"Ada banyak cara mencintai"
Helena berjuang untuk mendapat hati Edgar, tetangganya. Mencuri perhatian saat pria itu menjadi dosen tamu di kampus, bertingkah lucu saat weekend, atau mencoba melakukan segala cara agar bisa berbicara dengan pria itu.
Apakah Edgar akan luluh?,
Tapi, kenyataan pahit harus diterima Helena. Saat mengetahui bahwa Edgar adalah mantan ibunya.
Bagaimanakah Helena menata Hati saat merelakan Edgar menikahi ibunya.
Helena memilih kuliah di luar negeri, sampai suatu saat kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet and dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Di Rumah sakit
Dila sudah bernegosiasi dengan ibunya. Tapi melihat raut sedih saat tak sengaja Dila mengatakan kekhawatiran dengan ayahnya akan bertemu wanita lain, Dila memutuskan untuk pulang. Merelakan berpisah lagi dengan ponakan-ponakannya, Naykilla dan Debay Tirta.
Ayah, Naykila dan kakaknya baru saja tiba dari membeli makan siang. Mereka makan siang bersama, sedangkan makan siang Kakak iparnya sudah disediakan rumah sakit.
"Kak, aku bakal pulang ikut ayah" Ucap Dila untuk pamit Dila, dia berusaha tegar mengatakannya tapi raut sedihnya tak bisa ia tutupi.
"Nay... peluk aunty mau? " Dila menirukan suara anak kecil dan berjongkok agar sejajar dengan Naykilla.
Naykila memeluk Naykila, Naykila berusaha menjauh dan menangis. Dila ketemu Naykila hanya saat hari raya. usianya masih dua tahun. Ya kali dia mau dipeluk-peluk sama. orang asing.
Nanti jadi kayak, tante-tante culik aku dong.,
"Hufft Naykila, .. tante culik yaaa hh" canda Dila sambil mengejar Naykila.
Gadis kecil itu menangis menuju papanya.
"Dil, suka banget gangguin Nay" ucap ibunya
"Punya sendiri dil, biar ada di momongin tiap hari" Goda kakak iparnya yang sudah bangun
"Manaa ada yang mau sama Dila kak" jawab Dila tersenyum malu.
"statusnya itu udh ketebak dek, .. jangan di terror anak orang. Kasian" balas kakaknya mendengar ucapan Dila
"Kakak sama kakak Ipar kenapa gak pindah ke Rumah kita yang di Jakarta. Kan enak bisa main sama unyil-unyil ini tiap hari" tanya Dila
"Liat nanti dulu dek, kakak juga pengennya gitu" jawab kakaknnya menoleh pada kakak iparnya.
Ya, ibunya telah mengajak mereka untuk tinggal di Jakarta. Ya kakak ipar seperti nya masih mempertbangkan hal itu sebelumnya karena ada ibunya yang kurang sehat.
Kini, ibunya sudah tertakdirkan meninggal.
"nanti lagi ajak bahasnya, kalian berdua siap-siap" perintah ibunya pada Dila dan Ayah
"Maaf ya sayang, aku harus pulang soalnya kampus gak bisa ditinggalin" terang ayahnya Dila
"Gak papa mas, namanya juga kerjaan" dibalik kata nya yang penuh pengertian.
Ibu Dila sebetulnya menaruh curiga pada ayahnya Dila.
akhirnya Dila dan Ayahnya pulang ke kotanya.
Flash back off
Di kamar Helena
"Kamu nyampe kesini jam berapa, kemarin? " tanya Helena
"jam 17.30 an keky" jawab Dila
"Btw nanti malam aku nginep sini ya.. " Pinta Dila.
"Bolehhhh dong" jawab Helena.
"Gimana kabar kakak ipar kamu? " lanjut Helena.
"She is wonder Woman" jawab Dila kagum, Helena mendengarkan dengan saksama.
"Dia berhasil ngelahirin debay normal, kereen banget. Aku pengen nikah jadinya hmm, biar bisa nyubit pipi unyil-uyil kuhh" Jelas Dila
"Iya.. penuh perjuangan sih, ngurusin anak, bangun tengah malem, ngasih ASI, tidur gak nyenyak.. ya Tuhan pengen dapet suami siaga" tanggapan Helena seolah-olah telah mengalami yang namanya punya anak
"Helena, dengerin kamu ngomong kayak gini tuch, bikin aku mikir keky.. kamu bakal segera nikah wkwk" Canda Dila menggoda Helena
"Yeee, yang ada kamu tuh bakal duluan, orang kak Dion di pepet terus" jawab Helena balik menggoda Dila.
"Kak Dion kuajak jalan nolak terus, sibuk organisasi lah, ngeskripsi lah.. capek aku. Rasanya mau nyerah aja" Curhat Dila.
