NovelToon NovelToon
Aku Ingin Dicintai

Aku Ingin Dicintai

Status: tamat
Genre:Contest / Suami ideal / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 5
Nama Author: Marica

Flora Melinda Putri seorang perempuan yang mendambakan cinta dari seseorang di dalam hidupnya.

Berparas cantik dan baik bukan berarti kisah cintanya berjalan mulus. Hubungan dengan seorang laki-laki kaya bernama Daniel Aditya Ferdinand berakhir tragis dan berujung pada penghinaan dari orang tua kekasihnya. Latar belakang keluarga Flora yang tidak jelas, lahir tanpa seorang ayah dan tidak ada ikatan pernikahan.

Pertemuannya dengan seorang laki-laki bernama Revaldo Giovanni Ferdinand yang ternyata sepupu Daniel membuat kisah baru dalam hidupnya. Namun disaat kisah cinta mereka terjalin sebuah kenyataan pahit membuat Gio sangat membenci Flora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flora Vs Mariana

Gio dengan telaten mengoles salep ke punggung tangan Flora yang terkena panci panas. Mulutnya tidak berhenti untuk menggerutu.

"Apa masih terasa panas?" tanya Gio.

Tidak ada tanggapan dari Flora membuat Gio mengubah arah pandangnya. Matanya melihat Flora melamun dengan air mata yang menitih dari matanya.

"Astaga apa luka sekecil ini membuatmu menangis," omel Gio.

"Ini sangat panas," rengek Flora.

"Ini salahmu sendiri, kenapa melamun? Bagaimana kalau nanti tanganmu ini terkena air panas atau lebih parah lagi terbakar?" bentak Gio.

Mendengar bentakan Gio tangisan Flora justru semakin kencang.

"Kamu jahat sekali kenapa membentak ku dan bicaramu sangat kasar?"

"Bukan itu maksudku …." Gio gelagapan melihat Flora menangis semakin kencang. "Hei, sudahlah! Diamlah …."

Gio takut jika ada yang mendengarnya maka mereka mengira dirinya melakukan sesuatu pada Flora padahal dirinya tidak sengaja membentaknya.

"Kenapa kamu harus membentak ku? Kamu kan bisa bicara baik-baik padaku," protes Flora di sela isak tangisnya.

"Oke aku minta maaf, jadi sekarang diamlah!" Gio berkata dengan menyatukan kedua tangan mereka.

Ternyata tidak mudah untuk membuat Flora berhenti menangis bahkan Gio merasa sudah hampir putus asa untuk menenangkan tangisan Flora. Gio takut jika ada seseorang yang akan mendengarnya dan membuat orang itu salah paham.

"Flora jika kamu tidak diam … aku akan mencium bibirmu sekarang juga," ancam Gio.

Flora langsung membungkam mulutnya dan berhenti menangis saat telinganya mendengar ancaman Gio.

Mata basah Flora langsung menatap tajam Gio. "Jika kamu berani melakukan itu aku akan menghabisi mu," ancam balik Flora.

"Ho, ho, ho, sudah pandai mengancam rupanya," ledek Gio.

Satu pukulan mendarat tepat di lengan Gio membuat Gio memekik.

"Awww, ini sakit," keluh Gio.

"Rasakan itu," balas Flora.

"Tubuhmu kecil tetapi tenagamu sangat kuat," ledek Gio.

"Berhentilah menggodaku," rengek Gio.

"Baiklah." Gio langsung mengusap jejak air mata yang sudah hampir mengering.

"Jangan menangis aku akan membantumu untuk menemukan ayahmu," ucap Gio.

"Janji?" Flora menunjukkan jari kelingkingnya pada Gio.

Gio tersenyum melihat itu lalu ia gerakan tangannya dan mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Flora. "Aku berjanji Flora."

Keduanya saling menatap dan berbalas senyum.

"Sepertinya pantry sudah menjadi ini sudah menjadi tempat untuk pacaran."

Perkataan seseorang itu langsung mengalihkan pandangan Flora dan juga Gio. Kedua bola mata mereka melihat Mariana berdiri diambang pintu dengan tangan terlipat di depan dadanya. Flora terkejut, tetapi tidak dengan Gio. Flora langsung menarik kaitan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Gio.

"Oh, Tante Marina. Apa kabar?" sapa Gio.

Tidak ada niatan Mariana untuk menjawab sapaan keponakannya.

"Ada yang ingin aku bicarakan dengan perempuan itu. Bisa kamu tinggalkan kami, Gio?" pinta Mariana.

Flora terkejut saat ibu dari mantan kekasihnya ingin bicara dengan dirinya.

"Ada ap-"

Perkataan Flora terpotong saat Gio menyela perkataanya seraya menggenggam tangannya.

"Tante bisa mengatakannya di depan aku," sela Gio.

"Ini tidak ada urusannya dengan mu jadi tante minta, kamu pergi!" ucap Mariana lembut namun penuh dengan penekanan.

Gio ingin membalas ucapan Mariana namun segera ditahan oleh Flora.

"Tidak apa-apa. Aku bisa menjaga diri," ucap Flora.

"Kami yakin?"

Flora langsung mengangguk. "Iya."

Kalau sudah begitu apa yang bisa dilakukan oleh Gio. Gio menghela nafas sebelum keluar dari pantry itu. Gio memberikan tatapan seperti mengintimidasi saat pandangannya bertemu dengan adik ipar dari papanya.

Setelah memastikan Gio pergi dari pantry, Mariana melangkah mendekati Flora. Mariana berdiri di hadapan Flora dengan jarak satu meter.

Mariana berdiri dengan melipat kedua tangannya dan menatap sinis ke arah Flora. Namun tatapan itu sudah tidak bisa menakuti seorang Flora.

