NovelToon NovelToon
Menikahi Pewaris Cacat

Menikahi Pewaris Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Orang Disabilitas / CEO
Popularitas:179.7k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

​"Satu tahun pernikahan kontrak, Levara," bisik Dante dingin di antara remang ruang kerjanya. "Kamu dapat akses dokumen ayahmu, dan saya dapat mengunci saham perusahaan dari ambisi Paman Julian Perkasa."

​"Dan jika bahaya mengincarku?" tantang Levara.
​Dante memajukan kursi rodanya, menatapnya tajam.

"Selama kamu menyandang nama Velmore, keselamatanmu adalah tanggung jawab saya."

​Di balik kemewahan ibu kota, Levara bertaruh nyawa mengungkap misteri hilangnya sang ayah dua puluh tahun silam. Petunjuk terakhir mengarah pada dokumen rahasia milik Velmore Group. Satu-satunya jalan masuk adalah Dante Castillo Velmore, pewaris tunggal nan dingin di atas kursi roda.

​Perjanjian di atas kertas berubah menjadi ancaman maut saat fakta terkuak. Di tengah gempuran teror dan perang hukum, mampukah pernikahan tanpa rasa itu bertahan ketika dendam masa lalu menuntut keadilan?

Di tambah, sosok bocah menggemaskan yang menjadi tambahan hiburan untuk mereka.
"Om cate magelan, kenapa jadi cuami?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rancangan Menjatuhkan David Veyron

Suasana di ruang kerja utama kediaman Velmore berubah menjadi pusat kendali taktis. Cahaya lampu gantung yang benderang menerangi meja oval panjang berpelitur gelap, di mana peta digital kawasan industri tua di pinggiran kota serta diagaram alur aset Veyron Group terpampang luas dari proyektor gantung.

Dante duduk tegap di ujung meja di atas kursi rodanya. Di samping kirinya, Levara telah bersiap dengan gawai dan tumpukan catatan data investigasi. Sementara Arelio berdiri di depan papan tulis kaca, memegang spidol hitam seraya merapikan tumpukan berkas hukum yang tebal.

Riko berdiri bersiaga di dekat pintu, mengawasi laptop enkripsi yang terhubung langsung dengan tim peretas internal.

Dante memecah keheningan dengan suara bass-nya yang berat, mengarahkan pandangan matanya ke seluruh penjuru ruangan.

"David Veyron mengira kita akan datang ke pabrik tua itu seperti domba yang siap disembelih," buka Dante dingin, iris matanya memancarkan ketajaman yang mengintimidasi. "Dia memanfaatkan emosi kita terkait jasad Paman Edlan. Namun, selagi kita menyiapkan langkah penyelamatan di lapangan, kita harus menghancurkan fondasi kekuasaannya dari tiga arah sekaligus. Kita tidak hanya akan menumbangkannya, kita akan memastikan dia tidak punya ruang untuk bernapas."

Evran yang duduk di sisi meja mengangguk mantap. "Bagaimana pembagian tugasnya, Dante?"

Dante menatap Arelio. "Arelio, kamu pegang kendali penuh di jalur hukum. Bukti transaksi ilegal dan surat perintah kejahatan yang ada di flashdisk Helena sudah sepenuhnya terdekripsi."

Arelio mengetukkan spidolnya di papan kaca, lalu membalikkan badan menghadap Dante dan Levara. Raut wajahnya kini sepenuhnya profesional, mengesampingkan seluruh gejolak emosi pribadinya.

"Aku sudah meninjau seluruh materi digital itu bersama tim ahli pidana kita," sahut Arelio dengan nada suara tegas dan lugas. "Bukti dokumen dan rekaman suara di flashdisk itu sangat valid secara forensik digital. Tanda tangan elektronik dan stempel otorisasi rahasia Veyron Group tidak bisa dibantah lagi di depan hakim."

Levara mendongak, menatap Arelio serius. "Berapa lama waktu yang kita punya sebelum David menyadari berkas ini masuk ke kejaksaan, Arelio?"

"Pukul delapan pagi besok, tim hukumku akan melayangkan gugatan darurat serentak ke Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi," tegas Arelio seraya menatap Levara mantap. "Aku membagi berkas ini menjadi sepuluh pasal berlapis, mulai dari tindak pidana penculikan, pembunuhan berencana, hingga pencucian uang. Begitu dokumen itu distempel resmi oleh panitera, David Veyron secara hukum berstatus tersangka utama dan surat pencekalan keluar negeri akan diterbitkan dalam hitungan jam."

"Bagus," pangkas Dante. "Pastikan jaksa agung menerima berkas itu secara pribadi tanpa melewati perantara yang bisa dibeli oleh Veyron."

"Serahkan padaku, Dante," balas Arelio mantap. "Aku sendiri yang akan mengawal penyerahan berkas itu ke gedung kejaksaan bersama lima pengacara senior."

Dante kemudian memalingkan pandangannya pada Levara. Ia mengulurkan tangan kirinya, menggenggam jemari istrinya dengan lembut di atas meja.

"Levara, bagianmu adalah mengunci opininya di mata publik. Media adalah senjata terbesarmu sebagai jurnalis investigasi," ujar Dante penuh rasa percaya.

Levara tersenyum tipis, matanya berbinar menyalakan semangat juang yang membara. Ia membuka laptopnya dan menggeser layar ke arah Dante dan Arelio.

"Aku sudah menghubungi pimpinan redaksi di tiga jaringan media berita nasional yang paling independen dan memiliki kredibilitas tertinggi," terang Levara lancar. "Selama ini mereka takut menyentuh Veyron Group karena tidak ada bukti fisik yang cukup kuat. Tapi begitu aku memperlihatkan salinan awal dari Helena, mereka setuju untuk memasang liputan khusus eksklusif."

