~Novel ini masih tahap revisi. Mohon maaf jika masih banyak tipo dan kepenulisan yang tidak sesuai kaidah kepenulisan dan PEUBI, terlebih di seperempat bab awal.~
Rania gadis cantik yang berprofesi sebagai guru SD bertemu dengan Kanaya anak kecil si periang yang memiliki magnet tersendiri, membuatnya begitu nyaman bersama kanaya dan begitupun sebaliknya.
Tanpa diketahui Rania, Kanaya adalah anak dari Leo dan Ayu sang kekasih yang menghianatinya dengan sahabatnya sendiri. Kanaya yang merindukan sosok seorang ibu dan terlanjur jatuh hati pada sang guru bertekad menjodohkan Rania dengan sang Papa, sesuai amanah ibunya untuk menyatukan kembali cinta Papa Leo dengan sahabatnya.
Namun, Rania sudah terlanjur sakit hati dengan pengkhianatan Leo dan Ayu yang membuatnya begitu terpuruk. Akankah Rania menerima Leo kembali setelah ia mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi di masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leogirl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teddy Bear Pink
Rania baru saja selesai shalat isya, ia sedang berada di depan meja rias memakai cream malam sebagai ritual malamnya sebelum tidur. Terdengar sebuah notifikasi dari si pipih miliknya, Rania langsung beranjak melihat pesan dari siapa.
Tiba-tiba Rania tak tahan untuk tidak tertawa setelah melihat isi pesannya.
"Ha ... ha ... hups," Rania tertawa kencang. Namun, ia langsung membekap mulutnya sendiri menyadari dia tertawa terlalu kencang.
(Apa aku tidak salah liat?? Kau benar-benar melakukannya Le??? Oh ... so sweet banget sich .... 🤗🤗😁). Rania mengirim pesannya kepada Leo.
Flashback on **
Apa aku gila harus berciuman dengan boneka, guman Leo sambil memperhatikan Rania yang sudah mulai masuk ke dalam rumah.
Dilirik lagi boneka yang sudah Leo dudukkan di bangku sebelahnya, tampak dengan jelas bekas lipstik Rania tertinggal disana. Melihat bekas lipstik Rania, Leo mengambil boneka itu lagi, dan ... cekrek .... Leo selfi saat dia sedang mencium boneka tersebut.
Ah ... kau benar-benar sudah di buat gila oleh cinta ... Leo, gumamnya lagi. Lalu ia melajukan mobil ke arah rumahnya.
Flasback off **
Leo yang mendapat balasan pesan dari Rania langsung menekan tanda video di layarnya. Tak selang berapa lama Rania langsung menerima video call darinya.
"Assalamulaikum ...." sapa Leo.
"Waalaikumsalam ...." jawab Rania, "Eh ... Kok gak pakai baju sich??" tanya Rania.
"Emang masalah ya??"
"Masalahlah, menodai mataku tahu !!" jawab Rania.
"Bilang aja takut kegoda imannya. Lagian bukannya aurat cowok itu dari pusar sampe lutut, jadi aman dong ... gak melanggar aturan." Leo menggoda Rania.
"Terserah, karepmu bae lah." tandas Rania
Pada dasarnya Rania memang takut tergoda, tubuh Leo yang atletis dengan perut yang terbentuk seperti roti sobek sungguh bisa membuat para wanita meleleh. Meskipun sudah tertutup dengan kaos dalam, pemandangan indah itu masih tetap terlihat bentuknya.
Leo nampak dari HP Rania sedang memeluk Boneka yang tadi Rania cium, seketika tawa Rania pecah lagi.
"Ha ... ha ... ha...." Rania tak bisa menahannya.
"Apa kau benar-benar menciumnya Le? Dan apa lagi ini yang aku liat kau peluk-peluknya juga?" tanya Rania.
"Seperti yang kamu lihat, emang kenapa? Anggap aja boneka ini titisanmu." tutur Leo
"Jangan sampai ketahuan Kanaya aja ya!! Entar dikira Papanya udah gak waras maen sosor sama boneka, bonekanya pink lagi." Rania menahan tawanya yang hampir meledak lagi.
Sudah cukup lama mereka Vc-an, Rania yang sudah mengantuk beberapa kali meminta Leo mengakhiri panggilannya. Namun Leo menolak, Leo selalu bilang dia masih kangen. Sampai akhirnya Rania tertidur saat panggilan masih berlangsung.
"Ran kamu sudah tidur??" Leo melihat Rania sudah tak bergerak, "Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah. Maaf tlah menyusahkanmu." Leo mengakhiri panggilannya.
