NovelToon NovelToon
MARRIAGE FOR HEIR

MARRIAGE FOR HEIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Poligami / Keluarga / CEO / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Pernikahan Liana dan Abi hanyalah kesepakatan pahit di atas kertas untuk menyambung keturunan.
Liana terjepit di antara rasa hormat kepada Genata dan status barunya sebagai istri kedua. Namun, seiring berjalannya waktu, batas antara "paman" dan "suami" mulai mengabur. Abi terjebak dalam dilema besar saat ia menyadari bahwa Liana bukan sekadar pelanjut nasab, melainkan pemilik kunci hatinya yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Langkah kaki Abi bergema di lorong rumah sakit yang dingin.

Napasnya masih memburu, sisa kepanikan dari penerbangan darurat yang baru saja ia lalui.

Di depan ruang ICU, ia menemukan Bi Ijah yang sedang menangis tersedu-sedu.

"Bagaimana kondisinya, Bi?" tanya Abi parau.

"Masih ditangani dokter, Tuan. Ibu tadi sudah tidak sadar sama sekali," jawab Bi Ijah di sela isaknya.

Dokter keluar tak lama kemudian, menjelaskan bahwa beruntung Genata segera dibawa sehingga nyawanya masih bisa tertolong melalui prosedur kuras lambung, namun kondisinya masih sangat lemah dan kritis.

Abi terduduk lemas di kursi tunggu dengan rasa bersalahnya yang menghujamnya.

Ia merasa menjadi penyebab semua kekacauan ini.

Setelah memastikan kondisi Genata stabil, Abi menyempatkan diri pulang sebentar untuk mengambil pakaian. Namun, ia justru disambut oleh pemandangan yang mengerikan. Rumahnya hancur.

Foto pernikahannya berkeping-keping, pakaian-pakaiannya berserakan seperti sampah di halaman.

Ia menyadari satu hal kalau ia baru saja menghancurkan dua wanita sekaligus dalam satu malam.

Pikirannya mendadak beralih pada Liana yang ia tinggalkan sendirian di Bali.

Dengan tangan gemetar, Abi merogoh ponselnya dan menghubungi nomor Liana.

“Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan...”

Abi mencoba berkali-kali, namun hasilnya nihil. Jantungnya berdegup kencang karena cemas.

Ia segera menghubungi Niluh, staf villa yang ia tugaskan menjaga Liana.

"Halo, Niluh! Mana Liana? Kenapa ponselnya tidak aktif?" tanya Abi langsung dengan nada menuntut.

Niluh di seberang telepon terdiam sejenak. Ia teringat tatapan hancur Liana saat dibawa pergi oleh Angela dan Andre tadi malam.

Ia juga teringat pesan tegas Angela untuk tidak membocorkan apa pun pada Abi.

Niluh merasa iba pada Liana, ia tahu betul bagaimana Abi meninggalkan istrinya yang terluka demi wanita lain.

"Maaf, Tuan. Saya tidak tahu. Tadi, saat saya membawakan makanan ke kamar, Nyonya Liana sudah tidak ada. Barangnya juga sudah dibawa semua."

"Maksudmu apa tidak tahu?! Bukankah aku menyuruhmu menjaganya?!" bentak Abi frustrasi.

"Maaf sekali, Tuan. Nyonya sepertinya pergi dan saya sama sekali tidak mendengar suara mobil atau siapa pun yang datang menjemput. Saya kira Tuan yang mengirim orang untuk membawanya pulang," jawab Niluh, terpaksa berbohong demi melindungi Liana.

Abi mematikan telepon dengan kasar. Ia membanting ponselnya ke atas sofa. Dunianya terasa runtuh.

Di satu sisi, istri pertamanya terbaring kritis karena ulahnya dan di sisi lain, istri keduanya menghilang tanpa jejak karena pengkhianatannya.

Abi berdiri di tengah rumahnya yang berantakan, menyadari bahwa "keadilan" yang selama ini ia agungkan ternyata hanyalah jembatan menuju kehancuran total keluarganya sendiri.

Di rumah Angela yang tenang dan tersembunyi, Liana duduk di sofa dengan kaki yang masih diselonjorkan.

