NovelToon NovelToon
Tetangga Jadi Suami

Tetangga Jadi Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Abygail TM

Kharis, seorang gadis di sebuah kota kecil, seorang mahasiswa, hidupnya terlalu fokus dengan studinya sehingga cenderung tidak peduli dengan apa itu cinta, sampai Lewi menjadi tetangganya. Cowok itu mengalihkan dunianya, ia jatuh cinta, sayangnya Lewi yang begitu supel, berteman dengan siapa saja tetapi bersikap berbeda pada Kharis, cenderung tidak peduli. Akankah cinta pertama Kharis menemukan tempat yang seharusnya di hati Lewi....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abygail TM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 31. Cinta yang Kembali

"Kakak... kita sama-sama bau keringat, nanti aja ya..."

Kharis melepas diri dari Lewi. Lewi yang tak rela moment bahagianya diinterupsi kembali menarik tengkuk Kharis.

"Bentar lagi... masih kangen Riris... kangen berat aku..." --aduuh kakak, jadi gemess--

"Iya... tapi aku nggak bisa napas..."

Dengan berat hati Lewi mengurai pelukannya, menangkup dua pipi gadis itu, menatap lekat dan memberikan sebuah ciuman singkat di bibir berlipstik itu. Senyumnya merekah tapi di sudut mata ada airmata yang siap keluar. Lewi kemudian memasukkan gigi persneling dan menjalankan mobil itu.

Kharis akhirnya berani menatap Lewi, terharu melihat betapa senangnya Lewi bertemu dirinya. Sorot matanya masih sama masih penuh cinta, dan... Lewi sampai menangis tadi, terlalu bahagiakah cowok ini?

Cintanya kembali. Ini hadiah terbaik di awal tahun, lebih baik dari piagam penghargaan dan hadiah Pak Gub yang dia terima tadi. Perlakuan Lewi yang manis menunjukkan bahwa di mata Lewi dia masih kekasihnya... status ini lebih indah dari pada status yang disematkan kepadanya di auditorium tadi. Kharis hepi.

"Kakak, jangan lewat jalan utama pasti macet ini, keluar di pintu timur aja..."

"Ok, sweetheart..."

Rona bahagia memancar dari wajah keduanya.

Sampai di rumah, Kharis kaget dengan ruang tamu yang sudah berubah jadi studio photo mini. Mama langsung menyambut keduanya.

"Astaga mama...."

"Ayo... ayo kita tidak punya banyak waktu. Perbaiki make up kamu dulu, Darling... Lewi, kamu aja duluan yang difoto."

Mama paling ribet kalau ada moment yang dianggap penting pasti semua dipikirin, termasuk foto-foto itu wajib hukumnya. Pengalaman waktu Revy wisuda S1 mereka antri di sebuah studio foto sampai pulang malam membuat mama menyewa tukang foto datang ke rumah kali ini.

Berfoto-foto selama hampir 2 jam, mengambil banyak scene, baru berhenti saat Kharis beberapa kali mengeluh cape. Mana makan siangnya dicicil di sela-sela itu.

"Nggak bagus juga hasilnya kalau masih maksa foto dengan muka cape, maaa..."

Akhirnya mama menyerah dan mempersilakan sang fotografer dan anak buahnya segera merapihkan peralatannya, karena malam nanti ada Syukuran di rumah. Tenda sudah terpasang di samping rumah dekat teras samping, catering sudah selesai diatur. Tinggal menunggu waktu pelaksanaan acara.

"Riris, aku pulang sebentar mau mandi, nanti aku balik lagi..."

Lewi pamit ke Kharis yang terduduk di sofa karena cape, sejak subuh sudah bangun dan hampir seharian menggunakan high heels. Kakinya sudah berat untuk melangkah.

"Iya... harus balik ke sini ya Lewi, kita syukuran sama-sama..." mama yang menjawab.

"Acaranya jam berapa ma?" Kharis bertanya.

"Jam 7..."

