Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
Sesampainya dirumah, Alisha segera masuk kedalam rumah. Beruntung ia selalu membawa kunci cadangan sehingga ia tidak perlu mengganggu penghuni rumah. Saat memasuki rumahnya, rumah dalam keadaan masih sepi. Karena saat ini baru pukul setengah 4 pagi sedangkan para art mulai bekerja jam 4 pagi. Alisha segera menaiki tangga menuju kamarnya yang berada dilantai atas.
Sesampainya didalam kamar, Alisha langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Saat akan memejamkan kedua matanya tiba tiba Alisha teringat dengan kejadian di apartemen Santa. Tanpa sadar tangannya menyentuh bibirnya, ia masih ingat jelas kejadian tadi. Bibirnya yang belum pernah berciuman dengan seorang pria meskipun ia sudah memiliki kekasih. Karena Alisha sangat menjaga diri agar tidak terjerumus ke hubungan sex bebas meskipun hanya berciuman. Selama berpacaran dengan Fandi, Alisha begitu menjaga dirinya. Mereka hanya sekedar bergandengan tangan dan memeluk tidak lebih. Namun hari ini Alisha merasa kecolongan 2 kali, ciuman pertamanya direnggut oleh pria asing yang tidak ia kenal meskipun pria tadi mengaku sebagai kakak kandung sahabatnya. Meskipun Alisha dan Santa sudah bersahabat sejak kuliah, namun ia tidak tau menahu tentang silsilah keluarga Santa. Karena Santa seseorang yang begitu tertutup dan sedikit misterius. Memang sempat Santa berkata kedua orang tuanya sudah tiada, ia hanya memiliki seorang kakak tapi Alisha tidak tau kalau kakaknya seorang pria.
"Brengsek tuh pria gila, berani beraninya dia mengambil ciuman pertamaku. Mas Fandi maafkan aku mas, bibirku sudah tidak perawan lagi. Padahal selama ini mas Fandi begitu menjaga aku, ia bahkan tidak berani melakukan sesuatu yang aneh aneh selama kita pacaran. Lebih baik aku jaga rapat rapat rahasia ini, aku enggak mungkin berkata jujur soal ini ke mas Fandi. Aku takut mas Fandi kecewa dan meninggalkan aku karena sakit hati merasa dikhianati. Aku enggak mau putus sama mas Fandi. Mas Fandi adalah segalanya bagi aku, aku enggak mau kehilangan pria sebaik mas Fandi" gumam Alisha dengan perasaan sedih dan takut.
Sedangkan seseorang yang dipikirkan Alisha sedangkan asyik bercinta dengan 2 wanita penghibur disebuah hotel dekat club malam. Fandi dibuat merem melek karena ia begitu menikmati bercinta dengan 2 wanita sekaligus. Entah bagaimana perasaan Alisha jika tau perbuatan Fandi selama ini dibelakangnya. Fandi sangat pandai bersandiwara ia bisa melakukan perannya dengan begitu apik sebagai seorang pria baik baik bukan pria brengsek. Namun sepandai-pandainya ia menyimpan bangkai pasti suatu saat akan tercium juga.
\>\>\>\>\>\>\>
Selesai mandi David ingin menemui adiknya, karena semalam ia baru tiba dari perjalanan jauhnya sekitar pukul 1 dini hari. Apartemen adiknya dalam keadaan sudah sepi. Sehingga David memutuskan langsung istirahat kedalam salah satu kamar yang tidak ditempati. Kebetulan apartemen Santa ada 2 kamar, biasanya Alisha akan menginap disalah satu kamar tersebut namun karena ingin fokus merawat Santa yang sedang sakit, Alisha tidak tidur dikamar yang biasanya ia tempati. Sebelum masuk David sempat mengetuk pintu kamar adiknya namun tidak ada sahutan sama sekali. David berfikir mungkin adiknya masih tidur sehingga ia tidak jadi menemui adiknya dulu. David belum tau bahwa adiknya sedang sakit sejak kemarin. David pergi ke dapur untuk memasak membuat sarapan untuk dirinya dan juga adiknya. Pria tampan tersebut begitu lihai menggunakan peralatan memasak karena sejak kuliah David sudah terbiasa memasak sendiri. Setengah jam kemudian aroma masakan buatannya tercium semerbak sehingga seseorang yang sejak tadi tidur nyenyak terbangun karena mencium aroma masakan yang sudah lama ia rindukan. Masakan kesukaan Santa semasa sang mama masih hidup.
Beef Stroganoff ( Potongan daging sapi empuk yang dimasak dengan saus krim jamur yang gurih, sering disajikan bersama pasta atau mashed potato). Ini adalah masakan yang disukai Santa semasa sang mama masih ada. Namun sejak kedua orang tuanya meninggal Santa sudah tidak lagi memakan makanan tersebut. Tapi entah mengapa pagi ini ia mencium aroma masakan yang begitu familiar sekali, persis masakan yang dulu sering sang mama masak untuknya dan juga kakaknya.
