NovelToon NovelToon
Aku Istri Muda

Aku Istri Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Poligami / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen_OK

Season 1 : Nadia dan Nathan (Tamat)
Season 2 : Nara dan alex (Tamat)
Baca juga kelanjutannya dengan judul dan kisah baru "Pernikahan Paksa Karina"

Seperti biasanya, baca lima episode dulu ea biar enak bacanya.

Nadia Ayu Purnama adalah seorang gadis cantik berusia sembilan belas tahun yang terpaksa menikah dengan seorang rentenir.

Menjadi istri muda dari seseorang yang lebih pantas disebut paman olehnya membuatnya tersiksa. Apalagi tekanan dari Devi, istei pertama Bondan yang selalu menyiksanya bukan hanya dengan fisik, tapi juga dengan perkataan yang selalu membuat air mata Nadia meleleh.

Akankan seumur hidup dia berada dalam kubangan menjadi istri kedua yang menderita? Atau apakah dia dapat terlepas dari laki-laki yang membuatnya merasa jijik pada dirinya sendiri?

Mari kita Do'akan agar Nadia menemukan laki-laki yang dapat menyelamatkan hidupnya dan menerima Nadia dengan cintanya yang tulus. Aamiiin.

Ikuti ceritanya ya Zheyenk 😘
Jangan lupa Vote dan Rate dulu dong 😁
Terus masukin juga jadi favorit kamu 😎

Ya udah deh. Silahkan membaca 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_OK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Penyesalan.....

Siang ini Nadia meminta Joni mengantarkannya ke sebuah kafe di pinggiran kota. Dia akan menemui seorang laki-laki yang sudah lama tidak menghubunginya. Pagi tadi, Satria, anak tirinya memintanya menemuinya. Tapi ia meminta bertemu di luar rumah. Itu yang membuat Nadia sedikit khawatir.

Terakhir kali bertemu, dua tahun lalu ketika ia baru saja menikah dengan juragan Bondan. Setelah itu, laki-laki berumur dua puluh delapan tahun itu tidak pernah berkunjung ke rumah. Dan hubungan antara keduanya buruk sejak saat itu. Satria menganggap Nadia sebagai wanita murahan.

Jadi, saat anak tirinya itu memintanya untuk menemuinya, ada sedikit ketidaknyamanan dan juga ketakutan dalam dirinya. Apa sebenarnya yang ingin dibicarakan Satria dengannya di luar rumah? Tidak ada jawaban yang mampu terfikirkan olehnya.

Sesampainya di kafe, Nadia meminta Joni untuk menunggunya di luar. Awalnya Joni menolak permintaan Nadia, namun nyonya mudanya meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Joni hanya bisa menurut. Ia juga tidak bisa memaksa karena ini memang masalah pribadi Nadia. Joni hanya akan memantau keselamatan Nadia dari jauh. itulah tugasnya. Menjaga Nadia.

Nadia mengedarkan pandangan matanya ketika ia masuk ke dalam kafe. Laki-laki yang ia cari ia temukan sedang duduk di pojok ruangan. Sendiri. Menundukkan pandangannya disana. Sepertinya sedang memikirkan hal yang serius.

Diam-diam Nadia merasa hatinya berdesir. Setiap perkataan yang diucapkan laki-laki itu lima tahun lalu sepertinya masih terngiang di kepalanya. Dia kecewa. Bagaimana bisa laki-laki yang sudah lama mengenalnya, menyayanginya seperti adiknya dan pernah memiliki hatinya ternyata bisa menilainya serendah itu.

Sebuah helaan nafas yang panjang disertai kepalan tangan yang terlepas mengiringi langkah tegar Nadia menghampiri laki-laki berwajah tampan yang usianya lima tahun di atasnya. Dan sayang sekali jika ia adalah salah satu anak tiri yang dimilikinya.

“Maaf, aku terlambat mas Satria.” Ucap Nadia saat sudah berada di depan meja dimana Satria berada. Laki-laki yang disapa segera mendongak. Ia sedikit terlonjak sebelum ia bangkit dari duduknya. Sepertinya ia baru tersadar dari fikirannya yang melayang entah kemana.

