NovelToon NovelToon
Where Your Heart Stays

Where Your Heart Stays

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:121
Nilai: 5
Nama Author: Kiara L

Seo Tae-jun telah hidup selama 34 tahun dengan keyakinan bahwa cinta hanya membuat seseorang lemah.
Han Ji-eun justru hidup dengan keyakinan sebaliknya.
Bagi Ji-eun, kehilangan orang yang dicintai memang menyakitkan, tetapi itu bukan alasan untuk berhenti mencintai.
Pertemuan mereka dimulai dari hubungan profesional.
Tae-jun adalah pewaris sekaligus pemegang kendali jaringan hotel Seo Group.
Ji-eun adalah manager hotel yang telah bekerja keras selama lima tahun untuk mendapatkan posisinya.
Tae-jun awalnya hanya tertarik pada keberanian Ji-eun.
Namun perhatian itu berubah menjadi ketertarikan.
Ketertarikan berubah menjadi kebutuhan.
Dan kebutuhan perlahan berubah menjadi cinta yang membuat Tae-jun mempertanyakan seluruh hidupnya.
Masalahnya, keluarga Seo menyimpan rahasia yang berkaitan dengan kematian orang tua Ji-eun.

Semakin dekat mereka, semakin besar kemungkinan cinta mereka menghancurkan keluarga Tae-jun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiara L, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Empat hari masa retret di Pulau Jeju akhirnya usai. Seluruh staf hotel kembali ke Seoul dengan wajah segar dan semangat baru, sementara operasional hotel bintang lima itu kembali berjalan normal dalam ritme yang teratur.

Namun, ketenangan itu mendadak terusik. Sebuah panggilan telepon dari Ayahnya memaksa Tae-jun untuk hadir dalam acara makan malam keluarga. Bagi Tae-jun, melangkah masuk ke rumah besar bernuansa kaku itu selalu terasa seperti memasuki medan perang yang dingin. Jika bukan karena rasa hormatnya sebagai anak, ia pasti sudah menolak mentah-mentah.

Di ruang makan mewah bernuansa kayu mahoni yang sunyi, denting sendok dan garpu beradu dengan piring porselen secara teratur. Tuan Seo, sang ayah sekaligus pimpinan tertinggi Chairman Seo Group duduk di ujung meja dengan aura intimidatif yang amat kuat.

"Aku mendengar laporan dari Sekretaris Kim," buka Tuan Seo, memecah keheningan dengan suara beratnya. "Acara retret staf di Jeju berjalan sukses. Tingkat kepuasan karyawan meningkat, dan operasional hotel pengganti juga berjalan lancar tanpa celah."

Tae-jun menghentikan potongannya sejenak, mengusap bibirnya dengan serbet kain. "Ya, Ayah. Semua berjalan sesuai rencana."

"Bagus," ujar Tuan Seo datar, mengangguk tipis. "Ide meliburkan seluruh staf dan menggunakan tenaga bantuan mitra adalah langkah berani yang efisien. Kau melakukan dengan sangat baik, Tae-jun-a."

Tae-jun sedikit terkejut. Sang ayah yang terkenal pelit pujian mendadak melontarkan apresiasi secara terbuka. Namun, sebelum rasa tak percaya itu mengendap, kalimat Tuan Seo berikutnya langsung membuat atmosfer di ruang makan membeku seketika.

"Karena urusan pekerjaan di hotel sudah stabil, sekarang saatnya kau memikirkan masa depanmu," lanjut Tuan Seo tanpa ragu. "Minggu depan, keluarga Direktur Yoon akan kembali ke Korea dari Amerika. Putrinya, Yoon Chae-won, juga sudah menyelesaikan studi pascasarjananya di sana."

Tae-jun menata posisinya menjadi lebih tegak, raut wajahnya berubah keruh. "Kenapa Ayah mendadak membahas Keluarga Yoon?"

"Chae-won adalah gadis yang terpelajar, anggun, dan berasal dari latar belakang keluarga berpengaruh yang setara dengan kita," sahut Tuan Seo tenang. "Kalian berdua sudah saling mengenal sejak kecil. Aku dan Direktur Yoon sudah berdiskusi, dan kami sepakat untuk menjodohkan kalian berdua."

Rasa tidak nyaman mendadak mengimpit dada Tae-jun. Bayangan Ji-eun, senyum tulusnya, hangat tubuhnya, dan perjuangan mereka menjaga rahasia langsung berkelebat cepat di benaknya. Tae-jun meletakkan pisau dan garpunya ke atas piring hingga menimbulkan bunyi clink yang sedikit nyaring.

"Aku tidak bisa menerima perjodohan ini, Ayah," tegas Tae-jun dengan suara rendah yang menahan emosi. "Aku mengenal Chae-won sejak kecil, tapi aku sama sekali tidak memiliki perasaan apa pun padanya."

