NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Janda

Wanita Yang Kubuat Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Angst / Amnesia
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Bagaimana rasanya dicintai oleh orang yang telah merenggut kebahagiaan keluarga kecilnya? Dan bagaimana jika ia juga terlanjur mencintai pria yang telah menghilangkan nyawa suaminya?
Dalam keadaan amnesia total, Raya menjalani hidupnya dalam ketidaktahuan akan siapa dirinya yang sebenarnya. Di balik kehangatan dan kemewahan hidup yang diberikan oleh pria di sisinya, tersembunyi kebohongan besar yang merenggut masa lalunya.
Ketika benih cinta mulai tumbuh di atas tanah kebohongan dan rasa bersalah, kenyataan kelam perlahan terkuak. Bisakah cinta bertahan saat fakta terungkap bahwa pria yang dipujanya adalah dalang di balik kehancuran hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: di Balik Tatapan Ibu

Aris duduk di ujung meja panjang. Sepanjang jamuan makan berlangsung, punggungnya terasa kaku dan kemejanya basah oleh keringat dingin. Setiap kali Lidya membuka mulut untuk berbicara, jantung Aris berdegup kencang bak ditimpa genderang perang.

Pria itu diliputi oleh paranoia bahwa ibunya bisa saja tiba-tiba menjatuhkan "bom kebenaran" dengan menyebut nama Ardiansyah, dan mengungkit asal-usul kecelakaan itu, atau membongkar kebohongan besar yang telah ia bangun di hadapan Raya.

Di sisi lain meja, Lidya memotong kecil daging steak di piringnya, namun matanya tidak pernah lepas dari gerak-gerik Raya.

Wanita paruh baya berdarah dingin itu mengamati bagaimana Raya tersenyum ramah, bagaimana cara Raya berbicara dengan nada yang sopan, dan betapa polosnya binar di mata wanita muda tersebut. Lidya tahu persis siapa wanita yang sedang duduk di hadapannya ini. Dialah istri dari pria yang tewas ditabrak oleh putranya sendiri.

"Wanita malang..." batin Lidya menghela napas panjang dalam diam. "Kamu tersenyum begitu manis pada pria yang merenggut nyawa suamimu, dan kamu duduk di meja makan bersama orang tua yang menutupi kejahatan tersebut."

"Raya," panggil Lidya tiba-tiba dengan nada suara yang sangat lembut, memecah obrolan bisnis antara Aris dan Baskoro.

Raya yang sedang mendengarkan langsung menoleh dan menegakkan duduknya dengan sopan. "Iya, Ma?"

"Aris bilang kamu mengalami amnesia total akibat kecelakaan beberapa bulan lalu," ujar Lidya, manik matanya menatap lekat-lekat ke dalam mata Raya. "Apakah... sama sekali tidak ada memori masa lalu yang tersisa di kepalamu? Tidak ada bayangan tentang masa kecilmu, keluargamu, atau tempat tinggal lamamu sebelum kamu mengenal Aris?"

Pertanyaan itu meluncur begitu saja dengan tenang, namun bagi Aris, kalimat itu terdengar seperti letusan dinamit.

"Ma!" potong Aris setengah bersuara, nada bicaranya meninggi tanpa sadar. Wajahnya pun memucat pasi. "Mama... jangan menanyakan hal itu. Dokter bilang memaksa Raya mengingat masa lalunya justru berbahaya bagi kesehatan mentalnya!"

Raya terkejut melihat reaksi Aris yang begitu reaktif dan tegang. Ia menoleh dan menatap Aris dengan bingung, lalu menggelengkan kepalanya pelan ke arah Lidya.

"Tidak apa-apa, Aris..." ucap Raya menenangkan, lalu menatap Lidya kembali dengan senyuman tipis yang menyiratkan kepedihan kecil. "Ma, jujur saja... terkadang ada rasa hampa yang sangat besar di dalam dadaku. Setiap kali aku mencoba memaksa ingatanku kembali, kepalaku terasa pecah dan sakit sekali."

Lidya mengangguk pelan, lalu menyesap sedikit air putih di gelasnya. "Maafkan Mama jika pertanyaan Mama membuatmu tidak nyaman, Raya. Mama hanya... merasa penasaran betapa beratnya beban yang harus kamu tanggung sebagai wanita muda yang harus memulai hidup dari lembaran kosong."

"Terima kasih atas perhatiannya, Ma," jawab Raya tulus. "Aku sempat merasa sangat takut dan tersesat pada awalnya... Tapi sejak aku ada di sini, bersama Aris dan Cyla, aku merasa menemukan rumahku yang sesungguhnya."

Mendengar kata-kata "menemukan rumahku yang sesungguhnya" keluar dari bibir Raya, dada Aris berdesir hebat. Rasa bersalah yang amat pekat kembali menghujam jiwanya hingga ia merasa sulit bernapas.

