"Dari kepahitan menjadi kebahagiaan. Hidup memang begitu, kalau bahagia terus bukan kehidupan namanya."
.
.
Anastasya di diagnosis sebagai pasien dengan gangguan mental . Dia dirawat di salah satu Rumah Sakit Jiwa yang ada di kota celebes saat ini, dan beberapa bulan kemudian saat Anastasya di nyatakan sembuh oleh dokter, tiba-tiba semuanya berubah saat dia melihat seorang pasien baru masuk ke rumah sakit jiwa tersebut yang merupakan seorang Perwira berpangkat Letda yang bernama Alex.
Seorang pria berbadan tegap dan sangat tampan, sayangnya dia memiliki gangguan mental yang hampir sama dengan yang di alami Anastasya.
Setelah dinyatakan sembuh, Anastasya memutuskan untuk tetap tinggal dan ingin membantu Alex agar dia kembali normal dan selama dirawat mereka menjalin persahabatan yang begitu baik. Namun, diam-diam Anastasya menaruh perasaan lebih dari sekedar persahabatan itu.
Saat Alex dinyatakan sembuh karena drama perang yang terjadi di rumah sakit, akankah Alex mengingat Anastasya? Akankah Alex membalas perasaan Anastasya saat ia tahu kalau Anastasya menyukainya?
Ikuti kisahnya..
Note : Semua cerita, karakter dan pemeran dalam novel ini hanya berupa fiktif. Maaf jika ada kesan dalam cerita ini nampak memasukkan sesuatu yang menghina dan menyinggung 🙏
Saya menceritakan cerita ini dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ig : nurulnull14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 32
Anastasya tergesa-gesa membuka pintu aprtemennya dan masuk ke dalam, mengunci pintu dibelakangnya.
Yang dia rasakan hanyalah kekosongan. Dia tidak merasa baik sama sekali. Seolah semua yang terjadi sebelumnya hanya mimpi dan sekarang itu kenyataan. Sendirian, putus asa dan mungkin saja akan menganggur lagi.
Tentunya mereka tidak akan membiarkannya bekerja di rumah mereka lagi setelah mendengar kalau dia jatuh cinta pada alex. Dia tahu itu, dia tahu kalau seharusnya dia menjauh darinya, tapi tidak. Alex tetap menerobos apartemennya dan malah tetap ingin Anatasya terlibat dalam hidupnya.
Memang benar kalau dia sangat peduli pada Alex dan dia sudah banyak membantunya, tapi bukan berarti dia harus memiliki hak untuk jatuh cinta pada Alex. Mereka hidup di dunia yang berbeda.
Saat itu sudah larut malam sekali, Anastasya duduk sendirian di balkon. Dia bisa melihat beberapa anak bermain sepak bola di jalanan, beberapa orang dewasa bermain kartu dan orang-orang berjalan disekitar, kembali dari kantor.
Makanannya ada di pangkuannya dan sudah menjadi dingin, sementara dia hanya menatap semua orang dari atas balkon.
“Makan, anastasya..” bisiknya pada dirinya sendiri, “kau akan sakit jika tidak makan.”
Dia melihat makanannya dan menghela nafas. Dia kemudian menutupnya dan meletakkan mangkuk di tepi balkon.
“Makanlah itu!”
Anastasya menutup matanya. Dia tahu suara itu.
“Makanlah, kataku!” Perintah suara itu.
Dia menoleh ke arah kanan dan melihat Alex, matanya berkaca-kaca.
Segera Anastasya berdiri dan berjalan ke arahnya. Alex membuka tangan dan menariknya kepelukannya yang disambutnya. Dia membutuhkan ini, dia membutuhkannya. Dia membutuhkan kehangatanya sekarang.
“Alex..,” bisiknya, “kau benar-benar disini, kan? Apa Ini bukan halusinasiku?"
“Ya.. aku disini..” Alex tertawa dan meletakkan ciuman diatas kepalanya, “aku disini, aku janji!”
Dia tahu, Alex disini. Dia merasakan lengannya yang kuat mendekapnya dengan erat.
“Apa yang terjadi di antara kita, Alex?” dia bertanya sambil menutup matanya.