Kharis melihat jam di dinding, hampir setengah tiga sore.

"Aku ikut kakak... tunggu sebentar aku mandinya nggak lama."

Lewi tersenyum mendengar permintaan Kharis, dan mama langsung auto waspada matanya membulat hampir mengoceh tapi sudah ditinggal putrinya ke kamar. Padahal sejak bertemu tadi mama yang terlihat paling enjoy dengan kehadiran Lewi, waktu foto bareng mama tidak segan-segan mengamit lengan Lewi. Tapi mendengar keinginan putrinya mama langsung was-was. Mama plin-plan atau apa ya...

Lima belas menit kemudian Kharis keluar kamar tampil segar dengan rambut setengah kering, menggunakan blouse katun putih motif bunga-bunga kecil warna kuning dan celana jeans biru pudar. Pamit ke mama yang belum berganti baju tapi sudah sibuk di area dapur menyiapkan dessert tambahan.

"Ma, aku ikut kak Lewi ya..."

" Iya... jangan pulang terlambat, nggak enak nanti tamunya datang terus yang punya hajatan nggak ada..."

Kharis tertawa... tatapan mata sudah berubah horor lagi, sudah lama dia tidak melihat tatapan seperti itu. Kharis paham apa maksudnya.

"Iya ma... iya. Kakak... ayo."

Lewi juga berpamitan. Beriringan mereka keluar rumah. Di dalam mobil...

"Kakak tinggal di mana, terus kapan datang ke sini?"

"Di daerah BM... aku sewa rumah. Datang ke sini tanggal 5, tanggal 9 Seminar dan ujian Tesis..."

"Oh... udah seminggu lebih ya..."

"Pengennya langsung ketemu kamu Ris, tapi banyak banget yang mesti diurus... Dua hari yang lalu aku ke rumah nggak ada orang. Waktu itu mau minta kamu dampingin saat wisuda, nggak tahunya kita sama-sama malahan... hehehe"

" Oh... iya, ada acara pelepasan fakultas."

"Oh gitu ya..."

Mobil berhenti, Lewi turun membuka pintu pagar. Kharis ikut turun.

"Rumahnya mungil ya... tapi halamannya luas. Wah keren... Viewnya pantai."

"Kamu suka?"

"Nggak... milik orang, hehehe... hanya menilai."

Lewi membuka pintu rumah dan mempersilahkan Kharis masuk. Kharis mengitari ruang yang tidak seberapa luasnya dengan pandangan mata. Interior rumah seperti sebuah apartemen, tertata apik dalam nuansa warna kayu, terasa nyaman. Kharis mendekati jendela belakang, ternyata di belakang ada teras yang lebih luas dari teras depan.

Rumah ini sebelah kirinya apartemen, sebelah kanannya hotel, dan di bagian belakang berbatasan dengan sebuah rumah berlantai tiga yang sangat besar. Tapi uniknya justru rumah ini satu-satunya yang berhadapan dengan laut. Akses masuk bisa dari jalan di depan hotel atau jalan di depan apartemen. Posisi strategis ini bisa menunjukkan berapa nilai rupiah rumah mungil ini.

"Sebentar ya... aku mandi dulu udah gerah sejak tadi..."

Kharis hanya mengangguk, sejujurnya dia risih dan gugup berada di dalam ruangan hanya berdua. Di teras depan ada ayunan kayu, dia menuju ke sana. Duduk di ayunan ternyata cukup nyaman untuk menunggui Lewi juga untuk melepas lelah tubuhnya.

Dengan posisi bersandar matanya menerawang ke arah laut yang berkilau terhampar hingga ujung cakrawala, warnanya berubah-ubah dari biru aqua, biru laut hingga bertemu dengan warna biru langit. Ada hamparan awan putih tipis di beberapa bagian, terpaan angin laut yang lembut membuat sinar matahari menjelang sore terasa lembut. Suasana itu membuat kelopak mata gadis itu akhirnya tertutup diapun tenggelam ke lautan mimpi.