Helena sambil melirik ke Layar ponselnya, barangkali Uncle Edgarnya ada chat. Sebab dia sudah menghubungi pria dewasa itu beberapa kali.
"Ngecek ponsel terus dari tadi?.. Nungguin panggilan dari aunty Sandra? " tanya Dila, notice pada Helena yang beberapa kali mengecek ponselnya.
"Iya... , Mama belum ngasih kabar hari ini" Helena menjawab dengan setengah kebenaran. Sebetulnya dia juga menantikan kabar dari mamanya, tapi yaang lebih ia nantikan adalah pesan dari pria dewasa itu, alias Uncle Edgar.
"Ditunggu aja, paling bentar lagi ada notif dari aunty" Ucap Dila berusaha menenangkan Helena, gadis itu terlihat gmuncul.
Lalu,Notif pesan dari Uncle Edgar muncul.
"Cie senyum-senyum kayak abis di chat crush Uncle Edgad... " Canda Dila, Dila taunya itu notif pesan dari mamanya Helena.
"Masa dari Uncle Edgar.. gak mungkin lah.. " jawab Helena berusaha menetralkan wajahnya.
Helena mengetik beberapa kalimat, lalu pesan terkirim ke Edgar sudah Cantang biru.
"Uncle .. please mauuu" Racau Helena dalam pikir nya.
"Btw siang ini, maen yuk. Nonton, ke gramed, trus cari yang lucu-lucu, apa kek gitu" ajak Dila
Ajakan Dila membuat Helena bingung, sedang dia siang ini mengajak Edgar untuk belanja bersama.
Di Kamar Edgar
Notifikasi pesan dari Helena,
"Uncle mau gak nemenin Helena belanja bulanan. Beras berat, Helena gak kuat bawanya." Ajak Helena dengan dalih gak kuat angkat beras
Edgar tak langsung membalas,
"Jam berapa? " tanya Edgar.
"siang Uncle" Jawab Helena.
"Boleh, saya juga sekalian beli beberapa barang" Balas Edgar
*
*
Helena tersenyum mendapat balasan, setelah overthingking dengan kemungkinan pria itu akan menolak ajakannya.
"Helena... Helena" Panggil Dila, mengusik kegembiraan karena akan pergi berbelanja dengan Edgar
"Ya ada. apa, maaf aku fokus baca pesan" jawab Helena
"aku mau ditemenin ke mall, hari ini... yuk" ajak Dila
"Gimana kalo kita main ke mall nya sore aja, kan enak tuh kita bisa sampe malem" jawab Helena, karena sudah ada janji dengan Edgar
"kalau gitu aku disini aja sampe sore" jawab Dila meminjam salah satu novel Helena
Mebuat Helena bingung harus bagaimana, dia tak ingin Dila tahu rencananya. Jujur dia masih malu mengakui kelakuannya pada Dila. Tahu sendiri kalau Dila tahu, beh habislah Helena di becandain Dila.
"Aku siang bakal ketemu sama club penulis" ucap Helena berbohong.
"Gitu ya... hm. kalau ada ganteng kenalin yaah" pinta Dila
"yeeee.. gak ada yaa, terkahir aku kenalin kakak senior di club ku malah kamu tolak. Dil.. udah ya" jelas Helena
Ya, Dila pernah meminta nomor Senior, di club itu. Tapi saat si senior ngajak serius. Dila malah ngilang. Kasian si senior.
*
*
Siang, pukul 10.30. Helena ke rumah Edgar. Memakai celana jeans dan baju tanktop, disertai kardigan lengan panjang oversize. Rambutnya dicepol. Dia membawa Handphone dan tas rajut kecil untuk dompet.
"ting tung" Bel rumah Edgar, berbunyi. Helena sabar menunggu diluar. Sesekali dia juga agak was-was jika Dila memergokinya.
"Bukannya, siang? " tanya. Edgar. mengerutkan keningnya.
"Ini udah siang Uncle, matahari udah ada.. lumayan tinggi" jawab Helena tersenyum ke arah Edgar
"Masuk, saya siap-siap dulu" ucap Edgar. Lalu Helena berlari kecil menuju. Shofa.
"Uncle itu habis ngeloundry, pakaiannya sedikit basah? " tebak Helena
"Iya" jawab Edgar singkat, masih kaku dan dingin sesuai setel awalnya.
Mata. Edgar melihat kearah leher Helena yang terlihat.., saat Helena menoleh kearahnya Edgar langsung sadar
"Saya keatas" ucap Edgar, Edgar mengganti pakaian, semetara Helena menunggu di ruang tamu sambil scroll-scroll social media.