NovelToon NovelToon
Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku

Status: tamat
Genre:Nikah muda / Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vmina_

TAHAP REVISI

ini adalah karya pertama jadi bahasa dan penulisan masih belum tertata, jgn lupa mampir ke My Beloved Lecturer, ini bahasanya insyaallah lebih rapi, meskipun gak 100%, dan alur cerita bakal berbeda dari novel perjodohan lain, insyaallah 👀💗

please? jangan plagiat woi, mikir nulis novel itu susah, gue sering ngikutin sosmed apa yng lagi trend buat nambah ide ke cerita gue, dan lo dengan entengnya ngambil beberapa adegan di novel gue tanpa izin.

punya otak gak sih? kalau gk bisa bikin novel gk ush dipaksain, daripada nyolong karya orang, sakit hati tau gak!.

mungkin tema cerita kita sama tapi gue punya ciri khas sendiri yang gue bangun sesuai imajinasi gue. gue udh berusaha supaya cerita ini berbeda dari yang lainnya.

deskripsi :

Dijodohin malah jadi bucin?!

Gadis bawel dan super ribet seperti Aira dijodohkan dengan seorang Pria yang lebih tua darinya, Pria dingin yang membuatnya stress karena sikap dinginnya.

Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vmina_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pak dosen suamiku-31

Mira tengah menunggu Aira yang ketoilet sambil bermain handphone.

"Mira" panggil Gilan.

"Oi kenapa kak?"

'Pasti nyari Aira' batin Mira.

"Airanya mana?" tanya Gilan celingak-celinguk.

'Nahkan'

"Ketoilet kak, bentar lagi juga balik" ucap Mira.

"Nah itu tuh anaknya" lanjut Mira.

Mira menunjuk Aira yang berjalan tergesa-gesa dengan wajah pucat, sambil mengecek kebelakangnya beberapa kali.

Mira khawatir melihat Aira.

"Em Ra lo..."

"Ra kamu jangan pulang dulu ya sampai pidato terakhir" potong Gilan.

Aira mengangguk, pikirannya tidak mementingkan itu.

"Aku pergi dulu ya, Mir aku duluan"

Begitu Gilan pergi Mira langsung merangkul Aira, menyentuh dahi wanita itu.

"Lo kenapa ha? kok pucet? sakit?"

Aira menggeleng.

"Ck...Jangan bohong, pasti ada apa-apa pas lo ketoilet..Ayo balik kesana, siapa yang ganggu lo"

Tindakan Mira dicegah Aira, Mira tidak perlu mengetahui Baralah pelakunya.

"Gak usah lo cegah!" Mira tersulut emosi.

"Udah Mir, gue gakpapa" ucap Aira kembali tersenyum.

"Yaudah-yaudah, mau istirahat? biar gue pesen satu kamar" tawar Mira.

Jujur Mira cemas, pikirnya Aira telah dilecehkan atau diganggu seseorang saat ditoilet, walaupun garang, Mira tau pasti, Aira itu penakut dan mudah menangis.

"Gak mau"

"Oke kita duduk dulu, gak mungkin pulang, si Gilan itu nyuruh nunggu sampai selesai" omel Mira.

Ia membopong Aira sampai ketempat duduk yang lebih nyaman.

"Kalau mau kemana-mana bilang sama gue, biar gak gini lagi, paham lo? gue gak ngerti pelet apa yang lo pake sampai semua orang ngejar lo" omel Mira.

"Udah dong Mira" ucap Aira pelan.

Tetap saja Mira mengomelinya.

'Untung tadi sempat pergi, gue takut pak Raka macem-macem'

'Gue takut, takut banget..Tapi gak tau harus ngomong kesiapa'

Kurang lebih pukul sebalas pas, Tibalah diakhir acara seperti yang Gilan minta, Aira tetap stay disana menunggu pidatonya. Pria itu berdiri diatas panggung.

"Maaf menggangu teman-teman sekalian, saya punya pengumuman sedikit"

Orang-orang langsung heboh, Aira turut penasaran.

"Saya ingin mengumumkan bahwa saya jatuh cinta pada seorang Mahasiswi, wanita yang cantik dan berbeda dari yang lainnya..Dia...."

