NovelToon NovelToon
SANTANA MILIK SENJANA

SANTANA MILIK SENJANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:125
Nilai: 5
Nama Author: little ky

Kisah cinta yang tak usia saat masih berseragam abu-abu, akankah bisa terjalin kembali? Disaat keduanya sudah tak lagi sama, namun hati tak bisa dibohongi, cinta mereka nyatanya masih ada.
Namun, disaat cinta kembali mengalahkan logika, keadaan justru menyudutkan keduanya.
Akankah SANTANA masih bisa menjadi milik SENJANA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little ky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa jodoh Yara

" Euughhhh.. "

Kedua mata Yara sedikit demi sedikit terbuka. Melihat langit-langit kamar yang bernuansa istana princess, Yara menyakini jika dia dibawa ke kamarnya setelah tadi sempat tidak sadarkan diri.

" Udah bangun? " Yara menengok ke samping.

Welly, saudara angkat Santana duduk di kursi yang diletakkan tepat di sebelah ranjang miliknya.

" Kok... Kamu yang disini? " tanya yara keheranan. Dia dan Welly tak cukup dekat selama ini.

" Kenapa? Ngarepnya Santana yang disini? " ejek Welly dengan raut wajah yang super menyebalkan menurut Yara.

Yara melengos, " Nggak kok. "

" Udah pandai cari kesempatan dalam kesempitan, lo juga tukang bohong ya. " cibir Welly.

" Kamu kenapa sih? Kayaknya nggak suka banget sama aku. Sinis banget kalau sama aku, tuh. " protes Yara yang lupa kalau kepalanya puyeng memikirkan nasib dirinya sekarang.

" Sinis sih nggak. Cuma kalau lihat elo, bawaannya gue pengen pites aja. "

Mulut Yara menganga, " Dih.. Nggak jelas banget sih. " mulut ini cowok beneran nyebelin banget.

" Yang nggak jelas itu, lo.. Otak lo kebalik atau emang nggak ada otak, sih. Cari penyakit tahu nggak, udah tahu San dari awal udah bilang dia cintanya sama cewek lain, masih aja ngeyel. Bebal banget lo jadi cewek... " omel Welly gemas.

" Coba aja lo nggak nekat waktu itu, maksa San buat jadi tunangan lo. Nggak akan gini kan ceritanya. " masih saja Welly ungkapkan semua unek-unek yang dia simpan 2 tahun belakangan ini.

" Lo yang maksa, sekarang lo yang berlagak jadi korban. Nggak banget tahu.. " begitu mengatakan kalimat terakhir ini, Welly langsung bangkit, berniat meninggalkan kamar Yara.

" Kamu nggak pernah ngerasain apa yang aku rasain, nggak berhak ngejudge aku salah. Kamu pikir mau ku begini. Dan apa tadi, aku belagak jadi korban. Kamu nggak salah ngomong gitu? Udah nggak ada simpati kah, sampai ngomong gitu ke orang yang suasana hatinya sedang nggak baik. " protes Yara tidak Terima semua ucapan Welly yang sebenarnya memang benar adanya.

Oh ayolah...

Yara tidak pernah menyangka akan jadi serumit ini. Dia pun hanya ingin mengutarakan sakit hati dan kecewanya karena pilihan Santana tidak jatuh padanya. Bukan berlagak sebagai korban yang disakiti Santana dan Senjana. Yara mana ada pikiran begitu.

" Gue sayang Senjana... Andai aja bukan Santana saingan gue, Senjana pasti bakalan gue kejar apapun yang terjadi.. " ujar Welly tanpa melihat wajah Yara yang sekarang tengah terkejut.

" Gue bukan elo yang egois. Buat gue, selama Senjana bahagia, mau sama siapapun gue pasti dukung. Karena gue sayang Senja, dan pengen Senja bahagia.. "

Apalagi ini, siapa yang menyangka kalau ternyata Welly juga memiliki perasaan yang sama seperti Santana pada Senjana. Lalu selama ini dia terlihat begitu baik-baik saja. Kalau itu Yara, mungkin dia sudah bunuh diri.

*******

" Hai.. " sapa Santana yang kini menggantikan Welly.

" Buat apa kamu kesini? Bukannya udah jelas. " suara Yara terdengar tidak seceria biasanya.

" Hm.. "

Helaan nafas keluar dari mulut Yara, " Nggak usah kasiani aku. Aku nggak suka. Ini udah resiko karena dulu aku nekat mengikat kamu, padahal kamu sama sekali nggak ada perasaan sama aku. " Yara nampak sedih. Sepertinya memang sulit untuk merelakan semuanya. Tapi bukan berarti tidak bisa.

