Bagaimana hidup Naura yang harus di jodoh kan dengan orang yang sudah mati. selang sehari saat dia meraya kan ulang tahun ke 18.
Naura Isabella adalah seorang murid di SMA Nusa bangsa dengan jalur prestasi.
Di pagi yang mendung itu. Orang tua Naura Tiba tiba menyuruh putri semata wayang mereka untuk tidak ke sekolah.
Dan membawa Naura ke rumah mewah.
Naura yang sudah berdandan cantik layak nya pengantin sangat lah heran. Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Banyak orang menangis. Dia bingung kenapa dia malah di dandani seperti seorang pengantin.
Dengan di gandeng oleh kedua orang tua nya. Naura berusaha bersabar dan tidak banyak bertanya.
Orang tua nya menjelas kan jika dia harus ikut karnaval agar bisa mendapat kan uang untuk makan besok. Itu ucapan singkat ke dua orang tua Naura.
Naura tiba di sebuah altar dan sudah ada pendeta di sana. Naura melihat ke sekeliling dan mata Naura terpaku pada mayat pria yang seumuran dengannya dengan wajah yang sangat pucat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34.
Reflek Vince menarik kasar Ronald dari gagang pintu. Agar tidak memutar kenop pintu yang membuat pintu Ter buka.
Brukk
Menyebab kan tubuh Vince dan Ronald beradu. Dan jatuh ke lantai. Dengan posisi Ronald dan Vince malah ber ciuman.
"Sialan ... Ciuman pertama gue!" Ucap Vince dengan nada jengkel langsung mendorong tubuh Ronald dengan tangan dan juga kaki nya. Karena posisi tubuh Vince di bawah dan Ronald di atas.
Ucap Vince jengkel sembari memegang bibir nya dengan nada jijik.
Membuat Naura yang melihat nya shock.
"Kalian gay?" Tanya Naura dengan nada kaget.
Sedang ada seorang laki laki yang ada di depan Ronald dan Vince juga tak kalah kaget. Dengan apa yang mereka lakukan.
Vince malu? Benar benar pamor seorang Vince sudah turun di mata seorang perempuan cantik bernama Naura Isabella.
******
***
Liam masih mengejar Cherly dengan sebuah senyuman.
Tanpa Cherly sadari apa yang Cherly ucap kan dari dalam hati. Liam tentu bisa mendengar kan semua nya.
Liam memilih mencari ulat bulu. Yang mengganggu Naura. Bagi Liam Naura seperti bunga yang menghiasi hidup nya. Dia tidak mau bunga itu rusak atau pun layu karena ada ulat bulu yang hinggap dan menggangu Naura. Dia ingin selalu menjaga Naura dan membahagiakan Naura.
Apalagi Liam tahu bagaimana watak keras dan kekuatan Naura yang memang orang nya tidak lemah. dia percaya bahwa Naura bisa menjaga diri dari Aron. Apalagi Naura juga ikut atlet bela diri.
Ingin sekali Liam membasmi ulat bulu yang ingin mencelakai Naura.
Dengan langkah angkuh dan sok jual mahal Cherly masih terus berjalan menuju ke dalam mobil nya. Dia tertawa dalam hati melihat Liam yang masih jauh. Dia ber fikir habis ini Liam pasti akan menghubungi nya bahkan ke rumah nya untuk sekedar meminta balikan ke pada Cherly. Karena Cherly tahu Liam tidak akan pernah menerima apa yang di sebut penghianatan dalam cinta.
Ceklek
Cherly yang membuka handle mobil nya. Di kaget kan tangan Liam yang sudah mencengkram tangan nya dengan kuat. Mungkin jika tangannya nanti lepas dari cengkraman tangan Liam. Akan menimbulkan bekas keunguan. Tapi Cherly sangat heran karena dia melihat Liam sudah menjauh. Kenapa tiba tiba. Deg
"Li - Liam" ucap Cherly takut melihat wajah sendu dan teduh Liam menjadi seringai jahat. Bahkan tatapan mata Liam seperti sebuah belati yang siap menusuk.
"Kenapa elo menghindari gue" ucap Liam dingin.
Cherly hanya diam mematung. Dia tiba tiba merasa takut. Sampai bulu kuduk nya ber diri.
"Elo berani berani nya punya niat jahat untuk nyakitin perempuan gue, apa elo sudah enggak sayang sama nyawa elo lagi" ucap Liam dengan rahang mengeras.
Glek
Cherly berusaha menelan ludah nya yang kelu.
"apa yang kamu maksud Liam, aku sungguh sungguh tidak mengerti apa yang kamu bicara kan!" ucap Cherly dengan nada yang sok polos.
"elo yang membuat Naura celaka bukan ...?" ucap Liam dengan mata mulai memerah. dan kuku mulai memanjang.
