Myro Aras hanyalah seorang yang hobi bermain game. Di suatu game online ia adalah pemain terbaik disana tetapi saat sedang melawan suatu bos di dalam game dan berhasil menang, Myro tiba-tiba merasa mengantuk dan tertidur.
Ia terbangun menjadi seorang bayi di dunia yang dipenuhi oleh kekuatan unik dan sihir ini. Tempat dimana kekuatan seseorang yang menentukan segalanya. Myro memutuskan untuk berjalan di jalan seorang penyihir dan berjalan menuju puncak. Disertai bantuan sistem yang memberinya kecurangan dengan bisa membawa kekuatan Myro dari game sebelumnya.
Lihatlah Myro berjalan menuju puncak bersama orang-orang yang mempercayainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ark Vest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31: PERBEDAAN TERHADAP BANGSAWAN
Myro dan lainnya segera meninggalkan tempat makan dan kembali ke kamar masing-masing. Myro mengambil tas yang ia bawa dari desa sebelumnya lalu berjalan keluar untuk mulai berkumpul dengan para murid dan penyihir yang lain.
Saat ini, semua orang berkumpul di sebuah ruangan yang sangat luas. Setelah semua orang berkumpul, seorang penyihir segera berteriak "Sekarang kita akan pergi".
Setelah itu sebuah pintu besar muncul. Kepala Akademi Tumbuhan Sihir membuka pintu itu perlahan-lahan dengan memakai mana. Lalu, kepala akademi diikuti oleh para penyihir dari Akademi Tumbuhan Sihir mulai berjalan melewati pintu tersebut. Para murid yang melihat itu segera mengikuti mereka juga.
Myro juga berjalan dan melewati pintu tersebut. Segera, keadaan di sekitar Myro berubah. Myro melihat sebuah gerbang besar dengan sebuah tulisan "AKADEMI TUMBUHAN SIHIR" yang terletak di tengah bagian atas dari gerbang tersebut.
Saat ini, pintu gerbangnya masih tertutup. Di samping gerbang tersebut, terdapat 4 tumbuhan yang berdiri. Kepala Akademi Tumbuhan Sihir menggunakan mana nya pada gerbang dan gerbang tersebut mulai terbuka.
"Siapa itu yang berani mendatangi akademi sihir kita?", tiba-tiba salah satu pohon yang terdapat di samping gerbang Akademi Tumbuhan Sihir segera membuka matanya.
Setelah pohon tersebut melihat, ia segera berkata lagi "Ternyata kepala akademi, kalau begitu tidak masalah".
"Ya", kata kepala Akademi Tumbuhan Sihir dengan sopan.
Beberapa murid menjadi bingung, karena kepala Akademi Tumbuhan Sihir berbicara dengan sopan terhadap tumbuhan tersebut. Myro juga sedikit bingung, tapi suara Shar segera terdengar di pikiran Myro "Tuan muda, anda tidak perlu bingung. Tumbuhan yang berada di gerbang akademi ini jauh lebih kuat daripada kepala akademi. Jadi wajar saja kepala akademi harus sopan. Nampaknya, 4 pohon ini adalah penjaga utama Akademi Tumbuhan Sihir".
Mendengar itu, Myro mengangguk. Wajar saja kepala akademi begitu sopan.
"Ayo, kalian sekarang adalah murid Akademi Tumbuhan Sihir", kata kepala Akademi Tumbuhan Sihir kepada para murid baru. Setelah itu ia segera melewati gerbang tersebut.
Para murid juga mengikuti kepala akademi dan para penyihir dari Akademi Tumbuhan Sihir dan akhirnya mereka tiba di akademi. Akademi itu memiliki banyak bangunan-bangunan yang nampaknya merupakan kelas-kelas di akademi.
Terdapat ratusan pelayan, penyihir dan petarung yang memakai zirah besi menunggu kedatangan mereka. Melihat para pelayan, penyihir dan petarung tersebut, Myro segera bertanya ke Boldes "Apa yang mereka lakukan disini?".
Boldes berkata "Mereka adalah pelayan dan pengawal yang dikirim oleh anggota keluarga bangsawan untuk menjaga anak mereka selama di akademi sihir. Akademi sihir memperbolehkan seorang murid untuk membawa pengawal dan pelayannya".
Myro segera bertanya dengan aneh "Kenapa diperbolehkan? Bukannya itu hanya akan membuat di akademi sihir kita harus mengurus diri kita sendiri. Apalagi pengawal, bukankah di akademi sihir ada misi? Jika mereka membawa pengawal yang kuat maka bukannya misi tersebut akan menjadi mudah".
