NovelToon NovelToon
Trapped By The Devil

Trapped By The Devil

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: ingrid nadya

Davina pikir dia akan menjadi pengantin paling bahagia hari ini. Pernikahannya berjalan dengan baik bahkan sampai dia mengucapkan janji setianya pada lelaki impiannya.

Namun, tiba-tiba seseorang bangkit dari tempat duduknya untuk merusak segalanya.

"Calon pengantin perempuan itu milik saya, Pak Pendeta! Dia tidak boleh jadi milik orang lain!" kata Raka, tegas.

Seluruh jemaat yang hadir langsung gaduh.

Apakah Davina jadi menikah hari ini? Atau dia harus mengenyahkan terlebih dahulu si iblis yang selalu mengganggu hidupnya selama ini?

Covers obtained from pexels, free to use.
IG Author : @ingrid.nadya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingrid nadya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Temenin Gue Ya? Please?

Raka bangun pagi ini dengan kaget luar biasa. Ada lima belas missed call masuk ke dalam ponselnya. Semuanya dari Tia. Matilah! Dia telat ikut meeting pagi dengan Infitro!

Dia pun segera melompat dari tempat tidur dan membuka laptop. Dengan panik, dia masuk ke dalam link meeting zoom yang diberikan oleh Tia kemarin.

“Akhirnya! Darimana saja kamu, Raka?” kata Rizal dengan suara tinggi begitu nama Raka muncul di notifikasi zoom. CEO Infitro itu memang tidak suka memulai meeting kalau Raka tidak ada. Gengsi seorang pemimpin besar, harus dilayanu oleh pemimpin yang lain.

“Maaf, Pak. Saya ada urusan sebentar.”

“Urusan apa yang lebih penting dari meeting dengan klien?” sindir Rizal.

Raka hanya bisa meminta maaf sekali lagi dan mempersilahkan meeting dimulai. Tia pun akhirnya dapat memulai demo aplikasi tersebut setelah disemprot habis-habisan oleh Rizal selama dua puluh menit lamanya.

Sebuah pesan masuk ke ponsel Raka di tengah-tengah meeting tersebut.

Tia : I’ll kill you in no time.

(Gue bakal bunuh lo secepatnya.)

Raka menghela nafas. Akhir-akhir ini, dia memang terlalu banyak melakukan kesalahan!

***

Meeting dadakan antar direksi Creature langsung diadakan setelah demo aplikasi bersama Infitro. Raka tahu meeting ini digunakan untuk menghakimi dirinya.

Benar saja, begitu dia masuk ke dalam ruang meeting di zoom, Tia langsung terlihat bertepuk tangan.

“Good job hari ini, Elraka Aditya yang terhormat!” sindir Tia habis-habisan.

Raka nyengir.

Memangnya dia bisa apalagi?

Ini memang jelas-jelas kesalahannya.

“Gak usah senyum-senyum lo!” Albert terlihat memutar bola mata.

“Maafin gue, guys. Gue beneran lupa pasang alarm.”

“Akhir-akhir ini apa sih yang lo ingat, Ka?” Albert terlihat kesal. Baru kali ini Albert angkat bicara, sepertinya Raka memang sudah melakukan kesalahan fatal.

Raka garuk kepala, “Gue bisa apa selain minta maaf...”

“Ya udah, terima aja semua makian kita seharian ini ke lo!” Wajah Tia terlihat merah padam.

Raka yakin betul sebelum dia masuk ke dalam link zoom meeting tadi, Rizal sudah menyemprot Tia habis-habisan, makanya wanita itu sekarang melampiaskan semuanya pada Raka.

“Sorry, Tia,” kata Raka, lagi. Dia berusaha menunjukkan wajah menyesal, which is sangat sulit. Template wajah Raka sudah terlihat tengil sejak awal. Jika dia serius, ekpresinya malah semakin terlihat tengil. Itu yang membuat semua orang jadi semakin emosi melihatnya wajahnya.

“Ganteng sih, tapi muka kamu nyebelin.” Raka ingat kalimat itu. Saat itulah, dia menyadari bahwa wajahnya malah membuat orang semakin ingin marah padanya. Siapa lagi yang mengatakannya kalau bukan Davina...

“Kerjaan lo juga banyakan ke-pending, Ka. Anak-anak jadi ngasih review-an aplikasi ke gue semua. Gue gak suka kalau jadi timpang. Gak profesional ini namanya.” Albert mengeluh panjang lebar.

Raka diam saja, pikirannya malah sibuk mengenang Davina. Gadisnya. Dulu. Yang saat ini setengah mati berusaha dia dapatkan kembali.

“RAKA!!!” Tia memanggil dengan nada tinggi.

Raka kaget.

“Lo denger gak sih kita ngomong apa?”

“De-denger kok, Tia.” Raka gelagapan. Baru kali ini dia kena semprot oleh bawahannya sendiri, tapi malah terlihat tidak berdaya.

