Diusia Kania yang sudah menginjak angka 2, tepatnya 22 tahun dia dihadapkan dengan pernikahan kedua ayahnya dan yang lebih mengejutkannya lagi, ibu tirinya sendiri adalah atasan di perusahaan ayahnya bekerja.
Ibu tiri Kania mempunyai anak dari pernikahan sebelumnya yang bernama Putra Aditya Nugraha yang usianya lebih muda 5 tahun dari Kania. Berarti saat ini usia adik tiri Kania masih 17 tahun.
Bagaimana kehidupan Kania bersama keluarga baru dan adik tirinya yang mulai beranjak remaja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Just Amel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pertama Pindah
"Bibi gimana sih?! Udah dibilangin ganti seprainya jadi warna biru, koq masih putih! Terus sarung bantalnya juga belum diganti!" Aditya ngedumel sendiri di dalam kamar yang nanti akan di tempati Kania.
"Gawat! Gimana kalau nanti Baby ku berubah pikiran dan gak mau tinggal disini?!" pekik Aditya.
"Mumpung Baby ku belum datang, aku harus cepat minta Bibi mengganti seprai dan sarung bantalnya sekarang!"
Aditya pun bergegas keluar dari kamar itu dan turun ke lantai bawah.
"Bi! Bibiiiii!" teriak Aditya memanggil pelayannya.
Tak berapa lama pelayan yang dipanggil pun datang menghampiri Aditya.
"Iya Den."
"Kenapa seprai dan sarung bantal di kamar Kak Kania belum diganti?! Kan kemarin malam aku udah minta Bibi buat ganti seprai dan sarung bantalnya!" ucap Aditya sewot.
"Maaf Den, seprai dan sarung bantal warna biru yang Aden minta sudah dibawa ke laundry jadi Bibi belum bisa ganti seprai dan sarung bantalnya."
"Emangnya engga ada lagi?"
"Engga ada Den, cuma satu."
"Ck, kenapa bisa dibawa ke laundry sih?!"
Mendengar suara anaknya yang ngomel-ngomel Permata pun berjalan menghampiri Aditya.
"Ada apa Aditya? Kenapa kamu teriak-teriak sama Bibi?"
"Semalam aku udah minta Bibi buat ganti seprai dan sarung bantal di kamar Kak Kania tapi malah belum diganti!" Aditya mengeluh ke Permata.
"Loh kan seprai dan sarung bantalnya baru diganti dua hari lalu jadi pasti masih bersih, kenapa kamu minta ganti?"
"Kak Kania suka warna biru Mi jadi aku minta Bibi ganti seprai dan sarung bantalnya warna biru tapi seprai dan sarung bantalnya malah di bawa ke laundry."
Aditya melipat kedua tangannya di dada sambil memanyunkan bibirnya.
Saat keinginannya gak dituruti Aditya pasti bakal ngambek. Maklum saja karena dulu sewaktu papinya masih hidup dia selalu dimanja dan semua keinginannya pasti dituruti oleh papinya.
Permata yang paham dengan tabiat anaknya cuma geleng-geleng kepala.
"Bener Bi?" tanya Permata memastikan.
"Iya Nyonya, kemarin malam Den Aditya memang meminta Saya untuk mengganti seprai dan sarung bantal dengan warna biru tapi seprai dan sarung bantalnya kotor dan sudah dibawa ke laundry."
"Kenapa Bibi gak bilang?! Kalau tahu begitu kan aku bisa beli yang baru!" ucap Aditya sewot.
"Maaf Den, kemarin Bibi mau bilang tapi Aden udah tidur."
"Ck!" Aditya berdecak kesal.
"Aditya, dengar gak tadi Bibi bilang apa? Seprai dan sarung bantalnya kotor makanya dibawa ke laundry, emangnya kamu mau nanti Kania gatal-gatal?"
Aditya cuma diam tapi bibirnya masih manyun.
Tak lama mereka mendengar bunyi bel yang menandakan seseorang mendatangi rumah itu.
Wajah cemberut Aditya langsung berubah sumringah.
"Baby!"
Aditya pun segera berlari ke pintu depan sedangkan Permata kembali geleng-geleng kepala melihat kelakuan anaknya itu.
Saat pintu terbuka, Kania disambut dengan senyuman manis dari adik tiri sekaligus pacarnya.
"Selamat dataaaang! Ayo masuk!" Tanpa basa basi lagi Aditya pun langsung menarik tangan Kania.
Meskipun sedikit terkejut tapi Kania tetap mengikuti Aditya yang membawanya masuk ke dalam rumah itu.
"A-Aditya, bagaimana dengan koperku?"
"Bi! Bibiiiiii!" teriak Aditya memanggil pelayannya.
"Ih koq kamu teriak-teriak kaya gitu sih?!" protes Kania.
"Kalau aku engga teriak, gimana Bibi bisa denger? Masa aku harus telepon Bibi?"
"Iya tapi engga usah teriak kaya gitu!" bentak Kania.
Aditya pun sedikit tersentak karena selama ini Kania tidak pernah membentaknya.
