NovelToon NovelToon
Dokter Cantik Milik Ceo 2

Dokter Cantik Milik Ceo 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Dokter / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 5
Nama Author: IPAK MUNTHE

Bila kita membenci seseorang itu wajar, namun bencilah dengan sewajarnya. Karena kadang kala benci bisa berubah menjadi cinta.

Di sebuah ruangan.... Seorang wanita tengah di tarik paksa oleh seorang pria yang sangat ia benci, begitu pun dengan si pria yang sangat membenci si wanita.


"Tidak ada orang yang tidak menyukai aku!" tegas seorang pria bertubuh tegap yang bernama Aran Rianda, pada seorang wanita yang kini sedang berada di bawah kungkungannya.

Wanita yang bernama Velisya Khumairah itu tidak pernah mengenal kata takut hingga ia sama sekali tidak merasa gentar dengan pria yang kini tengah mengungkungnya, "Aku tidak menyukaimu dan tidak akan pernah...!" tegas Velisya Khumairah.


"Kau......" pria tersebut menarik paksa si wanita hingga tanpa sadar wanita itu ikut menarik si pria, dan keduanya terjatuh di sofa dengan Velisya yang berada di bawah tubuh kekar Aran.


Tanpa bisa di tolak lagi, seorang pria paruh baya menyaksikan itu semua.

"KALIAN HARUS MENIKAH.....!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Veli merasa perutnya sedikit sakit, namun lama kelamaan sakit nya semakin bertambah. Ia menghubungi Aran agar segera cepat pulang, karena tadi ia meminta Aran untuk membeli rujak. Aran langsung pulang dan kini ia sudah berada di rumah, ia panik melihat Veli merintih kesakitan.

"Aduh Mas," rintih Veli sambil memegang perutnya.

"Veli kamu kenapa?" Aran mendadak bodoh dan tidak tahu apa yang harus di lakukan, ia mengangkat Veli ke atas ranjang kemudian meminta Veli terlentang.

"Mas.....ini mau apa?" Veli bingung dengan apa yang akan di lakukan Aran, dan ia tidak bisa berbicara karena terlalu sakit. Veli tahu itu hanya kontraksi palsu, dan ia hanya ingin Aran pulang dan menggosok pinggulnya. Tapi karena Aran terlihat panik, Veli tidak bisa memberitahunya.

"Ayo tarik nafas," Aran mengambil handuk dan sebuah ember berisi air seolah ialah yang akan menjadi bidan membantu Veli untuk persalinan.

"Mas....ini...." Veli tidak bisa berkata-kata, karena Aran sudah terlebih dahulu kembali memotong pembicaraannya.

"Ayo sayang, jangan lama nanti bayinya nggak jadi keluar," kata Aran panik sambil melihat jalan keluarnya bayinya.

"Mas apa sih," Veli mendudukan dirinya, dan itu membuat Aran panik, bahkan lebih panik dari sebelumnya.

"Sayang, kalau kamu duduk gimana anak kira akan keluar, jalannya kan ke tutup," Aran kembali berusaha menelentangkan Veli, tapi Veli beberapa kali menolak, "Sayang, kasihan bayi kita mau keluar."

"Mas apasih," Veli melepaskan tangan Aran yang memegang pundaknya, "Memangnya kalau Veli lahiran sekarang di sini Mas bisa bantuin? Mas ngerti nggak gimana cara menangani bayi yang baru saja lahir, ngerti nggak gimana potong tali pusar nya? Ngerti nggak?" Veli agak menaikan nada bicaranya, karena Aran beberapa kali mencoba memotong pembicaraannya.

"Memangnya sesulit itu ya?" Aran menggaruk kepalanya, ia baru menyadari ia tidak bisa dan tidak mengerti. Bahkan memegang bayi saja ia tidak berani, lalu bagaimana ia akan membantu Veli melahirkan.

