Penyakit eating disorder membuat Jackson tidak bisa mencicipi rasa makanan selama 20 tahun. Masakan Rossy, koki pribadi baru berhasil membuat pria itu memakannya dan secara perlahan mencoba mengatasi trauma masa lalu.
Terkuak misteri Rossy adalah ibu kandung dari bayi tabung IVF yang dibeli oleh Jackson lima tahun yang lalu. Berhasilkah Jackson mengatasi trauma masa lalu yang merupakan pemicu penyakitnya serta bersatu dengan Rossy dan putra kembarnya Chandra&Kelvin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LYTIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29. Tawaran Rossy untuk Felix
***Hotel S***
Rossy tidak menyangka dirinya akan jatuh dalam pelukan Jackson.
Wanita muda itu merasakan fatamorgana terhadap dada Jackson karena sudah beberapa kali secara tidak sengaja dirinya bersentuhan dengan dada Jackson.
"Apakah dadanya ada magnet sehingga aku selalu jatuh ke sana?" kata hati Rossy.
Jackson dan Rossy saling bertatapan. Mereka berdua tidak menyadari masih dalam keadaan saling berpelukan.
Felix yang penasaran dengan pemandangan di depannya tidak bisa menahan diri untuk berbicara.
"Kamu kenal wanita cantik ini?" tanya Felix ke Jackson.
"Dia wanita bar-bar. Bukan wanita cantik. Jangan tertipu dengan penampilannya sekarang," ucap Jackson sambil melepaskan pegangan tangannya dari pinggang Rossy.
Rossy merapikan ujung gaunnya yang keinjak sepatu high heelsnya. Kemudian menatap ke arah Felix sambil melemparkan senyuman manis, sebagai balasan atas pujian Felix yang menyebutnya cantik.
Rossy tidak memperdulikan perkataan Jackson yang ketus.
Sebagai koki pribadi Jackson, Rossy sudah terbiasa dengan sikap Jackson yang cuek dan kadang bisa mengucapkan perkataan yang ketus.
Rossy tahu Jackson adalah orang yang suka berterus terang dan tidak akan pernah bisa mengucapkan kata-kata pujian seperti Felix.
"Beberapa waktu yang lalu, ada sedikit kesalahpahaman antara aku dengannya di airport."
Rossy mencoba menjelaskan ke Felix bagaimana asal mula Jackson memberinya julukan wanita bar-bar.
Rossy tidak mau karena julukan itu, Felix menjadi takut kepadanya dan menjauhinya.
Jackson hanya terdiam sambil melihat Rossy menceritakan kejadian di airport ke Felix.
"Sikapnya berbeda jauh dengan di airport. Sepertinya wanita ini tertarik dengan Felix dan ingin menjaga imagenya di depan Felix," kata hati Jackson.
Felix tersenyum kecil setelah mendengar cerita Rossy tentang kejadian di airport.
"Jackson Wijaya, CEO dari perusahaan WIjaya sudah terkenal mempunyai sifat angkuh. Nona tidak perlu memperdulikannya," kata Felix dengan ramah.
"Aku juga bersalah pada saat itu. Aku akan meminta maaf sekali lagi kepada Pak Jackson," kata Rossy sambil membungkukkan badannya sembilan puluh derajat ke arah Jackson.
Rossy ingin masalah kesalahpahamannya dengan Jackson segera berakhir dan melakukan permintaan maaf dengan cara membungkukkan badan sembilan puluh derajat sesuai permintaan Jackson sewaktu di airport.
Rossy tidak ingin Jackson menghalanginya mendekati Felix.
"Ya!"
Jackson menerima permintaan maaf dari Rossy dengan jawaban yang singkat. Karena Rossy berinisiatif meminta maaf kepadanya, rasa kekesalan Jackson terhadap Rossy pun hilang seketika.
Felix melihat penampilan Rossy dengan gaun pinknya.
"Apakah nona juga ingin menghadiri pesta wine di ballroom?" tanya Felix.
"Iya," jawab Rossy.
"Aku Felix, teman baik Jackson. Kita ke Hotel S untuk menghadiri pesta wine. Jika berkenan, nona bisa bergabung dengan kita," ajak Felix.
"Dengan senang hati aku akan bergabung dengan kalian," kata Rossy sambil tersenyum ke arah Felix.
Jackson yang melihat senyuman Rossy, seolah-olah bayangan Rossy si koki pribadinya yang jelek sedang tersenyum kepadanya.
"Crazy! Kenapa aku bisa memikirkannya?" kata hati Jackson.
"Aku harus memanggil nona dengan sebutan apa?" tanya Felix.
"Panggil saja Ros... Rose. Namaku Rose yang berarti bunga mawar," kata Rossy dengan gugup.
Hampir saja Rossy keceplosan mengucapkan nama sebenarnya.
"Senang berkenalan denganmu Rose," kata Felix.
Rossy dan Felix berjalan beriringan menuju ballroom . Sedangkan Jackson mengikuti mereka dari belakang.
***
Mereka semua tidak menyadari Chandra yang sedang duduk di pojok tempat bermain anak di Healing Hands Hospital melihat semua kejadian di Hotel S di handphonenya melalui cctv yang dihackernya.
Chandra sudah mendapatkan semua informasi tentang Joko, si pengusaha tua dan gendut yang ingin melecehkan Rossy di ballroom dan sudah menyusun rencana untuk membantu Rossy membalas dendam terhadap Joko, Si om gendut yang mesum.