Liam ingin sekali menghabisi nyawa perempuan yang sudah menyakiti nya dan membuat hidup nya sengsara. apalagi sekarang Cherly terang terangan ingin menyakiti perempuan yang saat ini menjadi istri dan juga penyelamat hidup nya.
"gak ... gue gak pernah jahat sama orang ... kamu kan tahu sendiri kalau aku sangat baik dan juga dermawan dengan siapa pun liam" ucap cherly dengan nada takut. seumur umur baru kali ini Cherly melihat secara langsung kemarahan Liam. yang Cherly tahu selama ini Liam sangat lah baik kepada nya. dan juga selalu menuruti apa yang selalu Cherly minta. Selama ini Cherly selalu pencitraan di depan Liam.
Kini tangan Liam sudah berada di leher Cherly dan sudah mencekik leher Cherly.
"amp - pun Liam. gue bisa mati karena gak bisa bernafas kalau kamu mencekik ku seperti ini" ucap Cherly dengan nada terbata bata karena dia benar benar sudah kehabisan nafas. Cherly mulai menangis. karena dia merasa sakit dan juga perih di bagian leher nya. kuku Liam yang memanjang mulai menggores leher putih mulus milik Cherly.
Deg
Deg
Deg
"akkhhhhhhhhh" suara Naura.
Tiba tiba suara teriakan Naura pun melengking tepat di telinga Liam.
Liam saking panik dan khawatir nya langsung pergi dan meninggal kan Cherly yang seperti orang yang akan kena sakaratul maut.
"sialan! padahal dulu elo ngejar ngejar gue. sampai apa pun yang gue minta, elo bersedia untuk nurutin! ini kenapa begini? gara gara wanita sialan itu. LIAT SAJA KAU WANITA SIALAN. GUE BAKAL BUAT PERHITUNGAN SAMA ELO... jangan panggil nama ku Cherly Annastasya kalau sampai tidak bisa membuat mu menderita. dan bisa membuat Liam kembali berpaling ke pada ku. ha ha ha " ucap Cherly dengan nada jahat dan juga penuh dengan sebuah seringai. padahal keadaaan nya tangan lebam. leher membiru dan mengeluarkan darah. tapi dia masih bisa tertawa jahat. sungguh memang Cherly pantas mendapat kan penghargaan sebagai seorang PSIKO.
*****
***
"Naura plis semua ini tidak seperti yang elo lihat ...gue bukan gay, gue masih doyan perempuan" ucap Vince dengan wajah menahan malu. setelah Naura bertanya ke pada nya perihal dia gay atau bukan. Naura menatap Vince dengan nada jijik.
Vince memegang tangan Naura yang masih mematung. sekali lagi Vince ingin menyakinkan Naura semua yang di lihat itu tidak seperti yang terlihat.
sementara Aron yang baru saja ganti baju dan ingin memberikan makan dan minum untuk Naura masih saja mematung di depan nya.
Aron terus melirik ke arah Ronald dengan ribuan pertanyaan. dia sendiri agak syok dan ngeri sih. kalau sampai Ronald dan Vince itu gay. berarti habis ini Aron akan mejadi mangsa mereka ber dua selanjut nya. batin Aron. tak terasa bulu kuduk Aron sampai berdiri. Aron yang memang biasa melakukan hubungan terlarang alias hubungan suami istri dengan para pacar nya pun akhir nya malah membayangkan sendiri bagaimana kalau burung bermain dengan burung. apakah para burung akan ber tarung dan malah akan ber main pedang pedangan. hanya dengan membayang kan saja membuat Aron ingin muntah.
"gue mohon Naura jangan seperti ini. percaya sama gue. padahal gue selama ini udah menjaga ciuman pertama gue buat elo. tapi emang gara gara si Ronald sialan gue malah jadi begini! , gue mohon jangan tatap gue dengan pandangan seperti itu. gue itu sayang sama cinta sekali sama elo Naura plis elo percaya dong sama gue ... hiks hiks hiks udah lama sekali gue menjaga dan juga menunggu cinta elo" ucap Vince masih terus memohon ke arah Naura. ber harap agar Naura percaya dengan apa yang dia ucap kan. sampai Vince juga menangis di depan Naura. hal itu malah semakin membuat Naura yakin jika Vince emang agak ngondek. karena malah menangis sesenggukan di depan nya yang notabene adalah perempuan. pada hal naura sendiri tidak pernah menangis sama sekali di depan orang lain.. ini Vince sungguh iuh batin Naura.
Naura dengan kasar malah menepis tangan Vince. dia masih bingung dan juga berfikir bukan kah dosa laki laki pacaran dengan laki laki. Naura memilih untuk masuk ke dalam ruang UKS kembali dan menutup pintu ruang UKS tersebut.