Matanya tertuju pada layar televisi yang menayangkan berita sekilas tentang seorang sosialita yang dilarikan ke rumah sakit karena percobaan bunuh diri.

Liana menatap berita itu dengan tatapan dingin. Tidak ada rasa kasihan, yang ada hanyalah rasa muak.

"Drama yang sangat mahal, Mbak," bisiknya pedih.

Meski tahu kondisi madunya kritis, Liana memilih tetap diam.

Ia mematikan televisi, membenamkan dirinya dalam keheningan, dan menolak untuk peduli.

Setelah dari rumahnya, Abi kembali ke rumah sakit.

Genata akhirnya melewati masa kritisbdrngan wajahnya masih sangat pucat, matanya sayu, namun kebencian di dalamnya tetap menyala.

Saat Abi sedang mengganti perban di tangannya yang lecet karena amukannya sendiri, Genata membuka suara dengan nada yang tajam.

"Mas, ceraikan Liana," ucap Genata tanpa basa-basi.

Gerakan tangan Abi terhenti. Ia mendongak, menatap istrinya dengan tatapan tak percaya.

"Apa kamu bilang, Gen?"

"Ceraikan dia! Sekarang juga! Aku tidak bisa hidup seperti ini. Lihat apa yang terjadi padaku! Aku hampir mati karena keberadaannya di rumah ini!" teriak Genata, suaranya parau namun penuh penekanan.

Abi menggelengkan kepalanya perlahan, rahangnya mengeras.

Rasa bersalah yang kemarin menyelimutinya kini mulai berubah menjadi kejengkelan yang mendalam.

"Tidak, Genata. Aku tidak akan menceraikannya," jawab Abi tegas.

"Kenapa?! Kamu sudah mulai mencintainya, kan? Kamu sudah lupa bahwa dia hanya 'mesin' yang kita sewa?!"

Abi berdiri, menatap Genata dengan tatapan yang sangat asing.

"Jangan munafik, Genata! Siapa yang dulu menangis dan memohon-mohon padaku untuk menikahi Liana? Siapa yang bilang ini demi kebaikan kita karena kamu tidak bisa memberiku keturunan? Aku melakukannya karena permintaamu! Aku mengorbankan masa depan keponakanku sendiri karena egomu!"

"Tapi, aku tidak tahu jika rasanya sesakit ini, Mas!"

"Dan sekarang, setelah aku menikahinya, setelah aku melukainya fisik dan batin, kamu memintaku membuangnya begitu saja?" suara Abi meninggi, memenuhi ruang perawatan.

"Liana bukan barang, Genata! Dia manusia! Dan sekarang dia menghilang entah ke mana gara-gara ulahmu dan kebodohanku!"

"Jadi kamu lebih membela dia?!" Genata meraih vas bunga di samping tempat tidurnya dan melemparkannya ke arah Abi.

PRANG!

Vas itu hancur menghantam dinding rumah sakit dan hampir mengenai Abi.

"Aku tidak membela siapa pun! Aku hanya muak dengan drama ini!" bentak Abi.

"Kamu yang memulai permainan ini, Genata. Kamu yang menyeret Liana ke dalam neraka ini. Jadi sekarang, tanggung jawabkan apa yang sudah kamu mulai. Aku tidak akan menceraikannya, apalagi saat dia menghilang tanpa jejak karena perbuatanmu!"

Abi melangkah keluar dari kamar rawat dengan napas memburu, meninggalkan Genata yang berteriak histeris dan menangis meraung-raung.

Di koridor rumah sakit, Abi menyandarkan kepalanya di dinding, merasa dunianya benar-benar telah hancur.

Ia tidak tahu harus mencari Liana ke mana, sementara rumah tangganya dengan Genata sudah menjadi puing-puing yang beracun.

Abi yang hampir gila karena rasa cemas dan frustrasi, akhirnya meraih ponselnya.

Nama Angela adalah satu-satunya petunjuk yang tersisa di kepalanya.

Ia yakin, jika Liana melarikan diri, Angela adalah pelabuhan pertamanya.

Panggilan pertama dialihkan. Panggilan kedua baru diangkat pada nada kelima.

"Halo?" suara Angela terdengar sangat santai, bahkan cenderung dingin dan acuh tak acuh.

"Ang! Di mana Liana?" tanya Abi tanpa basa-basi, suaranya parau dan penuh tuntutan.