Selesai mandi Lewi keluar kamar tidak menemukan Kharis di ruangan, pintu depan yang terbuka membuat kakinya melangkah ke sana... dan mendapati sebuah pemandangan yang baru pertama baginya... melihat kharis tertidur, mata terkatup rapat mulut sedikit terbuka dengan kepala miring ke sandaran tangan ayunan itu.

"Dalam tidurpun kamu cantik..." Lewi mengguman.

Lewi mencuri sebuah ciuman lembut di kening gadisnya, kemudian dia duduk dengan hati-hati di bagian kosong, perlahan menyelipkan tangan di belakang kepala dan memindahkan kepala itu bersandar di dadanya. Tidak ada gerakan berarti dari Kharis pertanda gadis itu sangat lelap.

Lewi menikmati kedekatan mereka, seolah melebur rindu ketika kedua tangannya mengunci tubuh gadisnya. Aroma lembut dari tubuh dan rambut yang terhirup memberi sensasi yang indah di seluruh rasa. Cintanya benar-benar kembali dalam dekapan. Dan keindahan yang masuk di jiwanya itu ikut mengantar dia dalam pelukan mimpi...

¤¤¤

Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca karya pertamaku... mohon dukungannya yaaa...

¤¤¤

.

👨‍🦰💙🙎‍♀️

1
AbyGail
Luar biasa
Elbena
ya banyak yg bagus. dan yg ini salah satunya /Good/
AbyGail: 🙏🙏🙏
Terima kasih
total 1 replies
Elbena
jika J = jakarta
maka kemungkinan M cuma dua, Makassar atau Medan. tp lebih condong k Makassar sih
Elbena
jempol
Elbena
hingga eps. 30 cerita ini yg sangat simpel, sederhana namun sangat realistis dan disajikan dengan sangat baik. dengan permainan kata2 yg apik menjadikannya cerita yg luar biasa. saya suka
AbyGail: Terima kasih apresiasinya kak... semoga bisa dinikmati alurnya ya 🙏
total 1 replies
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sumpah aku pengen baca POV nya lewi loh...
AbyGail: baca terus biar tahu kk, tengkiu udah mampir
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
AbyGail: Hai... makasih ya, sdh baca ceritaku 🙏
total 1 replies
RithaMartinE
semngatt lewi
RithaMartinE
😄😄
anna
mampir lagi aku thor. novel ke 2 dari karya mu yg aku baca. selalu syukaaaa😍😍😍
Irfan Fatswana
Luar biasa
Irfan Fatswana
Biasa
Ayu galih wulandari
Lanjuuut doong kak...ku tunggu...🤗🤗😘😘😘😘😘
Ayu galih wulandari
Lanjuuut kak...mkc sdh up
AbyGail: Tengkyuuu udah baca 🙏🙏
total 1 replies
Ayu galih wulandari
Kanjuuut kak..😘😘
jie ung
di tunggu ya
AbyGail: udah rilis 3 bab kk 😍
total 1 replies
Ayu galih wulandari
Semangat tetep optimis klau sdh jodoh sejauh apapun dia melangkah n pergi pasti kembali ke asalnya .😍😍
Ayu galih wulandari
Bagus kak alur ceritanya ....😍😍😍😍😍
Sungguh cerita novel yg ringan tdk terlalu berbelit belit aqu suka kak..🤗🤗😘😘😘😘😘😘
Ayu galih wulandari
Aqu sdh melimpir ke mari kak...lanjuuut..😘😘😘
AbyGail: Terima kasih ya... semoga suka
total 1 replies
Dahlia Anwar
mami yang tolol nanti anak nya kabur baru tau rasa
Dahlia Anwar: wkwk kenapa si bisa bikin cerita sebagus ini ,, bisa ngaduk2 emosi .. pokok ny keren.. maaf ya thor mungkin ada komen ku yang keterlaluan😭😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!