Mawar adalah anak ke 2 yang di paksa harus selalu mengalah dengan adik nya, Mawar di bedakan oleh ibu nya.
Mawar harus selalu mengalah demi sang adik, Mawar di perlakukan seperti anak tiri. Penderitaan Mawar semakin pedih saat ayah nya meninggal dunia, sikap ibu nya semakin menjadi terhadap diri nya.
Untung saja kakak laki - laki Mawar bisa melindungi diri nya, sebagai sang kakak dia tidak rela melihat penderitaan sang adik.
Sang kakak bahkan rela menolak beasiswa nya di sebuah universitas ternama karena dia tidak ingin meninggal kan Mawar sendirian.
Ikuti kisah Mawar dalam mengarungi kehidupan di bawah tekanan sang ibu dab juga adik nya, bisa kah ibu nya Mawar menyayangi Mawar seperti dia menyayangi putri bungsu nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Seperti keinginan bu Munah, Mawar benar - benar kembali ke kampung nya. Mawar ingin sekali merasakan kasih sayang seorang ibu yang belum pernah dia dapat kan sebelum nya, itu lah sebab nya Mawar menuruti keinginan ibu nya.
"Semoga saja setelah aku mendapat kan pekerjaan dan membantu semua kebutuhan di rumah ini, ibu akan menyayangi seperti dia menyayangi Indah!" Guman Mawar sambil merapi kan semua barang - barang milik nya yang di bawah nya dari kontrakan nya.
"Kak Mawar, kemarin aku ada lihat baju kakak yang model terbaru. Boleh aku meminta nya, aku ingin membeli nya tapi aku tidak punya uang!" Indah tiba - tiba memasuki kamar nya Mawar tanpa pada yang punya.
"Boleh, baju - baju kakak udah kakak simpan di dalam lemari, silah kan ambil saja baju mana yang kamu mau!" Mawar tersenyum pada adik nya.
Mendengar ucapan Mawar, bergegas Indah membuka lemari paling milik Mawar. Lemari ini masih baru, baru di beli Mawar ketika dia pulang ke kampung. Lemari yang dia bawa dari kontrakan nya adalah lemari plastik yang kecil, jadi Mawar membeli lemari lain sebab lemari di dalam kamar nya sudah lapuk.
Indah tersenyum bahagia ketika dia menemukan baju yang dia cari, baju itu adalah baju keluaran terbaru yang memang baru di beli oleh Mawar bulan lalu. Baju itu belum pernah di pakai oleh Mawar, karena Mawar memang jarang sekali keluar untuk kumpul - kumpul.
"Kak, aku ambil baju yang ini ya!" Indah menunjuk kan beberpa baju milik Mawar yang sudah berada di tangan nya.
"Iya, ambil saja!" Jawab Mawar sambil tersenyum.
Indah sangat senang karena dia mendapat kan beberapa baju milik Mawar yang paling bagus, Indah memang sangat suka pergi ke pesta. Di kampung nya Mawar memang masih di adakan acara pesta untuk anak muda ketika hajatan pernikahan, itu lah sebab nya Indah membutuhkan beberapa baju dengan model ya g lebih bagus.
Berbeda dengan Mawar, tidak pernah sekalipun Mawar hadir di dalam pesta - pesta tersebut. Mawar yang sejak kecil selalu mendapat kan perlakuan yang tidak baik dari ibu nya, kini memiliki sifat introvert atau tertutup pada semua orang.
Mawar hanya akan keluar dan menghadiri acara - acara penting saja menurut nya, dia tidak suka dengan suara musik yang hingar bingar. Indah keluar dari kamar nya Mawar dengan senyum lebar setelah dia mendapat kan apa yang dia ingin kan.
"Assalam mu'alaikum!" Terdengar suara seorang laki - laki mengucap kan salam di depan pintu.
"Wa'alaikum salam!" Jawab Mawar sembari berjalan ke ruang tamu.
Di depan pintu, Mawar melihat seorang laki - laki yang tidak dia kenal. Mawar merasa dia belum pernah bertemu dengan orang itu sebelum nya.
"Maaf mbak, Farhan nya nya ada?" Tanya laki - laki itu.
"Kak Farhan nya lagi mandi pak, silah kan masuk!" Mawar mempersilahkan laki - laki itu untuk segera masuk ke dalam rumah.
"Baik lah, saya akan menunggu di luar saja!" Laki - laki itu menolak untuk masuk dan menunggu Farhan di teras rumah.
Farhan yang baru selesai mandi sedang berjalan ke kamar nya, Mawar langsung memberitahu nya bahwa ada orang yang mencari nya di luar sana.
"Kak, ada laki - laki di luar yang mencari kakak!" Mawar memberi tahu kakak nya.
