WARNING!!
Banyak bawang bertebaran disini, sebelum baca, siapkan tisu dan hati kalian.
Sekian dan terima gaji 🙏🏻🤗🤗
Kartini Rahayu seorang gadis manis dan cantik yang hidupnya penuh dengan ujian.
Setelah tersakiti oleh sang kekasih, ia juga harus merelakan sang kekasih pergi untuk selama lamanya, tidak hanya sampai disitu, ujian terus datang menghampirinya, bayang bayang masa lalu tidak mudah ia lupakan begitu saja...
Sanggupkah Arti membuka hati nya kembali, dan Sanggupkah Arti memulai membuat lembaran baru?
Cerita ini udah hampir Tamat di akun pertama Mommy ya tapi mommy pindah kesini dan mommy Revisi dari awal, bakalan sampai End disini...
semoga sukaaa ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part.31
🌸🌸🌸🌸🌸
Senin 1 Januari 2024. Hari ini niatnya mereka akan jalan jalan ke Pantai namun karena Satya menghubungi akan datang siang ini bersama Siska jadilah mereka mengurungkan niatnya, Mereka akan pergi nya besok dan hari ini mereka akan menghabiskan waktu untuk istirahat dirumah saja.
Sore harinya Arti akan mengunjungi makam Daffa bersama Satya, awalnya Arti menolak karena Satya baru tiba dari KL, tapi bukan Satya namanya jika tak bisa memaksa.
Disinilah Arti sekarang, TPU tempat peristirahatan Daffa yang terakhir. Arti dan Satya mulai membacakan Do'a untuk Daffa.
Setelah selesai Arti meminta Satya untuk pergi duluan menunggu di tempat parkir. Satya pun menurut namun tak pergi jauh, dia masih bisa melihat gerak gerik dan suara isak tangis Arti dengan jelas.
'Betapa beruntung nya elo sob, di cintai oleh wanita sehebat Arti.' Batin Satya sambil terus memperhatikan Arti.
"Bee, Aku datang." Ucap Arti sambil memegang batu nisan yang Bertuliskan nama "DAFFA MAHARDIKA bin HADI MAHARDIKA."
"Aku sehat bee, maaf aku udah lama gak kesini, maafkan aku bee, bukan maksud ku lari dan menjauhi mu, tapi aku butuh waktu untuk menata hidupku kembali."
"Bee aku udah berhasil menjadi Dokter, seperti cita cita kamu dulu hiks hiks, andai, andai dulu aku sudah jadi dokter hebat mungkin aku bisa nyelametin kamu dari kecelakaan itu bee, hiks hiks."
"Bee, aku merindukan mu, aku kangen sama kamu hiks hiks" ucap Arti sambil Terisak.
"Bee, aku sudah berusaha semampuku untuk bahagia, tapi kenapa aku gak bisa bee, apa kamu tidak mengizinkan ku untuk bahagia? apa kamu gak ngizinin aku untuk ngebuka hatiku lagi bee, kenapa begitu sulit untukku jatuh cinta lagi bee. Nama kamu masih bertahta dihatiku bee, 4 tahun lebih aku berusaha namun itu begitu sulit bee hiks hiks."
"Bee, aku mohon bantu aku, bantu aku untuk bangkit bee, bantu aku untuk membuka hatiku lagi bee, izinkan aku bahagia tanpa kamu bee, aku mohon hiks hiks." Isak tangis Arti semakin pilu di dengar Satya, dia tidak tega ingin mendekat namun dia sudah berjanji kepada Arti.
"Bee, aku pulang dulu ya, Besok sebelum aku kembali ke jakarta aku akan kembali kesini lagi, maaf jika selama ini aku tidak pernah datang. Aku masih belum bisa Ikhlas atas kepergian kamu bee, maafkan aku jika aku masih berat kamu tinggalkan hiks hiks."
"I love you bee." Ucap Arti lalu melangkahkan kakinya untuk pulang, namun langkahnya terhenti kala Arti merasakan hembusan angin menerpa tubuhnya, seolah ada yang memeluknya. Mungkinkah itu Daffa. pikirnya.
Lalu Arti melangkahkan kakinya kembali dan lagi lagi hembusan angin itu dia rasakan lagi.
Artipun menoleh kebelakang dan berkata."Apakah kamu juga merindukan ku bee?" ucap Arti lirih sambil melihat kearah makam Daffa. "Aku janji gak akan lari lagi bee, aku janji akan benar benar mencoba bahagia, tapi tolong bantu aku Bee, ku mohon," ucap Arti lagi masih dengan menatap makam Daffa.
Tak lama Arti mendengar suara cempreng yang sangat nyaring dj telinganya.
"Ante Doktel ante Doktel." Teriak nya.
Tiba tiba senyum tersungging di bibir Arti,kemudian dia menoleh dan menemukan sosok pangeran kecil berlari menghampirinya.
