Perjodohan antara CEO kaya dan tampan dengan wanita bertubuh tambun. Semua itu adalah keinginan dari kakek kedua pasangan tersebut sewaktu mereka masih sama-sama muda.
Karya ini hanyalah fiksi semata. Jadi jika terdapat hal yang tidak sesuai dengan kenyataan atau dengan keinginan para readers. Mohon dimaafkan. Karena semua cerita ini hanyalah khayalan author semata.
Terima kasih, terus dukung author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 31
Kimora mengajak Alfarezi berjalan-jalan di sekitaran rumahnya. Melihat pemandangan indah dari tempat itu. Di depan mereka terbentang luas padang rumput dengan bunga berwarna-warni yang sangat indah.
Dari tempat mereka jalan, juga bisa melihat dengan jelas para pemetik teh sedang bekerja. Di sisi lainnya, para pengikut kakeknya Kimora sedang berlatih bela diri.
Alfarezi bertanya-tanya dalam hatinya. Apakah mereka tidak lelah, terus berlatih. Semalam mereka istirahat larut malam. Dan pagi-pagi sekali sudah harus latihan lagi.
"Mereka tidak ya latihan terus?" gumam Alfarezi.
"Mereka adalah pasukan khusus, agen rahasia yang memiliki tugas berat. Jadi mereka harus latihan dengan cukup keras." jawab Kimora yang mendengar gumaman Alfarezi.
"Orang-orang di desa kamu tahu kalau kakek kamu mafia?" tanya Alfarezi penasaran.
Kimora menggelengkan kepalanya. "Hanya beberapa orang yang kebetulan aja tahu. Yang lain tahunya kakek adalah pensiunan dan pemilik pabrik teh." jawab Kimora.
"Tapi aku lihat kakek kamu juga tidak seperti seorang mafia, dia lembut dan sopan." begitulah penilaian Alfarezi terhadap kakek mertuanya setelah beberapa kali ketemu dan ngobrol.
"Sama seperti kakek Deddy, kakek sangat menyayangi aku, juga baik ke semua orang."
"Orang tua kamu udah lama meninggal?"
"Lumayan." jawab Kimora sambil menganggukan kepalanya.
"Setidaknya kamu pernah lihat orang tua kamu, sedangkan aku, sama sekali belum pernah melihat mereka." ucap Alfarezi sambil menatap jauh ke depan. Terdengar dari nada bicaranya, Alfarezi sepertinya sangat sedih.
"Kalau kakek meninggal, aku udah tidak punya siapa-siapa lagi."
"Ssst.." Kimora menutup mulut Alfarezi dengan menggunakan tangannya.
"Jangan ngomong gitu! Masih ada aku, istri kamu." ucap Kimora menatap Alfarezi dengan lekat.
"Kamu janji, apapun yang terjadi jangan pernah tinggalin aku?" tanya Alfarezi menatap Kimora juga dengan lekat. Dia melihat kepolosan dan ketulusan dari mata wanita itu.
Kimora tidak menjawab, hanya menganggukan kepalanya saja. Itu sudah cukup membuat Alfarezi merasa senang. Kemudian dia mengecup kening istrinya. Setelah itu memeluk istrinya dengan erat.
Kimora dan Alfarezi melanjutkan jalan-jalan mereka. Banyak warga yang memuji ketampanan Alfarezi. Dan tidak sedikit para gadis-gadis yang berbisik-bisik tentang Alfarezi, membuat Kimora merasa tidak tenang.
Meskipun dia adalah cucu dari pemilik pabrik dan perkebunan teh. Tapi itu tidak membuat dirinya dipandang special. Banyak dari gadis-gadis itu yang meremehkan dia karena tubuhnya yang tambun.
Melihat istrinya menundukan kepalanya sembari cemberut. Alfarezi pun melakukan hal yang kembali membuat istrinya tersenyum senang. Alfarezi menggenggam tangan istrinya sepanjang perjalanan. Seolah ingin menunjukan hubungan mereka berdua kepada orang-orang yang mereka temui.
"Kimora???" ucap salah seorang pemuda yang tidak sengaja bertemu dengan mereka. Melihat dari penampilannya, sepertinya pemuda itu bukan warga sekitar. Penampilannya seperti anak kota pada umumnya. Dengan pakaian casual dan celana jeans panjang , memakai sepatu casual berwarna putih.
"Fahri?" Kimora kaget mengetahui pemuda itu adalah temannya.
"Kapan kamu pulang?" tanya Kimora lagi.
"Udah seminggu yang lalu, aku cariin kamu katanya kamu kuliah di ibukota. Tadi aku denger katanya kamu pulang, aku langsung bergegas ke rumah kamu." ucap pemuda bernama Fahri tersebut.
Fahri menatap Kimora dengan lekat. Seperti dia sangat senang bertemu dengan Kimora. Fahri bahkan tidak mempedulikan Alfarezi yang berdiri di samping Kimora.
"Iya, aku ikut suami aku." jawaban Kimora membuat wajah Fahri yang berseri menjadi suram.
"Kenalin ini suami aku, namanya Alfarezi. Dan ini Fahri teman aku." Kimora memperkenalkan Alfarezi dan Fahri.
"Suami???" Fahri tidak percaya jika Kimora sudah memiliki suami. Sementara Kimora menganggukan kepalanya dengan yakin.
"Aku nggak percaya kamu sudah punya suami. Aku nggak percaya.." seru Fahri mencengkeram lengan Kimora dan mengguncang-guncangkannya.
Tentu saja Alfarezi tidak senang melihat istriny disentuh lelaki lain. Apalagi ingin menyakitinya. Alfarezi mendorong Fahri menjauh dari Kimora.
"Jangan sentuh istri aku!" ucapnya dengan marah.
