NovelToon NovelToon
CARAKU MEMBALAS PENGKHIANATAN

CARAKU MEMBALAS PENGKHIANATAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: susan saliman

Jika orang lain memilih pergi saat tahu suaminya mendua, aku memilih bertahan dan memberi kejutan manis untuk suamiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susan saliman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjalani tes

" Mas mau Menur siapin makan?", Tanya Menur, semarah dan sejengkel apapun Menur harus menahan emosinya.

" Iya, tapi kita makan bersama, kamu juga belum makan kan?", Yoga berkata sedikit manja nampak emosinya sudah mulai terkontrol.

" Iya, sebentar mas tunggu nanti Menur bawain kesini saja", Ucap Menur berlalu meninggalkan Yoga menuju dapur.

Menur melihat ada sayur ca sawi dan juga empal daging diatas meja makan, ketika tudung saji di buka, disana juga ada sambal lalap, Menur berfikir sebentar.

Menur merebus air membuat minum teh panas dua gelas, menyiapkan nasi satu piring kecil penuh empal berukuran besar, ca sawi sambal lalapnya juga, ditata diatas nampan, dibawa ke menuju kamar.

" Hemm.... ", Menur menaruh npan diatas meja sofa di kamarnya.

Yoga melirik kearah Menur, mengisyaratkan sesuatu yakni minta di suap.

" Makan sendiri, ga usah manja", Ketus Menur.

" Nur, paling ga duduklah didekat mas", Jawab Yoga menepuk sofa di sebelahnya, Menur mendengus kesal.

" Kenapa cuma satu porsi, kamu ga makan?", Tanya Yoga sambil menarik nampan supaya lebih dekat dengsn posisi duduknya.

" Sudah malam mas, aku minum teh saja", Jawab Menur tak mau ribut, sebetulnya dia tadi sudah makan dengan Dani, makan bakso kenangan mereka dulu saat pacaran.

" Besok mau jam berapa?", Tanya Yoga pelan.

" Jam 10", Jawab Menur singkat.

" Ya", Hening tak ada yang beruara lagi, Menur meraih gelas teh miliknya.

" Mas tadi kemana? Atau mas biasa keluar jam segitu dari kantor?", Pertanyaan Menur untuk memancing kejujuran Yoga selama ini.

Yoga menoleh pada Menur, memandang Menur sekilas kemudian menyeruput tehnya.

" Mas pergi menemui seseorang yang biasa mas temui", Jawab Yoga santai.

" Yah, Menur tahu", Lirih Menur dadanya sesak.

" Tahu? Tahu dari mana?", Tanya Yoga curiga.

" Jangan lupa aku ini Menur istrimu mas, mas bisa berbohong pada semua orang termasuk ibu, tapi tidak pada Menur mas!", Ucap Menur npenuh penekanan, hanya ingin memberi tahu perasaan kecewanya pada Yoga.

" Terus?".

" Feling dan hati Menur tidak pernah salah mas, disini", Menur menunjuk dadanya, " Dia selalu memberitahu melalui mata hatiku mas, dan asal mas tahu, semuanya benar adanya", Emosi Menur hampir tersulut kembali.

" Nur, kamu kalau lagi emosi jadi seperti cenayang Nur, mas jadi takut".

" Memang iya!! mau Menur ramal sekarang tentang Demenan mas?", Tantang Menur sok berani.

" Jahaaa.... kamu kesurupan Nur? nyebut Nur, nyebut", Yoga terkikik melihat Menur makin emosi.

" Seruni", Ucap Menur membuat Yoga langsung menghentikan tawanya, dadanya berdegup kencang, susah payah menelan ludah yang terasa kering di tenggorokan seketika.

" Kenapa diam?", Menur mengabaikan Yoga menuju tempat tidur.

🐝🐝🐝🐝

Pagi ini Yoga merayu Menur untuk kembali tidur setelah menjalankan sholat subuh.