"Kapan liputan itu akan ditayangkan, Mbak Levara?" tanya Riko menyela dari sudut ruangan.

"Tepat pukul sembilan pagi, satu jam setelah Arelio menyerahkan berkas ke Kejaksaan," jawab Levara mantap. "Artikel investigasi, rincian kejahatan dua puluh satu tahun lalu pada Ayahku, serta rekaman pengakuan Helena akan rilis serentak di media cetak, portals berita online, dan siaran televisi nasional. Aku sendiri yang menulis naskah rilis persnya. Kita akan menciptakan gelombang tekanan publik yang begitu dahsyat sehingga tidak ada pejabat korup yang berani melindungi David Veyron."

Arelio menatap Levara dengan rasa kagum yang tak bisa disembunyikan. "Kerja yang sangat tajam, Levara. Kombinasi tekanan hukum dan hantaman media akan membuat saham Veyron Group anjlok parah dalam hitungan menit setelah bursa dibuka."

"Dan saat itulah seranganku dimulai," potong Dante dengan senyuman dingin yang mengerikan di bibirnya.

Dante menggeser gawai taktisnya di tengah meja, menampilkan grafik pergerakan saham dan portofolio keuangan Veyron Group secara real-time.

"Riko, bagaimana persiapan tim analisis finansial kita di Singapura dan London?" tanya Dante melirik asistennya.

"Semua sudah bersiaga di pos masing-masing, Tuan Dante," jawab Riko cepat. "Dana likuid sebesar empat puluh persen dari saham Velmore Group yang berhasil kita buka kuncinya kemarin sudah dialokasikan sepenuhnya ke rekening penampung rahasia."

Dante menyandarkan punggungnya di kursi roda, menatap layar dengan iris mata yang berkilat tajam.

"Begitu pemberitaan Levara pecah dan pasar merespons dengan kepanikan, harga saham Veyron Group akan merosot tajam di bursa efek," papar Dante dengan kalkulasi matematis yang dingin. "Di saat yang sama, saya akan memerintahkan tim kita untuk melakukan short-selling secara masif pada seluruh aset turunan Veyron Group. Kita akan menyuntikkan dana tersebut untuk membeli surat utang mereka yang jatuh tempo bulan ini."

Evran terperanjat pelan, menyunggingkan senyum bangga menatap menantunya. "Kamu mau membekukan seluruh likuiditas bank mereka, Dante?"

"Bukan hanya membekukan, Papa," balas Dante dengan suara rendah namun membunuh. "Saya akan memotong seluruh akses kredit Veyron Group ke bank internasional. Dalam waktu tiga jam setelah bursa dibuka, David Veyron tidak akan punya sepeser pun uang tunai untuk membayar pengacara, menyewa tentara bayaran, atau melarikan diri menggunakan jet pribadinya. Dia akan benar-benar bangkrut dan terisolasi."

Keheningan seketika melingkupi ruang kerja tersebut. Strategi tiga pilar yang disusun secara presisi itu mengunci seluruh celah pelarian musuh—hukum dari Arelio, publik dari Levara, dan finansial dari Dante.

Arelio mematikan spidolnya dan merapikan jasnya. "Rencana ini sempurna. Tidak ada ruang bagi David Veyron untuk mengelak."

Levara menggenggam tangan Dante lebih erat, menatap suaminya dengan penuh rasa percaya. "Sekarang, tinggal satu hal tersisa... operasi di pabrik tua besok malam."

Dante menatap Levara, lalu mengusap punggung tangan istrinya dengan ibu jari.

"Besok malam, kita tidak hanya akan menjerat David Veyron ke balik jeruji besi," tegas Dante dengan keteguhan baja. "Kita akan membawa pulang Ayahmu, Levara. Kita tuntaskan permainan ini sampai akhir."

1
Deera__
Senara dan Renzo dan adiknya yg satu kok nggak pernah muncul ya... kemana mereka 😁😁
Deera__
siap² mau kemana ini 🤣🤣🤣🤣
Deera__
nah benar... kok merinding aku
Deera__
gila dalam hitungan hari dan menit Dante, Levara dan keluarga Arellio gerak mematikan lawan
Deera__
serius amat kalian 🤣🤣🤣
Hindra Cechen
mana up nya hr ini thor
Deera__
siap Othor tersayang..
Deera__
Emoohhh /Sob//Sob//Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/
kgi asyiiikk disuruh bubar... tantrum akuu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
Oce ciap /Casual//Grin//Grin/
Deera__
lah ngapa kaget .. kan kalian sah dan udh pelan² saling cinta..🤣🤣🤣
Deera__
semoga ada harapan baik
Deera__
semoga Helena masih hidup dan dia baik² aja
Deera__
astaga amazing emang othor satu ini 😍😍😍🤣🤣🤣🤣🤣🤣😘😘😘
Deera__
siapa itu Helena? /Doubt//Shy//Slight//Slight/
Deera__
apa Edlan dan Darian sahabatan dulunya 😁😍😍
Deera__
wah tanggal hari Kartini... dan usiaku 2 tahun diwaktu itu 🤣🤣🤣
Deera__
makasih othor. keep fighting
Deera__
dan ini hanyalah penyerangan kecil.. perang besar sesungguhnya sebentar lagi hmmm
Deera__
hmmm ku pantau kalian 😁
Deera__
utututu tayangnya pala leadels Janan malah dan melajuk ya cayang... cemungut nulisnya oce. 😗😗😁😉😘😍🤣🤣🤣 cukup Kami yang tantrum othor jangan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!