Raka menerimanya, karena dia memang bersalah. Dia tidak menjadi pemimpin Creature yang baik akhir-akhir ini.

“Ah, udahlah. Meeting ini gak guna.” Albert langsung meninggalkan zoom, tanpa Raka sempat meminta maaf.

Perlahan, yang lain juga ikut meninggalkan zoom, kecuali Tia. Setelah yakin, tidak ada orang lain, akhirnya Tia angkat bicara.

“Lo lagi ada masalah, Ka?” tanya Tia.

“Gak ada, Ti.”

“Terus kenapa lo kacau banget sekarang?”

“Gue cuma lagi gak konsen.”

“Udah beberapa kali anak-anak ngeluh ke gue karena lo gak bisa dihubungin, Ka. Lo kemana aja sih?”

‘Mengejar sesuatu yang penting,’ Raka membatin.

“Lo ngelamun sekali lagi, gue datengin apartemen lo ya, Ka!” Nada suara Tia meninggi lagi.

“Sorry, sorry. Gue bener-bener minta maaf, Ti. Gue gak bisa bilang masalah gue, tentang apa yang bikin gue kayak gini. Tapi bakal coba gue kesampingkan. Jujur, gue merasa bersalah banget ke lo semua.”

“Ya, tunjukin kalau merasa bersalah! Albert udah emosi banget loh tadi! Jarang banget dia buka suara kayak gini.”

“I know...”

Karena Raka menerima semuanya dengan kalem, tidak ketengilan seperti biasa, akhirnya Tia melunak.

“Lo beneran gak mau cerita lo kenapa? Siapa tahu gue bisa bantu,” kata Tia.

“Gak bisa, Tia.”

“Gue cuma mau nanya satu hal aja sih.”

“Apa?”

“Masalah lo gak berkaitan dengan pinjaman utang ke bank kan?”

Raka mengernyit, “Lo kira gue tukang ngutang?”

“Ya, siapa tahu! Kan banyak pemimpin perusahaan yang terlilit hutang ke bank!”

“Gaji gue banyak, Tia. Belum hasil jual saham Creature ke investor. Dan bokap gue memang gak setajir Bambang Hartono, tapi cukuplah untuk gak ngebiarin gue ditangkap polisi kalau terlilit hutang.” Raka terkekeh.

“Kalau gue gak tahu lo lagi ada masalah, gue bener-bener pengen banget nampol lo, tahu gak? Kaki lo sekali-sekali nginjek tanah, kenapa sih?!”

Kali ini Raka tertawa, “Gue kan cuma niat nenangin kepanikan lo, Ti.”

Tia mendengus.

“Tadi Albert kena marah juga sama Pak Rizal?” tanya Raka.

“Ya iyalah! Kayak lo gak tahu aja, Pak Rizal itu klien paling arogan yang pernah ada di muka bumi ini. Dia bakal ngambil kesempatan untuk merendahkan siapa pun. Makanya tadi, dia habis-habisan nyemprot gue sama Albert sebelum lo muncul. Kalau gue jadi Albert sih, udah gue datengin apartemen lo sekarang, gue mutilasi lo jadi potongan-potongan kecil.”

“Jahat banget ngomongnya!” Raka meringis.

“Lo gak usah playing victim!”

Raka nyengir.

“Sebagai hukuman lo, gue sama Albert udah sepakat, lo yang bakal datang ke pernikahan anak Pak Rizal hari Sabtu ini.”

“HAH???”

“Selama ini, harus selalu gue sama Liana yang ganti-gantian datengin acara klien kalau kita diundang. Kali ini, kita mau bebas tugas. Lo datang tuh sendirian kesana!”

“Tiaaaaaaa, jangan doooong!” Raka merengek.

“Bodo amat, Ka!”

“Gue jomblo, Ti. Mau ngajak siapa gue? Ke acara kawinan pula.” Raka terdengar ngenes. Padahal salah sendiri, dulu punya pacar, tapi tidak dihargai.

“Itu urusan lo lah.”

“Ya udah, gini deh, gue bakal datang, kalau lo ikut sama gue.”

“Dih, ngapain juga gue ke acara kawinan orang bareng lo?”

“Ya, masa gue ngajak Liana? Digampar lakinya ntar. Kalau lo kan jomblo juga.”

“Sialan!” maki Tia.

“Ayolah, Ti. Sekali ini aja. Abis itu, gue traktir lo makan dimana deh.”

“Sorry, gue bisa beli makanan mahal mana pun di Jakarta dengan duit gue sendiri.”

“Ya udah, gue minta tolong sebagai temen lo deh. Please, mau ya, Ti, sekali ini. Gue bener-bener pengen nunjukin ke kalian kalau gue nyesel. Dan gue pengen jalanin hukuman kalian buat gue.”

“Terus kenapa gue harus ikut dihukum bareng lo?!”

“Gak dihukum dong. Lo nemenin gue sebagai teman. Ya? Mau ya?” Raka memelas.

Melihat bosnya memohon dengan mata anak anjing, Tia goyah.