Boldes menggelengkan kepalanya dan berkata "Myro, aku beritahu untukmu. Jika anak seorang bangsawan tewas di akademi sihir maka keluarga mereka mungkin akan marah kepada akademi sihir. Para bangsawan dan anggota kerajaan juga memiliki penyihir dan petarung yang kuat, jadi akademi sihir tidak akan bertarung dengan mereka. Oleh karena itu setiap bangsawan diperbolehkan membawa pengawalnya sendiri, jadi jika mereka mati di akademi sihir itu adalah kesalahan pengawal mereka. Para bangsawan itu tidak akan bisa lagi marah atau bertarung dengan akademi".
"Lalu, apakah bangsawan akan melakukan misi? Kau tahu Myro, kita melakukan misi untuk mendapatkan sumber daya kultivasi dari akademi sihir. Tapi bangsawan itu berbeda, mereka diberikan sumber daya kultivasi oleh keluarga bangsawan mereka. Sedangkan kita? Kita harus mencari sumber daya kultivasi itu sendiri dengan menyelesaikan misi. Lagipula tidak ada yang akan memberikan kita sumber daya kultivasi kecuali menyelesaikan misi akademi sihir. Kita benar-benar berbeda dari para bangsawan yang tidak perlu repot-repot mencari sumber daya kultivasi".
Myro segera berkata "Apakah kita orang biasa juga bisa membawa pelayan dan pengawal atau hanya bangsawan?".
Boldes berkata "Kita juga bisa. Tapi, bagaimana mungkin kita punya pengawal dan pelayanan. Mencari sumber daya kultivasi saja sudah sulit, bagaimana untuk memberikan pelayan dan pengawal itu upah? Apalagi pengawal membutuhkan sumber daya kultivasi juga karena petarung juga melatih mana mereka. Sumber daya kultivasi untuk diri sendiri saja sudah repot, apalagi ditambah pengawal. Jadi kita orang biasa lebih baik tidak membawa pengawal ataupun pelayan yang menghabiskan banyak uang".
Mendengar itu, Myro hanya tersenyum saja dan mulai berjalan untuk mengetahui tentang akademi. Berbagai pelayan dan pengawal di sekitar gerbang segera menyambut tuan mereka dan membawa barang-barang tuan mereka. Melihat itu, Boldes dan yang lainnya menatap dengan sedikit marah. Mereka harus membawa barang-barang mereka sendiri. Perlakuan terhadap mereka dan bangsawan sungguh berbeda.
Myro, Boldes dan lainnya harus berpisah dari Fianna dan Lily karena tempat tinggal pria dan wanita di akademi berbeda. Myro dan yang lainnya segera sampai di meja yang saat ini terdapat seorang penyihir muda yang nampaknya merupakan murid di akademi juga. Tapi nampaknya orang itu sudah lebih lama di akademi ini. Boldes segera berkata "Kami adalah murid baru dari Akademi Tumbuhan Sihir dan datang untuk mengambil kunci tempat tinggal".
Mendengar perkataan Boldes, penyihir itu segera melihat mereka sekilas lalu melempar sebuah kunci dan berkata dengan malas "Ini kunci kamar kalian. Dalam sebuah kamar bisa menampung 4 orang jadi kalian harus tinggal bersama".
Boldes segera mengambil kunci itu dan berkata kepada Myro, Kiel dan Tirse "Baiklah, kita sudah mendapatkan kunci kamarnya. Kalau begitu ayo kita mencari kamar kita".
Saat Myro dan lainnya baru akan berjalan ke arah tempat tinggal yang mereka lihat di peta yang terletak di samping penyihir yang duduk dengan malas di meja tersebut. Seorang bangsawan dengan baju mewah dan diikuti oleh beberapa pengawal dan pelayan segera berkata "Aku murid baru disini. Dimana kunci tempat tinggal ku?".
Penyihir yang duduk dengan malas itu, segera berdiri dengan bersemangat sambil tersenyum dan berkata "Anda adalah murid baru? Senang sekali Akademi Tumbuhan Sihir bisa memiliki murid berbakat seperti anda. Ini adalah kunci tempat anda tinggal di wilayah tempat tinggal yang berupa villa".
Mendengar itu, bangsawan berkata dengan bingung "Villa? Bukankah di akademi sihir semua murid tinggal di kamar dan bersama murid lain? Kenapa sekarang setiap murid tinggal di sebuah villa?".
