Aku Ingin Dicintai
Kamu adalah gadis dari kalangan bawah dan bermimpi untuk menjadi seorang putri dengan masuk ke dalam keluarga kami. Jangan bermimpi! Dan satu hal lagi, anak haram seperti dirimu tidak pantas menjadi pendamping anakku, apalagi ibu kamu, wanita murahan seperti dia tidak pantas menjadi besan kami.
Ini peringatan untuk kamu dan ibu kamu, jika kamu masih berhubungan dengan anakku, Daniel, maka aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkan hidup kalian berdua
Memiliki paras yang cantik, hati yang baik, karir yang bagus tidak membuat kisah cinta Flora Melinda Putri berjalan mulus. Sebuah masa lalu ibunya, Seruni, membuat banyak orang yang menyelanya. Menganggap dirinya bukan perempuan baik-baik.
Dicap sebagai anak haram, karena tidak memiliki ayah. Bahkan Flora sendiri juga tidak tahu siapa ayahnya. Saat ibunya tengah hamil dirinya, ibunya juga belum menikah.
Kisah cintanya dengan seorang laki-laki, Daniel A.F yang berasal dari keluarga kaya juga berakhir tragis berujung pada penghinaan terhadap ibunya. Semenjak saat itu, Flora tidak lagi mengenal ungkapan kata cinta pada laki-laki manapun. Apalagi jika laki-laki itu berasal dari keluarga yang berada. Ia takut dan trauma jika kejadian itu terulang kembali.
Setelah 3 tahun peristiwa itu berlalu, hidup Flora hanya diisi dengan bekerja dan bekerja. Kadang Flora juga lupa kapan terakhir kalinya ia merasa bahagia.
Pertemuan yang tidak disengaja dengan seorang laki-laki playboy, Rivaldo Giovanni Ferdinand membuat ia kembali merasakan bahagia. Laki-laki itu seakan sengaja didatangkan untuk dirinya membawanya sejuta kebahagian dalam hidupnya.
*****
Suara gemericik air terdengar di dalam kamar mandi, di sebuah rumah kontrakan. Seorang perempuan sedang membersihkan tubuhnya pada pagi hari, dia adalah Flora Melinda Putri.
Setelah selesai membersihkan diri, Flora keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimononya. Dengan langkah kecil, Flora melangkah menuju ke kamarnya. Flora berjalan ke arah tempat tidur senyumnya mengembang melihat pakaian kerjanya sudah tertata rapi.
Kemeja lengan pendek berwarna merah muda dengan rok panjang selutut warna hitam sudah tertata rapi di atas tempat tidurnya. Ini adalah hari pertama Flora berkerja di sebuah perusahaan setelah ia lulus kuliah. Flora langsung menyambar pakaian itu dan memakainya.
“Flora.” Flora mendengar suara dari luar kamarnya.
Flora menoleh setelah telinganya mendengar ada yang memanggil namanya. Dia adalah Seruni, ibunya Flora.
“Masuk, Bu!” suruh Flora.
“Kamu belum siap?” tanya Seruni.
“Seberntar lagi. Kenapa, Bu?” tanya Flora.
“Tiara sudah menunggu di luar,” jawab Seruni.
“Oh iya, Bu… sebentar lagi Flora selesai.” Setelah ibunya pergi, Flora kembali fokus pada pantulan dirinya di cermin untuk memeriksa ulang penampilannya.
Flora keluar dari kamarnya setelah dirinya siap. Hari ini Flora akan menggantikan pekerjaan tetangganya yang sekaligus sahabatnya sebagai sekertaris di salah satu perusahaan besar.
Sebenarnya itu tawaran terdengar gila, dan Flora cukup nekat menerima tawaran itu. Flora sebenarnya takut jika dirinya tidak bisa bekerja dengan baik, karena ini pertama kalinya Flora bekerja sebagai sekretaris. Apalagi di perusahaan besar seperti F.G Corporotion, perusahaan yang bergerak di bidang property.
“Mba Tiara,” panggil Flora. “Selamat pagi,” sapa Flora.
“Hai Flo. Selamat pagi juga.” Tiara membalas sapaan Flora. “Kamu sudah siap?” tanya Tiara.
Tiara cuti dari pekerjaannya, karena ia sedang hamil. Bosnya meminta ia untuk mencarikan pengganti dirinya. Dan kebetulan Flora baru menyelesaikan kuliahnya.
“Bagaimana menurutmu penampilanku? Apa ini sudah benar?” tanya Flora gugup.
Tiara memandang penampilan Flora dari atas hingga bawah. “Kayaknya masih ada yang kurang ....”
“Apa? Apa yang kurang?” tanya Flora.
“Senyummu,” jawab Tiara.
Wajah Flora yang antusias berubah malas dan Tiara menyadari perubahan pada wajah Flora.
Tiara berjalan mendekat kearah Flora dan memegang salah satu pundak Flora.
“Mau sampai kapan kamu akan seperti ini? Kejadian itu sudah 3 tahun yang lalu,” tanya Tiara.
“Rasanya sangat sulit untuk melupakan itu, Mbak. Hatiku masih terasa sakit jika mengingat kejadian itu,” jawab Flora.
“Aku kangen Flora yang ceria,” ucap Tiara.
Flora tersenyum lalu meraih tangan Tiara yang ada di pundaknya, lalu menggenggamnya dengan erat.
“Aku sangat berterimakasih banyak sama mbak Tiara yang selalu mendukung aku. Aku akan berusaha yang terbaik di sana nanti. Aku tidak akan membuat mba Tiara malu,” ucap Flora
"Mbak tahu kamu pasti bisa melakukan itu. Tapi kamu juga harus ingat, bahagialah untuk dirimu sendiri. Jangan siksa dirimu sendiri dengan kepahitan dari masa lalu kamu,” pesan Tiara.