" Saya nggak ngasihani kamu. Saya ke sini karena mau minta maaf. Saya tidak bisa memenuhi ekspetasi kamu yang menginginkan hubungan yang lebih. " Yara nampak cemberut. Ini rasanya kali pertama Santana bicara sepanjang itu, tapi justru disaat mereka sudah tidak lagi sama-sama.

" Kamu nggak salah. Ini salah aku. Daripada kamu di sini, mendingan susulin Sensen aja. Tanya mas Ang, dia pasti tahu di mana Sensen. " sambil tersenyum tipis, Santana menggeleng pelan.

" Dia memilih pergi itu berarti dia butuh waktu. Kalau saya maksa sekarang ketemu dia, bisa jadi kita semua tidak akan bisa bertemu lagi dengannya. " tatapan Santana mengawang ke depan, " Dia memiliki kemampuan untuk benar-benar pergi. "

" Kamu kenal banget sama sifatnya Sensen. " Yara mengakui itu.

Senjana masih berada di sekitar keluarganya karen Angkara dan ibunya yang memegang erat agar Senjana tidak pergi. Kapan pun sekretaris masnya ini bisa pergi, tanpa ada siapapun yang bisa menemukannya.

" Dia yang lebih mengenal saya... "

" Sayang banget ya, kalian harus berpisah segitu lamanya. Kalau nggak ada perpisahan ini, aku yakin kalian udah nikah. "

" Belum tentu. Senja itu ambisius, dari dulu sampai sekarang. Saya yakin itu. Apa yang dia inginkan, pasti akan dikejar sampai dapat. Hanya saya yang dia lepaskan karena rasa bersalah. " wajah Santana nampak muram. Yara yang melihat itu jadi ikut sedih.

" Apa kamu yakin Sensen bisa menerima semua ini? Kamu bilang kan dia masih dihantui rasa bersalah. " tanya Yara penasaran. Pernah mendengar sendiri dari Senjana, betapa mewahnya cinta yang diberikan Santana, membuat Yara ingin tahu apa yang akan dilakukan Santana untuk meraih cintanya.

" Itu tugas saya untuk meyakinkan dia. Karena sebenarnya saya tidak pernah menyalahkan dia. Bukan dia yang salah. Papanya juga mengatakan pada saya biarkan dendam ini berakhir hanya padanya, dan selama 12 tahun ini saya berusaha untuk memantapkan hati agar cinta saya tulus untuk Senja tanpa terpengaruh masa lalu.. "

" Kalau Sensen tetep kekeh nggak mau gimana? " tanya lagi, masih sangat penasaran.

" Saya akan tetap yakinkan. Saya nggak bisa tanpa dia lagi. Saya nggak mau, jadi saya akan lakukan segala cara untuk menunjukkan padanya kalau saya tidak pernah menyalahkan dia. Papanya memang yang menyebabkan saya kehilangan kedua orang tua saya, tapi Senja lah yang membuat saya merasa memiliki tujuan untuk tetap hidup.... "

Yara meleyot, kenapa cowok sekeren ini tidak bisa bersamanya. Lalu seperti apa jodohnya. Masa iya dia dapat cowok resek macam Welly. Duh amit-amit jabang bayi. Bisa stres dirinya nanti, kalau dapat jodoh modelan Welly.

******

" Gimana, San? Yara nggak apa? " bu Mitha sudah mencegat San di tangga bawah.

" Yara nggak apa, bu. Hanya butuh waktu. " jawab Santana.

" Ck.. Tadi kan Welly juga udah bilang, ma. Itu cewek nggak papa. Bebal begitu masa kalah sama patah hati. "

PLAK...

" Mulutnya itu lho. Heran mama sama kamu Wel, nggak ada simpatinya sama sekali. Disuruh nemenin buat menghibur malah mulutnya ngomong yang nggak-nggak.. Pengen rasanya mama pluntir itu mulut mu, Wel.. " omel bu Mitha yang gemes tingkat dewa pada mulut putranya yang julid itu. Entah menurun dari siapa, perasaan papa Welly orangnya pendiam.

Welly mencebik, " Aku ngomong kenyataan ya, ma.. " bela Welly tak mau disalahkan.

" Lihat itu San, dikasih tahu ngeyelan itu saudara mu. "

" Kuncir aja mulutnya, bu. " Welly mendelik.

" Sembarangan mulut lo, San.. "

" Hish.. Udah.. Udah.. Di rumah orang ini lho, masak ribut di sini sih. " kepala bu Mitha langsung pusing.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!