluarga berhutang nyawa kepadamu nak' damar. maaf atas apa yang menimpa nak' damar." ucap ibu nurlaila menyesal.

"Tidak tante, itu semua sudah takdir! jangan pernah menyalahkan apa yang sudah terjadi." ucap damar bijak.

"Terima kasih nak' damar atas pengorbanannya semalam.

"Sama - sama tante." ucap damar. Kalau boleh tahu semalam siapa yang membawa saya kerumah sakit tante?" tanya damar yang meneliti sekeliling ruangan kelas vvip itu hanya ada dia dan tante nurlaila.

"Suami tante nak' damar yang membawa ke rumah sakit ini, karena nak' damar kehilangan banyak darah, dan harus segera dilakukan tindakan operasi, maka nak' damar memerlukan tranfusi darah sesuai golongan darah nak damar yaitu golongan AB, karena stok darah kosong, maka asyafa mendonorkan darahnya untuk nak' damar. kebetulan golongan darahnyà sama." ucap ibu nurlaila panjang lebat.

" Haa... jadi nona asyafa, mendonorkan darahnya untuk saya tante?" tanya damar hampir mustahil tidak percaya.

"Iya nak' damar." ucap ihu nurlaila jujur.

"Sekarang om dan nona asyafa kemana tante? " tanya damar penasaran.

"Mereka pulang dahulu, untuk mandi dan berganti pakaian, setelah itu akan bergantian sama tante menjaga nak' damar. terang ibu burlaila.

"Ooh... jadi begitu tante." ucap damar mengerti.

Ayah bernad dan asyafa sudah kembali ke rumah sakit bersama supirnya pak dadang, mobil semalam sudah bisa dipakai kembali. mereka mulai melewati lorong rumah sakit, dan berhenti di ruang rawat vvip tempat damar dirawat. pintu di dorong pelan, "kreek... " bunyi pintu terdengar, sontak ibu dan damar menengok ke arah bunyi suara.

"Kalian sudah datang? Kemarilah Nak Damar sudah bangun barusan." Jelas Ibu Nurlaila yang diangguki Ayah Bernad dan Asyafa.

"Sayang.. berhubung ibu mau pulang dulu kerumah ingin mandi, dan berganti pakaian, kamu yang suapin Nak Damar sementara yah." Pinta Ibu, seraya menyodorkan piring makan untuk Damar.

Asyafa hanya diam membisu, bingung tidak bisa menolak, mengingat apa yang Damar lakukan semalam, bukan perkara ringan.

"Uuemm..... loe mau makan sendiri atau di suapin? " Tanya Asyafa dingin.

"Terserah kamu Nona, saya ikut saja." Ucap Damar acuh.

"Ya sudah ini makan sendiri. " Omel Asyafa, seraya menaruh piring nasi di atas paha Damar.

"Sayang jangan gitu Nak, kasihan Damar masih sakit." Ucap Ayah Bernad.

"Tapi Ayah, yang sakit perutnya bukan tangannya." Bantah Asyafa.

"Kamu tidak lihat Nak, tangan Damar masih di gips itu, patah karena ulah preman semalam." Jelas Ayah Bernad.

"Baiklah Ayah!" Ucapnya lirih.

"Sini.. gue suapin! Buka mulut loe... aa.... "

Damar tersenyum, seraya menerima suapan Asyafa.

Happy Reading

--BERSAMBUNG--

1
Meiriyana
Luar biasa
Kenzi Kenzi
cinta masa kecil rayhan di londo,neng oh eneng
MFay
calon mantu idaman itu neng, makanya si camer lngsng akrab 😁
MFay
wajar pak dos, dari mata turun kehati atau dari hati naik kemata tu jadi baper deh pk dosen 😁🤣
MFay
kejar terus pak dosen, sampai halal pokoknya
MFay
Ciee... yang sabar ya pak dosen justru yg macam asyafa ni yg bikin penasaran 😁
Nirma Irma
lumayan bagus ceritax
Elisabeth Ratna Susanti
maaf baru sempat mampir di sini 🙏
deleted
hai kak.. aq mampir nih.. karya nya bagus bgt ..
mampir juga ya di cerita GELOMBANG SEGITIGA
menceritakan sebuah perjodohan yang tidak sesuai dengan harapan..
terimakasih
Ra Minat
nga lanjut.terpaksa menikah
Naylatul Maufiroh
seru
Echa Alfahrezy
MP Asyafa-Reyhan😍
Tn Satria
mantap
Tn Satria
kk cantik
Tutik Julianti
happy ending...akhir yg sangat bahagia...
Tutik Julianti
aduh damar amnesia...kasian Alya😔😔
Tutik Julianti
jujur saja Alya... kalau kau jg sudah mulai suka sama damar🤭🤭
Tutik Julianti
Alya udah mulai ada rasa sama damar kayaknya 🤭
Tutik Julianti
kayaknya damar dah mulai suka sama Alya
Tutik Julianti
sembuh...biar bisa insyaf...si Charles nya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!