Penyihir itu segera berkata "Bangsawan memiliki tempat tinggal villa yang sudah disiapkan akademi. Oleh karena itu, kalian bisa merasa seperti di rumah sendiri".
Penyihir itu berhenti sejenak dan mulai berkata lagi sambil tersenyum "Tapi, biaya perawatan villa sangat mahal. Para bangsawan harus membayar biaya untuk tinggal di villa setiap bulan. Jika tidak tinggal di villa dan mengambil kamar biasa kalian tidak perlu bayar. Oleh karena itu, hanya bangsawan saja yang bisa tinggal di villa. Bagaimana? Harganya tidak terlalu mahal bagi bangsawan, hanya 20 kristal mana setiap bulan. Jika anda tertarik dengan villa yang lebih mewah lagi juga ada tapi harganya juga lebih mahal".
Mendengar itu, bangsawan tersebut mengangguk dan segera membayar 20 kristal ajaib dan berkata "Sebuah villa biasa saja sudah cukup. Lagipula, kita di akademi sihir ini bukan mengutamakan kemewahan tapi untuk latihan menjadi seorang penyihir yang hebat".
Bangsawan itu berkata seperti itu, tetapi sebenarnya ia tidak memilih villa lain karena villa yang lebih mewah harganya lebih mahal yang ia akan kesulitan untuk membayarnya. Harga 20 kristal mana saja sudah cukup sulit baginya. Karena keluarganya hanyalah bangsawan Baron yang merupakan tingkat paling rendah. Serta seluruh sumber daya kultivasi di keluarga bangsawan nya tidak hanya diberikan kepada dirinya sendiri tetapi juga anggota keluarga yang lain.
Tapi bangsawan harus tinggal di villa saat di akademi sihir. Jika bangsawan tinggal di kamar sama seperti murid biasa, maka bangsawan itu akan diejek dan dijauhi oleh bangsawan lainnya. Oleh karena itu, murid bangsawan di akademi sihir harus tinggal di villa agar bangsawan yang lain mengakui bahwa mereka juga bangsawan.
Saat ini, Myro dan yang lainnya cukup terkejut. Penyihir di meja sebelumnya, memberikan mereka kunci kamar dengan sangat malas. Tapi, saat bangsawan datang ia langsung berdiri dan menyambut dengan penuh senyuman. Perlakuannya benar-benar sangat berbeda. Mereka bahkan tidak diberitahu masalah adanya tempat tinggal villa.
Myro berpikir bahwa perlakuan bangsawan di akademi sihir benar-benar berbeda dibandingkan perlakuan terhadap orang biasa. Tirse saat ini dipenuhi ketegasan dan berkata dengan suara kecil "Di masa depan aku harus jadi bangsawan. Sehingga saat keluarga bergabung dengan akademi sihir maka mereka akan diperlakukan dengan lebih baik".
Tiba-tiba Tirse tersadar dan melihat Myro, Boldes dan Kiel menatapnya saat ini. Tirse sedikit malu karena ia berbicara seperti itu tanpa ia sadari sehingga yang lain bisa mendengar perkataannya. Kiel segera tertawa dan berkata "Kau benar, kita akan menjadi penyihir yang hebat sehingga kita bisa menjadi bangsawan. Lagipula perlakuan yang akademi sihir berikan kepada kita yang bukan bangsawan benar-benar buruk".
Boldes tersenyum dan berkata dengan penuh semangat "Ya, kita juga harus menjadi bangsawan. Lagipula kita adalah penyihir, kita memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk menjadi bangsawan".
Melihat mereka yang begitu percaya diri, Myro berkata "Ya, tapi itu masalah masa depan. Kurasa saat ini lebih baik kita mencari tempat tinggal kita dulu".
Mereka segera tersadar lagi dan pergi bersama Myro menuju tempat tinggal mereka di akademi sihir.
Setelah berjalan beberapa saat, sebuah bangunan yang cukup besar terlihat. Jika berdasarkan peta sebelumnya, bangunan ini adalah tempat tinggal pria di akademi sihir.
Bangunan besar tersebut memiliki banyak pintu dengan nomor-nomor yang terletak di depan pintu. Nomor yang dimiliki Myro dan lainnya pada kunci tersebut adalah 505 yang berarti di lantai 5 dan kamar nomor 5.