"Sungguh hebat, kamu putus dengan anak saya dan sekarang kamu mulai mendekati keponakan saya. Apa kamu tidak bisa mencari laki-laki dari keluarga yang lain?" sindir Mariana.

"Apa yang sebenarnya ingin anda bicarakan dengan saya. Cepat katakanlah saya harus segera kembali bekerja," ucap Flora.

Kedua bola mata Mariana membulat, ia tidak menyangka Flora akan berani bicara seperti itu pada dirinya. "Sombong sekali kamu."

"Maaf jika anda merasa saya seperti itu. Saya hanya sedang waspada," balas Flora.

"Baik saya juga tidak ingin berada lama-lama di sini bersama anak haram sepertimu?"

"CK, terserah anda saja."

"Apa kamu sudah sudah melupakan anakku?" tanya Mariana.

"Anda tentu tahu jika Daniel adalah cinta pertama saya jadi tidak mungkin saya bisa melupakan cinta pertama saya," sahut Flora.

"Baiklah, saya bisa merestui hubungan kalian dengan satu syarat …."

Flora melihat aneh ke arah Mariana. Flora bisa melihat senyum Iicik tergambar di bibir Mariana.

"Apa yang sebenarnya anda inginkan?" tanya Flora tanpa basa-basi.

"Bujuk Daniel supaya mau memperebutkan kursi kepemimpinan di perusahaan ini."

Flora diam seraya menatap mata Mariana dengan lekat. Detik itu juga Flora teringat akan perkataan Daniel yang akan membuat orang tuanya merestui hubungan mereka, jadi hal itu yang akan membuat hubungan mereka direstui.

"Maaf saya tidak bisa melakukannya. Jika Daniel berhasil memimpin perusahaan ini anda akan menerima daya bagaimana jika tidak?" Flora tersenyum getir. "Lagi pula saya dan Daniel sudah memutuskan untuk berteman saja," lanjut Flora

"Lagi pula saya melihat Daniel tidak ingin memimpin perusahaan ini. Jadi saya kasih saran pada anda jangan terus memaksakan kehendak anda pada Daniel. Biarkan dia melakukan apa yang dia mau dan memilih apa yang ingin dia mau."

"Kamu berani bicara seperti itu pada saya. Tahu apa kamu tentang anak saya."

"Saya tahu jelas apa yang Daniel mau, dia hanya mau kebebasan, Nyonya." Flora kini menatap kedua bola mata Mariana. "Harusnya anda sebagai wanita yang sudah melahirkannya bisa lebih mengerti apa yang anak anda inginkan."

"Diam kamu." Mariana melayangkan tangannya ke wajah Flora namun Flora menahannya.

"Maaf Nyonya saya tidak akan tinggal diam lagi saat anda akan berbuat kasar pada saya." Flora mencengkram kuat pergelangan tangan Mariana.

"Lepaskan saya!"

Flora melepaskan cengkraman tangannya dari pergelangan tangan Mariana.

"Saya rasa pembicaraan kita sudah selesai. Saya masih banyak pekerjaan, permisi."

Flora melangkah keluar dari pantry. Ada senyum lebar di bibirnya, ia merasa bangga pada dirinya karena mampu melawan Mariana.

Mulut Flora tidak berhenti berguman, "Dasar wanita itu mau menggunakan aku dan Daniel untuk kepentingannya saja, jangan harap aku mau melakukan itu. Bagaimana wanita itu tega pada anaknya sendiri. Ck, kasihan Daniel."

Sementara di pantry Mariana sedang dalam mode marah level akut. Matanya bahkan sudah memerah dan tatapannya sangat tajam seakan siap menerkam mangsanya.

"Dasar anak haram. Berani sekali dia bicara seperti itu padaku. Lihat saja apa yang bisa aku lakukan untuk menghancurkan dirimu."

1
bluemoon007
😍😍😍
Dandelion
jgn mau fely ken tipe cowok plin plan nanti kamu cma sakit hati aja...
Siti Rofiatin
lanjut
Rina Fauzie
bagus cerita nya 👍👍👍👍
Merry Merr
Kpn upnya
Memey Naifa
gk sah aneh" deren klu gk pengen malu nantinya
Memey Naifa
novel yg aku baca selalu ada aja suami yg bucin .. aku suka jadi lucu 💪💪💪💪 thor
Memey Naifa
semoga mariana trus baik sama flora
Memey Naifa
semoga mariana trus baik sama flora
Memey Naifa
semoga mariana trus baik sama flora
Memey Naifa
semoga mariana trus baik sama flora
Memey Naifa
aku benci geo bikin mles aja yg tdinya seru krna cndaan geo skrg bikin emosi 😤😤😒😒
Memey Naifa
yeeees akhirnya
Memey Naifa
kenapa jga hati flora gampang luluh bru direstuin sma ardi la nenek lampir kn blom
kenpa thor koq balik sma daniel 😤😤😤😒😒😒
Memey Naifa
flora buang lah daniel dri hidupmu anggap itu masalalu buat pelajaran
biar ardi setuju gin mak lampir gk bkal setuju mending sama geo biar plaboy tapi dia perhatian ayahnya jga baik sma kamu dri awal
thor jauhkan daniel dri flota
Memey Naifa
thor flora anak pk farhan ya jdi geo kakak flora
Aku harap se gitu critanya 💪💪💪💪
Tulip
tante mariana baik krn flora ank farhan cb kl flora bukan ank farhan pasti masih di hina juga
Rus Mini
jodohkan di tangan author toh.....lanjutttt
Ninik Dwi Prihastuti
Memei 01
cerita nya, 💞 semua
dipantengin selalu
aura dan gavindra
Bella dan Keanu 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!