“Please, Tia???” Raka menangkupkan kedua tangan di dada.

Tia garuk kepala.

Karena siapa yang bisa menolak pesona Raka jika dia sudah memohon-mohon seperti ini???

***

Kira-kira kenapa Tia gak bisa nolak permintaan Raka ya? Lalalalalala\~ 👀

1
Borahe 🍉🧡
Haha gila si Raka
Vina
uhuy
Shifa Burhan
novel egois wanita

aku tantang author nya jika kau diposisi raka apakah kau akan Terima saja diperlakukan kayak gitu

jadi wanita punya hati sedikit dalam berkarya lihat juga perasaan pemeran utama pria jangan egois hanya semua tentang pemeran utama wanita (posisi diri kalian)

kalian bangga lihat novel yang merendahkan lelaki, di novel kelihatan sekali kalian tidak peduli perasaan pemeran utama pria kalian buat pemeran utama pria kayak orang bodoh yang Terima saja diperlakukan dan dipermain

ini contoh kalian merendahkan karakter raka (pria)
*dibuat kayak pengemis yang terus mengemis cinta
*dibuat kayak lelaki bodoh diperlakukan seperti apapun dia Terima begitu saja
*dibuat hanya sebagai pelarian dia Terima begitu saja
*raka yang ditolak dan campakkna tapi dia juga yang terus mengejar devina
*dipermalukan didepan banyak orang kayak pengemis
*digantung dan dibuat kayak boneka yang bisa dipermainkan begitu saja
*saat diperlukan dia harus ada tapi saat tidak dibutuhkan dia di campakan kayak sampah

author punya hati, coba kau diposisi raka apakah kau Terima begitu saja,

novel memang bagus tapi keegoisan mu sebagia wanuta sangat jelas disini
Fareza Gmail.Com: baper keknya..
total 3 replies
Shifa Burhan
kasian sekali karakter pemeran utama pria di dalam nov buatan wanita

raka jelas hanya dibuat pelarian oleh davina tapi author seakan karakter raka jadi lelaki bodoh yang harus Terima saja dipermainkan devina, dipermalukan devina, dibuat pelarian devina

aku tantang author jika author diposisi raka, apakah author mau diperlakukan kayak gini

jadi novelis juga harus punya hati dalam membuat novel, jadi novel bisa adil

lihat saat raka melakukan kesalahan pada devina kalian buat devina tegas dan tidak mudah memaafkan raka
tapi saat devina yang mempermainkan raka kalian buat raga menerima begitu saja kayak lelaki bodoh

pakai hati sedikit saja thor dalam berkarya biar kelihatan betapa egois dirimu sebagai wanita dalam membuat novel
Indri Any: bener banget novel mom tree aku ngikuti novelnya semua
total 2 replies
Shifa Burhan
enak ya jadi pemeran utama wanita dalam novel bebas berbuat apa saja dan semua perbuatannya pasti dibela author (karena authornya wanita jadi dia hanya melihat dari posisi ini)

dan mirisnya jadi pemeran utama pria ketika dia salah dia akan dibuat dapat balasan dan kayak pengemis, tapi ketika dia disakiti dia dibuat harus menerima begitu saja dan kayak lelaki bodoh yang selalu siap untuk pemeran utama wanita


*aku tantang kalian (author) jika kalian diposisi raka apakah kalian akan Terima begitu saja diperlakukan kayak gitu

pakai hati sedikit dalam membuat novel jadi kalian juga memikir pemeran utama pria jangan hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

sekian
Andi Andi
puas banget bacanya. sesuai keinginan ku. 🥰
Andi Andi
nggak sadar diri banget sih si yuni. dari awal dia muncul dicerita ini. aku uda benci banget.
Andi Andi
mantaap raka utk pertama kalinya bersikap dewasa😄
Andi Andi
assyk ini yg aku mau. aku sukaaaa.
Andi Andi
akhirnya ketahuan kan siapa yg lebih tulus mencinta. mana si yuni yg sok sok an. dukung teman. yg di dukung kurang ajarrr. 😁
Andi Andi
akhirnya terucap juga. rasa yg terpendam selama ini
Andi Andi
ya aku juga benci julia
Andi Andi
aku benci yuni.
Andi Andi
niko kamu tu yg masuk dalam kehidupan raka dan dav bukan raka yg masuk dlm hubungan kalian. lupa ya. klu aku mah ogah punya camer kayak mama niko
Andi Andi
aku dari awal uda benci banget sama si yuni ini.
Andi Andi
uda balikan lagi aja.
Andi Andi
nggak banget nih mamanya niko.
Andi Andi
sumpah aku tak bisa lagi menahan air mata ku. tes.. yes jatuh deh. mewek ha.. 😂
Andi Andi
nyesek ya. nyesek nggak. nyesel nggak. bangeeet pake iya. ya mau gimana lagi. Terima aja walau pahit.
Andi Andi
kok aku nggak rela ya niko sama dav. pake cium2 lagi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!