"Ya udah, kakak ganti baju dulu!" Farhan bergegas masuk ke dalam kamar nya untuk segera berganti pakaian sebelum menemui tamu nya.
Mawar langsung pergi ke dapur, dia membuat teh untuk tamu nya. Setelah siap dia membawa 2 cangkir teh tersebut ke ruang tamu.
Tamu nya Farhan sekarang sudah duduk di ruang tamu bersama Farhan, Mawar segera berlalu kembali ke kamar nya setelah mengantar kan minuman itu. Mawar memang memiliki sifat pemalu, walaupun dia sudah lulus sarjana tapi belum pernah sekalipun dia dekat dengan laki - laki.
Dia menjaga diri nya dengan sangat baik, banyak laki - laki yang mendekati nya tapi dua selalu menolak nya. Berbeda dengan Indah, walaupun usia nya di bawah Mawar tapi dia sudah mengenal banyak laki - laki. Bahkan ada satu hal yang terkadang membuat Farhan muak pada Indah, setiap hati selalu ada teman laki - laki nya yang datang ke rumah.
Farhan pernah menasihati Indah, tapi malah dia di marahi oleh Bu Munah. Bu Munah membela Indah dan menganggap apa yang di lakukan oleh Indah adalah hal yang wajar. Semenjak itu lah Farhan memilih diam dari pada bertengkar, Farhan tahu persis seperti apa kelakuan Indah. Hampir setiap hari Indah keluar untuk bertemu dengan teman lelaki nya.
"Mawar ke sini sebentar!" Farhan memanggil Mawar yang saat ini sudah berada di dalam kamar nya.
"Iya kak, ada apa?" Tanya Mawar setelah dia keluar dan sudah berdiri di dekat sang kakak.
"Duduk dulu dek!" Farhan meminta sang adik untuk duduk di sofa yang ada di sebelah nya.
Mawar menuruti perintah sang kakak, dia duduk di samping kakak nya. Sementara laki - laki yang menjadi tamu sang kakak duduk berseberangan dengan mereka.
"Mawar, ini pak Rehan. Dia ini kepala HRD di pabrik tempat kakak bekerja, dia ingin menawarkan kan sebuah pekerjaan pada mu. Tapi kakak mau bertanya pada mu, apalah kau bisa mengoperasikan komputer?" Tanya Farhan pada adik nya.
"Insya Allah Kak, walaupun Mawar tidak pernah ikut kursus secara lansung, tapi selama kuliah aku kan menggunakan laptop, dan itu sama saja!" Mawar menjelaskan pada kakak nya.
Farhan mengangguk kan kepala mendengar penjelasan adik nya, dia tahu memang Mawar memiliki sebuah laptop lengkap dengan mesin printer nya. Mawar membeli nya dengan cara menabung dari uang gaji nya setiap bulan.
"Bagai mana pak?" Tanya Farhan pada pak Rehan.
"Kalau begitu siap kan saja berkas nya, dan serah kan pada saya. Mengenai pekerjaan nya nanti, Mawar cuma bekerja pada siang hari saja di mulai jam 8 hingga jam 4 sore. Tidak seperti karyawan lain nya yang harus bekerja shif - shifan bergantian siang dan malam!" Pak Rehan menjelaskan jam kerja Mawar.
" Baik pak, saya mau kok kerja di pabrik!" Mawar tampak sangat antusias.
Mawar sangat bahagia karena Tuhan memberikan jalan pada nya, dia kini bisa mendapat kan pekerjaan setelah lulus kuliah. Gaji para karyawan pabrik itu cukup besar, apalagi Mawar yang sebagai staf administrasi.
"Kalau begitu saya Permisi dulu pak, ini sudah malam!" Pak Rehan pamit pada Mawar dan Farhan.
"Iya pak, silahkan, terima kasih banyak pak!" Mawar dan Farhan mengantar kan pak Rehan hingga ke depan pintu.
mungkin Dr kecil di buli mkne otaknya gk jalan jd bego.
coba km punya sedikit pinter pasti kau hajar adikmu itu. sayangnya km in oon.
baik tp bodoh buat apa ya buat di injak injak dan di jadikan sapi perah.
dan lgi" sll mawar harus jdi org bodoh...
🤣🤣🤣🤣. jelek banget novel nya.
ah tp terserah othor aja ngikutin alur sampe mana mawarnya di buat bodoh
djadiin babu gratisan dan diperas hasil krjamu
coba jd wanita elegant pinter gk mudah di tindas gk tolol bin bulol pasti juga gk akn di tindas.
Ya krn km wanita yg mudah di manfaat kan, 😄🤣. baik sih hatimu tp baik nya tu baik baik bodoh.