NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:479
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Moncong Baja Sang Penakluk

​"Pastikan lehermu tetap menyatu dengan badanmu bulan depan, Gareth," ancam Jacob dengan nada bicara yang sangat tajam saat ia memutar tubuhnya menuju pintu keluar aula utama istana Scolar.

​"Pedang pemberontak tidak akan pernah menyentuh kulit saya selama saya memegang mandat dari Anda, Baginda Raja," jawab Gareth sambil menundukkan pandangannya.

​"Buktikan kata-katamu itu dengan setoran pajak yang lancar dan rakyat yang patuh. Aku tidak suka mendengar alasan," balas Jacob tanpa menoleh ke belakang sedikit pun.

​Derap sepatu bot Jacob menggema di lantai marmer aula yang masih berantakan akibat keributan pembantaian sebelumnya.

​"Saya akan membangun ulang pasukan keamanan kota dari warga yang kehilangan keluarga mereka akibat anarki ini, Tuanku," janji Gareth dengan suara lantang dari kejauhan.

​"Terserah cara apa yang kau gunakan. Jika kau gagal, aku sendiri yang akan meratakan kota ini," tegas Jacob saat melewati ambang pintu.

​Prajurit mantan pengawal yang terikat di pilar luar istana menunduk ketakutan saat Jacob menuntun kudanya melewati mereka.

​"Ampuni kami, Baginda. Kami berjanji akan menjadi prajurit yang setia," rintih salah satu dari mereka dengan suara bergetar.

​"Bicaralah pada gubernur baru kalian. Nyawa kalian sekarang ada di tangannya," ucap Jacob sambil melompat naik ke punggung kudanya.

​||||||||||||||

​Kuda hitam Jacob memacu kencang menembus jalanan berbatu yang membelah padang rumput gersang antara Scolar dan batas wilayah Helios.

​"Kecepatannya mulai menurun tajam," gumam Jacob sambil mencengkeram tali kekang lebih kuat.

​[Analisa Panca Indra: Frekuensi napas kuda tunggangan meningkat drastis. Terdeteksi penumpukan asam laktat pada otot kaki depan. Risiko cedera fatal pada hewan mencapai tujuh puluh persen jika kecepatan dipertahankan.]

​{Aku harus segera tiba di ibu kota sebelum senja berakhir. Pabrik peleburan itu butuh pengawasanku untuk memastikan tabung meriamnya tidak hancur lagi akibat suhu yang tidak stabil.}

​"Bertahanlah sedikit lagi. Kau akan mendapatkan istirahat terpanjang setelah kita melewati gerbang itu," bisik Jacob sambil mencondongkan tubuhnya ke depan.

​Pacuan kuda itu kembali stabil meskipun getaran dari tanah terasa semakin keras menghantam persendian hewan tersebut.

​Jacob memusatkan pandangannya ke arah pegunungan yang menjadi batas alam pelindung kerajaan Helios.

​"Tidak ada pergerakan mencurigakan di sepanjang tebing perbatasan," ucap Jacob pada dirinya sendiri.

​[Analisa Panca Indra: Suara derap kaki pasukan patroli Nightmare terdeteksi pada radius dua kilometer di sisi timur. Kondisi rute perjalanan sangat aman tanpa potensi penyergapan.]

​{Bagus. Perintah pertahanan mutlak yang kuberikan pada Veldora dijalankan tanpa cacat. Sekarang aku hanya perlu memastikan senjata pamungkas itu berdiri tegak di pabrik.}

​||||||||||||||

​"Buka gerbang utama sekarang juga! Raja Jacob telah kembali!" teriak komandan penjaga menara saat melihat sosok penunggang kuda hitam dari kejauhan.

​Suara rantai katrol raksasa berderit keras saat pintu gerbang baja berlapis kayu ek itu terbuka lebar menyambut sang penguasa.

​Jacob menarik tali kekangnya, memaksa kuda yang sudah kelelahan itu berhenti tepat di halaman utama istana Helios.

​Natali segera melesat dari arah bayangan pilar dan meraih tali kekang kuda Jacob.

​"Anda tiba lebih cepat dari perkiraan waktu yang saya hitung, Tuanku," sambut Natali dengan tatapan mata yang penuh rasa hormat.