" Minggir ah, singkirkan tangan mu mas", Menur mencubit keras tangan Yoga.

" Duh duuuuhhh Nur, tega kamu ya, sakit tahu", Gerutu Yoga tak di gubris Menur, Menur tenfah asyik memainkan ponselnya.

" Nur, sebentar saja yuk", Rengek Yoga.

Menur kesal bukan main rasanya, setelah kejadian kemarin jujur Menur malas untuk bersentuhsn fosik dengan Yoga.

Rasanya kecewanya benar benar membuat hati Menur harus bekerja keras untuk bersikap biasa pada Yoga, " Semua demi pemeriksaan hari ini", Guman Menur.

Berulang kali Menur menahan sesak di dadanya, agar air matanya tidak meleleh.

" Demi apa coba? Demi agar tidak dianggap mandul? Peduli apa coba, jelas terbukti dari hasil pemeriksaannya , hasilnya tak ada masalah pada dirinya, pada alat reproduksinya bagus semua, lantas ingin membuktikan bahwa Yoga yang mandul? Untuk apa? untuk menjatuhkan harga diri Yoga di depan ibunya? lantas, jika iya, semua hartanya tak ada lagi yang akan mewarisi, peduli apa dengan harta? Menur bisa mencari sendiri, toko material itu jelas jelas sah milik Menur.

Bertahan dalam pernikahan dengan rasa sakit, untuk apa? Hati Menur gundah, saran dari dokter Gita terngiang di telinganya.

" Nur..... Balas rasa sakit mu, turuti ide kita, dan tersenyumlah suatu hari nanti", Ucap Dokter Gita, dokter sekaligus teman untuk mencurahkan kelakuan Yoga dipernikahannya.

" Oke", Gumam Menur memejamkan matanya, perlahan dia beranjak untuk mandi , tak sedikitpun ingin mrmbalas ajakan sang suami, rasa jijiknya belum mau pergi dari pikirannya.

" Kalau masih mau tidur, masih ada waktu hingga jam 8:30 mas sebelum kita bersiap", Ucap Menur, Yoga hanya melotot kesal, pasalnya Menur dari semalam tidak menurut seperti biasanya, bahkan sejak beberapa minggu setelah mendapati dirinya penuh tanda merah bekas petcintaannya dengan Seruni.

" Nur", Psnggil Yoga masih mencoba merayu istrinya.

" Brisik", Jawab Menur sinis.

" Ya elah Nur, dosa lho Nur, suami kangen tapi di ambekin".

" Suami selingkuh juga dosa, tapi mas lakuin", Jawab Menur sinis.

" Nuuurrr.... ".

" Apaaa".

" Itu beda Nur".

" Oh, jadi biar sama aku juga harus balas dengan selingkuh.... oke, Menur juga bisa! Mau bukti", Ucap Menur dengan mata menantang.

Yoga langsung terdiam, matanya melotot penuh amarah.

" Oh, jadi benar semalam kamu dengan Dani....".

Menur diam tak peduli dengan reaksi Yoga.

" Argghhh....". Yoga berteriak frustasi.

🐝🐝🐝🐝

Menur dan Yoga sudah sampai di klinik permata, disana dokter Gita langsung menyambut dengan senyum manisnya.

" Sudah siap? Rileks ya, jangan setres, kita ke Urologi dulu, untuk pemeriksaan fisik, namun saya mau bilang dulu nih pada mas Yoga, harus siap ya jika pemetiksaan ini bisa memakan waktu lebih dari sehari, misalnya hari ini belum tintas semua kita atur janji lagi untuk pemeriksaan selanjutnya di lain waktu, bagaimana mas?", Dokter Gita memastikan pada Yoga yang ia panggil mas, karena seluruh warga kampung baik orang tua maupun yang dibawah usianya dari Yoga kebanyakan memamggil mas sebagai penghormatannya dan sebagian pegawai Yoga ada yang memanggil pak.

" Ooh, banyak yang harus di tes ya dok?", Tanya Yoga mengkerutkan keningnya.