“Ah tidak masalah. Aku juga baru datang.” Kata satria kikuk. “Silahkan duduk.” Lanjutnya mempersilakan Nadia duduk. Wanita yang menjadi ibu tiri yang berdiri di depannya.

Nadia duduk dengan tenang. Dia sudah memantapkan hatinya untuk menerima apapun yang akan dikatakan oleh Satria. Satria memanggil pelayan dan segera memesan makanan dan minuman.

Lama keduanya terdiam. Masing-masing mereka hanya menikmati makanan yang ada di depannya. Satria hanya sesekali melirik Nadia. Beberapa kali juga ia menghela nafas. Sepertinya sedang dalam perasaan yang tidak tenang.

“Kenapa kamu hanya diam Nadia?” akhirnya suara berat keluar dari mulut Satria setelah hampir seperempat jam tertutup rapat.

“Kan kamu yang mengundangku kesini mas. Seharusnya aku yang bertanya padamu.” Jawab Nadia santai.

“Bukan itu maksudku. Maksudku kenapa dulu kamu diam saja saat aku berkata banyak hal yang tidak baik tentangmu?”

Mendengar itu Nadia jelas mengerti bahwa yang dimaksud Satria adalah kejadian dua tahun lalu saat dirinya dihina sampai sedemikian rupa oleh anak tirinya itu. Nadia menghela nafas. Kejadiannya sudah lama, dan dia sebisa mungkin berusaha untuk melupakannya. Walaupun akhirnya tetap tidak bisa. Membekas di hati.

“Kenapa Nadia?” pertanyaan itu diulang karena belum juga mendapatkan jawaban.

“Karena tidak ada gunanya aku memberikan alasan jika dalam fikiranmu penuh dengan semua hal jelek mengenaiku mas.” Jawab Nadia sendu.

“Tapi andai kamu bilang, semua ini mungkin tidak akan terjadi.”

“Semua yang terjadi adalah nasib yang sudah digariskan untuk kujalani. Seperti apapun aku berusaha mengelak itu tidak akan berubah.”

“Aku mencintaimu Nadia, tidakkah kamu merasakannya?” Satria mengepalkan tangannya erat. Buku tangannya memutih.

Nadia hanya tersenyum masam. Apa gunanya mengungkapkan perasaan itu saat ini? Nadia memang pernah mempunyai perasaan pada Satria. Namun saat ini, semua tidak ada gunanya. Lahipula, Di dalam perutnya telah tumbuh calon adik untuk laki-laki yang pernah ia cintai.

“Aku tahu kamu juga mencintaiku Nadia. Aku kesini ingin membawamu pergi. Kita bisa hidup bersama.” Satria meraih tangan Nadia. Namun tangan yang baru saja diraihnya segera ditarik oleh pemiliknya.

“Maaf aku tidak bisa mas.”

“Kenapa? Aku tidak yakin jika kamu mencintai bapakku hingga kamu lebih memilihnya daripada aku.” Satria tersenyum getir menerima penolakan Nadia.

“Ini bukan masalah cinta mas. Apapun dan bagaimanapun bapak, dia adalah suamiku. Dan di dalam sini, ada calon adikmu yang sedang tumbuh mas.” Nadia meraba perutnya yang masih datar.

Satria terkekeh. Hatinya sakit. Wanita yang dia cintai sejak kecil ternyata sedang mengandung anak dari bapaknya sendiri. Inikah karma karena dia percaya begitu saja dengan gosip yang ia dengar. Ia begitu marah mendengar kabar pernikahan bapaknya dan Nadia saat itu.

Dan hanya penyesalan yang ia rasakan sekarang. Andai dia mencari kebenaran yang terjadi, dia bisa menyelamatkan Nadia dan menghentikan pernikahan yang tidak didasari oleh cinta, melainkan didasari oleh hutang piutang semata.

“Tidak adakah kesempatan kedua untukku Nad?”

“Kesempatan keduamu hanya dengan menjadi anak tiri yang baik untukku. Hanya itu mas.”

Satria merenung. Benar-benar tidak mempunyai kesempatan untuk lebih dari itu. Hatinya sendiri ragu apakah ia akan bisa menerima kenyataan sepahit itu?