Jantung Aira berdetak kencang saat mata Gilan menatapnya, Firasat Aira tidak enak.

"Mir, a-ayo pulang sekarang" ucap Aira.

"Ha sekarang?"

"A-ayoo cepetan"

Aira berusaha menghindar dari tatapan Gilan.

"Orang itu juga ada disini, dia yang sedang saya tatap"

Aira makin panik.

"Ra fiks ini pasti lo" bisik Mira.

"Ayo pergi!"

Ia harus pergi sekarang juga, sebelum Gilan membawanya naik keatas panggung.

"Siapa orangnya kak? kasih tau dong" teriak seorang Mahasiswi.

"Sebentar, kalian bakal tau kalau saya telfon nomor ini, kalau ada handphone yang berdering, berarti itu dia"

Aira berkomat kamit, agar bukan dia yang ditelfon.

"Hitung sama-sama ya? tiga..."

Semua mengikuti hitungan mundur yang dipandu Gilan.

"Dua"

"Satu.."

Dyna-nananana hey~

Dyna-nananana hey~

'Say bye for world' batin Aira.

Sialnya handphone Airalah yang berbunyi, seketika ia menjadi pusat perhatian orang-orang. terkutuklah Gilan karena melibatkannya.

Aira menyengir canggung.

'Mampus sudah!'

"Really? Aira Alkeyna?" ucap salah satu Mahasiswi.

"Dih pasti caper ke Gilan"

"Eh, kalau gak salah dia yang dibonceng Gilan beberapa hari lalu ya?"

"Jago ya main peletnya"

Begitulah sindiran-sindiran yang mereka ucapkan sambil menatap jijik Aira.

"Heh bangsat mulut lo jaga ya!" Bentak Mira, oh siapa yaang berani melawan Mira si ahli taekwondo ini.

"Udah Mira, jangan bikin ribut!!" ucap Mira.

"Gak bisa, itu mulut sialan harus gue hancurin" Mira tersenyum setan, Aura yang menyeramkan.

Mereka yang tadi mencibir Aira langsung ciut. Kedua menjadi pusat perhatian.

"Apa liat-liat?! sini maju gue ladenin satu-satu"

ucap Mira.

Gilan segera menghampiri keramaian itu.

"Sudah-sudah, kalian bubar lanjutkan pestanya" ucap Gilan tegas, mereka pun bubar, siapa yang berani melawan Presiden Mahasiswa? tidak ada.

Gilan melihat Aira yang menunduk.

"Ra..Maaf tapi, aku cinta sama kamu..Udah lama aku nahan rasa ini" ucap Gilan.

Mira memutar bola matanya malas, melihat wajah Gilan saja tangannya sudah gatal ingin menghajarnya, Karena pria yang punya kuasa ini sahabatnya dicap buruk.

Aira diam.

"Kak udah deh, urusin tuh cabe-cabean kakak, Biar Aira saya bawa pulang" ucap Mira.

"Aku anterin kalian ya?"

Mira menjauhkan dada Gilan.

"Gak usah, yang ada sahabat gue makin bingung..Dah ya byee"

Mira membawa Aira menjauh dari Gilan, ia sempat berhenti sebentar untuk mengatakan sesuatu.

"Soal pernyataan cinta kakak, tunggu aja besok" ucap Mira.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Aira melamun, apa yang akan dia katakan kalau sampai Alex mengetahui hal ini, berita Gilan yang menyatakan perasaan padanya pasti mudah tersebar, lambat laun Alex pasti tau juga.

Mira menepuk pundak Aira menyadarkannya.

"Hm?"

"Disana tadi banyak yang video in..Gimana?" tanya Mira.

"Ini yang lagi gue pikirin" ucap Aira jengkel.

Mira mengacak rambut frustasi.

"Gue ikutan kesel, karena gue yang bawa lo kesana" geramnya.

'Lu kesel, guenya frustasi'

Handphone Aira bunyi, muncul satu notifikasi.

"Dari siapa?"

Aira menyodorkan handphonenya ke Mira.

"Matiin aja hp lo" ucap Mira.

Keduanya kembali diam, terbesit dipikiran Mira untuk menanyakan tentang Gilan, ya jujur, Mira penasaran.

