Ragas Pratama, Siswa Nakal dan sering bikin kegaduhan di sekolah, tiba-tiba bertemu dengan Jasmine yang membuatnya terpana dan hatinya terus bergetar saat melihatnya, tetapi Gadis Cantik dan lembut itu, Dia anak seorang Jendral.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
02
14.00 Jasmine terjebak kemacetan di jalan.
"Non, cari jalan pintas ya, kayaknya ini bakalan lama, " ucap Pak Supri sopir pribadi keluarga Jasmine.
"Iya pak, terserah bapak aja, " jawab Jasmine dengan santai, dan Pak Supri langsung mencari jalan pintas.
"Yah Non, ternyata sama aja, malah di depan ada balap Liar, " Gerutu Supri sambil berdengus kesal. "Bukannya seragam sekolah mereka sama seperti seragam Non Jasmine sekarang? " tanya Supri dan membuat Jasmine ikut melihat ke arah gerombolan anak anak remaja yang sedang balapan liar dan menganggu penguna jalan lain.
Hingga beberapa saat kemudian mata Jasmine dan Ragas saling bertemu kembali, mereka saling memandang dalam diam tanpa menyapa.
"Lapor ndan, di jalan pelangi ada balap Liar, mohon di kondisikan, " ucap Supri dalam pangilan telfonnya membuat Jasmine tercengang dan langsung menoleh ke arah Supri.
"Kenapa di laporin pak? " tanya Jasmine dengan muka paniknya.
"Mereka berbuat onar Non, menggangu penguna jalan lainnya, dan membahayakan orang lain, " jelas Supri dengan santai. "Non tenang saja, Non aman di sekolah situ, Non Jasmine jangan kawatir, " imbuhnya lagi saat melihat kegelisahan di wajah anak majikannya.
Hingga beberapa saat kemudian di tempat Regas dan teman-temannya adu balap motor situasinya menjadi ricuh.
"POLISI..... POLISI.....!!!! teriak seseorang saat mengetahui kehadiran mobil mobil polisi dalam jumlah yang banyak. Semua orang berlari berhamburan dengan di iringi bunyi bising para motor yang sudah di modifikasi oleh bengkel yang mensupport kegiatan mereka.
......................
PLAAAAAAKKKKKKK....!!!! BUUGGGGHHHHHHH....!!! BRAAAKKKKK....!!! hantaman kursi kayu ke tubuh Ragas dengan keras.
Ragas di buat babak belur di tangan Devan, kakaknya sendiri yang saat ini menjadi tulang punggung keluarga mengantikan posisi ayahnya yang sudah tiada.
"Devan, sudah Nak, Dia adikmu, " mohon Anggraini mama mereka dengan wajah paniknya.
"Ma, jangan belain dia terus, Aku capek melihat dia bikin ulah terus, berurusan dengan polisi terus, " teriak Devan dengan nafas yang terengah-engah. "Anak bajingan, Anak nggak guna dan nggak tau di untung, " Maki Devan membabi buta.
"Sudah, Sudah Devan, kamu tenang dulu, " ucap Anggraini sambil menenangkan Devan dan menariknya pergi untuk menenangkan diri.
Regas hanya tersenyum getir, semuanya terasa biasa bagi Ragas. Sejak dulu mamanya selalu membela dan peduli dengan perasaan kakaknya. Tanpa pernah tanya perasaan Ragas apakah dia sakit atau baik baik saja. Semenjak kematian sang Papa Ragas semakin asing dan seperti anak tiri di dalam keluarga nya sendiri. Mereka semua sibuk kerja dan tanpa memperdulikan keadaan Ragas sejak Ragas berusia 10 tahun. Makanya dia bertumbuh menjadi remaja yang nakal dan banyak bikin keonaran. Semata-mata hanya ingin di perhatikan oleh mamanya.
Ragas mencoba bangkit dengan tertatih, tubuhnya memar memar, bibirnya sobek bekas tinjuan sang kakak, kakinya pincang terkena hantaman kursi kayu.
"Ragas, " pangil Anggraini yang membuat Ragas berhenti dan menoleh ke arah mamanya. "Mama harap ini yang terakhir kamu bikin ulah, tolong jangan begini, lihatlah kita Ragas, kita berjuang agar hidupmu layak, tapi kamu malah seperti preman pasar, lihat kakakmu, dia mengorbankan masa mudanya untuk meneruskan bisnis papa, tapi apa balasan kamu, seperti ini Ragas, kenapa yang ketembak bukan kamu aja dulu, malah Papa, Mama lebih iklas kalau kamu yang ketembak, jika Mama tau kamu bakalan besar jadi berandalan gini. " ucap Anggraini dengan wajah kesalnya.
"Iya Ma, " jawab Ragas dengan senyum getirnya, lalu membalikkan badannya dan melangkah kan kaki menuju kamarnya dengan kesakitan.
...****************...
𝗪𝗔𝗝𝗜𝗕....!!! 𝗞𝗢𝗠𝗘𝗡, 𝗟𝗜𝗞𝗘 𝗗𝗔𝗡 𝗩𝗢𝗧𝗘...!!!