"Kenapa kamu disini sayang?" tanya Arti bingung.
"Deli tengokin mama tama nenek kakek ante," jawabnya.
Deg!
Jantung Arti berpacu dengan cepat, lalu melihat ke arah belakang Derry, nampaklah sosok Dave yang tengah berdiri tegap sambil memakai kemeja hitam dan celana Formal serta kaca mata hitam bertengger di matanya.
"Di dimana mama kamu sayang?" Tanya Arti terbata.
"Ditana ante." Tunjuk Dery ke arah makam mama dan nenek kakeknya.
"ahh begitu." kata Arti manggut manggut.
"Ayo Dery kita pulang." Ajak Dave tiba tiba sudah berdiri di depan Arti dan di samping Dery. "Bental papa, Deli macih angen cama Ante Doktel." kata Dery.
"Emmtt kamu tinggal dimana sayang?" tanya Arti." nanti biar kita bisa ketemu lagi."
"Deli tidul di hotel ante."
"ahh begitu, bagaimana kalau Dery ikut kerumah tante aja, Nanti tante anterin kalau mau pulang."
"Enggak" jawab Dave cepat.
"Mau" jawab Dery. "Papa, Deli mau ikut ante Doktel." ucap Dery memasang puppy eyes."Ayo papa uga ikut ke lumah ante Doktel." pinta Dery."Boleh kan ante."
Arti yang semula hanya ingin mengajak Dery untuk membuatnya melupakan kesedihanya tentang Daffa pun malah terjebak harus mengajak si Duren Montong kerumahnya. Akhirnya mau gak mau Arti mengajak Dery dan Dave ke rumahnya.
"Queen, siapa?" tanya Satya yang tiba tiba datang.
"Ahh, Satya kenalin ini Derry, dan papanya." kata Arti tersenyum.
"Satya"
"Dave"
"Aku Deli om, pacal na Ante Doktel," kata Derry dengan wajah lucunya membuat Satya terkekeh.
"Hah, oh ya jadi kamu pacarnya tante Dokter yah, waahhh," kata Satya pura pura terkejut."Pantes saja tante Dokter menolak ku ternyata pacarnya setampan ini," ucap Satya lagi sambil berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Derry.
"Iya dong om, Deli emang tapan, lucu cama Gumusin," jawab Dery sambil merapikan rambut dan bajunya membuat ketiga orang dewasa itu Terkekeh.
Deg!
Arti tidak sengaja melihat ke arah Dave yang tertawa kecil begitu pun Dave yang pas melihat ke arah Arti, mereka saling diam menatap satu sama lain.
"Aaaah, ba bagaimana kalau sekarang kita pergi aja sebentar lagi sore." ujar Arti mengalihkan pandangannya ke arah Dery."Ayo sayang kamu ikut semobil sama Tante ya."
"Gak,"Jawab Dave cepat, "biar Dery sama saya, kami akan mengikuti kalian dari belakang."
"Gak mau, Deli mau cama Ante Doktel." kata Dery
"Sayang, kamu ikut papa atau kita balik ke Hotel saja." tegas Dave.
Satya yang melihat seperti ada sesuatu antara Arti dan Satya pun tak ingin jadi orang ketiga.
Entah kenapa Satya merasakan ada suatu hal yang akan terjadi antara kedua manusia itu. Jadi dia akan memberikan kesempatan untuk mereka.
"Aahh iya Queen, kayaknya aku gak bisa anterin kamu deh, badan aku sakit kayaknya kecapek'an deh, mau balik kerumah Rendy aja ya istirahat, biar besok ke pantai nya bisa Fit," ucap Satya mencari Alasan.
"lagi kamu sih, baru dateng dari KL ngotot nganterin kesini, kan tadi aku bisa pergi sendiri atau sama Sekar, kalau begini aku gimana coba ?" gerutu Arti kesal.
"Emmt Dave, Arti semobil sama kalian aja ya, biar aku langsung cabut, aku capek banget baru balik dari KL dan rumah tempatku nginep berlawanan sama rumah Arti." Ucap Satya panjang lebar (Bohong, padahal rumah Sekar dan Arti dekat,)
"Baiklah," kata Dave sambil melirik ke arah Arti yang juga sedang meliriknya.
'Cantik, lucu dan Ke ibuan, tapi judes banget kalau sama gue.' batin Dave.
'Ganteng sih, tapi dinginnya ngalahin Es batu di kulkas ibu.'batin Arti.
Akhirnya mereka pulang kerumah Arti menaiki mobil Dave. Sungguh jika ada yang melihat mereka bersama seperti Keluarga yang Harmonis dengan Dery yang berada di gendongan Dave sambil tangan ya menggenggam tangan Arti.
Sementara Satya balik kerumah Rendy.
---Bersambung---