"Aduh sakit Mas," Veli kembali merintih, hingga Aran mengambil ponselnya dan menghubungi Anggia, bukan hanya Anggia yang di hubungi Aran. Tapi semua keluarga Rianda dan juga keluarga Zavano, dan Aran juga meminta ambulance untuk membawa istrinya ke rumah sakit.

"Mas....bukan......" Veli berusaha berbicara jika dirinya belum waktunya melahirkan, akan tetapi Aran tidak mau mendengarkan.

"Sayang ku tenang dan tahan ya, semua pasti baik-baik saja," Aran mengusap kepala Veli dan ia tengah memberi semangat ke pada istri tercintanya itu.

Berulang kali Veli kembali berbicara, tapi Aran selalu memotong apa yang akan ia katakan. Hingga Veli diam karena ia pun sudah cukup kelelahan, dan beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit.

"Hey kenapa berhenti," tanya Aran.

"Sudah sampai tuan," jawab seorang perawat

Aran melihat keluar dari jendela jika memang benar kalau mereka sudah sampai, "Kalau begitu cepat tangani istri ku," titah Aran.

Veli yang sudah sangat lelah sampai ketiduran, karena berbicara pun percuma pikirnya. Perawat bergegas membawa Veli keruang bersalin dan Anggia sudah menunggu di sana, di sana juga sudah ada Sinta, Laras, dan juga Ratih. Karena Aran mengatakan Veli akan di larikan ke rumah sakit jadi mereka semua lebih memilih langsung menuju rumah sakit.

"Veli bangun.....Veli," Aran panik karena berpikir Veli pingsan akibat terlalu lama di tangani.

"Tunggu di sini saja tuan," kata seorang perawat kemudian ia menutup pintu dan hanya ada beberapa perawat dan Anggia.

Dengan sigap Anggia memeriksa keadaan Veli, tapi ia merasa ada yang aneh dengan Veli, "Ambilkan air mineral," pinta Anggia pada seorang perawat, setelah mendapatkan apa yang ia minta Anggia mulai menyiram sedikit air tersebut pada waja Veli.

"Emmmmm......" Veli merenggangkan otot-otot tubuhnya, ia kesal karena ada yang mengganggu tidurnya. Veli membuka mata dan perlahan ia melihat Anggia serta beberapa suster mengelilinginya, "Anggia."

Anggia diam dan terus menatap Veli, karena ternyata istri Aran Rianda itu tertidur pulas. Sementara semua orang tengah mengkhawatirkan dirinya.

"Kamu ngerjain?" tanya Anggia.

"Ngerjain?" Veli berusaha mengingat apa yang sebelumnya terjadi, hingga ia menceritakan semua insiden yang sudah ia lewati bersama Aran pada Anggia.

"Ahahahhaha....." Anggia dan beberapa perawat di sana ikut tertawa mendengar penjelasan Veli.

"Iya loh Ngi, sampek bawa ember apa Mas Aran pikir lahiran itu gampang," Veli mengingat wajah Aran yang panik, tapi ia juga tidak bisa berhenti tertawa.

"Jadi ini semuanya salah paham?" tanya Anggia lagi.

"Aku belumwaktu nya lahiran, tadi itu cuman kontraksi palsu," terang Veli pada Anggia.

"Ayo kalian semua keluar, tapi jangan ada yang bicara," kata Anggia pada perawat tersebut.l, setelah kepergian perawat itu Anggia juga ikut keluar. Sementara Veli berbaring di ranjang.

"Gimana Anggia, apa Veli sudah lahiran, anak aku beneran perempuan, atau laki-laki. Mana suara bayinya kenapa tidak ada, apa dia tidak menangis?" tanya Aran tanpa jeda.

"Aran biarkan Anggia berbicara," mata Sinta.

"Huuuufff......"Anggia menggeleng sambil beberapa kali menghembuskan napasnya.

"Anggia.....Veli kenapa?" Aran gemetaran dan semakin panik.