"Mommy sedang berusaha mendekati Om Felix karena mengira Om Felix adalah daddy. Mommy pasti ingin mendapatkan darah tali pusat untuk mengobati Kelvin. Aku harus menggagalkan usaha mommy mendekati Om Felix hari ini," kata hati Chandra.
Chandra sudah mendapatkan informasi yang bisa membuktikan Felix bukanlah Mister W.
Chandra mengirimkan bukti itu kepada Sebastian, kakak senior Michelle yang dulu magang di rumah sakit bersalin tempat Rossy melahirkan.
Sebastian lah yang memberitahukan Michelle tentang program bayi tabung IVF yang dilakukan oleh Mister W lima tahun yang lalu.
Sebastian juga lah yang memberitahukan Michelle tentang seseorang dari Healing Hands Hospital yang menghubungi rumah sakit bersalin untuk program bayi tabung IVF sehingga Michelle dan Rossy bisa mencurigai Felix sebagai Mister W.
Chandra yakin Sebastian pasti akan menghubungi Michelle setelah melihat bukti yang dikirimkan olehnya.
Sekarang Chandra hanya perlu memikirkan cara untuk menjauhkan Rossy dari Felix supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
***Ballroom Hotel S***
Beberapa orang di dalam ballroom mengenali Rossy sebagai wanita yang menyiram pengusaha Joko dengan segelas anggur merah. Akan tetapi, tidak ada satupun yang berani memberi info keberadaan Rossy kepada Joko karena wanita muda itu berjalan masuk ke dalam ballroom bersama Felix dan Jackson.
Mereka tidak berani menyinggung kedua pria itu terutama Jackson yang terkenal dengan sifatnya yang arogan dan dingin.
Banyak orang yang merasa iri dengan Felix yang berhasil menjadi teman baik Jackson sehingga mereka menyebarkan gosip tentang hubungan spesial antara Jackson dan Felix.
Mereka hanya bisa menatap Rossy dengan pandangan aneh dan rasa keingin tahuan yang kuat akan bagaimana Rossy bisa bersama dengan Jackson dan Felix.
Rossy dan Felix duduk berdampingan dan mengobrol dengan akrab. Sedangkan Jackson duduk di seberang mereka sambil mengecek email dari kantor cabang melalui ipadnya.
Rossy merasa lega melihat Jackson tidak menghalanginya mendekati Felix sehingga wanita muda itu mencoba merayu Felix.
"Felix! Aku merasa sangat cocok denganmu. Maukah kamu berpacaran denganku?" tanya Rossy.
Felix terkejut dengan pertanyaan Rossy. Felix tidak menyangka Rossy akan mengungkapkan perasaannya secara terus terang.
Padahal mereka baru saja berkenalan. Lagipula di lubuk hati Felix sudah terukir nama Michelle.
"Maaf Rose! Aku menyukai seseorang sehingga tidak bisa menerimamu menjadi pacarku,' jawab Felix dengan jujur.
Rossy menjadi kecewa setelah mendengar jawaban dari Felix. Akan tetapi, Rossy tidak putus asa dan berinisiatif mengajukan penawaran ke Felix demi mendapatkan darah tali pusat untuk Kelvin, putra yang dicintainya.
"Kita bisa menjalin hubungan tanpa ikatan. Kita bisa memulainya di dalam kamar hotel malam ini," kata Rossy sambil menahan rasa malu.
Rossy tidak menyangka dirinya akan mengatakan perkataan yang merendahkan dirinya sendiri kepada Felix.
Hal terpenting bagi Rossy adalah Kelvin sehingga bersedia mengorbankan harga dirinya.
Felix menggeser kursinya mundur ke belakang menjauhi Rossy secara spontan.
Wajah Felix bersemu merah karena ini pertama kalinya seorang wanita menawarkan diri untuk berhubungan dengannya.
Selama ini Felix tidak pernah berpacaran dan berhubungan mesra dengan wanita manapun, sama seperti Jackson.
"Maaf Rose! Aku tidak bisa," tolak Felix.
Rossy masih berniat membujuk Felix untuk menerima penawarannya. Di saat Rossy sedang berpikir bagaimana caranya untuk membuat Felix menyetujui permintaannya, handphone di dalam tas tangannya bergetar sehingga Rossy membuka resleting tas tangannya.
Sewaktu berada di dalam taxi online menuju Hotel S, Rossy sudah mengubah setelan panggilan di handphonenya ke mode bergetar terlebih dahulu .
Rossy mengintip sekilas panggilan yang muncul di handphone dan tidak berani mengeluarkan handphonenya karena takut Jackson mengenali handphone miliknya dan akan membuat identitasnya terbongkar.
Handphonenya masih bergetar dan nama panggilan yang muncul adalah "Vin Vin".
***
Selamat siang para pembaca setia Novel Anak Genius : CEO & His Private Chef.
Penasaran kan kenapa Chandra Wijaya menelepon Rossy? Jangan lupa untuk membaca kelanjutan ceritanya besok ya. Dengan bakatnya sebagai hacker, Chandra berhasil membalas dendam terhadap Om Joko yang gendut dan mesum. Bahkan Jackson dan Felix yang sudah bertemu dengan wajah asli Rossy pun tidak berhasil melacak identitas Rossy karena campur tangan Chandra.
Semuanya ada di cerita selanjutnya. Don't miss it
Thank You
Salam sayang dari Author LYTIE dan Si Kembar Chandra Wijaya + Kelvin Hartono