Aaron Lisin pria yang berambisi membalaskan dendam akan kematian orangtuanya. Hingga bertahun-tahun lamanya akhirnya Aaron menemukan orang itu.
Karena yang dendam yang begitu membara di hatinya, putri dari musuhnya ikut menjadi sasaran pembalasan Aaron. Berbagai penderitaan dan kekejamannya telah membuat gadis belia bernama Evelyn begitu tersiksa. Evelyn gadis cantik yang tidak mengetahui apa-apa, mau tidak mau harus terjerat dalam pernikahan yang Aaron buat.
Seiring berjalannya waktu, apakah Aaron bisa luluh akan kepolosan gadis itu. Ikuti terus ceritanya.
Note: Karya ini sudah dirilis di akun lama aku Terpaksa dipindahkan karena adanya suatu kendala. Dan untuk kelanjutannya akan aku rilis di lapak ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novia Butera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengganggu
Evelyn mengikuti langkah Aaron yang sepertinya akan menuju altar pernikahan, yang sudah ada pengantin dan beberapa tamu undangan yang mengantri ingin mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin.
Beberapa kali Aaron mengingatkannya agar bisa menjaga sikap dan tidak membuatnya malu.
Ingin sekali Evelyn menyanggah Aaron saat itu, karena tidak mungkin dia mempermalukannya di sini, lagipula dia juga sudah terbiasa dengan acara-acara seperti ini. Karena Daddy dan Mommynya beberapa kali mengikuti acara formal seperti ini.
Setelah selesai menyalami pasangan pengantin, Aaron mengajaknya duduk di sebuah meja untuk tamu khusus.
Saat bersama Aaron, Evelyn merasa terabaikan, karena banyak orang-orang yang menyapa Aaron, mengajaknya berbicara. Bahkan tak jarang beberapa gadis menyapanya, tanpa menghiraukan dirinya di samping Aaron.
Ketika keduanya hanya duduk diam memperhatikan keramaian pesta, seorang pria paruh baya dengan gadis cantik yang mengikutinya datang menghampiri dan duduk di kursi kosong meja mereka.
"Tuan Aaron, kau di sini juga. Kebetulan sekali kita bertemu lagi. Bagaimana kabarmu?" sapa pria paruh baya itu seraya menjulurkan tangannya di hadapan Aaron.
Tanpa ragu Aaron membalas uluran tangan itu. "Kabar baik, Tuan Nick." begitulah sapaannya. "Pengantin prianya adalah salah satu kolega bisnisku." jelas Aaron, yang masih dengan wajah dinginnya.
Nick mengangguk mengerti, "Bolehkah kami bergabung?" Nick bertanya dengan tidak tahu malunya. Untuk apa dia bertanya lagi, padahal mereka sudah duduk terlebih dahulu.
"Bukankah Anda sudah bergabung, untuk apa bertanya lagi?" ujar Aaron dengan menekankan kata-katanya.
"Maaf jika saya lancang, Tuan Aaron." ujar Nick terkekeh.
"Tidak apa." jawab Aaron singkat.
Nick Karl, adalah salah satu kolega bisnis Aaron yang sudah cukup lama menjalin kerjasama. Setiap kerja sama yang mereka lakukan pasti selalu memberikan keuntungan yang besar bagi kedua belah pihak.
Tapi, meskipun begitu, Aaron tidak pernah menyukai sosok Nick ini. Nick yang memiliki sifat sombong dan semena-mena, membuat Aaron tidak pernah menyukainya. Kalau bukan karena keunggulan Nick Karl dalam berbisnis, sudah lama Aaron ingin menyingkirkan pria paruh baya ini.
"Oh ya Tuan Aaron, kenalkan ini putri keduaku, namanya Lily Karl. Sayang kenalkan teman bisnis Daddy yang pernah Daddy ceritakan." ujar Nick.
Gadis yang bernama Lily itu mengulurkan tangannya seraya menerbitkan senyum manisnya.
"Lily." ujar Lily memperkenalkan diri.
Aaron menaikkan alisnya, dengan ragu membalas tangan itu. "Aaron." balasnya singkat. Sungguh Aaron sangat malas meladeni ayah anak ini.
Melihat Aaron sepertinya tidak tertarik kepadanya, Lily melihat Nick. Nick memberi kode kepada putrinya itu untuk melakukan sesuatu.
"Ehm... Tuan Aaron terlihat tampan hari ini." ucap Lily dengan senyum manisnya.
Aaron mendelikkan matanya, "Benarkah Nona Lily?" dibalas anggukan oleh Lily.
"Terima kasih atas pujiannya. Kau juga terlihat cantik Nona Lily." ucap Aaron terpaksa.
Mendengarnya membuat wajah Lily memerah malu. "Aku tidak tau jika Tuan Nick memiliki putri secantik Nona Lily." ucap Aaron.
"Iya Tuan Aaron, putriku Lily memang cantik, mewarisi kecantikan ibunya. Dan Tuan Aaron juga harus tau, Lily tidak hanya cantik, putriku ini baru saja menyelesaikan pendidikan S2-nya di luar negeri, dan baru kembali beberapa minggu lalu." jelas Nick dengan semangat, padahal tidak ada yang menanyakannya.
Sungguh tidak tau malu, pikir Aaron.
Ingin sekali Aaron mengusir mereka saat ini juga.
TBC ☘️☘️☘️