"Emm..Soal Gilan mau diapain?" Mira menggigit bibir bawahnya.

"Bingung"

"Tolak aja, apalagi yang dibingungin, lo udah punya suami"

Benar apa kata Mira, tapi Aira merasa tidak enak menolaknya.

"Tolak ya, awas enggak" ancam Mira.

Mereka sampai didepan rumah Aira, wanita itu turun, langkahnya terasa berat, pikirannya campur aduk.

Ia melihat arlojinya yang menunjukkan pukul setengah dua belas.

"Yaampun udah malem banget" gumam Aira.

Ia menelfon Alex agar keluar rumah, Aira takut kalau ketahuan mertuanya pulang larut. Tak lama Alex membuka pintu, ia mengenakan kaos berwarna hijau.

"Pak.."

"Kenapa gak besok pulangnya?" ucap Alex.

Oke sudah ditebak, suaminya marah.

"Ee-ee tadii-itu-gak dibolehin pulang dulu pak"

Ia tidak bohong kan?, memang Aira tidak boleh pulang dulu kan?.

Alex menatapnya intens.

"Ee bunda nyariin gak?" ucap Aira mengalihkan.

Alex menggeleng.

"Saya bilang kamu kerumah orangtua kamu"

Aira tersenyum, menangkup pipi Alex.

"YaAllah baik banget suamiku"

Ekspresi Alex datar.

"Masuk" ucap pria itu dingin.

Aira menelan ludah.

'Kok serem?!'

Aira menurut, ia mengikuti Alex menuju kamar, jantungnya berdegub kencang. Apa Alex marah? atau Alex sudah tau tentang Gilan?.

Pria itu menutup pintu kamar lalu berdiri disana sembari melipat kedua tangan didepan dada.

'Fiks diintrogasi gue'

Aira duduk ditempat tidur, hanya bisa menunduk pasrah.

"Kamu kenapa?"

Aira mengerutkan Dahi.

'Kok gue? lo yang kenapa bego'

Ia menggeleng.

"Kamu gak ngerasa sesuatu gitu?" ucap Alex.

Please, Aira tidak paham.

"Saya kenapa sih? orang baik-baik aja"

Alex memijit pelipisnya, istrinya ini seorang Mahasiswa tapi kenapa bodoh sekali.

"Sudahlah" ucap Alex.

Ia langsung pergi ketempat tidur, Aira masih cengo disana, sebenarnya siapa yang kenapa?.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru banget 😁😁
RATIH AYU WULANDARI
Kecewa
RATIH AYU WULANDARI
Buruk
Ayunda Marbun
tolong la si aira jgn kek bocah sipatny kdng jijik juga sok iya. smentng sialex sabar sama dia
Ayunda Marbun
aku jijik karna istriny dia ngomong gitu taik ,aku kawannya udh kumaki maki itu gk ad pikirannya
Ayunda Marbun
bisa gak si aira ini dihilangkan aja jijik aku nengok ya sialex lagi bukan di cari tau dulu malah lngsng mukul sok paten
Ayunda Marbun
mampos kau aira biang masalah kau perempuan nyusahi aja kerjaan kau
Ayunda Marbun
aira aira jd ubi aja kau udh lebay kali kau jd perempuan
Ayunda Marbun
-aira lebay lo cabe ,gaya kau aja besar otak kau gk ad udh salah sok cengeng najis
Ayunda Marbun
disni siaira peran ny kadang lebay kadang kek ank ank membosankn
Ayunda Marbun
siaira kok lebay kali ,dikit dikit najis kali jd nengoknya
Riska Sinaga
Luar biasa
Evy Nathalia
aq yg baca geretan sama si aira kok oon banget sich
223
sukaa
Indrijati Saptarita
lanjuuuuttttt.....
Indrijati Saptarita
hhmmm....
Indrijati Saptarita
ada ada aja....
lanjuuuuuuutttt....
Umi Jasmine
semangat berkarya lagi..... jgn putus asa, kegagalan di awal adalah guru buat kita utk maju yg lbh baik..... SEMANGAT..... 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Erna Sudiastuti
Luar biasa
murniati cls
masih krg bersyukur uga kdg kdg yha, pdhl suaminya sabar bnr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!