Ia menundukkan pandangannya ke arah piring, seolah tidak sanggup menatap mata wanita yang begitu mencintainya itu.

Sementara, Pak Baskoro yang sejak tadi mengamati gerak-gerik tegang putranya dan sorot mata istrinya, segera mengambil alih pembicaraan untuk mencairkan suasana yang mulai berbahaya.

"Sudahlah, Lidya. Jangan membuat calon menantu kita tertekan dengan masa lalu yang sudah berlalu," kata Pak Baskoro berwibawa, lalu menatap Aris dan Raya dengan senyuman ramah. "Yang terpenting adalah masa depan. Aris, kedepannya keluarga besar kita harus meresmikan hubungan kalian secara sah di hadapan hukum dan agama. Status kalian tidak boleh terus-menerus digantung tanpa kejelasan hukum yang pasti."

Aris mendongak dan menatap ayahnya dengan sorot mata penuh keterkejutan. "Pa... pernikahan?"

"Tentu saja," timpal Lidya, kini raut wajahnya kembali menunjukkan keanggunan seorang ibu mertua yang merestui. "Meskipun awalnya kami terkejut dengan cara kalian hidup bersama, melihat bagaimana Raya merawatmu saat kamu sakit beberapa waktu lalu dan bagaimana tulusnya dia di rumah ini... Mama dan Papa memberikan restu penuh. Minggu depan, kita atur pertemuan keluarga besar secara resmi."

Raya terperanjat bahagia. Pipinya merona merah merona, dan matanya berbinar-binar penuh haru. Ia kemudian menoleh dan menatap Aris di sampingnya.

Bagi Raya, ajakan pernikahan dari keluarga Prakasa adalah validasi tertinggi bahwa ia benar-benar diterima sebagai kekasih yang sah oleh keluarga kekasihnya. Itu adalah impian terindah bagi seorang wanita yang kehilangan ingatan.

Namun, bagi Aris... kalimat itu justru terasa seperti vonis penjara seumur hidup yang dilumuri dosa yang tak terampuni.

"Pernikahan...?" batin Aris berteriak histeris di balik senyuman kaku yang dipaksakannya di meja makan. "Bagaimana aku bisa menikahinya di atas altar suci... sementara di hadapan Tuhan, aku adalah pembunuh suaminya yang merangkap sebagai pembohong terbesar di dunia ini?"

Meskipun hatinya bergemuruh menolak kepedihan tersebut, Aris tahu ia tidak punya pilihan. Jika ia menolak pernikahan ini, orang tuanya akan curiga, dan rahasia besar itu bisa terbongkar. Dan yang lebih penting... ia tidak sanggup melihat binar kebahagiaan di mata Raya padam seketika jika ia menolak wanita itu.

Aris menelan ludahnya yang terasa sepahit empedu. Dengan tangan yang sedikit bergetar di bawah meja, ia meraih jemari Raya, dan menggenggamnya erat-erat di hadapan kedua orang tuanya.

"Terima kasih, Pa, Ma..." ucap Aris dengan suara parau yang berhasil ia kendalikan agar terdengar mantap. "Aku akan segera mengatur semuanya untuk Raya."

Raya pun tersenyum makin lebar, dan menyandarkan kepalanya sejenak di bahu Aris dengan penuh rasa cinta dan rasa aman.

Di seberang meja, Pak Baskoro dan Lidya saling bertukar pandang penuh makna, sebuah kesepakatan diam-diam bahwa demi melindungi masa depan putra tunggal mereka dan menjaga kehormatan keluarga Prakasa, mereka akan membawa rahasia berdarah itu hingga ke liang kubur bersama-sama.

Bersambung...

1
YuWie
aris jg menderita..klo mental raya sdh kuat..jujur saja pak aris.. drpada broken semuanya
YuWie
masih di kota yg sama mana bisa sembunyi terus menerus pak aris..pindah gih ke luar negri
YuWie
lhaa gimn.. katanya semua sdh dijauhkan..kok malah terbaca tuh berita
YuWie
Luar biasa
YuWie
dang nikahi raya nya pak aris.
YuWie
klo ingatan raya kembali, apa jadinya pak aris
Aurora: kita cari tau jawaban di next episode-episode berikutnya...😃🤗
total 1 replies
YuWie
kebetulan ya ris..cintamu kau dptkan 😁
Aurora: Xixixi... hanya terbalut banyak boong 😅😅
total 1 replies
YuWie
pandangan pertama langsung jatuh cinta, suami nya pas is death..mmg jodohmu si raya ini pak arus..tapi sayang nya..jalannya tragis.
Aurora: yup, cinta pada pandangan pertama tak jarang terjadi 🤗
total 1 replies
YuWie
mabuk kok nyopir sendiri pak aris...
YuWie
secantik apa wanita itu aris..sehingga membuatmu falling inlove in first moment
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!