“Aku jatuh cinta padamu dan aku tidak peduli tentang hal lain, kau juga mencintaiku kan Anastasya?
Mendengar apa yang di katakan Alex padanya, Anastasya memecahkan pelukan kemudian menatapnya. Alex menunggunya jawaban dari Anastasya. Anastasya memang mencintainya, tapi cinta mereka menyebabkan masalah dan dia tidak menginginkan hal itu.
“Alex, aku tidak mau menyebabkan masalah..”
“Kau tidak mau mengatakannya..” bisiknya, “aku tahu kau mencintaiku.”
Anastasya menunduk, dia benar. Dia memang mencintainya, tapi dia tahu kalau dia tidak bisa mengatakannya.
“Apa tadi kau mau makan?" Tanyanya tiba-tiba.
“Tidak” jawabnya.
Alex berjalan menuju mangkuk berisi makanan dan membukanya.
“Sudah dingin..” katanya dan membawa makanan itu masuk.
Anastasya duduk kembali, tahu kalau Alex masuk dan membawa makanan itu ke microwave. Alex benar-benar peduli. Dia ingin mereka bersama. Dia menginginkan ini setiap hari..
Dia menginginkan alex disisinya setiap hari. Tapi apakah ini benar-benar mungkin?
Dua menit kemudian Alex kembali membawa semangkuk makanan dan anastasya berdiri.
“Terima kasih,” bisiknya dan mengulurkan tangannya untuk mengambil mangkuk darinya. Yang mengejutkannya, alex tidak memberikan makanan padanya.
Dia menggerakkan alisnya kearahnya dengan lucu dan pergi untuk duduk di kursinya.
“Apa-apan ini,” kata Anastasya, “hei! itu makananku!” Anastasya pergi berdiri di depannya, tangannya di pinggul. “bisakah aku mendapatkan makanan ku kembali? Aku lapar, pak tentara?”
“hmmmm,” gumam alex sambil meraih lengannya dan menariknya ke arahnya. Dan sekarang dia duduk di pangkuannya. Jika Alex berdiri, mungkin dia akan membawa Anastasya dengan gaya pengantinnya.
“Aku mau mengambil kursi,” Anastsya memutuskan, tapi sebelum dia berdiri, Alex mengencangkan cengkramannya di lengannya.
“Ada apa alex?
“Aku akan menyuapimu,” gumamnya sambil mengambil makanan dari mangkuk dengan sendok dan memasukkannya ke mulut Anastasya.
“Alex... ini...” dia memulai ketika wajahnya mulai memerah, “tidak pantas.. aku benar-benar ragu menjadi teman makanmu seperti ini...”
“Siapa yang bilang aku ingin berteman denganmu, aku punya perasaan lebih dari sekedar persahabatan dipikiranku,” Kata Alex dengan menggoda, membuat anastasya tertawa.
“Kau bahkan tidak berusaha menjadi orang yang lembut!”
Dia menegurnya saat dia membiarkannya memberinya makan.
“Ha,” alex tersenyum dan terus memberi mkan.
Anastasya tertawa kecil, bukan karena perkataannya beberap menit yang lalu, tapi karena posisinya yang sekarang. Dia tidak tahu kalau Alex akan membuatnya duduk di pangkuannya seperti yang dilakukan sepasang kekasih. Mereka tampak manis jika bersama.
Alex memberi makan Anstasya saat mereka mengobrol tentang makanan dan bagaimana makanan langsung menyinari wajah Anastasya. Alex menyimpulkan kalI dia seorang pecinta kuliner.
“Selesai,” ucap Anastasya saat dia selesai makan.
Dia minum air yang ada di botol di dekatnya dan menatap Alex.
“Kau harus pergi sekarang! Keluargamu pasti sudah menunggumu,” Anastasya memberitahunya dengan sedih.
“Aku bilang pada ibuku aku datang kesini,” jawab Alex, ”dia tahu aku tidak bisa tinggal jauh darimu terlalu lama.
“Alex,” dia memulai.
“Tolong Anastasya,” Alex
memohon padanya, “jangan suruh aku pergi. Biarkan aku tetap disini, bersamamu.”
aku vote y Thor
semangat Thor...