Pagi yang indah tlah tiba, hari baru dengan semangat baru. Kanaya sudah memakai seragam sekolah. Dia ingin berangkat sekolah lebih awal.
"Pa bangun ... anter Rania sekolah!!!" ucap Kanaya mendapati Papanya masih terlelap.
Leo perlahan membuka matanya, "Udah mo sekolah?? Emang udah gak sakit?"
"Udah sembuh, udah diobati sama bunda ... Eh kenapa teddy bear Aya ada disini?" tanya Kanaya sambil mengambil bonekanya. Namun, direbut kembali oleh Leo.
"Yang ini buat Papa, nanti kita beli lagi mau sepuluh juga boleh ...." ucapnya, lalu menyimpan boneka itu kedalam lemari takut Kanaya mengambilnya lagi.
Kanaya sedikit bingung dengan sikap Papanya. Tapi pas dengar mau beli sepuluh ia langsung setuju.
"Oke nanti siang kita beli sepuluh." Semangat Kanaya berkobar, "Tapi sejak kapan Papa suka teddy bear?" tanya Kanaya. Sedangkan yang ditanya sudah melenggang ke kamar mandi.
Setelah semua siap, Leo dan Kanaya berangkat. Kanaya sengaja tidak diantar mang Ujang dia meminta Leo tuk mengantarnya karna ingin menjemput Rania.
Sesampai disana tampak Rania sudah menghidupkan sepeda motornya, siapa tuk berangkat.
"Bunda ...." teriak Kanaya.
"Eh ... Kanaya udah sekolah lagi?? udah sembuh??" tanya Rania, melihat Kanaya memakai seragam menghampirinya.
"Udah sembuh Bun, Bunda mo berangkat sekolah? Bareng sam Aya ya!!!" ajak Kanaya.
"Bunda mau bawa motor sayang." Kanaya langsung cemberut, Rania sungguh tak tega kalau sudah melihat gaya anak ini yang sedang merajuk.
"Ya sudah, Bunda ikut kamu." Rania menyetujui ajakan Kanaya. Dan mereka berangkat bersama.
"Bunda sehabis sekolah anter Aya beli teddy bear ya!!" ajak Kanaya.
"Boneka Aya bukannya banyak ya??" tanya Rania.
"Papa janji mo gantiin teddy bear pink Aya yang diambil Papa. Aya baru tahu kalau Papa suka boneka apalagi warnanya pink.Tapi lumayan Bun hilang satu dapat sepuluh," ujarnya kemudian.
Rania hanya tersenyum melirik Leo ketika mendengar penuturan Kanaya.
Sekolah sudah cukup ramai, Leo menepikan mobilnya di dekat gerbang. Kanaya langsung salim kepada Leo dan turun dari mobil.
"Hati-hati sayang !!" ucap Rania. Melihat Kanaya berlari memasuki gerbang.
"Mak kasih udah anterin aku ke sekolah." ucap Rania kepada Leo.
"Kenapa harus berterimakasih?? ini kan kemauanku itung-itung sekali dayung dua pulau terlampaui, nganter Kanaya sekaligus sama guru kesayangannya."
"Ya sudah aku turun ya !!!" ucap Rania sambil mengambil tasnya kemudian membuka pintu mobil, keluar.
"Ran ada yang ketinggalan !!!" teriak Leo.
Kemudian Rania menghampiri Leo lagi, menundukan kepalanya di depan kaca pintu kemudi.
"Apa yang ketinggalan??"
"Ini ...." Tiba-tiba cupp Leo menyium kening Rania.
"Kan sudah ku bilang jangan cium-cium??" protes Rania.
"Cuma cium kening doang tanda sayang, Kanaya juga gak pernah protes." ujar Leo
"Gak kasian apa dari semalam cium boneka mulu?? Cuma di kening aja gak bakalan apa-apa, gak pake nafsu juga." lanjut Leo.
"Ya sudah sana berangkat, gak usah memelas kayak gitu !!!" Rania mengusir Leo.
"Kamu ngusir aku Ran??"
"Bukan ngusir, sekarang udah siang cepetan berangkat entar kesiangan." jelas Rania.
"Ya sudah aku berangkat, gak cium balik dulu??" goda Leo.
"Nich aku cium pake sepatu mau??" Rania berpura-pura melepaskan sepatunya.
"Ya sudah aku berangkat, galak amat kayak ibu tiri." ucap Leo sambil menghidupkan mobilnya.
"Ini juga calon ibu tiri !!" ujar Rania, Leo hanya tersenyum.
"Hati-hati jangan ngebut-ngebut !!!" ucapnya lagi
"iya sayangku ...." jawab Leo.
Lalu melajukan kendaraannya.