" Iya, ada beberapa hal yang harus di pastikan, dan langkah selanjutnya agar kalian segera memiliki keturunan, bagaimana? Bersedia lanjut?".

" Ya, baiklah Dok!", Jawab Yoga pasrah.

Yoga masuk ruangan, disana sudah ditunggu dokter yang akan menganalisa dari kesuburan Yoga, sementara Menur berada di ruangsn berbeda dengan Yoga.

Beberapa pertanyaan diajukan pada Yoga, untuk pemeriksaan analisis ****** khusus bertujuan menguji ginetik ******, memilih ****** yang hidup dan sempurna tidak dalam kondisi terpotong atau cacat yang lainnya.

Tes darah juga untuk pemeriksaan kadar hormon FSH atau testoteron, LH estradiol atau prolatin.

Tes penyakit menular dan beberapa yang lainnya, tetapi hari ini cukup sampai di tes itu dan Yoga di minta menunggu hingga 2 atau 3 minggu kedepan untuk mengetahui hasil dari pemeriksaan awal.

" Nur, jangan lupa di minum obat penyubur kandungan mu ya, bersabar dan tunggu hingga 2-3 minggu kita lihat hasilnya, aku turut mendoakan untuk hasil yang terbaik", Dokter Gita mengusap punggung Menur yang masih berbaring diatas brankar rumah sakit.

1
STARLA my journey
rasa sakit pengkhianatan...itu lbh dalam dr luka tusukan
Cetak Photommp
pelajaran paling ampuh adalah tinggalin!!
Lina RA
rumah tangga y spt apa ini
Lina RA
typo entah dimana2
Sri Sunarti
👍👍👍👍👍👍
Anies Novita
bagus ceritanya...bisa buat pelajaran hidup,
Nispu Wati
Thor bunda tu,bacanya jengkel banget
Sama tokoh yoga,gak ada insyafnya
Semakin tua,bukannya keimanan diperkuat,dipeluk diam aja,kaya kucing
Garong,udah thor pisahin aja mereka
Biar aja menur jadi janda daripada dibohongi terus,tobat sambel
Saya Fajar
terlalu banyak iklan..
Saya Fajar
authornya lg gk fokus, ceritanya kok diulang ulang!
Rini Haryati
lanjut thor
bagus ceritanya
sukses
semangat
Naaila Qaireen: Hai kak, ijin promo...
Yuk, mampir di novel ku yang berjudul 'Membalaskan Denda Janda & Sang Antagonis'
Siapa tahu suka...
total 1 replies
Rini Haryati
bagus dan keren
Bidan Simba
suami perlu tobat . semoga Nggak ketulusan Saja lebih milih cinta nafsu dari pada ikatan pernikahan .
Umy Wahida
kok kasihan banget Menur ya gadis baik2 malah dijodohkan laki2 pelanggan pelacur. Thor kok tega sih bikin ceriita seperti ini. Sy srbagai perempuan merasa sangat terhina.
Tika Kartika
Ihhh....ngapain juga yoga masih nyari" seruni
Tika Kartika
Bukanx rendah hati ya Thor, maaf klo salah🙏
Siti Santhos
semoga tidak ada drama lg
Lantasi Sudaryanto
memang ayu tak butuh nafkah batin???
Atien Boenjamin
duh Menur jangan naif dan mau skit hati apalagi hamil kasihan debaynya
Atien Boenjamin
kapan kamu pinter ya menur.gimana kalau suaminya kena penyakit kelamin.apa kamu masih bertahan.jangan jadi wanita lemah.pergi dan bahagian diri sendiri kasih tau mertua apa adanya
Chia Rachman
aku dh baca novel "janda karena janda" thor ☺☺☺
Naaila Qaireen: Hai kak, ijin promo...
Yuk, mampir di novel ku yang berjudul 'Membalaskan Denda Janda & Sang Antagonis'
Siapa tahu suka...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!