Tiwi salah satu anak pembantu di keluarga Pratama, setelah tamat sekolah keluarga Pratama memintanya menikah dengan anak kedua mereka yaitu Raihan Pratama..
Tiwi terjebak di dalam pernikahan palsu,dia hanya menjadi tumbal untuk menutupi penyakit menyimpang Raihan,Tiwi sampai putus asa dengan takdirnya..
Tapi nasib berkata lain,Bara seorang pebisnis hebat menikah dengan anak pertama keluarga Pratama..sejak masuk di dalam keluarga Pratama Tiwi dan Bara menjalin kedekatan di karena kan sama-sama membutuhkan kehangatan sehingga mereka saling cinta..
Bagaimana kah kisah antara Bara dan Tiwi,apakah mereka bersatu atau malah terpisah kan dan kembali pada pasangan masing-masing...
untuk cerita selanjutnya silahkan mampir di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Danau
" maaf sudah melibatkan mu dalam hal ini" ujar Raina menyesal
" tidak masalah...." jawab lelaki tersebut
" seperti nya aku melupakan sesuatu" ucap Raina yang seketika ingat kalau dia ke kafe dengan mobilnya
" astaga....mobil ku" pekik Raina
lelaki tersebut seketika menginjak rem mobil nya...
"aww...." pekik Raina tubuh nya terhentak ke depan
" maaf....maaf kan aku" ujar lelaki itu panik
" aku melupakan mobil ku" ucap Raina lemah
" nanti aku minta anak buah ku yang mengambil nya,,,kau ingin aku antar kan kemana?" tanya nya
" aku belum mau pulang,aku masih ingin bersenang-senang di luar,rumah membuat ku pusing" jawab Raina
" bagaimana jika kita pergi ke suatu tempat yang sepi dan di sana kau bisa meluapkan emosi mu"
" baiklah..tapi sebelum nya kenal kan dulu,aku Raina..." Raina mengulurkan tangan nya
" Didi...."
" seperti nya aku pernah melihat mu" tebak Raina
" wajah ku terlalu pasaran hingga kau sering melihat nya" jawab Didi sambil tergelak
" mungkin...." ucap Raina mengangkat alisnya
Didi menginjak lagi pedal gas mobilnya membawa Raina ke pinggir Danau....
" kau bisa meluapkan emosi mu di sini, seperti nya kau sedang banyak masalah" ujar Didi
" jangan sok tau,kita baru kenal..tadi itu hanya kebetulan saja" jawab Raina sedikit ketus
mereka turun dari mobil,,,Raina duduk di pinggir danau,dan di ikuti oleh Didi dengan membawa dua botol air mineral dari dalam mobil nya..
" ini..." Didi memberikan salah satu nya
Raina menatap botol tersebut
" tenang...tidak aku campurkan dengan apapun,itu masih tersegel rapi" ucap Didi seakan tau dengan pikiran Raina
" terlalu banyak nonton Drakor" ejek Didi
" enak saja....aku hanya ingin memastikan" elak Raina
Raina duduk di salah satu bangku yang ada di pinggir danau...
" kau sering kesini?" tanya Raina
" hmmm....jika sedang suntuk" jawab Didi
" tempat nya sejuk,,,jauh dari kebisingan..."
" ya...dulu saat aku di tinggalkan oleh kekasih ku aku sering kemari bersama sahabat ku" jelas Didi
" sahabat?? perempuan??" tanya Raina menatap Didi
" lelaki,,aku saat itu patah hati sedang kan dia hidup ny tertekan oleh orang tua nya,bahkan sampai saat ini pun dia belum bisa memperjuangkan cinta nya" jelas Didi lagi
" menurut mu,apakah cinta itu harus di perjuangkan?" tanya Raina
" jika dia memang pantas untuk di perjuangkan kenapa tidak..."
" tapi jika pilihan antara cinta dan orang tua?" tanya Raina lagi
" pilihan yang sulit....di mana hatimu nyaman berlabuh di situ kau berjalan...." ucap Didi
" aku mulai nyaman dengan Bara, memilih Bara membuat ku tak harus mempertaruhkan keluarga" batin Raina....
Raina menghela nafas panjang dan berjalan ke tepi Danau..
" kalau mau bunuh diri jangan ada aku do sini," teriak Didi
Raina membalikkan badan nya dan tersenyum pada Didi...
" Michael brengsek......." pekik Raina menghadap Danau
" aku ingin hidup bahagia....." pekik Raina kembali
Raina kembali lagi ke tempat duduk nya dan mengambil air yang di berikan Didi tadi lalu meneguk nya..
" sudah...." ujar Didi
" hmmmm..... lumayan lega" ucap Raina kembali mengambil nafas nya
*****
" kenapa Tiwi tidak bisa di hubungi" gumam Raihan menatap ponselnya
dari tadi dia mencoba menghubungi Tiwi rapi tak ada jawaban, menghubungi Kakak nya Raina juga begitu
Raihan menjadi cemas...dia ingin mengabari Tiwi kalau dirinya sudah sampai di Bali..
****
Tiwi yang sudah selesai mandi keluar dari kamar nya, setelah bercinta dengan Bara tenaga Tiwi terkuras habis dia merasa lapar...
" bik,,tolong buat kan aku susu yang ada do box lemari itu" pinta Tiwi
Bik Sari segera menuruti permintaan Tiwi, meskipun merasa sedikit heran tidak biasanya Tiwi menyukai susu..
"mas...sudah makan?" tanya Tiwi yang melihat Bara juga ikut bergabung dengan nya di meja makan...
" ingin melihat mu saja" jawab Bara singkat
" mas...ada bibi" ucap Tiwi pelan,dia mewanti-wanti Bara agar menjaga sikap karena mereka saat ini di luar kamar