"Perasaan bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, Tae-jun-a," potong Ibu tirinya yang duduk di samping Tuan Seo seraya mengusap lembut lengan suaminya. "Chae-won adalah pasangan yang sangat cocok untukmu. Dia cantik, pintar, dan tentu saja akan sangat membantu reputasi serta posisimu di dalam perusahaan."

"Ibu tidak perlu ikut campur," balas Tae-jun dingin, menatap ibu tirinya dengan pandangan tajam tanpa celah.

"Seo Tae-jun! Jaga ucapanmu pada ibumu!" bentak Tuan Seo, menepuk meja makan hingga gelas kristal di atasnya bergetar pelan. "Perjodohan ini bukan sekadar urusan asmara anak muda! Ini mengenai aliansi bisnis dan masa depan Seo Group!"

Tae-jun mengepalkan jarinya erat-erat di bawah meja. Keinginan untuk berteriak bahwa ia sudah memiliki wanita yang teramat sangat dicintainya membakar tenggorokannya. Namun, akal sehatnya menahan lidahnya sekuat tenaga. Tae-jun tahu betul watak ayahnya yang kejam. Jika ia menyebut nama Ji-eun sekarang, ayahnya tidak akan segan-segan menggunakan kekuasaannya untuk menyingkirkan Ji-eun dari hotel, memecatnya, atau bahkan membuat hidup perempuan itu dalam kesulitan besar.

Tae-jun menarik napas panjang, mencoba mempertahankan nada suaranya agar tetap terkontrol.

"Aku tidak butuh aliansi pernikahan untuk mempertahankan posisiku di hotel," ujar Tae-jun mantap, menatap lurus ke dalam mata ayahnya. "Aku akan membesarkan perusahaan ini dengan kemampuanku sendiri. Dan mengenai pernikahan... aku hanya akan menikah dengan wanita yang kucintai."

Tuan Seo terkekeh sinis, menyandarkan punggungnya di kursi. "Cinta? Kau bicara soal cinta di dalam keluarga ini? Kekanak-kanakan sekali! Siapa wanita yang kau maksud? Apakah ada wanita sembarangan di luar sana yang sedang mencoba memanfaatkanmu?"

"Tidak!" potong Tae-jun cepat dengan nada suara yang meninggi, refleks membela Ji-eun meski tanpa menyebut namanya.

"Cukup, Ayah. Tae-jun-a, tenanglah sedikit," pangkas Seo Soo-yeon yang sejak tadi diam menyimak makan malamnya. Soo-yeon menatap adiknya dengan pandangan penuh pengertian, mencoba menjadi penengah sebelum perdebatan itu makin tak terkendali. "Ayah, ini baru pertama kali dibahas. Jangan langsung menekan Tae-jun seperti ini. Biarkan dia bertemu dengan Chae-won secara kasual dulu tanpa ada paksaan ikatan."

"Tidak ada waktu untuk melonggarkan ikatan ini, Soo-yeon-a," sahut Tuan Seo tegas, mengabaikan pembelaan anak perempuannya. Matanya kembali menatap Tae-jun dengan pandangan dingin yang tak terbantahkan. "Pernikahanmu dengan Chae-won sudah direncanakan. Kau suka atau tidak suka, kalian akan tetap bertemu minggu depan untuk pertemuan keluarga resmi."

Tae-jun berdiri mendadak dari kursinya, merapikan jas mewahnya dengan gerakan kasar. Atmosfer di ruang makan itu sudah terasa teramat menyesakkan baginya.

"Aku sudah menyampaikan keputusanku, Ayah," ucap Tae-jun dingin seraya membungkukkan badan sedikit secara formal. "Aku tidak akan pernah menyetujui pernikahan yang tidak kuinginkan. Permisi, aku pamit lebih dulu."

Tanpa menunggu tanggapan dari ayah, ibu tiri, atau kakaknya Soo-yeon, Tae-jun membalikkan badan dan melangkah lebar-lebar meninggalkan ruang makan yang tegang itu. Suara panggilan keras ayahnya yang memanggil namanya dari belakang sama sekali tidak ia indahkan.

Tae-jun melangkah keluar menembus udara malam Seoul yang dingin, masuk ke dalam mobil mewahnya, lalu membanting pintu dengan gusar. Ia menyandarkan kepalanya di atas kemudi, mencengkeram lingkar kemudi dengan buku-buku jari yang memutih. Rasa frustrasi, marah, dan cemas bergolak hebat di dalam dadanya. Badai yang selama ini ia takutkan akhirnya mulai datang menerjang, dan Tae-jun tahu, ia harus berjuang mati-matian untuk melindungi Ji-eun dari cengkeraman kekuasaan keluarganya.

...****************...

1
Bintang star_nurul22
Semangat author
Kiara L: terimakasih☺️🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!