Diana, seorang gadis bisa yang di anggap seorang Wanita malam oleh seorang pria. Gadis yang bahkan belum lama ini ia kenal. Pria bernama Andra Atmaja Wiguna berfikir jika Diana adalah wanita malam yang bahkan tidak memikirkan perasaan orang tuanya.
Tetapi saat Andra tau yang sebenarnya, pria itu malah menyatakan perasaannya dan melamar Diana untuk menjadi istrinya.
Apa yang akan terjadi?
Apakah Seorang CEO dari perusahaan terkenal bisa setia dan mencintai Diana sepenuh hati. Atau ada sesuatu yang membuatnya ingin menikahi Diana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kepanikan Rafa
pagi ini Rafa terbangun dengan kondisi Mata yang masih terasa berat. Tapi meskipun begitu Rafa tetap harus bangun. ia harus pergi ke perusahaan Untuk mengecek beberapa pekerjaan yang ia tinggalkan beberapa hari ini. dengan rasa malas yang merasuki jiwa, Rafa pergi ke kemar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Hari ini Rafa tidak membawa mobilnya sendiri, melainkan menyuruh Divo untuk menjemputnya.
Tanpa sepengetahuan Rafa. Divo sudah sampai di kediaman Wiguna sejak tadi. Anak itu selalu menumpang sarapan jika sudah menjemput Rafa.
Rafa keluar dari kamarnya satu jam setelahnya. Saat ingin menuruni anak tangga Rafa terdiam sejenak. Matanya menatap pintu Kamar Kanaya yang di dalamnya ada Diana. Rafa menghela nafas panjang lalu turun ke bawah tanpa mengatakan apapun.
Di bawah Rafa dan Divo sarapan terlebih dulu sebelum pergi. Setelah Selesai sarapan mereka langsung berangkat ke perusahaan.
Tiga puluh menit kemudian Mobil yang di kendarai Divi tiba di lobi. Mereka melihat lobi sudah terlihat sepi dari para karyawan. Entah mereka yang kesiangan atau karyawan mereka yang terlalu rajin.
Rafa dan Divo masuk ke dalam perusahaan, naik ke lantai atas menggugat lif khusus. setelah sampai di ruangan mereka. Rafa dan Divo langsung melakukan pekerjaan mereka.
RUMAH KEDIAMAN WIGUNA
Kanaya meregangkan otot otot nya yang terasa kaku setelah bangun tidur. Gadis itu menoleh ke arah sahabatnya yang masih tertidur pulas.Senyum Kan ya terbit saat melihat sahabatnya bisa tidur dengan nyenyak meski setelah insiden semalam.
Tanpa menatap curiga Kanaya pergi meninggalkan Diana di kamarnya sendiri. kanaya tidak mau mengganggu Diana mengingat pastilah Diana sangat lelah setelah kejadian semalam.
Pagi itu setelah membersihkan badan dan bersiap, Kanaya pergi ke kampus mengendarai mobil milik nya. ia berpamitan kepada mama nya sekaligus memberi tau bahwa Diana masih tidur.
"Mah. Kanaya berangkat ya. Diana masih tidur di kamar Kanaya." Ucap Kanaya
"Biarkan saja. mungkin Diana lelah. Kamu Hati hati di jalan. Mama juga mau pergi keluar sebentar." ucap Sandra.
"Emm, Kanaya pergi ya Ma. Mama hati-hati juga, jangan kecapean ya Mah. bay.. " pamit Kanaya
Setelah Kanaya pergi. Sandra bergegas mengambil tasnya yang ada di kamar. Wanita paruh Baya itu mencari Bik Asih sebelum dia pergi.
"Bik asihhh. " panggil Sandra
"Iya nyonya ada apa? " Tanya Asih
"Tolong ya bik kalau Diana sudah bangun siapkan makanan untuknya. Kalau dia Tanya bilang saya pergi ke rumah sakit jenguk teman. Dan kalau ada yang cari saya, bilang saya gak ada. " ucap Sandra.
"Baik Bu. "
Setelah memberi pesan, Sandra segera pergi dengan supir pribadi. Entah kenapa Hari ini semua orang sangat sibuk.
Perusahaan Wiguna
pagi hari berlalu di gantikan siang. Rafa yang sedang duduk di kursinya melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya. terlihat jam sudah menunjukkan pukul 11.30.
"Masih ada waktu setengah jam lagi sebelum jam makan siang. " ucap Rafa
setelah mengatakan itu pintu ruangannya di ketuk seseorang. Rafa langsung mempersilahkan orang itu masuk ke dalam
"Masuk".ucap Rafa
"Raf, lo mau makan siang bareng gak?"Tanya Divo saat pria itu sudah masuk ke dalam
"Gue mungkin makan di rumah. " jawab Rafa
"Tumben banget lo mau makan di rumah. kenapa nih? " Tanya Divo penasaran
"Biasa aja. Tapi entah kenapa perasaan gue gak enak. " jawab Rafa
"Lo kecapean mungkin. istirahat aja dulu." ucap Divo. " gue keluar bentar ya, ada urusan penting. " lanjut Divo
"Terserah lo aja. lagian kerjaan juga udah beres gue juga mau pulang lebih awal. " ucap Rafa
"Yaudah ayok bareng. " anak Divo.