​"Scolar sudah memiliki anjing penjaga baru yang akan mengatur kekacauan di sana. Bagaimana perkembangan di pabrik baja?" tanya Jacob sambil melompat turun dari pelana.

​"Veldora tidak pernah meninggalkan area peleburan sejak Anda pergi, Baginda. Dia terus menekan para pandai besi siang dan malam tanpa henti," jawab Natali.

​"Apakah ada masalah dengan cetakan tabungnya lagi?" selidik Jacob dengan kening yang langsung berkerut tajam.

​"Saya tidak berani memberikan kesimpulan teknis, Tuanku. Veldora meminta saya menunggu Anda tiba untuk melihat hasilnya secara langsung," lapor Natali dengan raut wajah sangat serius.

​"Bawa aku ke sana sekarang juga. Jika mereka melakukan kesalahan fatal lagi, aku akan melemparkan kepala pandai besi itu ke dalam tungku," ancam Jacob sambil melangkah terburu-buru.

​"Sesuai perintahmu, Baginda," ucap Natali yang segera mengikuti langkah panjang rajanya.

​||||||||||||||

​Hawa panas ekstrem langsung menghantam wajah Jacob saat ia menendang pintu pabrik peleburan hingga terbuka lebar.

​"Baginda Raja! Anda datang tepat pada waktunya!" seru Veldora yang berdiri di tengah percikan api dengan zirah penuh noda jelaga hitam.

​"Singkirkan basa-basimu, Veldora. Tunjukkan padaku tabung meriamnya," perintah Jacob tanpa membuang waktu.

​Veldora segera memberikan isyarat tangan kepada puluhan pandai besi yang berdiri di dekat sebuah objek raksasa tertutup terpal kain tebal.

​"Tarik penutupnya sekarang!" teriak Veldora dengan suara yang menggelegar mengalahkan bisingnya mesin uap.

​Kain tebal itu ditarik jatuh, memperlihatkan sebuah tabung baja hitam pekat yang sangat besar dan panjang, ditopang oleh roda besi raksasa yang tampak tebal.

​"Bentuknya sangat mengesankan. Tidak ada rongga atau permukaan luar yang tidak rata," ucap Natali dengan mata membelalak takjub.

​"Berapa berat total dari monster baja ini, Veldora?" tanya Jacob sambil terus mengamati setiap inci dari desain luar meriam tersebut.

​"Hampir lima ton, Baginda. Kami membutuhkan dua puluh ekor kuda penarik khusus untuk memindahkannya ke tebing perbatasan nanti," jawab Veldora dengan raut wajah sangat bangga.

​"Bagaimana dengan bagian dalamnya? Apakah pendinginan bertahapnya berhasil mengatasi keropos karbon kemarin?" tuntut Jacob sambil berjalan memutari moncong meriam tersebut.

​"Kami menggunakan air es dari pegunungan utara untuk mendinginkan lapisan intinya secara perlahan seperti yang Anda instruksikan, Baginda," jawab kepala pandai besi dengan tubuh bergetar karena gugup.

​Jacob menyentuh permukaan baja hitam itu, merasakan hawa hangat yang masih tersisa dari proses penempaan yang ekstrem.

​[Analisa Panca Indra: Kepadatan struktur baja murni mencapai tingkat seratus persen. Distribusi karbon sangat stabil di seluruh penampang tabung. Tidak terdeteksi adanya retakan mikro pada dinding bagian dalam. Integritas senjata: Sempurna.]

​{Kerja keras berbulan-bulan ini akhirnya terbayar. Kekuatan mutlak yang tidak memerlukan pengorbanan nyawa pasukanku telah terwujud secara nyata.}

​"Kerja kalian sangat memuaskan," puji Jacob dengan senyum tipis yang sangat mematikan.

​"Apakah ini artinya Meriam Api Naga sudah siap untuk diuji coba menembakkan peluru, Tuanku?" tanya Veldora dengan gairah perang yang kembali membakar matanya.

​"Bukan sekadar uji coba, Veldora. Senjata ini sudah jadi dan siap untuk meratakan seluruh kerajaan yang berani menantang takhta Helios," tegas Jacob sambil menepuk tabung meriam raksasa itu.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!