“Baik Mbak Tiara,” sahut Flora. “Jadi apa penampilan sudah oke?” Kini Flora bertanya dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
“Sempurna,” jawab Tiara dengan menunjukan jarinya membentuk huruf o.
“Ayo kita berangkat,” ajak Flora.
“Yuk!” seru Tiara. “Kita pamit sama ibu kamu dulu,” lanjut Tiara yang langsung di angguki setuju oleh Flora.
“Ibu,” panggil Flora.
Seruni pun muncul dari balik pintu dapur. “Ya, Nak.”
“Flora sama mbak Tiara berangkat dulu. Doa'in Flo biar semuanya lancar,” pamit Flora.
“Amin,” ucap Seruni dan Tiara bersamaan.
“Kalian hati-hati di jalan,” ucap Seruni.
Flora dan Tiara mengangguk bersamaan dan secara bergantian menyalami tangan seruni.
Flora bersama Tiara berjalan ke rumah Tiara yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Keduanya pun masuk ke dalam mobil milik Tiara yang terparkir di depan rumah Tiara. Di dalam mobil sudah ada suami Tiara yang akan mengantar keduanya ke perusahaan yang akan mereka tuju.
“Pagi, Mas Adit,” sapa Flora.
“Pagi juga, Flora,” sapa balik Adit.
Flora duduk di kursi penumpang belakang, sedangkan Tiara duduk di kursi penumpang depan bersebelahan dengan Adit yang sedang mengemudikan mobilnya.
Sepanjang perjalanan, Tiara memberitahukan apa saja yang akan dikerjakan oleh Flora di sana. Tidak lupa juga Tiara memberitahukan seperti apa sosok bosnya pada Flora.
“Bos kita namanya Farhan Ferdinand. Beliau sudah berumur sekitar 50 tahunan. Beliau sangat baik pada semua karyawannya, mobil ini adalah bukti kebaikannya padaku,” ucap Tiara.
Mata Flora melihat sekeliling bagian dalam mobil. “Mbak dibeliin mobil sama bosnya Mbak?”
“Gak, ini sebenarnya mobil kantor. Bapak Farhan nyuruh aku pakai mobil ini untuk pulang pergi ke kantor. Tapi sekarang jadi milik aku. Bapak Ferdinand memberikan ini untukku. Katanya sebagai kenang-kenangan jika aku pernah bekerja di kantornya,” jawab Tiara.
“Wah, baik banget ya bapak Ferdinand itu.” Tiara langsung mengangguki ucapan Flora. “Mbak aku sebenarnya takut kalau aku tidak bisa bekerja dengan baik dan benar di sana. Ini pertama kalinya aku bekerja sebagai sekretaris.”
“Kamu tenang saja, aku masih di sana selama satu bulan untuk mengajari kamu. Dan aku juga percaya kalau kamu pasti bisa,” ucap Tiara.
“Iya Flora … kami yakin kamu pasti bisa, kamu perempuan yang smart,” imbuh Adit, suaminya Tiara.
“Betul kata Mas Adit,” sambung Tiara.
“Terimakasih karena kalian selalu mendukung aku. Aku sudah berhutang banyak pada kalian. Aku juga tidak tahu bagaimana nasib aku dan ibu jika tidak ada kalian yang membantu kami dulu,” ucap Flora.
“Flora, dari dulu kami sudah menganggap kalian seperti keluarga kami sendiri. Dan ya, nanti atau kapan saja aku akan meminta sesuatu sebagai balasannya,” gurau Tiara.
Flora tahu jika ucapan Tiara hanya sekedar gurauan saja. Ketiganya akhirnya tertawa bersama di dalam mobil itu.
Tidak terasa mereka sudah sampai di lobby sebuah gedung pencakar langit, itu adalah gedung kantor F.G Corporotion.
Tiara dan Flora turun dari dalam mobil setelah berpamitan pada Adit. Flora tidak tahu jika pada saat ia pertama kalinya menginjakkan kakinya di tempat itu, pada saat itu pula kisah cintanya akan dimulai kembali.
Pengenalan tokoh.
Flora Melinda Putri, 25 tahun. Sekretaris Revaldo Giovanni Ferdinand. Si cantik dengan sejuta kebaikan. Namun, hatinya dipenuhi oleh sejuta luka. Sifat cerianya hilang setelah kisah cintanya dengan seorang laki-laki berakhir tragis dan berujung pada sebuah penghinaan.
Rivaldo Giovanni Ferdinand, 27 tahun. CEO di perusahaan F.G yang bergerak di bidang properti. Si playboy kelas kakap, tetapi baik hati. Gio tidak pernah memandang seseorang dari status sosial, sifat yang ramah dan mudah bergaul membuat nilai lebih dari si playboy ini.
Daniel Aditya Ferdinand, 27 tahun. Adik sepupu Revaldo Giovanni Ferdinand. Berbanding terbalik dengan sikap Gio, Daniel adalah laki-laki pemuja kesetiaan. Hanya ada satu nama perempuan yang ada di dalam hatinya. Namun, sayang kedua orang tuanya tidak merestui gadis pilihannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 251 Episodes
Comments
Momy Haikal
gak ada visual kah
2022-03-27
1
Siti Nurhayati
masih nyimak, mudah2an asik dan nyambung
2021-12-14
0
Heny Ekawati
sebenerx aq gk suka dg lelaki yg bastard dan playboy berhubung ini novel enjoy aj lah
kayakx seru ini mantan dan calon
2021-08-28
0