Rafa membereskan berkas-berkas yang ada diatas meja sebelum pergi. Setelah semua beres barulah Rafa meninggalkan perusahaan.
Karene pagi tadi Divo yang menjemput,jadi Divo juga yang mengantar Rafa pulang.
Sampai di rumah Rafa segera masuk ke dalam. sesampainya di dalam Rafa tidak menemukan siapa pun. Lalu Rafa menuju ke arah dapur. Terlihat Bik asih yang sedang mencuci sayur yang akan di masak untuk makan siang.
"bik, kemana semua orang?" Tanya Rafa
"Ehh den Rafa. Tumben pulang." ucap Bikin asih. " Non Kanaya sudah berangkat ke kampus pagi tadi den. sedangkan nyonya ada urusan di luar. "jawab Bikin Asih
"Lalu Diana kemana bik?"Tanya Rafa
" Astaga, bibik lupa Den. tadi pagi nyonya berpesan jika Non Diana bangun saya di suruh menyiapkan makanan. tapi sejak pagi non Diana belum bangun juga Den. " ucap Bikin Asih.
"Kok bisa bik. bibik gak coba bangunin? " Tanya Rafa.
"Aduh den, bibik lupa. " ucap Bik Asih panik.
Rafa merasa ada yang tidak beres. tanpa bertanya lagi Rafa segera menuju ke kamar adik nya. karna semalam Diana tidur di kamar itu.
Rafa membuka pintu kamar Kanaya dengan cepat. Saat pintu itu terbuka Rafa melihat istri nya masih dalam posisi tertidur. Perlahan Rafa mendekati Diana dan duduk di sebelahnya .
Saat melihat wajah Diana,Rafa sangat terkejut karena wajah istrinya sangat pucat. Rafa menempelkan telapak tangannya untuk mengecek suhu tubuhnya, Dan ternyata panasnya sangat tinggi. Rafa mulai panik, ia mencoba membangun kan Diana.
"Di, bangun." ucap Rafa tapi tak ada respon dari Diana.
Rafa Segera menggendong tubuh Diana berlari keluar rumah dengan perasaan khawatir. Setelah meletakkan Diana di kursi belakan Rafa langsung membawa Diana menuju ke rumah sakit terdekat. Sesampainya disana Rafa menggendong Diana lalu berteriak memanggil suster untuk membantunya membawa tubuh istrinya yang sudah sangat lemah.
"Tolong istri saya sus. " ucap Rafa penuh rasa khawatir.
"Tenang ya pak, kami akan memeriksa istri bapak dulu. Anda bisa melakukan pendaftaran selagi kami melakukan tindakan. " ucap Suster yang menangani Diana.
Rafa mengangguk, pria ia malakukan instruksi suster dengan sangat cepat. wajah Rafa terlihat jelas kekhawatiran di sana.Di saat seperti ini Rafa tidak lupa menghubungi Sandra agar datang ke rumah sakit.
15 menit berlalu,dokter yang menangani Diana belum juga keluar. Rafa sangat amat khawatir, sampai Sandra datang tidak lama setelah Rafa menghubungi nya
"Bagaimana ke adaan Diana Rafa? kenapa bisa seperti ini?"Tanya Sandra dengan wajah panik
Rafa menggeleng lemah. " Rafa tidak tahu Ma. saat Rafa pulang, Diana sudah seperti ini. " jawab Rafa.
Tak lama kemudian seorang dokter keluar. Rafa dengan cepat menanyakan kondisi Diana.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Rafa
"Demam istri anda sangat tinggi Pak. Tubuh nya sangat lemah Dan sepertinya beliau kekurangan cairan. terlambat sedikit saja mungkin nyawanya tidak tertolong." jawab Dokter
Rafa terdiam mendengar penjelasan dokter itu.
"Lalu bagaimana keadaan menantu saya sekarang dok?" Tanya Sandra
"Kita masih belum bisa memastikan apapun Bu. tunggu sampai Menantu ibu sadar dulu Dan demamnya turun, baru kita aman tindak lanjuti. " jawab Dokter
"Boleh Kami bisa melihat nya dok? " Tanya Rafa
"Kami akan memindahkan istri anda terlebih dulu,Setelah itu kalian bisa melihat nya. " jawab Dokter
Rafa duduk di kursi Yang ada di depan ruang UGD. Wajahnya tertunduk dalam. Ingatannya kembali saat dimana ia menyeret tubuh kecil Diana. Rafa sangat menyesal sudah melakukan itu. Rafa lupa jika posisinya saat ini untuk melindungi Diana. tapi apa yang dia lakukan, Rafa malah menyakiti gadis itu.
.
.
Lanjut thor