Di seberang telepon, Angela melirik ke arah Liana yang sedang duduk diam di ruang tamu sambil menyesap teh hangat.

Angela memberikan isyarat dengan jari di depan bibirnya agar Liana tidak bersuara.

"Liana? Bukannya dia lagi bulan madu sama kamu di Bali, Mas Abi?" tanya Angela dengan nada sarkastik yang kental.

"Tumben tanya ke aku. Masalahnya apa? Kamu ketinggalan dia di pantai?"

"Jangan bercanda, Ang! Liana hilang dari villa. Niluh bilang dia pergi sejak dini hari. Aku tahu kamu ada di Bali kemarin sama Andre. Kamu yang bawa dia, kan?!" bentak Abi, emosinya sudah di ujung tanduk.

Angela tertawa kecil, tawa yang terdengar sangat merendahkan.

"Mas Abi yang terhormat, kalaupun aku ada di Bali, itu urusan pekerjaanku. Dan soal Liana? Aku benar-benar tidak tahu dia di mana sekarang," ucap Angela berbohong dengan sangat lancar.

"Mungkin dia sudah bosan jadi nomor dua? Atau mungkin dia sadar kalau tinggal sama pria yang suka main tangan dan gampang lari ke istri pertama itu nggak ada gunanya? Kalau dia pergi, ya itu wajar. Kamu yang buat dia merasa nggak punya rumah, kan?"

"Angela, aku mohon! Katakan yang sejujurnya. Kondisi di sini sedang kacau. Genata masuk rumah sakit, dan aku butuh bicara dengan Liana!"

"Wah, drama bunuh diri itu berhasil ya?" Angela mendengus.

"Dengar ya, Mas. Aku tidak tahu di mana istrimu itu. Dan kalaupun aku tahu, aku rasa aku nggak akan sudi kasih tahu kamu. Biarkan dia tenang tanpa gangguan dari kamu atau istri pertamamu yang manipulatif itu. Sudahlah, aku sibuk. Jangan hubungi aku lagi kalau cuma mau cari orang hilang yang kamu buang sendiri."

BIP!

Angela mematikan sambungan secara sepihak. Ia menatap Liana yang masih terpaku menatap ponsel Angela.

"Dia kedengaran hancur, Li," ucap Angela pelan.

Liana menarik napas panjang, lalu tersenyum tipis ke arah Angela.

"Dia tidak hancur karena kehilanganku, Ang. Dia hancur karena egonya terluka. Dia tidak terbiasa kehilangan kendali atas barang miliknya."

Liana kemudian menatap kakinya yang masih diperban.

"Biarkan dia mencari. Biarkan dia tahu rasanya mencari sesuatu yang sudah dia injak-injak sendiri." ucap Liana.

1
Sasikarin Sasikarin
di bolak balik belum juga tayang /Shy/
Sasikarin Sasikarin
lanjuttttt... 🤭
Sasikarin Sasikarin
💪 othor tuk berkarya 🙏
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
lg lg banjir /Sob/
Sasikarin Sasikarin
good job author bikin novelnya mewek mulu. 🤭
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
hi hi... lanjut si thor tambah seru si ceritanya
Sasikarin Sasikarin
hihi.... lanjut si thor tambah seru alna? 😁
Sasikarin Sasikarin
aduh thor napa g minghat dulu liana nya. nyesek aq baca nya.. lanjutttttty 🙏
Sasikarin Sasikarin
lanjutttt 💪
اختی وحی
jngn balik lu biarin abi stres
Sasikarin Sasikarin
💪 othor makin penasaran nasib si paman
Sasikarin Sasikarin
lanjutttt t seru nih
my name is pho: sudah kak.
selamat membaca 🥰
total 4 replies
my name is pho
sabar kak
Sasikarin Sasikarin
lanjuttt
my name is pho: siap kak
besok lagi
total 1 replies
اختی وحی
kok sepi ya pdhl ceritanya bagus
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
lanjutttt thor please... banjir air mata nih
Sasikarin Sasikarin
sukaaaa ceritanya, buat mewek dan meresap kata2nya, sumpah nie cerita buat mengaduk emosi pembaca .💪
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
اختی وحی
makin seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!