Kania tahu rumah Aditya besar tapi bukan berarti dia bisa berteriak memanggil pelayannya seperti itu karena kesannya tidak sopan apalagi pelayannya lebih tua dari Aditya.
Pelayan yang dipanggil pun tergesa-gesa datang menghampiri Aditya.
"Iya Den."
"Bi, di depan ada koper Kak Kania, Bibi ambil terus bawa ke kamar," titah Aditya.
"Baik Den."
"Jangan Bi, engga usah, biar aku saja yang bawa kopernya."
"Koper Kak Kania pasti berat, biar Bibi aja yang bawa, ayo Kak!" ajak Aditya.
Tapi Kania malah melepas tangan Aditya yang memegang tangannya.
"Justru karena berat, kasihan Bibi."
"Engga apa-apa Non, nanti Bibi bawa koper Non ke kamar."
"Tuh denger, kan? Bibi yang mau bawa kopernya jadi Kak Kania ikut aku aja, ayo Kak."
Saat Aditya akan memegang tangan Kania, Kania malah menepisnya.
"Engga!" tolak Kania tegas.
"Bi, tunggu!"
Melihat pelayan tadi sudah pergi, Kania pun segera mengejar pelayan itu dan meninggalkan Aditya sendiri.
Tak lama setelah Kania pergi, Permata datang lalu menghampiri Aditya. Dia melihat wajah Aditya yang tak seceria tadi saat mendengar bunyi bel.
"Loh Mami pikir kamu di depan menyambut Kania dan Om Hendra tapi kenapa kamu malah berdiri di sini?"
Aditya cuma diam lalu pergi begitu saja meninggalkan Permata.
"Aditya kenapa ya? Tadi dia senang banget denger bunyi bel, eh sekarang cemberut lagi."
...****************...
Aditya naik ke lantai atas dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
...BRAK! ...
Aditya menutup pintu kamarnya dengan kencang lalu membanting benda apa saja yang berada di dekatnya.
"Kenapa Kak Kania lebih belain pelayan itu?! Kak Kania bahkan sampai membentak ku juga tadi!"
"Aaarrgghhh nyebelin!" Aditya mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Padahal aku mau nunjukin Kak Kania perpustakaan yang ada di rumah ini, Kak Kania pasti suka tapi... Dia malah marah dan pergi ninggalin aku...."
...****************...
"Udah Non, Bibi aja yang bawa kopernya."
"Engga Bi, biar Kania aja yang bawa, kopernya berat loh, kasihan Bibi."
"Tapi Non--"
"Bibi bawa kardus aja biar kopernya Kania yang bawa, tolong ya Bi," pinta Kania sopan.
"Iya Non, Bibi bawa kardusnya."
"Makasi Bi."
Pelayan itu pun tersenyum tipis lalu beranjak pergi untuk mengambil kardus yang sudah ditumpuk rapi Hendra di depan pintu.
"Ayo Yah kita masuk," ajak Kania.
"Tapi dimana Aditya? Tadi bukannya dia sama kamu?"
"Dia--"
"Kenapa kalian belum masuk? Apa ada masalah?"
Sebelum Kania menjawab pertanyaan Hendra, Permata lebih dulu datang menghampiri mereka.
Permata pun cipika cipiki (cium pipi kanan-kiri) dengan Hendra lalu Kania.
"Engga ada masalah, aku cuma tanya dimana Aditya soalnya tadi Aditya ngajak Kania masuk duluan."
"Tadi aku lihat Aditya lagi diri sendirian terus waktu aku tanya, dia diam aja terus langsung pergi, paling ke kamarnya."
"Kania, apa kamu dan Aditya bertengkar? Atau ada masalah apa? Soalnya tadi Mami lihat Aditya cemberut," lanjut Permata.
Setelah Permata resmi menjadi istri Hendra, Permata meminta Kania memanggilnya mami seperti Aditya sedangkan Hendra tidak meminta Aditya memanggilnya ayah karena dia tahu kalau Aditya masih menjaga jarak dengannya.
Jadi Hendra berpikir mungkin saat hubungan mereka sudah dekat Aditya pasti akan memanggilnya ayah.
"Ada masalah apa Kak?" tanya Hendra.
"Mungkin tadi Kakak engga sengaja menyinggung perasaan Aditya, maaf Mi."
"Engga apa-apa Sayang, Aditya emang sensitif anaknya, tapi lebih baik kalau ada masalah segera diselesaikan."
"Benar Kak, sana pergi temui Aditya, jangan lupa minta maaf karena sudah menyinggung perasaannya tadi."
"Iya Yah."
"Kamar Aditya ada di lantai atas tepat berhadapan dengan kamar kamu, masuk aja, mulai sekarang kamu engga boleh sungkan-sungkan lagi karena ini juga rumah kamu," ucap Permata sambil mengusap kepala Kania.
"Iya, makasi Mi." Kania pun tersenyum, dia bisa merasakan ketulusan dari kalimat yang diucapkan Permata kepadanya.
