NovelToon NovelToon
Crimson Vows

Crimson Vows

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Mafia / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yao na

Tujuh belas tahun Yao Conti hidup dalam penyamaran, bernapas hanya untuk satu tujuan: menuntut balas atas pembantaian keluarganya di Milan. Langkahnya membawanya menembus jantung kekuasaan keluarga Moretti, tempat ia bertemu Gerald Moretti—Don muda yang dingin, tajam, dan tidak pernah membiarkan siapa pun mendekatinya.
Bagi Yao, Gerald adalah kunci menuju pembunuh ayahnya. Bagi Gerald, Yao adalah teka-teki berbahaya yang memikat sekaligus mengancam wilayahnya. Di tengah benturan intrik politik lima keluarga mafia Italia hingga ancaman persekutuan gelap yang membentang ke Hong Kong, batas antara taktik dan perasaan perlahan mengabur.
Saat rahasia paling kelam tentang malam pembantaian itu akhirnya terkuak, mereka dipaksa memilih: menuntaskan dendam yang diwariskan oleh orang tua mereka, atau menyelamatkan cinta yang terlahir di atas tanah bersimbah darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yao na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 — Napas Lega yang Singkat

Kembalinya mereka ke Milan disambut dengan perayaan kecil namun tulus dari seluruh keluarga Moretti yang tersisa. Untuk pertama kalinya sejak kekacauan dimulai berbulan-bulan lalu, mansion itu dipenuhi tawa yang jujur, bukan sekadar kesopanan yang menyembunyikan ketegangan.

Contessa, yang dulu paling keras menentang Yao, kini mendekatinya dengan sikap yang jauh lebih hormat. "Aku salah menilaimu," katanya sederhana, mengulurkan tangan sebagai tanda gencatan senjata. "Kau membuktikan dirimu lebih berharga bagi keluarga ini daripada yang pernah kubayangkan, Yao Conti."

"Terima kasih, Contessa," jawab Yao, menerima uluran tangan itu dengan senyum tulus. "Aku tahu ini bukan pertemanan yang mudah untuk dibangun, mengingat sejarah di antara kita."

"Dunia kita jarang memberi kemewahan hubungan yang mudah," jawab Contessa bijak. "Tapi yang sulit sering kali yang paling berharga."

Gerald menyaksikan interaksi itu dari kejauhan dengan senyum lega, menyadari betapa jauh perjalanan yang telah mereka tempuh sejak malam pertama Yao muncul di klub Ombra dengan niat balas dendam yang tersembunyi rapi di balik gaun hitam elegannya.

Malam itu, setelah perayaan mereda dan tamu-tamu mulai pulang, Gerald mengajak Yao berjalan-jalan di kebun anggur keluarga yang menjadi saksi bisu sejarah panjang keluarga Moretti — kebun yang sama yang pernah difoto bersama Salvatore dan Enzo bertahun-tahun lalu, sebelum semua pengkhianatan ini dimulai.

"Aku sudah memikirkan banyak hal," kata Gerald pelan, berhenti di tengah barisan pohon anggur yang berbaris rapi di bawah cahaya bulan purnama. "Tentang masa depan. Tentang kita."

"Apa yang kau pikirkan?" tanya Yao, hatinya berdegup kencang menantikan kata-kata selanjutnya.

Gerald berlutut, mengejutkan Yao yang tidak menduga momen ini akan datang secepat ini di tengah semua kekacauan yang baru saja mereka lalui. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil beludru dari saku jasnya, membukanya untuk menunjukkan cincin sederhana namun elegan dengan berlian kecil yang berkilau lembut di bawah cahaya bulan.

"Yao Conti," katanya, suaranya bergetar karena emosi yang jarang ia tunjukkan secara terbuka. "Aku tahu perjalanan kita dimulai dengan kebohongan dan dendam. Aku tahu dunia kita penuh bahaya yang tidak akan pernah benar-benar hilang. Tapi aku juga tahu bahwa aku tidak ingin menghadapi bahaya itu, atau kebahagiaan apa pun setelahnya, tanpa dirimu di sisiku. Maukah kau menikah denganku?"

Air mata mengalir deras di pipi Yao, campuran kebahagiaan yang begitu murni dengan kesadaran akan semua yang telah mereka lalui untuk sampai ke momen ini. "Ya," bisiknya, hampir tidak bisa berbicara karena emosi yang meluap. "Ya, Gerald. Aku akan menikahimu."

Gerald bangkit, memasangkan cincin itu ke jari Yao dengan tangan yang sedikit gemetar, sebelum menariknya ke dalam pelukan erat dan ciuman yang penuh dengan janji masa depan yang selama ini terasa mustahil bagi mereka berdua.

Mereka berjalan kembali menuju mansion bergandengan tangan, tertawa kecil seperti dua remaja yang baru saja menemukan cinta pertama mereka, meski keduanya telah melalui begitu banyak kekejaman untuk sampai ke momen sederhana dan murni ini.

"Kapan kita akan memberitahu semua orang?" tanya Yao, masih tidak percaya dengan cincin yang kini melingkar di jarinya.

"Malam ini juga," jawab Gerald, seringai lebar terukir di wajahnya yang jarang menunjukkan kebahagiaan seterbuka ini. "Aku sudah cukup lama menyembunyikan perasaanku dari dunia. Sudah waktunya semua orang tahu bahwa Gerald Moretti akhirnya menemukan sesuatu yang lebih berharga dari kekuasaan mana pun."

1
yao na
kerenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!