"Enggak mungkin kan si Alisha yang masak, dia kan enggak tau makanan favorit gue. Apalagi masakan ini khas dari negara kelahiran gue" gumam Santa pelan sekaligus penasaran. perlahan Santa turun dari tempat tidurnya ia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri agar tubuhnya semakin segar. Setelah berganti pakaian Santa langsung keluar kamar, saat membuka pintu kamar aroma masakan tersebut semakin tercium semerbak sehingga membuat cacing yang berada didalam perutnya semakin berteriak ingin segera diisi.
Apalagi masakan tersebut sudah tersaji diatas meja makan. Saat Santa baru duduk di kursi ingin segera menikmati masakan tersebut tiba tiba terdengar suara bariton seseorang yang langsung membuat dirinya membeku sangking terkejutnya.
"Kamu sudah bangun" pertanyaan yang singkat sekali namun bisa membuat Santa langsung tubuhnya membeku. Santa yang mendengar suara sang kakak langsung menoleh kearah dapur dimana sang kakak sedang membuatkan segelas susu.
Entah karena antara kaget dan tidak percaya akan kehadiran sang kakak tiba-tiba Santa berdiri dari duduknya dan menatap lekat wajah sang kakak dengan mata berkaca-kaca. "Kakak ini beneran kakak, gue enggak sedang mimpikan?" gumam Santa seraya menepuk pipinya untuk memastikan pandangannya bahwa seseorang yang ia rindukan sudah berdiri tepat didepannya.
"Ya, ini kakakmu David Cullen. Memangnya kamu mempunyai kakak siapa lagi?" goda David seraya tersenyum lembut, senyuman yang sudah lama Santa rindukan. Santa langsung memeluk erat sang kakak, kak David, ini beneran Lo kan kak?" tanya Santa memastikan lagi.
"Hem, siapa lagi kalau bukan kakak atau kamu berharap kakak adalah Gery?" goda David lagi.
"Iya aku percaya, didunia ini hanya kakakku yang kaku kayak kanebo kering dan dinginnya seperti kulkas 10 pintu" sahut Santa dengan santai sehingga David langsung mendelik tak terima dirinya disamakan dengan dua benda tersebut.
"Apa..?? enggak terima, toh kenyataan kan wle..." ejek Santa tertawa terbahak. Sedangkan David langsung mendengus kesal dengan ejekan sang adik. "Yaudah ayo sarapan dulu, minum dulu susunya. Ini semua kakak masakan spesial untuk adik kakak yang paling..." David sengaja tidak meneruskan perkataannya ia pura pura tak melihat expresi sang adik.
"Paling apa kak..?" tanya Santa penasaran "Paling cantik kan pasti itu" jawab Santa dengan percaya diri.
"Adik kakak yang paling bawel hahaha.." David tertawa terbahak setelah mengucapkan itu. Sedangkan Santa yang mendengar mendengus kesal. "Biarin gini gini aku adik kesayangan seorang David Cullen" ucap Santa tersenyum bangga. "Iya sayangnya benar sekali hahaha.." David kembali tertawa lepas kedua kakak beradik tersebut sarapan dengan diselingi obrolan santai mereka melepas rindu dengan banyaknya obrolan random yang meskipun yang banyak berbicara adalah sang adik.
Setelah beberapa saat kemudian Santa baru ingat dengan sahabatnya yang sejak tadi ia tidak melihatnya sama sekali. David yang ikut melihat tingkah adiknya ia langsung bertanya "Kamu cari siapa San, kenapa sejak tadi celingak-celinguk seperti mencari seseorang?" tanya David setelah menyelesaikan makannya.
"Eh enggak kak, cuma aku sedang mencari Alisha sahabat aku tapi sejak tadi aku enggak melihatnya kak. Apakah kakak tau kemana perginya Alisha?" tanya Santa kepada sang kakak.
"Oh ternyata namanya Alisha, nama yang cantik secantik orangnya" batin David tersenyum tipis. Entah mengapa dia tiba tiba teringat kejadian beberapa jam lalu, gadis cantik yang sangat menggemaskan. Sejak pertemuan pertamanya tadi entah mengapa David ingin mengulangi kejadian tadi. Sebelumnya David belum pernah dekat dengan seorang wanita meskipun banyak sekali wanita ingin mendekatinya namun David tidak pernah merespon dengan baik. Baginya yang terpenting kemajuan perusahaan perusahaan dan perusahaan hanya itu fokus David saat itu. Namun sejak pertemuannya dengan Alisha tadi entah mengapa ada sesuatu yang ia rasakan dalam hatinya. Dalam diri Alisha ada sesuatu yang berbeda yang tidak dimiliki oleh wanita lain.
"Kak, kakak David eh malah melamun nih orang. Woy.. ngelamunin apa sih kak, kok sampai sampai diajak ngobrol diam aja dari tadi" ketus Santa kesal.
"Eh sorry San kakak enggak melamun kok, cuma tiba tiba kakak teringat ada kerjaan yang harus segera kakak selesaikan. Yaudah kamu lanjutin sarapanmu ya, kakak tinggal dulu ke kamar" ucap David gelagapan saat kepergok adiknya sedang melamun.
"Kebiasaan banget tuh orang" gerutu Santa seraya melanjutkan sarapannya seorang diri.