"Aran......aku pengen banget nabok kamu," kata Anggia, "Aku boleh pukul kamu nggak? Pakek stetoskop ini aja kali ya," kata Anggia sambil mengacumkan stetoskop di tangannya pada Aran dengan gemas.

"Anggia ini ada apa?" Aran malah menjadi bingung.

"Veli di dalam sedang tidur, dan dia belum lahiran, kamu itu apa-apa sih....." kata Anggia.

"Kok bisa belum lahiran? Tadi kan udah kesakitan," Aran ingat saat tadi Veli merintih kesakitan dan ia pikir itu adalah tanda-tanda seorang wanita akan melahirkan.

"Tau dari mana kalau wanita hamil kesakitan akan segera melahirkan?" kata Anggia lagi.

"Dari film....film kan biasanya begitu," Aran merasa malu dengan dirinya sendiri, karena tadi sudah membuat kehebohan.

"Eeermmpppp," Anggia menutup mulutnya sambil menahan tawa.

"Dasar kamu ya Aran," Sinta ikut kesal dan memukulnya menggunakan tas kesayangannya.

"Ampun Ma, Aran kan nggak tahu," Aran berusaha menghindar.

"Tapi lu itu udah buat satu rumah sakit heboh, di tambah lagi kita semua jadi panik," lanjut Ratih juga yang tidak kalah kesal.

"Lain kali jangan terlalu panik ya Nak, itu tidak baik, dan ini jadi pelajaran buat kita semua terutama kamu," terang Laras, ia tahu Aran tidak bermaksud membuat semua orang panik. Hanya saja Aran terlalu me cintai Veli hingga Aran sedemikian, dan ia pun bersukur putrinya di cintai sebesar itu.

"Maaf Ma," Aran menunjukan wajah kelasnya, di hadapan Laras ia juga sangat malu di hadapan mertuanya itu, setelah itu Aran langsung masuk ke ruang bersalin di mana Veli berbaring di sana.

"Eeermmpppp......" Veli menahan tawa melihat wajah Aran yang seperti orang bodoh.

1
Zuba Sng
Luar biasa
Rosnaini Langga
saya suka...ceritanya bagus,,,
Siti Farida
😂😂😂🤣🤣🤣🤦🤦🤦
Sarlina Sihotang
bucin truss arannya
smangat thor
Sarlina Sihotang
tambah seruni mkasi critanya sangat bagus
Sarlina Sihotang
wkk wkk rupanya makan rujak safkin pedasnya
Sarlina Sihotang
kok diulang lagi thor ceritanya
Murti
lanjut kapan kak
Ntwr Tania
kangen thor pingin tahu lanjutannnya
Nyai Sri Rahayu
Lumayan
Salsa Salsabila
HAHAHAHAHAHAHAHA hahhha
Qaisaa Nazarudin
Lah ternyata Farhan udah menikah dan istri nya juga lg Hamil,,Terus ngapain masih ganggu istri orang,,ikhlasin aja karna kalian gak berjodoh namanya..
Qaisaa Nazarudin
Astaga Aran,Ngakak aku thor,, 🤣🤣🤣 Mampir 🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️
Yuli Yana
lnjut donk thor, critanya seru,lucu,dan bguss,,.. smngttt thorr
love u daddy Bilmar🥰🥰
Yuli Yana
lanjuttt dong thor
Yuli Yana
kapan lanjutannya..??
Puja Resmawati
cerita nya bagus thor
Basaroh Basaroh
mf ya thoor aq masih bingung mama sinta itu mamanya siapa ya semua anakya manggil mama sinta mami ratih 🤔🤔
Murty Saputra: ma2 Sinta mak ny Vano kak
total 1 replies
Farida Deka
bagus ceritanya & seru kekeluargaannya sangat melindungi satu sama lainnya. 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Lisa Halik
thor..ingatkan veli aran yang up..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!