...****************...
Maaf ya baru bisa update sekarang dan untuk beberapa hari ke depan (mungkin 3 hari) aku engga bisa update sementara karena ada kerjaan 😫
Aku pasti bakal kangen sama Aditya dan Kania juga sama kalian 😢
Kalian semua jangan lupa jaga kesehatan ya soalnya lagi banyak yang kena flu
Makasi like dan dukungan kalian ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Ketemu lagi ya di bab selanjutnya 😘
. bila perlu kurung diri kalian atau sekalian cari pulau yg ga berpenghuni sekalian/Sly/
mau heran tapi yaudahlah ya
1.ada Type yang dengan kita menolak perasaan dengan baik pasti dia juga akan terima dengan baik dan cepat melupakan dan menjelani hidupnya dengan baik juga tanpa menimbulkan luka untuk kedua belah pihak.
2. ada juga yang Type yang di tolak dengan tegas tapi sulit melupakan tapi tidak mengganggu mungkin salah satu yang tersakiti
3. ada juga type yang perasaan nya sama tapi menolak untuk bersama terakhir kedua bela pihak sama sam tersakiti dan sulit untuk melupakan.
Nah sekarang si kania ini termasuk type yang menolak orang kategory apa berapa ini?
1. cara kania tolaknya perasaan lawannya tidak Tegas. tegas tapi seakan memberikan harapana kepada orang tersebut.
2. Kania tolak Gani udah Tegas Tapi Masih kata TAPI aku menyanyangimu sebagai teman kecilku terus Gali Histeris + sambil nagis maafin aku gak bermaksud menyakitimu+ mau pelukan
3. udah di tolak tapi masih sempat sempatnya bawa makanan + nyariin
jadi Kania ni type menolak perasaan kategory apa sih aku bingung?
ya lu banyangin aja gini lo suka sama seseorang trus wanita itu seakan akan jawabannya menolak tapi seakan akan iya kejar aku lagi ya. udah gitu maaf ya udah menyakitimu baru pelukan lagi,gua rasa kania ini bego atau gimana sih. lu nolak oarang tapi lu nangis,minta maaf trs mau sempatnya mau meluk. seakan akan lu punya perasaan buat dia. cara nolak kaya gitu emang bodoh. ya klau mau nolak nolak aja bila perlu biar dia ada rasa sakit jadi dengan itu dia bisa move on. suer deh kalau ada di dunia nyata udah ku gampar orangnya udah kaya cewek plin plant.
mau jawab takut nikah tapi masuk perangkap sendiri/Facepalm/ .. tiba tiba aja nanti udah sah/Grin//Facepalm/
dan baru sadar dari semuanya /Chuckle//Facepalm/
Gokil ga tuh sat set udah honeymoon aja
ngakak gw comennya/Hey//Grin//Facepalm/
pantasan aja mantannya beci banget ya lu banyangin aja gimana sakit hatinya dia pas tau kalau terima dia cuman karena penyakit ga bisa menolak, yaiyalah secara u tu memberikan harapan ke orang tersebut. klau gak suka Tolak, dan juga memberikan kesempatan untuk orang lain.
apalagi si Gali apalah itu,sifatnya aja yang dewasa tau taunya niat menikung ihhh gak bamget, pokoknya semangat bila perlu patahkan aja mereka yang jadi hama.
1. Gali udah tau kalau adit itu pacarnya kania tapi aja masih sok Caper ingat itu.
2. Kania Udah tau pacarnya posesif minta ampun tapi masih kagum Sama Gali. Klau aja Adit yang sama Ara jangan dekat udah meraung stegah mampus jadi wajar dong kalau adit juga marah Heran. Giliran aja adit posesif peduli bahkan cemburu, itu wajar * aja itu tandanya dia syg lu, karena hanya sifatnya yg kekanankan itu dia tunjukan buat orang yang benar benar dia sayang, jadi hargai itu.
3. Adit juga salah karena tidak bisa mengontrol emosinya. Tapi ya wajar aja sih adit marah Kan Gali yang Kang mancing duluan. yaelllahhhh . Hei tidak semua orang yang mempunyai mental yang emosia sama kekasinya itu bisa bersabar dan mencoba untuk tidak menyakiti. Bahkan dia saat emosi saja masih sempatnya minta maaf tdk mengukuti emosinya. bahkan disaat mapanya mintaa maaf ke rekannya tapi dia lebih meminta maaf ke GFnya. gk semua orang bisa kaya Gitu.
yang Hina adit kalau sifatnya kaya Anak Kecil. Hei dia itu baru umur belasan jadi wajar klau dia masih Labil karena itu cara dia mengungkapkan rasa Cintanya Dia .
gua mendingan Adit yang labil dan cara dia menunjukan cintanya itu dengan apa adanya.. Jangan Cuman Lihat dari Luarnya aja yang sikapnya bijak sana tapi menyembunyikan sifat aslinya.
Makanya kalau baca itu jangan matanya diplototin aja tapi baca juga harus berimajinasi juga supaya dapat kesannya