“Jika tidak ada yang ingin dibicarakan aku pamit mas. Tadi aku hanya izin sebentar pada bapak.”

“Ck. Bapak bahkan sedang bermain dengan banyak wanita di luar sana sekarang ini. Kenapa kamu sangat takut jika menghabiskan waktu lebih lama denganku?”

“jika aku melakukan hal yang sama dengannya, lalu apa bedanya aku dengan bapak kalau begitu?”

Satria hanya diam. Dia tentu saja tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Satria sama saja meminta Nadia untuk menjadi seorang jal*ng yang seperti yang ia katakan dua tahun lalu.

"Aku menyesal Nadia."

"Penyesalan memang menyakitkan mas. Tapi itulah kenyataan. Permisi."

Nadia meraih tas jinjingnya sebelum pergi meninggalkan Satria yang memandangnya dengan pilu.

Satria mengeratkan kepalan tangannya. Pada saat ini Satria merasa sangat menyesal mengapa ia tidak bertahan di desa. Jika ia dapat bertahan dengan keadaan yang ada mungkin dia tidak akan mudah terpengaruh.

Tempat tinggalnya yang berada jauh dari keluarganya membuatnya tidak mengetahui apa saja yang terjadi di desanya. Satria memilih mendirikan bengkel di kota dengan tujuan akan membawa pujaan hatinya, Nadia tinggal disana. Namun ternyata, hal itulah yang membuatnya kehilangan Nadia. Hanya karena hasutan.

Dia tidak pernah tahu atau bahkan mendengar kebiasaan buruk bapaknya. Satria keluar dari desa semenjak lulus SMA dan melanjutkan kuliahnya di kota sambil membuka bengkel miliknya. Dan hanya beberapa kali dia kembali ke desa. Jika dia tidak melihat sendiri kelakuan bapaknya semalam, mungkin ia masih belum tahu kebenarannya.

Semalam, saat ia sedang berkumpul dengan teman-temannya di dekat bar terbesar di kota, ia tidak sengaja melihat bapaknya sedang bersama dua orang pelac*r yang memang disediakan pengelola bar. Satria yang mulai curiga segera mengikutinya dan dari sanalah ia tahu semua kebenaran mengenai bapaknya.

Satria mulai memikirkan kata-kata pembelaan Sinta mengenai Nadia yang dulu ia anggap sebagai bualan semata. Satria segera mencari tahu penyebab Nadia bisa menikah dengan bapaknya dari antek juragan Bondan yang kebetulan adalah sahabatnya.

Penyesalanlah yang Satria dapatkan sekarang. Sampai kapanpun Nadia tidak akan menjadi pendamping hidupnya.

Penyesalan memang selalu datang terlambat. Jadi, sebelum kita mengambil langkah, alangkah baiknya kita pertimbangkan dengan matang dan juga kepala dingin.

*

*

*

Jadilah pembaca budiman yang selalu menyempatkan diri untuk menyentuh tanda 👍 sebagai bentuk apresiasi tertinggi... 😊

Terima kasih 😉

1
Jeni Safitri
Nara ini naif saat ini ya lolos dari jeratan iblis lah kedepannya keberuntungan belum tentu kan
Jeni Safitri
Wah.. Wah.. Serena lupa diri krn alex sdh mengakuinya anak mau coba" singkirkan menantu yg sdh membantunya utk di terima di rumah ini
Jeni Safitri
Wah.. Mama serena kayaknya mulai lupa diri memasukkan calon pelakor ke rumah tangga anaknya
Jeni Safitri
Ya ampun di ruangan pribadi dong,
Jeni Safitri
Takutnya vera akan jadi pelakor dan merebut alex krn iri dgn nara dan ingin kehidupan mewahnya kembali
Jeni Safitri
Loh koq bisa
Just Reader ^-^
ibu model apaan nih si minah
fifid dwi ariani
trus semangat
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus Sukses
fifid dwi ariani
trus oberkarya
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus semangat
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus sehat
fifid dwi ariani
trus semangat
fifid dwi ariani
trus Sukses
fifid dwi ariani
trus sehat
fifid dwi ariani
trus ceria
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!