Bangunan besar itu terlihat sangat buruk. Bangunannya sudah dipenuhi oleh lumut. Tangga menuju lantai atas juga dipenuhi dengan bagian-bagian yang hancur. Tangga itu terlihat bisa hancur kapan saja. Daripada sebuah tempat tinggal bangunan ini lebih terlihat seperti bangunan yang ditinggalkan karena sudah tidak layak.
Bahkan saat mereka memasuki kamar tersebut, mereka bisa mencium aroma yang sangat busuk. Kasur disana cukup untuk Myro dan lainnya tapi terbuat dari kayu, sehingga Myro sudah bisa memikirkan bahwa ia akan kesakitan karena kasur yang keras.
Saat dilihat lebih dekat, kayu pada kasur sudah terlihat akan hancur. Kiel baru saja duduk di kasur, dan segera terjatuh akibat kayu pada kasur yang segera hancur karena tidak kuat menahan Kiel yang memiliki tubuh yang besar. Kiel berkata sambil tersenyum pahit "Nampaknya aku harus tidur di lantai".
Ruangan itu juga dipenuhi oleh debu sehingga harus dibersihkan. Lalu, disini tidak ada lampu sehingga para murid harus memakai lilin untuk mengganti lampu.
Tapi, Myro dan lainnya harus tinggal disini selama di akademi sihir.
Myro dan lainnya melihat ke samping, yaitu kumpulan bangunan yang terletak di depan tempat tinggal mereka.
Di sana terdapat sebuah pagar besar yang menutupi dan sebuah perisai yang terbuat dari mana juga menutupi tempat tersebut. Bahkan Myro dapat memperkirakan bahwa penyihir junior juga tidak bisa menghancurkan perisai tersebut. Hanya seorang penyihir senior yang bisa menghancurkannya.
Di balik perisai tersebut, Myro dan yang lainnya bisa melihat kumpulan bangunan-bangunan yang terlihat sangat mewah.
Disetiap bangunan terlihat memiliki lampu yang bersinar. Lampu tersebut memakai kristal mana sebagai energi nya. Serta Myro dan lainnya karena berada di lantai 5, mereka bisa melihat bahwa di balik perisai tersebut dipenuhi berbagai kemewahan, tidak ada bangunan yang berlumut semuanya adalah bangunan yang terlihat sangat baik bahkan terlihat baru.
Bangunan-bangunan di balik perisai tersebut adalah villa-villa tempat tinggal para bangsawan pria yang tinggal di Akademi Tumbuhan Sihir. Melihat itu, Boldes segera berkata "Kenapa perlakuan mereka sangat baik. Tidak, yang benar adalah kenapa kita diperlakukan sangat buruk. Kita disini tidak seperti tempat tinggal tetapi seperti sebuah bangunan yang sudah tidak layak lagi. Kenapa Akademi Tumbuhan Sihir sangat berbeda memperlakukan bangsawan tersebut".
Tirse berkata "Akademi Tumbuhan Sihir memperlakukan mereka begitu baik karena mereka membayar 20 kristal mana. Kau harus menerima kenyataan Boldes. Kita akan tinggal disini selama di Akademi Tumbuhan Sihir".
Myro juga berpikir bahwa perlakuan bangsawan sangat baik. Tapi yang membingungkan Myro adalah mengapa membangun villa-villa bangsawan yang mewah di depan tempat tinggal mereka yang sudah terlihat buruk ini?.
Ini seperti Akademi Tumbuhan Sihir memperlihatkan seberapa buruk murid-murid dari orang biasa yang ada di akademi. Apakah Akademi Tumbuhan Sihir melakukan ini agar para murid biasa menjadi bersemangat untuk berlatih agar bisa tinggal juga di villa? Atau mereka melakukan ini agar para bangsawan bisa mengejek mereka? Atau bahkan Akademi Tumbuhan Sihir lah yang mengejek mereka. Menunjukkan bahwa bangsawan akan memiliki tempat tinggal yang mewah, sedangkan yang lain hanya bisa tinggal di bangunan yang akan hancur ini.
Myro menghela nafas, dan mengetahui bahwa lebih baik untuk tidak terlalu memikirkan hal tersebut dan mulai untuk membersihkan tempat tinggal mereka yang dipenuhi debu saat ini. Oleh karena itu, Myro berhenti melihat villa-villa tersebut dan berjalan kembali ke tempat tinggalnya.
Lagipula mereka harus membersihkan tempat tinggal mereka agar bisa tinggal dengan baik.