"Kamu tenang dulu!" pinta Kimora kepada Fahri.
"Kenapa kamu lakuin ini Ra?" tanya Fahri dengan nada dan ekspresi kecewa.
"Kenapa kamu nikah dengan lelaki lain?" seru Fahri benar-benar sangat kecewa. Jelas terlihat dari raut wajahnya yang sangat kecewa.
Sedangkan Kimora memicingkan matanya mendengar pertanyaan Fahri. Selama ini mereka bukannya hanya berteman. Apakah Fahri baper dengan sandiwaranya sendiri.
Pernah waktu itu, saat ibunya sakit keras. Fahri meminta Kimora untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Setelah itu, secara kebetulan ibu Fahri berangsur-angsur mulai sembuh.
Saat itu Kimora hanya menganggap itu sebagai pertolongan kepada teman. Setelah sekian lama, akhirnya ibunya Fahri tahu jika mereka hanya sandiwara. Setelah itu Fahri diminta kuliah ke luar kota.
Akan tetapi, ibunya Fahri menyadari jika anaknya telah jatuh cinta sungguhan kepada Kimora. Kemudian memintanya untuk mengejar Kimora lagi.
Siapa sangka jika ternyata Fahri terlambat. Kimora sudah menikah lebih dulu dengan orang lain yang lebih tua 9 tahun dari dirinya.
"Dia mau nikah dengan siapa aja itu urusan dia!" Alfarezi tidak suka pemuda itu.
"Hei, aku nikah sama siapa aja itu hak aku. Kenapa kamu nanya gitu? Apa yang pernah terjadi diantara kita itu hanyalah sandiwara, oke." jawab Kimora.
"Sandiwara???"
"Bukankah hanya sandiwara?" Kimora semakin tidak mengerti dengan ekspresi kecewa Fahri.
"Oh, iya sandiwara." Fahri tersenyum sinis.
"Awalnya aku pulang untuk memberitahu kamu kalau aku beneran jatuh cinta sama kamu, setelah aku pergi, aku tidak bisa lupain kamu, dan ibuku menyadari itu. Itu sebabnya dia meminta aku pulang kesini untuk memberikan kejutan untuk kamu. Tapi tak menyangka jika akulah yang terkejut." ucap Fahri dengan tersenyum. Tapi jelas terdengar dia sedang menahan amarah dan kekecewaannya.
Kimora membulatkan matanya. Dia tidak menyangka jika teman yang dikenal saat orientasi siswa waktu SMA, memiliki perasaan cinta untuknya. Sayangnya, Kimora hanya menganggapnya sebagai teman saja. Dia sama sekali tidak memiliki perasaan apapun selain perasaan sebagai teman.
Sedangkan Alfarezi juga terkejut mendengar penuturan Fahri tersebut. Alfarezi semakin penasaran, kenapa banyak sekali lelaki yang jatuh cinta kepada istrinya yang bertubuh gendut itu.
Alfarezi kembali teringat perkataan Boy. Jika lelaki lebih suka dengan kelembutan dan wanita yang baik hati. Itu semua ada di diri Kimora.
"Dari dulu sampai sekarang, aku tidak pernah memiliki perasaan apapun ke kamu, selain persahabatan." ucapan Kimora jelas membuat hati Fahri sakit.
Sakit, karena dia merasa yakin jika Kimora menyukainya. Tapi kenyataannya, apa yang dia pikirkan tidak sesuai dengan yang terjadi.
"Terima kasih." ucap Fahri lalu pergi begitu saja tanpa menoleh lagi ke belakang.
Kimora menatap kepergian lelaki itu dengan iba. Juga tidak menyangka jika lelaki tersebut telah menyatakan cinta kepadanya.
"Kenapa? Tidak rela dia pergi?" tanya Alfarezi tidak senang, mengagetkan lamunan Kimora.
"Ada rahasia apa antara kamu dan dia?" tanya Alfarezi curiga.
"Rahasia apa?" Kimora tidak mengerti dengan pertanyaan suaminya.
"Itu tadi katanya apa yang kalian lakuin hanya sandiwara, sandiwara apa? Kenapa nggak dijelasin?"
Kimora terdiam. Sampai membuat Alfarezi sempat kesal. Dia sangat penasaran dengan apa yang pernah terjadi antara istrinya dan lelaki tadi. Meskipun katanya hanya sandiwara, tapi Alfarezi benar-benar ingin tahu.
"Dulu aku dan dia pura-pura pacaran di depan ibunya yang sedang sakit keras."
"Pura-pura pacaran?"
"Kamu tahu nggak, itu hanya trik seorang lelaki supaya bisa dekat dengan orang yang dia sukai." sedikit banyak Alfarezi tahulah sifat laki-laki, karena dia juga seorang lelaki.
"Tapi itu hanyalah sandiwara, dia tidak punya pilihan lain, ibunya sekarat waktu itu." sahut Kimora cepat.
"Tapi buktinya dia jatuh cinta beneran kan sama kamu.." seru Alfarezi kesal.
Kimora kembali terdiam. Dia benar-benar masih syok dengan pengakuan Fahri tadi.
"Masih mikirin apa? Kamu dilarang mikirin laki-laki lain! Karena kamu sudah menjadi istri aku!" ucap Alfarezi lalu tanpa peringatan mencium bibir Kimora dengan ganas.
Tindakan itu dipicu oleh rasa cemburunya. Tidak peduli banyak orang yang melihatnya. Dia hanya ingin memperingati istrinya supaya tidak memikirkan pria lain. Karena dia sudah punya suami sekarang.
big no
JENGKEL DGN TOKOH SUAMI LO SI ALFA, TPI KDG2 LBH JENGKEL DGN KARAKTER TOKOH LOO..